0

Akhirnya...

Posted by Desi on 10:20 AM
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga ci mengajar semester ganjil tahun ajaran 2006/2007. Tak terasa ternyata sudah 1 tahun ci bekerja di PCR ini, mengajar selama 2 semester, 5 mata kuliah, dan 2 angkatan. Untuk semester ganjil ini, ci hanya ngajar 1 angkatan. Berdasarkan hasil ujian UAS, untuk mata kuliah Manajemen Keuangan, ada 4 orang mahasiswa yang harus ikut revisi, dan untuk Perpajakan ada 7 orang yg harus revisi. Mengecewakan sich sebenarnya, tapi kesalahan itu tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan pada mahasiswa. Ci sebagai dosen pun harus mengevaluasi diri, apa saja kekurangan dalam mengajar selama ini sehingga mahasiswa yang ikut revisi harus sebanyak itu. Dan ci sadari klo ici masih jauh dari baik dalam hal mengajar. Banyak ilmu yang harus ditingkatkan dan ditambah, tidak hanya segi metode pengajaran tapi juga materi yg disampaikan.
Rencananya bulan Januari depan, akan ada pelatihan pengajaran. Mudah-mudahan pelatihan ini dapat membantu ci untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Maklumlah, klo sebelum bekerja di PCR ini, ci belum pernah punya pengalaman mengajar sedikitpun.

Btw, besok atau lusa, kita akan merayakan Idul Adha, untuk semua teman-teman ci ucapkan mohon maaf lahir dan batin, semoga peristiwa Idul Adha ini dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah.
Wassalam...

0

Pendewasaan diri

Posted by Desi on 7:32 AM
Sebenarnya bingung nich mau cerita apa tentang pendewasaan diri, karena ci sendiri masih harus belajar banyak mengenai hal ini. Tapi post ini terinspirasi dari konflik2 yang ada di depan mata saat ini. Berada dalam dunia kerja sejak 2 tahun terakhir telah membuat ci sadar bahwa kesabaran, kemampuan memahami orang lain, tenggang rasa, serta tanggung jawab merupakan hal pokok yg harus kita miliki. Kalau hal ini tidak kita miliki, rasanya akan sulit untuk bergaul dengan banyak orang dengan karakter yang kompleks.
Dimanapun kita bekerja dan apapun jenis pekerjaan itu, kita tetap akan menemui permasalahan yang berkaitan dengan komunitas dan lingkungan sekitar. Jangan jadikan ketidak-enjoy-an lagi kerja disatu tempat ( karena alasan lingkungan dan komunitas ) lalu memutuskan untuk pindah kerja ke tempat lain. Jika teman-teman berpikiran seperti itu, sebaiknya ga usah aja kerja. Mending di rumah saja karena kita tidak akan sering bertemu dengan orang lain dan tidak akan disibukkan dengan urusan orang lain.
Ci telah mencoba bekerja pada dua tempat yang berbeda dengan konsentrasi kerja yang berbeda, dan ci tetap saja menemukan satu permasalahan yang sama yaitu masalah komunitas dan sosial ( pergaulan ). Permasalahan-permasalahan tersebut biasanya dipicu oleh kurangnya komunikasi dan kurangnya tanggung jawab.
Permasalahan-permasalahan tersebut tidak akan selesai jika tidak ada kesabaran dan kemampuan memahami orang lain secara timbal balik.
Kalau kita jeli, seharusnya permasalahan2 itu kita jadikan sebagai sarana untuk pendewasaan diri. Semakin banyak permasalahan yang ditemui, semakin bijak kita menyikapi dan kesabaran itu akan semakin tumbuh dalam diri. Kita tidak akan disibukkan lagi dengan permasalahan2 orang lain yang bukan urusan kita. Semoga saja kita bisa menjadi problem solver bagi diri sendiri dan orang lain. Dan kita bisa menikmati pekerjaan yang kita lakukan walau sesulit apapun medan kerja tersebut.
^_^

0

Selamat Hari Ibu...

Posted by Desi on 1:49 PM

Tak terasa ternyata hari ini adalah Hari Ibu...Di Indonesia kini mengenal adanya hari ibu, tapi di luar negeri yang ada malah hari ayah. Jadi ingat waktu SMU dulu, tiap tanggal 22 Desember diadakan upacara dalam rangka menyambut hari ibu. Setelah upacara, Ibu-ibu guru berdiri berjejer, dan murid-murid satu persatu menyalami semua ibu guru. Ada yang menyalami dan berpelukan sambil menangis terharu, benar-benar mengharukan dan bikin rindu ingin ketemu beliau-beliau lagi. Ya Allah ...berikan berkahMu untuk guru-guru hamba Ya Allah....

Tidak hanya ibu guru yg jadi sorotan pada hari ini, tapi yg paling penting adalah Ibu atau Mama kita. Berdasarkan sabda Rasul, pada siapa kita harus berbakti, Rasul menjawab sampai tiga kali "Ibumu, Ibumu, Ibumu" baru setelah itu ayah. Jadi posisi ibu tiga kali lebih tinggi dibandingkan ayah, karena mengingat betapa berat perjuangan seorang ibu mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, membesarkan dan mendidik anaknya. Begitu mulianya posisi ibu, sehingga Rasul mengatakan bahwa surganya seorang anak ada dibawah telapak kaki ibunya. Mudah-mudahan cita-cita ci untuk jadi seorang ibu dikabulkan Allah, amiin.
Jadi, apa yang telah kita berikan untuk ibu kita? Sudahkah kita berbakti pada Ibu?

Ya Allah, berikan berkat dan kasih sayang Mu untuk Ama dan Mama, serta lapangkan dan terangi kubur Mama, jauhkan Beliau dari azab kubur. Jadikan beliau berdua bidadari di surgaMu Ya Allah....Amiin....

0

Jimat

Posted by Desi on 1:56 PM
Hari ini ci ngadain ujian akhir Manajemen Keuangan, dan what a big surprise....karena ci nemukan mahasiswa yang liat jimat, perempuan lagi. Duh nak...nak....berani-beraninya liat jimat, malah duduk di depan lagi. Salah dia sendiri sebenarnya, ga profesional sich cara liat jimatnya...hehehe....Ci tidak menyangka anak ini akan liat jimat, karena di kelas dia termasuk lumayanlah. Tapi tadi setiap ci liat dia, wajahnya langsung seperti orang ketakutan, dan langsung nutupin mukanya dengan kertas soal. Lalu waktu dia angkat kertas soal untuk nutupin mukanya lagi, tiba-tiba ci liat seperti ada bayangan kertas kecil nempel di kertas soal itu. Ci coba perhatikan dulu dengan seksama, barangkali saja itu bukan kertas lain atau jimat, tapi benar-benar bayangan yang ci liat itu kertas lain dengan ukuran yg lebih kecil. Akhirnya ci tanyain, itu kertas apa yang nempel di soalnya. Dia langsung takut dan dengan perlahan membuka kertas itu dan menjatuhkannya supaya ga ketahuan, dan meremukkannya sambil bilang tidak ada kertas apa-apa bu...Ci sebenarnya dah liat waktu dia jatuhin kertas itu dan berusaha menyembunyikannya tapi sia-sia. Ci datangi dan langsung ambil kertas kecil itu. Ternyata dia memakai sticks note yang di tempelkan di halaman belakang soal lembar pertama, kebetulan soalnya ada dua lembar. Dan di dalamnya tertulis rumus-rumus rasio keuangan.
Sewaktu ci tanyakan, dia langsung pucat dan menunduk. Supaya dia tidak begitu shock dan malu, ci biarkan saja dia melanjutkan ujiannya, tapi setelah ujian dia harus menghadap ci di ruangan.
Setelah selesai ujian dia masih merayu dan melakukan pembelaan seolah-olah tidak bersalah, minta ci untuk nguji dia lagi, karena sebenarnya dia hafal rumus-rumus itu tapi takut saja klo-klo dia lupa. KLISE !!! Akhirnya ci putuskan untuk motong nilainya 50%.
Dia akhirnya minta maaf dan janji tidak akan ngulangin hal memalukan itu lagi, ternyata ini pertama kali dia liat jimat, katanya. Dia juga minta ci untuk tidak bilang ke dosen lain, karena malu dan takut di cap tukang liat jimat. Dan dia juga nanya apa ci marah dan benci sama dia? Ci jawab tidak, tak ada manfaatnya marah, yang ada kamu sendiri yang malu. "Benar Bu, saya malu sama teman-teman, dan juga malu klo dosen-dosen yang lain tau".
Ternyata sanksi sosial itu lebih menakutkan dan berat yah....
Sebenarnya ci tidak boleh ceritakan hal ini sama orang lain karena sudah janji sama dia tidak akan bilang sama dosen lain, tapi kan janjinya tidak bilang ke dosen lain, bukan sama semua orang. Dan karena ci pengen cerita, tapi tidak bisa cerita ke teman-teman di ruangan, akhirnya ci cerita di blog aja, dan nama anaknya juga tidak ci sebutin, ga apa-apa lah. Mudah-mudahan ini bukan bentuk pengingkaran janji.

0

Amazing...

Posted by Desi on 3:11 PM

Subhanallah, menakjubkan yah awannya. Gumpalan awan yang bergulung dan membentuk lubang besar yang disebut dengan Lenticular Cloud, seperti akan melumat kota yang ada di bawahnya. Awan ini ditemukan di atas kota Hawai.

Sedangkan cahaya hijau ini adalah pancaran aurora. Klo kita liat baik-baik, akan terlihat seperti tulisan arab Alif Laam Mim. Aurora ini dinamakan dengan Auroradouble Hoffman.

Ternyata pergerakan di tata surya ini terjadi setiap detik, dan bahkan ada saja penemuan planet baru, bintang baru bahkan galaksi baru. Semakin canggih teknologi, semakin banyak temuan-temuan menakjubkan yang membuktikan betapa besarnya kekuasaan Allah. Lalu bukti apa lagi yang dibutuhkan oleh manusia ini sehingga dia masih juga belum mengakui Allah sebagai penguasa langit dan bumi.

Jika teman-teman mau liat kondisi di langit dan segala hal yang berkaitan dengan astronomi lainnya setiap hari, silahkan liat di sini. Gambar-gambar astronomi tersebut bersumber dari NASA dan di update setiap hari. Selamat menikmati ;)

0

Jilatan api yg berbentuk lafal Allah

Posted by Desi on 9:45 AM
Kamis, 14 Desember 2006, detiknews.com memberitakan bahwa jilatan api dari pipa gas pertamina yang meledak beberapa waktu lalu memperlihatkan bentuk lafal Allah. Hal ini diamati dari foto yg diambil oleh salah seorang pekerja PU yang tergabung dalam Tim Nasional Penanggulangan Bencana Lapindo. Menurut juru bicara Timnas, foto ini asli tanpa ada rekayasa. Untuk yang ingin liat foto dan beritanya, silahkan klik disini. Masalah rekayasa atau tidak, hanya Allah dan si pembuat foto yang tau, Wallahualam....

0

Jodoh

Posted by Desi on 8:24 AM
Ehm...ehm...sebelumnya agak ragu untuk ngepost blog ini, soalnya belum cukup ilmu :). Tapi gpp, untuk mancing comment dari teman2 yang baca.

Akhir-akhir ini ci banyak dapat pelajaran berharga mengenai jodoh. Jodoh setiap orang itu sudah ada dalam ketetapan Allah. Jodoh, maut, rezeki, semuanya ada dalam ketetapan Allah. Manusia boleh berusaha untuk mencari siapa orang yang dianggap cocok untuk menjadi pasangan hidup, tapi keputusan tetap dalam genggaman Allah.
Pelajaran pertama ci ambil dari pengalaman ci sendiri. Awalnya memang berat menerima kenyataan bahwa orang yang kita harapkan untuk menjadi pasangan hidup, belum tentu akan menjadi jodoh kita. Tapi dengan banyak membaca, mendengar dan menerima nasehat-nasehat dari banyak orang, berdoa dan mohon bantuan Allah, InsyaAllah semuanya akan bisa dihadapi. Lalu belajar dari pengalaman-pengalaman orang, teman dan cerita-cerita baik di TV maupun dunia nyata.
Dua hari belakangan ini, ada dua kisah yang lumayan bagus tuk dijadikan bahan pelajaran. Kisah ini bukan dongengan, tapi terjadi pada teman ci sendiri.
Yang pertama, ttg seorang teman, yang sudah menjalin hubungan dengan seorang pria dan mereka telah berencana untuk melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan. Saat si wanita mendapat pekerjaan yang jauh dari kampung halaman, dan si pria juga mendapat pekerjaan di t4 yang berbeda, akhirnya hubungan mereka dilanjutkan secara jarak jauh. Kondisi ini berlangsung selama 3 tahun. Si wanita terus berusaha mencari pekerjaan baru yang bisa mendekatkannya dengan calon suami. Setelah tiga tahun saling berjauhan, akhirnya mereka menetapkan tanggal pernikahan, meskipun si wanita belum juga menemukan pekerjaan yang bisa mendekatkannya dengan calon suami. Tapi mereka menjalaninya ini dengan benar sesuai dengan aturan Allah, mereka menyerahkan semua urusannya pada Allah, yang jelas mereka sudah punya niat baik untuk menjalankan sunnah Rasul. Segala sesuatu yang dimulai dengan niat yang baik dan dijalankan dengan baik pula. Insya Allah akan mendapat redha Allah. Akhirnya, tiga minggu menjelang hari pernikahan, si wanita mendapat pekerjaan disebuah perusahaan BUMN besar di Indonesia yang lokasinya ternyata di kota yang sama dengan t4 calon suaminya. Alhamdulillah dan Subhanallah, apa yg diharapkan dimudahkan jalannya oleh Allah. Mereka akan melangsungkan pernikahan akhir tahun ini. Semoga pernikahan mereka lancar dan memperoleh keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.
Sedangkan kisah kedua juga dialami oleh teman dekat ci. Dia juga telah menjalin hubungan dengan seorang pria yg sudah matang dari segi usia. Mereka berada di kota yg sama dan bekerja di instansi yang sama. Mereka juga telah berniat untuk menikah, namun sampai saat ini rencana itu belum juga terlaksana karena ada beberapa hal. Teman ci mensyaratkan pada calonnya beberapa hal yang cukup mengagetkan. Dia mensyaratkan calon suaminya untuk memiliki beberapa materi dulu sebelum menikah, sehingga setelah menikah nanti mereka bisa mandiri, tidak perlu minta bantuan orang tua lagi. Persyaratan yg diajukannya ini membuat orang akan berpikir klo dia tipe cewek materialistis. Setelah ci tanya, ternyata dia bersikap seperti itu karena ada trauma dalam keluarga, yaitu kakak kandungnya diperlakukan tidak adil oleh suaminya. Adil disini bukan berarti poligami, tapi kebutuhannya jadi prioritas no sekian2, setelah mertua dan ipar2nya. Teman ci ini takut hal yg sama terjadi padanya. Dan kebetulan calonnya ini ternyata juga sangat mengutamakan keluarganya dia (ortu, kakak adik nya) dibanding orang lain. Entahlah apa yg direncanakan Allah untuk mereka. Mudah2-an mereka dimudahkan jalannya oleh Allah.
Dari dua kejadian tersebut dapat disimpulkan, bahwa sedekat apapun kita dengan calon suami dan sematang apapun rencana kita persiapkan, tapi jika dia bukan jodoh kita, tetap saja tidak akan jadi suami. Dan walau sejauh apapun jarak memisahkan dan siapapun yg akan merintangi, klo memang jodoh, tidak akan kemana dan tidak akan ada yg bisa melawan kehendak Allah.
Wallahualam wa astaghfirullahal'adzhim....

0

Pelangi

Posted by Desi on 7:42 AM
Sabtu sore kemaren, ada pelangi di langit pekanbaru, sebelumnya hujan mengguyur dan setelah reda matahari masih sempat menampakkan sinarnya sore itu. Subhanallah karena tidak hanya satu pelangi tapi ada dua pelangi waktu itu dan cukup lama ada di langit, kira-kira setengah jam. Baru ci sadari klo ternyata sejak ci ada di Pekanbaru, ini kali pertama ci liat pelangi di Pekanbaru. Indah sekali dan mengingatkan pada sebuah mimpi. Kira-kira satu setengah tahun yang lalu, ci pernah bermimpi melihat awan gelap hitam dan bergulung-gulung di langit sebelah selatan. Suasananya waktu itu benar2 agak menakutkan, apalagi ditambah dengan hujan badai dan isu tsunami di kota Padang (hehe...mungkin mimpi ini pengaruh ketakutan tsunami, maklum lagi heboh tsunami di Padang waktu itu). Namun beberapa saat kemudian, awan gelap itu hilang dan kondisi langit berubah menjadi sangat cerah. Bukan itu saja, di langit muncul pelangi yang berwarna warni, tidak hanya satu atau dua pelangi, tapi seluruh langit ditutupi oleh pelangi. Mimpi yang aneh, tapi sangat menakjubkan :).
Saat melihat pelangi ini, ci bertambah yakin bahwa setelah gelap itu ada terang, setelah kesulitan itu ada kemudahan, setelah kesedihan ada kebahagiaan, disetiap keburukan ada kebaikan, dan setiap kejadian itu ada hikmahnya. Kita sebagai manusia harus bisa belajar dari hukum alam tersebut. Dan Allah sudah punya skenario untuk semua ciptaanNya. Jadi jangan bersedih, jalani saja hidup ini sesuai dengan kehendak Allah :) (duh..ci seperti orang yg dah tegar aja, bagaimana ka...?)

0

Berjuta Terima Kasih

Posted by Desi on 9:30 AM
Milad kali ini benar2 membahagiakan karena ternyata banyak teman yang masih ingat sama hari lahir ci. Dan lebih banyak doa untuk ci dibandingkan dengan tahun lalu, bahagianya....:)
Kita tidak tau dari mulut siapa doa itu akan dikabulkan, jadi banyak2lah minta doa sama orang lain :)
Terima kasih teman2 atas semua doa nya...:). Moga Allah memberikan kebaikan dan keberkahan tuk teman2 semua. Amiin...

1

My Great Day

Posted by Desi on 7:41 AM
Hari ini genap seperempat abad umur-ku. Ternyata ici dah tua yah...:)
Berarti usia ci dah kurang 25 tahun dari yang dijatahkan Allah.
Ada satu pelajaran besar yang ci dapat selama setahun ini yang menjadikan hari ini begitu berkesan dibandingkan milad tahun2 sebelumnya. Hari ini ci benar2 merasakan besarnya arti persahabatan dibandingkan hal lainnya. Dalam kesusahan, kesedihan dan kebahagiaan yang ci lalui, selalu ada sahabat2 terbaik yang selalu menemani, sebagai tempat berbagi dan bertukar pikiran. Mereka mengajari ci untuk tegar dan memandang kehidupan dari sisi lain yang selama ini belum pernah ci lakukan. Mereka memberikan pengalaman2 berharga yang mudah2an ci bisa belajar darinya. Mereka mengajari ci bahwa hidup ini tidak semata-mata mengenai cinta dan ambisi. Tapi redha Allah lah yang paling utama. Dan untuk memperoleh redha Allah itu menurut ci tidak mudah. Butuh Kesadaran dan usaha. Karena tidak semua hal dalam hidup ini akan kita lalui dengan mulus.
Tapi Syukur pada Allah, berkat teman2 terbaik ci, Alhamdulillah dan InsyaAllah, ci bisa membangkitkan semangat lagi. Hidup terasa lebih berarti berkat kalian.
I know that i'm not alone, coz I have you all friends as my brother and my sisters. Thanks to Rika, Pepi, Desi, Nisa, Cici, Sari and Hera, You are always there, when I need support. I love you all...
And I dedicate this story for you all girls. I got it from Mba Lukie (a friend of mine at PCR), when she had to move to Balikpapan. Hope you like it :) even some of you red this b4..:D

SAHABAT WANITA

Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah mengunjungi
ibunya di Bukit Timah. Mereka duduk di sebuah sofa dan menikmati segelas
air teh dingin.

Ketika mereka sedang berbincang-bincang mengenai kehidupan,
pernikahan, tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban,
sang ibu dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan
menatap wajah anak perempuannya.

"Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu" nasihatnya,
sambil mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya.
"Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu ketika usiamu makin tua.
Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu, seberapa banyak
anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus memiliki sahabat wanita.
Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka,
melakukan hal bersama-sama dengan mereka.
Dan ingat bahwa mereka bukan hanya sekedar sahabat wanitamu,
tetapi mereka akan menjadi saudara, anak dan yang lainnya.
Kau akan membutuhkan sosok wanita yang lain. Wanita selalu begitu."

"Sungguh nasihat yang aneh," pikir si wanita muda.
"Bukankah aku baru saja menikah?
Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-pasangan muda?
Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa, bukan anak perempuan
kecil yang memerlukan teman main perempuan lainnya! Tentu saja keluarga
yang akan kami bina dapat membuat hidup saya lebih berarti."

Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya;
ia terus berhubungan dengan sahabat-sahabat wanitanya
dan bertemu dengan semakin banyak sahabat setiap tahun.
Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan
betapa benar nasihat yang diberikan ibunya.
Ketika waktu dan keadaan mengubah keberadaan
mereka sebagai wanita dengan segala misterinya,
sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya.
Setelah hidup selama 50 tahun dalam dunia ini,
inilah fakta-fakta yang saya dapatkan dari
memiliki sahabat wanita:

Sahabat wanita membawakan kau kari ayam dan
menggosok kamar mandimu ketika kau membutuhkan pertolongan.
Sahabat wanita akan menjaga anak-anak dan rahasiamu.
Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya.
Kadang-kadang kau menerimanya, kadang-kadang tidak.

Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar, tetapi
mereka biasanya bersikap jujur.
Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan pendapat.

Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu,
dan lelucon kosong sama sekali tidak diperlukan
hanya untuk sebuah tawa.

Sahabat wanita akan menarikmu dari kesulitan.
Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang buruk.
Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru, membantu
mengepak barang dan pindah.

Sahabat wanita akan membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu
ketika mereka menikah atau memiliki anak,
manapun yang lebih dulu terjadi.

Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka.
Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk
mengeluarkan kau dari keputusasaan.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau
kehilangan pekerjaan atau seorang kawan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika
anak-anakmu mengecewekanmu.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika
keadaan orang tua kita semakin memburuk.

Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika
orang yang dikasihimu meninggal.

Sahabat wanita menghiburmu ketika kau
dikecewakan oleh banyak pria di dalam kehidupanmu.

Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali
ketika pria kau cintai pergi meninggalkanmu.

Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia,
dan bersedia mencari dan melemparkan apa yang tidak membuatmu bahagia.

Waktu berlalu.
Kehidupan berjalan.
Jarak memisahkan.
Anak-anak beranjak dewasa.
Cinta hilang dan pergi.
Hati yang hancur.
Karir berakhir.
Pekerjaan berganti.
Orang tua meninggal.
Rekan-rekan melupakan kebaikan.
Pria tidak menelpon ketika mereka berkata mereka akan melakukan sesuatu
(misalnya saat berpindah ke lain hati).

TETAPI, sahabat-sahabat wanita akan terus mendampinginmu,
meskipun waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh.

Seorang sahabat wanita tidak akan lebih jauh
dari orang-orang yang membutuhkan.
Ketika kau harus berjalan melewati lembah sendirian,
sahabat wanitamu akan terus berjalan bersamamu di atas puncak lembah,
menyusuri jarak bersamamu, menghiburmu, mendoakanmu, menarikmu, dan
menanti dengan tangan terbuka di ujung lembah ketika perjalanan berakhir.

Terkadang, mereka pun harus melanggar
peraturan untuk dapat berjalan bersamamu. Atau bahkan menopangmu.

Anak, saudara, ibu, ipar perempuan, ibu mertua, bibi, keponakan, sepupu
perempuan, keluarga jauh, dan para sahabat perempuan saya telah membuat
kehidupan saya lebih berarti! Dunia tidak akan sama tanpa kehadiran
mereka, dan begitu juga saya.

Ketika kita memulai petualangan kita sebagai wanita dewasa,
kita tidak tahu tentang kesukacitaan atau kedukaan yang akan
terjadi di depan.
Atau seberapa jauh saya dan mereka akan saling membutuhkan.
Tetapi saya tahu, saya masih tetap membutuhkan mereka setiap hari.

0

Pulang.....

Posted by Desi on 9:16 AM
Akhirnya hari ini datang juga...Rencananya hari ini mau pulang kampung...:) Jadi segala aktivitas yang dilakukan hari ini, dikerjakan dengan penuh semangat. Inginnya senja cepat menjelang karena itu tandanya travel segera datang menjemput...:)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.