Kangen Keluarga
Minggu lalu aku mimpi dapat telpon tengah malam dari Papa, dengan suara yg lembut tapi sedih memanggil-manggilku dan menyuruh pulang, krn Mama sakit. Pagi nya aku telpon ke Padang, ternyata Mama sedang menyimpan beban berat di hati dan pikirannya semalam, masalah kakakku. Dan tadi malam, aku mimpi memeluk tubuh Mama yg kurus dengan sangat eratnya, dan menangis sejadi-jadinya. Mungkin karena sebelum tidurnya, aku telpon ke Padang, dan Mama ternyata masih menyimpan permasalahan kakakku dalam pikirannya. Saat aku berbicara dengan beliau, aku mendengar suara tarikan ingusnya. Dan aku bertanya apakah beliau lagi sakit atau flu? Beliau hanya menjawab itu hanya hal biasa terkait dengan kondisi beliau yg kami semua sudah tau. Namun dalam hati aku sedih, dan merasa sebenarnya beliau menangis, tapi tidak ingin aku tau.
Setelah menelpon beliau, aku langsung menelpon kakakku, dengan nada marah, kuminta dia segera mengambil keputusan atas masalah yg dia hadapi. Kami sekeluarga sudah membuat keputusan, namun dia masih berkeras hati dengan pendiriannya yg plin plan. Tiap sebentar minta pendapat Mama, padahal kaputusan kami sudah bulat, dan dia sendiri sudah tau mudharat dari masalah itu. Dan aku tidak bisa menerima jika masalah yg dibuat-buat ini sampai membuat kedua orang tua kami sakit, aku akan membuat dia sangat menyesal atas tindakannya ini.
Ya Allah.. hamba titipkan kedua orang tua hamba dalam penjagaan Mu, mohon bahagiakan beliau berdua.. Amin Ya Allah.
Nanti malam aku akan berangkat ke Padang, ingin segera bertemu kedua orang tua dan keluarga. Mohon mudahkan perjalananku Ya Allah..

