0

Baik dan Buruk

Posted by Desi on 12:39 PM
Dua hari yg lalu dapat sms curhat dari seorang teman kuliah dulu. Selama ini kami masih rajin komunikasi lewat telpon. Kebetulan dia tinggal di provinsi lain di Pulau Sumatera.

Dia tipe orang yang unik. Dulu sering minta saran pada ci, namun setiap ci ngasih saran, dia selalu menghujat ci sebagai orang yang munafik dan mengatakan "Kamu sama saja dengan mereka". Yang dia maksudkan dengan mereka disini adalah, orang-orang yang rajin beribadah, berkumpul dengan sesama mereka, berpakaian sangat tertutup dan notabene adalah anak rohis.
Tapi tunggu dulu, maybe I'm munafik, but I'm not like "them". Ci bukan anak rohis, belum sempurna dalam beribadah dan belum sempurna dalam menutup aurat.

Setiap dia berkata seperti ini ci hanya bisa tersenyum. Dan dia akan bertanya lagi, "Kenapa sih kamu tidak pernah marah dan sering tersenyum atau tertawa setiap aku bilang kamu begitu?". Dan dia malah mikir, aku lucu ya? dan langsung mematikan telpon atau menghentikan sms dengan pesan atau kata-kata terakhir "Kamu aneh."

Lalu entah kenapa dalam beberapa bulan terakhir ini (3-4 kali komunikasi terakhir) dia berubah. Dia ingin jadi orang baik. Tapi dia tidak tau apakah yg dia lakukan baik atau tidak dan apakah yg dia inginkan baik atau tidak. Setiap sms nya selalu berisi curhat dan minta jawaban ttg sesuatu yg berkaitan dengan ukhrawi. Kadang dalam sms nya, dia seperti putus asa. Dia kebingungan, bingung tentang hal yang berkaitan dengan duniawi dan ukhrawi. Namun dalam sms terakhir dia sepertinya mulai pasrah. Dia bertanya pada ci, bolehkah seorang hamba pada Allah, menanyakan tentang kehidupannya nanti.

Ahh... teman.... andai saja engkau tahu, aku pun masih jauh dari Dia. Aku masih sering membangkang, malah aku pernah marah dan protes kepada Nya.

Hanya satu yg bisa ci sarankan pada teman ci itu, tetaplah berusaha dan jangan pernah menyerah. Dan terakhir serahkan semua pada Allah. Tidak perlu bertanya, karena jika kita menjalani sesuai dengan aturannya, kita akan mendapatkan jawabannya.

Tentang perbuatan baik dan buruk, jika setelah melakukan sesuatu kita merasakan suatu kebahagiaan dan membuat kita dekat dengan Allah, mudah-mudahan apa yg kita lakukan adalah baik. Tapi jika setelah kita melakukan sesuatu yg terasa adalah kegelisahan, cemas, was-was, dan ketakutan, mungkin saja itu adalah sesuatu yg buruk dan coba evaluasi, apakah bertentangan dengan aturan Allah?

Sebab ci sudah sering merasakan kedua hal tersebut setiap setelah melakukan sesuatu. Kebahagiaan yg dirasakan begitu menyenangkan sehingga kadang-kadang membuat ci terharu sendiri. Tapi pernah juga sangat ketakutan sehingga beberapa hari stress dan tidak bisa konsentrasi. Akhirnya mengadu dan mohon ampun pada Allah.

Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat untuk ci sendiri dan yg membacanya

Wassalam :)

0

Berdosakah aku jika...

Posted by Desi on 11:48 AM
Ya Allah... berdosakah aku jika bertanya....
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk menuju surga Mu...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk beribadah bersama-sama dengan orang yang ku sayangi dan ku inginkan...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk bersama-sama saling membimbing menuju surga Mu dengan orang yg ku inginkan
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk bersama-sama meraih ampunan dan keredhaan Mu dengan orang yg ku sayangi...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk menyempurnakan sebagian agama Mu dengannya

Apa salah hamba pada mereka Ya Allah, sehingga tidak merestui kami....
Begitu hina dan jelekkah aku dimata mereka?
Atau ini adalah hukuman Mu atas dosa-dosa ku?

Sampai kapan waktuku bisa bersama-sama dengannya Ya Allah...
Apakah masih ada atau sebenarnya dan seharusnya dari awal tidak boleh dan tidak akan pernah ada?

Sekarang aku mengerti kenapa Engkau melarang hubungan yg bukan muhrim sebelum menikah. Tidak hanya mendengar dari kata-kata orang, krn aku sudah mengalaminya sendiri. Tapi hati ini tidak bisa mengelak. Dan sekarang begitu sulit untuk menghentikannya.

Hati dan harapan ini sepenuhnya sudah aku tetapkan untuk satu orang itu saja. Tapi jika dia bukan untuk ku, aku tidak tahu apakah aku masih sanggup bertahan.

Sekali lagi,
Aku hanya ingin beribadah bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin menyempurnakan sebagian agama bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin meraih ampunan dan keredhaan Engkau bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin menjadi peneguh hatinya, penghiburnya dikala duka, penenang hatinya, penyejuk penglihatannya, yang mengangkatkan tangan untuk mendoakannya, yang merawatnya dikala sakit maupun sehat, menjadi reminder di kehidupannya, yang membuatnya merasa sempurna.

Aku tidak bermaksud mencurinya dari orang tua dan keluarganya
Aku tidak bermaksud memisahkannya dengan keluarganya
Karena aku tahu posisinya dalam keluarga.

Berdosakah aku menanyakan ini Ya Allah...

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.