2
For My Lovely Sister
Posted by Desi
on
7:17 AM
Masih tenang-tenang saja berada di rmh kontrakan, spt tdk akan ada yg pergi. Padahal hanya tinggal 10 hari lagi, aku hrs segera menemukan penghuni baru untuk kamar yg biasanya bertaburan warna unggu itu. Jika sampai akhir bulan ini belum menemukan org terpilih tersebut, berarti aku harus membayar uang sewa rumah itu full sendiri.
Berat rasanya untuk pindah dari rumah yg telah aku tempati selama lima tahun terakhir. Dan merupakan tugas yg sulit untuk menemukan org baru yg akan cocok dg rumah itu dan terutama yg cocok dg diriku. Dan kesulitan yg sama juga bagiku jika harus pindah dan mencari kost2an, secara aku sdh terbiasa tinggal di tempat yg memberikan privasi lebih dg harga yg terjangkau.
Rumah kontrakan yg berukuran 6x8 m itu telah memberikan banyak kenangan. Tawa dan air mata pernah mampir di rumah ini. Saksi untuk semua aktivitas yg dilakukan oleh penghuninya. Kalaupun salah satu penghuni pergi, tdk ada kecemasan akan ditinggalkan, karena penghuninya akan selalu kembali pulang. Tapi kali ini, dia harus merelakan salah satu penghuninya untuk pergi, dan tdk akan kembali pulang ke rumah ini lagi.
Mungkin bagi orang lain, rumah kontrakan hanya sebagai tempat perhentian sementara, tempat untuk tidur saja. Dan teman satu kontrakan atau satu kost hanya sebagai teman biasa, dan bahkan kalau ketemu cuma say hi atau ngobrol basa basi saja. Tapi bagiku, 5 tahun memberikan arti lebih akan keberadaan rumah ini. Tempat yg aman, nyaman, strategis, dg kicauan burung di pagi hari, dan suara katak dan biawak di malam hari. Dan yg terpenting kebersamaan yg terjalin yg tak terpisahkan dengan penghuninya.
Dan pagi ini, aku mendapati tag Home Sweet Home dari mu di FB, air mata ini menetes, tdk bisa kutahan lagi. Aahh.. aku terlalu hanyut dg perasaan, perpisahan ini bukan untuk hal yg buruk, tapi untuk kebaikan. Aku hrsnya tersenyum, bukan mellow begini.
Dirimu tau kalau aku bukan org yg ekspresif, tdk terlalu pandai mengungkapkan perasaan. Aku tdk terlalu pandai mengungkapkan dg kata2 secara lgsg akan penting dan mendalamnya arti kebersamaan 5 th ini. Aku hanya bisa tertawa atau menangis. Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi. Dan spt yg engkau katakan, mungkin berempat atau bahkan lebih, di tempat istimewa yg kita impikan, Insya Allah...
Love you dear and I'm gonna miss you much...
Berat rasanya untuk pindah dari rumah yg telah aku tempati selama lima tahun terakhir. Dan merupakan tugas yg sulit untuk menemukan org baru yg akan cocok dg rumah itu dan terutama yg cocok dg diriku. Dan kesulitan yg sama juga bagiku jika harus pindah dan mencari kost2an, secara aku sdh terbiasa tinggal di tempat yg memberikan privasi lebih dg harga yg terjangkau.
Rumah kontrakan yg berukuran 6x8 m itu telah memberikan banyak kenangan. Tawa dan air mata pernah mampir di rumah ini. Saksi untuk semua aktivitas yg dilakukan oleh penghuninya. Kalaupun salah satu penghuni pergi, tdk ada kecemasan akan ditinggalkan, karena penghuninya akan selalu kembali pulang. Tapi kali ini, dia harus merelakan salah satu penghuninya untuk pergi, dan tdk akan kembali pulang ke rumah ini lagi.
Mungkin bagi orang lain, rumah kontrakan hanya sebagai tempat perhentian sementara, tempat untuk tidur saja. Dan teman satu kontrakan atau satu kost hanya sebagai teman biasa, dan bahkan kalau ketemu cuma say hi atau ngobrol basa basi saja. Tapi bagiku, 5 tahun memberikan arti lebih akan keberadaan rumah ini. Tempat yg aman, nyaman, strategis, dg kicauan burung di pagi hari, dan suara katak dan biawak di malam hari. Dan yg terpenting kebersamaan yg terjalin yg tak terpisahkan dengan penghuninya.
Dan pagi ini, aku mendapati tag Home Sweet Home dari mu di FB, air mata ini menetes, tdk bisa kutahan lagi. Aahh.. aku terlalu hanyut dg perasaan, perpisahan ini bukan untuk hal yg buruk, tapi untuk kebaikan. Aku hrsnya tersenyum, bukan mellow begini.
Dirimu tau kalau aku bukan org yg ekspresif, tdk terlalu pandai mengungkapkan perasaan. Aku tdk terlalu pandai mengungkapkan dg kata2 secara lgsg akan penting dan mendalamnya arti kebersamaan 5 th ini. Aku hanya bisa tertawa atau menangis. Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi. Dan spt yg engkau katakan, mungkin berempat atau bahkan lebih, di tempat istimewa yg kita impikan, Insya Allah...
Love you dear and I'm gonna miss you much...

