Setiap kali aku menonton sebuah film ataupun serial drama yg ceritanya begitu menarik, indah, manis dan menyegarkan, membuatku ingin berada dalam kejadian di film tersebut, ingin merasakan dan menjalani langsung kisah yang ada dalam film itu. Lalu berfikir betapa hebatnya si pembuat cerita dan sutradara yang telah menggarap kisah itu.
Namun aku juga langsung berfikir karena aku sudah punya kisah sendiri, jalan drama kehidupan sendiri, dimana aku sebagai pemeran utamanya dan Allah sebagai penulis dan sutradaranya. Setiap orang akan punya kisah yang berbeda-beda. Kadang ada yang saling terhubung, dan ada juga yang tidak terkait sama sekali. Dan aku bayangkan bahwa hidupku ditonton oleh orang lain, entah itu malaikat, jin, iblis, atau makhluk ciptaan Allah lainnya yg kita tidak tau mungkin saja kita ini adalah tontonan bagi mereka. Atau bisa jadi kita saat ini berada dalam tv yang sedang ditonton oleh manusia yang berada pada masa atau zaman atau planet lain. Tentu akan ada juga mereka yg berkomentar betapa menarik, indah, jelek, atau membosankan kisah atau drama kehidupanku, tergantung selera dan kesukaan mereka masing-masing.
Dan sungguh Allah adalah sutradara terbaik. Kisahku adalah salah satu dari miliaran kisah yang telah dituliskan Allah. Dan Allah tidak bermaksud menciptakan kisah-kisah itu demi kesenangan Nya belaka sehingga menciptakan kisah yang menyiksa hambanya. Semua kisah yang diciptakan Allah dengan suatu maksud dan semuanya baik untuk hambanya. Jadi harusnya aku bersyukur dengan kisah yg aku jalani saat ini. Kisah yg aku tonton adalah salah satu bentuk transfer ilmu dari Allah kpd makhluknya, sehingga harusnya pelajaran yg diambil dari kisah itu untuk memaknai kisahku sendiri.