2

Miss Moody

Posted by Desi on 3:56 PM
Aku masih sulit untuk mengontrol emosiku terutama dalam masa pms. Aku begitu moody dan kondisi tersebut butuh waktu agak lama untuk menormalkannya kembali. Aku menyadari jeleknya sikapku saat aku tidak bisa mengendalikan emosi ini. Dampaknya akhirnya kediriku juga, aku justru akan jadi orang yang dikucilkan. Dan yang paling aku sesali adalah kadang mahasiswa ikut-ikutan kena imbas emosiku yang tidak terkontrol.

Masih harus banyak belajar untuk mengendalikan emosi ini. Harus lebih sadar saat kondisi itu datang. Sehingga nanti tidak kecewa sendiri.

3

Pantulan

Posted by Desi on 8:37 AM
Apapun yang keluar dari diri kita, semuanya akan kembali lagi kepada kita. Setiap ucapan dan pikiran kita, juga akan kembali kepada kita. Doa untuk orang lain yang tidak diketahui, akan kembali juga ke kita karena ada malaikat yang mambalaskan doa tersebut untuk kita. Kata-kata yang kita ucapkan, juga akan berbalik kepada kita. Perbuatan yang kita lakukan, juga akan memantul kembali kepada kita.

Jadi ucapkanlah kata-kata yang baik, berpikir yang baik, lakukan perbuatan yang baik, doakan hal yang baik karena semuanya akan berbalik kepada kita. Semuanya itu adalah cerminan siapa diri kita dan menunjukkan kualitas kita. Dalam hidup berlaku hukum sebab akibat, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.

3

I'm Single And I'm Happy

Posted by Desi on 11:33 AM
Setuju dengan postingan Wanda beberapa waktu yang lalu tentang pernikahan. Kadang ketika kita melihat orang lain yang menurut kita belum pantas untuk  menikah, ternyata justru dia yang lebih dulu menikah. Sedangkan kita yang menurut sangkaan diri sudah siap dan pantas menikah, ternyata belum juga ditetapkan Allah untuk menikah. Allah lah yang lebih tau dari kita dan Allah lah yang memutuskannya. Jadi salah jika kita menilai atau men-judge orang lain dengan berbagai penilaian apalagi jika penilaian itu tidak baik. Karena belum tentu penilaian Allah begitu. Ternyata orang lain itu yang lebih baik nilainya di sisi Allah.

Aku saat ini berada pada kondisi tidak lagi mengkhawatirkan keadaan yang masih single. Aku sudah melewati tahap dimana ketika melihat orang menikah, aku juga begitu ingin menikah sehingga dalam hati selalu bertanya-tanya kapan ya aku menikah. Tidak, aku sudah melewati semua itu. Saat ini justru ketika melihat orang lain melangkah ke tahap hidup berikutnya dengan pasangan mereka, aku justru berpikir kalau masih banyak yang ingin aku lakukan sendiri tanpa ada pembatasan dari orang lain.

Banyak suara-suara yang mengganggu yang selalu bertanya dan berkomentar tentang kapan aku akan menikah? apalagi  yang ditunggu? dan sebagainya. Bagiku itu bukan pertanyaan yang menakutkan lagi. Aku menganggap itu sebagai bentuk perhatian orang lain padaku. Yang ada setiap muncul pertanyaan itu, aku justru merasa bahagia dengan kesendirianku dan menjawabnya dengan wajah yang bahagia :).

Pernikahan bukan tujuanku saat ini. Bagiku itu adalah pemberian Allah yang akan aku terima kapanpun Allah menetapkannya. Pernyataan ini bukan berarti aku tidak berusaha untuk mencari. Dalam pandanganku, istilah mencari bukan berarti kita sebagai wanita menyodor-nyodorkan diri atau sengaja mendekat dengan pria yang kita inginkan jadi suami melalui cara-cara yang tidak disukai Allah sehingga kehilangan respek dari orang lain dan merenahkan diri sendiri. Tapi dalam artian tidak menutup diri dan tentu tetap ada proses seleksi. Wanita kan menang menolak sedangkan laki-laki menang memilih :).


0

Rumah Idaman

Posted by Desi on 11:29 AM
Saat ini lagi semangat-semangatnya mengumpulkan dan corat-coret gambar rumah. Sudah saatnya menetapkan akan berada dimana untuk beberapa tahun ke depan, meskipun hal itu tetap Allah yang tau. Saking semangatnya hingga tiap malam coba menggambar, tidak terasa sdh jam 11 lewat. Seru membayangkan akan punya rumah sendiri dan mendesign nya sesuai dengan keinginan. Namun tidak tau apakah yang aku bayangkan ini akan terealisasi karena keterbatasan dana. Jangan-jangan jadinya nanti model biasa saja karena faktor keuangan.

Rumah yang akuidamkan adalah rumah yang sejuk dengan ruang yang lapang, banyak pintu dan jendela sehingga tidak perlu ada AC. Aku ingin dapur yang luas sehingga tidak terasa pengap. Aku ingin punya halaman yang luas untuk ditanami berbagai tanaman, menjaga bumi tetap hijau dan sejuk.

Tapi yang terpenting, aku ingin rumahku seperti surga Allah.

0

Tontonan Hidup

Posted by Desi on 11:23 AM
Setiap kali aku menonton sebuah film ataupun serial drama yg ceritanya begitu menarik, indah, manis dan menyegarkan, membuatku ingin berada dalam kejadian di film tersebut, ingin merasakan dan menjalani langsung kisah yang ada dalam film itu. Lalu berfikir betapa hebatnya si pembuat cerita dan sutradara yang telah menggarap kisah itu.

Namun aku juga langsung berfikir karena aku sudah punya kisah sendiri, jalan drama kehidupan sendiri, dimana aku sebagai pemeran utamanya dan Allah sebagai penulis dan sutradaranya. Setiap orang akan punya kisah yang berbeda-beda. Kadang ada yang saling terhubung, dan ada juga yang tidak terkait sama sekali. Dan aku bayangkan bahwa hidupku ditonton oleh orang lain, entah itu malaikat, jin, iblis, atau makhluk ciptaan Allah lainnya yg kita tidak tau mungkin saja kita ini adalah tontonan bagi mereka. Atau bisa jadi kita saat ini berada dalam tv yang sedang ditonton oleh manusia yang berada pada masa atau zaman atau planet lain. Tentu akan ada juga mereka yg berkomentar betapa menarik, indah, jelek, atau membosankan kisah atau drama kehidupanku, tergantung selera dan kesukaan mereka masing-masing.

Dan sungguh Allah adalah sutradara terbaik. Kisahku adalah salah satu dari miliaran kisah yang telah dituliskan Allah. Dan Allah tidak bermaksud menciptakan kisah-kisah itu demi kesenangan Nya belaka sehingga menciptakan kisah yang menyiksa hambanya. Semua kisah yang diciptakan Allah dengan suatu maksud dan semuanya baik untuk hambanya. Jadi harusnya aku bersyukur dengan kisah yg aku jalani saat ini. Kisah yg aku tonton adalah salah satu bentuk transfer ilmu dari Allah kpd makhluknya, sehingga harusnya pelajaran yg diambil dari kisah itu untuk memaknai kisahku sendiri.

0

Kampung Halaman

Posted by Desi on 12:07 PM
Aku meyakini bahwa sejauh-jauh kita melangkah, suatu saat akan kembali ke pijakan pertama. Sejauh-jauh kita merantau, suatu saat akan kembali ke kampung halaman. Pada akhirnya setiap orang akan kembali ke kampung halamannya. Ada yang mengalaminya dua kali dan setidak-tidaknya setiap orang akan mengalaminya satu kali, yaitu kembali ke asal kehidupan ini dimulai, yaitu Sang Pencipta. Itulah kampung halaman terakhir yang kepulangan itu tidak akan pernah bisa ditolak atau ditahan, kita semua harus kembali kepada-Nya.

0

Bahagiaku Untukmu

Posted by Desi on 1:08 PM
Alhamdulillah, satu sunnah sudah dilaksanakan. Satu tanggungjawab orang tuaku telah ditunaikan, yaitu melepas anak gadisnya untuk menyempurnakan setengah din, melaksanakan sunnah rasul. Aku bahagia untuk kakakku, semoga keberkahan Allah untuknya dan keluarganya hingga akhir hayat. Semoga kebahagiaan menyertai di dunia dan akhirat. Semoga langgeng dunia dan akhirat. Semoga sakinah, mawaddah, dan rahmah.


Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.