Hari ini genap seperempat abad umur-ku. Ternyata ici dah tua yah...:)
Berarti usia ci dah kurang 25 tahun dari yang dijatahkan Allah.
Ada satu pelajaran besar yang ci dapat selama setahun ini yang menjadikan hari ini begitu berkesan dibandingkan milad tahun2 sebelumnya. Hari ini ci benar2 merasakan besarnya arti persahabatan dibandingkan hal lainnya. Dalam kesusahan, kesedihan dan kebahagiaan yang ci lalui, selalu ada sahabat2 terbaik yang selalu menemani, sebagai tempat berbagi dan bertukar pikiran. Mereka mengajari ci untuk tegar dan memandang kehidupan dari sisi lain yang selama ini belum pernah ci lakukan. Mereka memberikan pengalaman2 berharga yang mudah2an ci bisa belajar darinya. Mereka mengajari ci bahwa hidup ini tidak semata-mata mengenai cinta dan ambisi. Tapi redha Allah lah yang paling utama. Dan untuk memperoleh redha Allah itu menurut ci tidak mudah. Butuh Kesadaran dan usaha. Karena tidak semua hal dalam hidup ini akan kita lalui dengan mulus.
Tapi Syukur pada Allah, berkat teman2 terbaik ci, Alhamdulillah dan InsyaAllah, ci bisa membangkitkan semangat lagi. Hidup terasa lebih berarti berkat kalian.
I know that i'm not alone, coz I have you all friends as my brother and my sisters. Thanks to
Rika,
Pepi,
Desi,
Nisa, Cici,
Sari and
Hera, You are always there, when I need support. I love you all...
And I dedicate this story for you all girls. I got it from Mba Lukie (a friend of mine at PCR), when she had to move to Balikpapan. Hope you like it :) even some of you red this b4..:D
SAHABAT WANITA
Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah mengunjungi
ibunya di Bukit Timah. Mereka duduk di sebuah sofa dan menikmati segelas
air teh dingin.
Ketika mereka sedang berbincang-bincang mengenai kehidupan,
pernikahan, tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban,
sang ibu dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan
menatap wajah anak perempuannya.
"Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu" nasihatnya,
sambil mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya.
"Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu ketika usiamu makin tua.
Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu, seberapa banyak
anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus memiliki sahabat wanita.
Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka,
melakukan hal bersama-sama dengan mereka.
Dan ingat bahwa mereka bukan hanya sekedar sahabat wanitamu,
tetapi mereka akan menjadi saudara, anak dan yang lainnya.
Kau akan membutuhkan sosok wanita yang lain. Wanita selalu begitu."
"Sungguh nasihat yang aneh," pikir si wanita muda.
"Bukankah aku baru saja menikah?
Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-pasangan muda?
Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa, bukan anak perempuan
kecil yang memerlukan teman main perempuan lainnya! Tentu saja keluarga
yang akan kami bina dapat membuat hidup saya lebih berarti."
Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya;
ia terus berhubungan dengan sahabat-sahabat wanitanya
dan bertemu dengan semakin banyak sahabat setiap tahun.
Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan
betapa benar nasihat yang diberikan ibunya.
Ketika waktu dan keadaan mengubah keberadaan
mereka sebagai wanita dengan segala misterinya,
sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya.
Setelah hidup selama 50 tahun dalam dunia ini,
inilah fakta-fakta yang saya dapatkan dari
memiliki sahabat wanita:
Sahabat wanita membawakan kau kari ayam dan
menggosok kamar mandimu ketika kau membutuhkan pertolongan.
Sahabat wanita akan menjaga anak-anak dan rahasiamu.
Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya.
Kadang-kadang kau menerimanya, kadang-kadang tidak.
Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar, tetapi
mereka biasanya bersikap jujur.
Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan pendapat.
Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu,
dan lelucon kosong sama sekali tidak diperlukan
hanya untuk sebuah tawa.
Sahabat wanita akan menarikmu dari kesulitan.
Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang buruk.
Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru, membantu
mengepak barang dan pindah.
Sahabat wanita akan membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu
ketika mereka menikah atau memiliki anak,
manapun yang lebih dulu terjadi.
Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka.
Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk
mengeluarkan kau dari keputusasaan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau
kehilangan pekerjaan atau seorang kawan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika
anak-anakmu mengecewekanmu.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika
keadaan orang tua kita semakin memburuk.
Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika
orang yang dikasihimu meninggal.
Sahabat wanita menghiburmu ketika kau
dikecewakan oleh banyak pria di dalam kehidupanmu.
Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali
ketika pria kau cintai pergi meninggalkanmu.
Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia,
dan bersedia mencari dan melemparkan apa yang tidak membuatmu bahagia.
Waktu berlalu.
Kehidupan berjalan.
Jarak memisahkan.
Anak-anak beranjak dewasa.
Cinta hilang dan pergi.
Hati yang hancur.
Karir berakhir.
Pekerjaan berganti.
Orang tua meninggal.
Rekan-rekan melupakan kebaikan.
Pria tidak menelpon ketika mereka berkata mereka akan melakukan sesuatu
(misalnya saat berpindah ke lain hati).
TETAPI, sahabat-sahabat wanita akan terus mendampinginmu,
meskipun waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh.
Seorang sahabat wanita tidak akan lebih jauh
dari orang-orang yang membutuhkan.
Ketika kau harus berjalan melewati lembah sendirian,
sahabat wanitamu akan terus berjalan bersamamu di atas puncak lembah,
menyusuri jarak bersamamu, menghiburmu, mendoakanmu, menarikmu, dan
menanti dengan tangan terbuka di ujung lembah ketika perjalanan berakhir.
Terkadang, mereka pun harus melanggar
peraturan untuk dapat berjalan bersamamu. Atau bahkan menopangmu.
Anak, saudara, ibu, ipar perempuan, ibu mertua, bibi, keponakan, sepupu
perempuan, keluarga jauh, dan para sahabat perempuan saya telah membuat
kehidupan saya lebih berarti! Dunia tidak akan sama tanpa kehadiran
mereka, dan begitu juga saya.
Ketika kita memulai petualangan kita sebagai wanita dewasa,
kita tidak tahu tentang kesukacitaan atau kedukaan yang akan
terjadi di depan.
Atau seberapa jauh saya dan mereka akan saling membutuhkan.
Tetapi saya tahu, saya masih tetap membutuhkan mereka setiap hari.