1

One Year

Posted by Desi on 7:18 AM
Hampir setahun sudah blog ini ada. Blog ini dulu terinspirasi dari sebuah kesedihan. Sekarang kurang dari setahun, kesedihan itu datang lagi. Entah kenapa waktu nya selalu disaat orang-orang sedang berbahagia justru aku merasakan kesedihan.

This blog's named Edelweiss coz I thougt I was his Edelweiss and will be his Edelweiss Forever. But I was wrong. I am not his Edelweiss, but He is my Edelweiss.

Edelweiss, a little flower in mountain. He told that difficult to get it.

Bagi ku ada 4 kategori Edelweiss hunter. Pertama orang yang berhasil mendapatkan Edelweiss dengan bersusah payah dan kemudian dia pulang dengan kebahagian membawa Edelweiss. Kedua, orang yg tidak berhasil mendapatkannya lalu pulang dengan tangan hampa. Ketiga, orang yang mendapatkan Edelweiss tapi akhirnya dia jatuh kejurang setelah mendapatkannya. Keempat, orang yg paling malang, tidak berhasil mendapatkannya dan akhirnya pun jatuh ke jurang.

Sekarang, aku masuk kategori yang mana? Aku orang ketiga, yang berhasil mendapatkannya namun hanya memilikinya sebentar, karena saat tangan ku berhasil meraihnya di puncak yg tertinggi, kakiku langsung terpeleset dan jatuh kejurang yg dalam. Sangat memilukan dan menyedihkan, dan menimbulkan kematian.

Butuh waktu lama untuk menghilangkan kesedihan ini. Dan Apakah aku masih bisa bangkit lagi? Entahlah, aku pun tidak bisa menjawabnya. Karena kesedihan kali ini lebih berat dibandingkan dengan kesedihan setahun yang lalu.

Allah, bimbing dan tuntun hamba lagi. Aku tau kalau Engkau ingin aku belajar dari ini semua. Aku sendiri yg membuat belenggu ini, dan aku juga yg harus melepaskan ikatannya. Namun tanpa bimbingan dan pertolongan Mu aku tidak akan bisa.

Help me Allah...

0

Rapuh

Posted by Desi on 7:00 AM
Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka, tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi, berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Diantara lelahnya jiwa
Dalam resah dan airmata

Kupersembahkan kepadamu
Yang terindah dalam hidupku

Meskiku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadamu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padamu

Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaimu
Dalam dada kuharap hanya dirimu yang bertahta

by Opick

0

Remind Myself

Posted by Desi on 1:05 PM
I just want to remind myself.

I wrote this Our Plan - God Said - Our Destiny
and this The Best For Me before.

But I still can't learn from it.

How fool I am.

I have to learn from it, from my own words.

0

Sebelum Cahaya

Posted by Desi on 8:39 AM
ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyieng
kau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

by Letto

0

Kuliah Internet

Posted by Desi on 10:17 AM
Salah satu matakuliah untuk mahasiswa baru di PCR ini adalah praktikum internet. Entah kenapa internet ini harus diajarkan di kelas. Karena pengetahuan internet ini bisa mereka dapatkan dengan belajar sendiri dan banyak bertanya serta keberanian untuk browsing. Selain itu yg penting juga kemampuan bahasa Inggris.

Setiap kuliah internet, selaluuu saja ada masalah, jaringannya sering putus lah, lambat lah, dan lain-lain. Kadang mahasiswa tidak sabar. Padahal untuk menggunakan internet di tempat yg bandwithnya ga terlalu gede, resikonya memang akses akan lambat. Jadi harus banyak memiliki kesabaran.

Pada saat materinya adalah membuat blog, mahasiswa mengalami banyak kesulitan untuk log in. Apalagi mereka belum familiar terhadap internet, sehingga untuk browsing, banyak ga berani dan mereka cuma bisa, buk...buk...gimana nih...ga bisa dibuka pagenya...

Ada juga "...setelah ini apalagi bu...trus apalagi bu..."

Padahal fasilitas bahasa Indonesia di situs yg mereka buka sudah ada, mereka tinggal baca dan ikuti perintahnya. Tapi yah... begitulah....

Tapi disanalah letak ibadah sebagai seorang pengajar, harus bisa menahan emosi, banyak sabar, dan berusaha tetap senyum. Namun selain jadi tempat beribadah, profesi ini juga bisa jadi sumber dosa, kalau dilakukan tidak dengan keikhlasan, belumlagi kalau ilmu yg diajarkan salah, bisa-bisa dituntut di akhirat.

Berat yah jadi seorang pengajar.

wassalam

0

Lonely....

Posted by Desi on 10:59 AM
I’m sensitive right now…..coz I feel so lonely...

Nobody care about me…
I think that I am just a second player here. I’m a stuf, to do all of their duty and reach their goal. Everything I’v done doesn’t make them respect on me. Yes I got a reward, and I thanks for that. But I didn't feel their kindness in it. It just a formality for them. It likes a mistake, and I didn't deserve it. Hard for me to receive it. And in fact I didn't see their sincerety

I’m tired belong here, between these complicated situasion…I’m sick of them, I’m sick of this situation, I’m sick of my self. I want to quit…coz nobody respect on me here.

But…I can’t…coz I have to be a good child, I have a big responsibility to my parent. They need me to keep stay here. I’ll kill them if I quit now. And I’ll kill myself if I quit without planning.

Forgive me Allah

0

Rapotan

Posted by Desi on 10:39 AM
Senin kemaren, semua saf di PCR terima rapor, horeee...spt anak sekolah aja :D. Tapi rapotannya ga pakai orang tua atau wali spt anak sekolah :), namanya juga rapor kinerja karyawan.

Ada tida penilaian, A (sangat baik), B(baik), C(cukup).

Setiap nilai memperoleh kompensasi tertentu sebagai reward yaitu berupa kenaikan gaji.

Walaupun sudah terima rapor, tapi pikiran ga ke nilai atau pun reward yg diperoleh, karena rewardnya di terima nanti bulan Januari, tapi pagi sebelum rapotan pak Dedid datang ke ruangan dan langsung nanya, "Bu desi, bisa ya besok selesai borangnya..." duh besookk...

Selama ini borang praktis ci sendiri yg ngerjain. Cari data pun berusaha sendiri, dan sampai saat Pak Dedid minta diselesaikan besoknya, data yg dibutuhkan masih sekitar 50% belum. Kalau hanya sekedar cerita-cerita di borang sih bisa ci selesaikan, tapi kalau untuk isian data, wah nyerah deh...

Akhirnya dengan agak frustasi, minta dewi untuk ngumpulin data alumni, lalu ci sendiri mengumpulkan data berkaitan dengan mahasiswa. Tapi yah...yg namanya filing selama ini amburadul, tidak terdokumentasi dengan baik, akhirnya data tahun lalu tetap ga bisa dikumpulkan secara akurat.

Tapi syukurlah di saat yg memprihatinkan ini, penyelesaian akreditasi untuk akuntansi lebih baik dibanding prodi lain yg tingkat penyelesaian evaluasi diri dan borangnya masih sekitar 50 % - 60 %.

Berdoa saja deh sekarang, supaya akreditasi akuntansi bisa selesai sebelum lebaran dan mahasiswa ga perlu takut ga bisa lanjutin kuliah di universitas lain hanya karena masalah akreditasi.

wassalam

0

A Cinderella Story

Posted by Desi on 1:14 PM
....Ternyata hari sudah pagi ketika aku terbangun dan mendapati diriku di tempat tidur....yah....ternyata cuma mimpi...


Mimpi yang sangat indah, menjadi seorang cinderella, bertemu dengan sang pangeran. Nasib berubah dari seorang Upik Abu dan menjadi putri mendampingi sang pangeran. Bagaimanapun itu hanya mimpi dan harus di akhiri, cukup jadi kenangan terindah walaupun hanya dalam khayalan.


Cinderella story, bagaimana pun itu hanya cerita dongeng. Tak akan pernah terjadi, kecuali Allah berkata lain dan menjadikan dunia ini seperti negeri dongeng. 

0

Puasa...sidang...teleeerrrr....

Posted by Desi on 1:07 PM
Tiga hari berturut-turut yg terhitung sejak senin, ada jadwal sidang PA mahasiswa. Dari pagi sampai sore, apalagi sedang puasa....teleeerrr.....:(((

0

Baik dan Buruk

Posted by Desi on 12:39 PM
Dua hari yg lalu dapat sms curhat dari seorang teman kuliah dulu. Selama ini kami masih rajin komunikasi lewat telpon. Kebetulan dia tinggal di provinsi lain di Pulau Sumatera.

Dia tipe orang yang unik. Dulu sering minta saran pada ci, namun setiap ci ngasih saran, dia selalu menghujat ci sebagai orang yang munafik dan mengatakan "Kamu sama saja dengan mereka". Yang dia maksudkan dengan mereka disini adalah, orang-orang yang rajin beribadah, berkumpul dengan sesama mereka, berpakaian sangat tertutup dan notabene adalah anak rohis.
Tapi tunggu dulu, maybe I'm munafik, but I'm not like "them". Ci bukan anak rohis, belum sempurna dalam beribadah dan belum sempurna dalam menutup aurat.

Setiap dia berkata seperti ini ci hanya bisa tersenyum. Dan dia akan bertanya lagi, "Kenapa sih kamu tidak pernah marah dan sering tersenyum atau tertawa setiap aku bilang kamu begitu?". Dan dia malah mikir, aku lucu ya? dan langsung mematikan telpon atau menghentikan sms dengan pesan atau kata-kata terakhir "Kamu aneh."

Lalu entah kenapa dalam beberapa bulan terakhir ini (3-4 kali komunikasi terakhir) dia berubah. Dia ingin jadi orang baik. Tapi dia tidak tau apakah yg dia lakukan baik atau tidak dan apakah yg dia inginkan baik atau tidak. Setiap sms nya selalu berisi curhat dan minta jawaban ttg sesuatu yg berkaitan dengan ukhrawi. Kadang dalam sms nya, dia seperti putus asa. Dia kebingungan, bingung tentang hal yang berkaitan dengan duniawi dan ukhrawi. Namun dalam sms terakhir dia sepertinya mulai pasrah. Dia bertanya pada ci, bolehkah seorang hamba pada Allah, menanyakan tentang kehidupannya nanti.

Ahh... teman.... andai saja engkau tahu, aku pun masih jauh dari Dia. Aku masih sering membangkang, malah aku pernah marah dan protes kepada Nya.

Hanya satu yg bisa ci sarankan pada teman ci itu, tetaplah berusaha dan jangan pernah menyerah. Dan terakhir serahkan semua pada Allah. Tidak perlu bertanya, karena jika kita menjalani sesuai dengan aturannya, kita akan mendapatkan jawabannya.

Tentang perbuatan baik dan buruk, jika setelah melakukan sesuatu kita merasakan suatu kebahagiaan dan membuat kita dekat dengan Allah, mudah-mudahan apa yg kita lakukan adalah baik. Tapi jika setelah kita melakukan sesuatu yg terasa adalah kegelisahan, cemas, was-was, dan ketakutan, mungkin saja itu adalah sesuatu yg buruk dan coba evaluasi, apakah bertentangan dengan aturan Allah?

Sebab ci sudah sering merasakan kedua hal tersebut setiap setelah melakukan sesuatu. Kebahagiaan yg dirasakan begitu menyenangkan sehingga kadang-kadang membuat ci terharu sendiri. Tapi pernah juga sangat ketakutan sehingga beberapa hari stress dan tidak bisa konsentrasi. Akhirnya mengadu dan mohon ampun pada Allah.

Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat untuk ci sendiri dan yg membacanya

Wassalam :)

0

Berdosakah aku jika...

Posted by Desi on 11:48 AM
Ya Allah... berdosakah aku jika bertanya....
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk menuju surga Mu...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk beribadah bersama-sama dengan orang yang ku sayangi dan ku inginkan...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk bersama-sama saling membimbing menuju surga Mu dengan orang yg ku inginkan
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk bersama-sama meraih ampunan dan keredhaan Mu dengan orang yg ku sayangi...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk menyempurnakan sebagian agama Mu dengannya

Apa salah hamba pada mereka Ya Allah, sehingga tidak merestui kami....
Begitu hina dan jelekkah aku dimata mereka?
Atau ini adalah hukuman Mu atas dosa-dosa ku?

Sampai kapan waktuku bisa bersama-sama dengannya Ya Allah...
Apakah masih ada atau sebenarnya dan seharusnya dari awal tidak boleh dan tidak akan pernah ada?

Sekarang aku mengerti kenapa Engkau melarang hubungan yg bukan muhrim sebelum menikah. Tidak hanya mendengar dari kata-kata orang, krn aku sudah mengalaminya sendiri. Tapi hati ini tidak bisa mengelak. Dan sekarang begitu sulit untuk menghentikannya.

Hati dan harapan ini sepenuhnya sudah aku tetapkan untuk satu orang itu saja. Tapi jika dia bukan untuk ku, aku tidak tahu apakah aku masih sanggup bertahan.

Sekali lagi,
Aku hanya ingin beribadah bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin menyempurnakan sebagian agama bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin meraih ampunan dan keredhaan Engkau bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin menjadi peneguh hatinya, penghiburnya dikala duka, penenang hatinya, penyejuk penglihatannya, yang mengangkatkan tangan untuk mendoakannya, yang merawatnya dikala sakit maupun sehat, menjadi reminder di kehidupannya, yang membuatnya merasa sempurna.

Aku tidak bermaksud mencurinya dari orang tua dan keluarganya
Aku tidak bermaksud memisahkannya dengan keluarganya
Karena aku tahu posisinya dalam keluarga.

Berdosakah aku menanyakan ini Ya Allah...

0

Sakit

Posted by Desi on 6:48 PM
Setelah istirahat seminggu karena sakit, sekarang ci kembali lagi dengan kondisi yang Insya Allah lebih baik. Tidak enak banget sakit :( tapi syukurlah bisa istirahat di padang dekat orang tua. Kalau harus tetap di pekanbaru, merepotkan banyak orang.

Karena sakit banyak pekerjaan yang terbengkalai. Soal ujian belum dikumpul, akreditasi tertunda, tugas kepanitiaan yang lain juga sudah menunggu.

Mudah-mudahan ketinggalan ini tidak terlalu banyak, sehingga bisa dikejarkan.

Temans jaga kesehatan ya. Kesehatan itu terasa penting kalau sudah sakit.
So take care of yourself, wherever you are.

1

Futsal

Posted by Desi on 10:47 AM
Kemarin ibu2 di PCR (walau tidak semuanya sudah jadi ibu-ibu :)) bertanding futsal. Tanding futsal untuk ibu-ibu ini baru pertama kali diadakan di sini. Pertandingan ini dalam rangka memeriahkan acara dies natalis PCR. Futsal untuk bapak-bapak nya juga ada, namun sudah biasa kan.

Konsep acara ini sebenarnya hanya untuk bikin heboh dan senang-senang saja. Untuk refreshing dan menghilangkan kejenuhan bekerja. Ternyata memang acara ini efektif. Acaranya heboh dan seru. Tidak hanya bapak-bapak yg ikut nonton, mahasiswa juga banyak yg menonton pertandingan futsal ibu-ibu ini.

Pertandingan dibagi dalam dua tim, Tim E ( Excellent ) dan Tim F ( EGP FC ). Setiap tim terdiri dari 12 orang, tapi dilapangan hanya boleh 5 orang termasuk keeper, jadi yg capek bisa digantikan oleh yg belum main. Hasil pertandingannya 3 - 2 untuk kemenangan Tim F. Dan ci sendiri ada di Tim E, yg kalah. Namun kalah menang bukan masalah disini, karena memang kita ga cari menang, tapi cari fun aja. Nantinya juga semuanya dapat hadiah.

Walaupun badan pegal-pegal dan kaki sakit karena ditendang waktu rebutan bola, tapi hati ini sedikit terhibur. Bahkan kak uki dan silvana, kaki mereka luka karena terjatuh dan celananya robek, sebab kita mainnya di aspal. Yang paling penting permainan kemarin mudah-mudahan bisa mempererat silaturrahmi antar sesama staf.

Semangat....semangat....semangat....

0

Finnaly, i can write the title

Posted by Desi on 9:59 AM
Bisa juga ternyata isi kolom judul, syukur lah....lega deh :D

0

Ga bisa bikin judul :((

Posted by Desi on 8:51 AM
Aneh, kok ga bisa nulis di field title nya ya... :( Ada yg bisa bantu kenapa ci tidak bisa ngisi kolom judulnya?
Kalau seperti ini terus setiap postingan ga punya judul dong... :((

0

Bisikan Penjajah

Posted by Desi on 8:25 AM
Akhir-akhir ini ci sering mengalami kesulitan untuk konsentrasi dalam beribadah. Ada saja hal-hal yg berkaitan dengan rutinitas teringat saat shalat. Sampai-sampai lupa, ini sudah rakaat keberapa yah... :(

Apakah karena sudah sangat banyaknya dosa yang ci lakukan sehingga tidak bisa menimbulkan kekhusyukan dalam beribadah?

Pernah dengar sebuah ceramah agama dan sedikit mendapat ilmu dari teman. Bahwa yang menggoda manusia itu adalah anak-anak syaitan. Semakin tinggi keimanan seseorang maka semakin tinggi pula tingkatan syaitan yg menggoda (spt pangkat dalam dunia syaitan). Syaitan itu sendiri menggoda manusia hanya dengan bisikan. Namun kenapa kita manusia banyak yg terjerumus hanya karena bisikan anak-anak syaitan ini. Padahal anak kecil kok dan mereka pun cuma berbisik, tapi tetap saja kita bisa kalah.

Mungkin setiap kita merasa apa yg kita lakukan salah kita harus kembali mengingat hal ini. "Yang menggoda ini hanya anak syaitan yang berbisik. Jangan sampai bisikan mereka bisa menggoyahkan pendirian kita". Jadi harus menanamkan semangat selalu juang, berjuang dari musuh kita. Anggap saja mereka sebagai penjajah. Apakah kita mau dikuasai oleh penjajah? Jangan biarkan kemerdekaan kita direbut oleh anak2 penjajah ini, hehe...

Wassalam

0

Back From Field Trip

Posted by Desi on 1:45 PM
Alhamdulillah field trip yg sangat dinanti-nanti minggu lalu terlaksana juga. Ada rasa lega karena telah berhasil membawa mahasiswa mengunjungi beberapa site Chevron sebagai bagian kegiatan dalam matakuliah akuntansi migas. Namun pulang dari kegiatan ini benar-benar melelahkan. Beda sekali lelah yg dirasakan saat pulang field trip dengan lelah pulang kampung. Padahal kalau balik dari Padang, perjalanan dilakukan malam hari sekitar 8 jam dan sampai di Pekanbaru subuh. Paginya langsung masuk kerja dan ngajar. Paling siangnya ngantuk. Tapi pulang dari field trip yg hanya menempuh sekitar 4 jam perjalanan dari Dumai - Pekanbaru dan setelah itu bisa istirahat, tidak harus langsung masuk kantor, namun capeknya benar-benar tak tertahankan.

Namun syukurlah semua capek yg terasa itu bisa tertutupi dengan kepuasan yg didapat oleh mahasiswa.

Apa ilmu yg bisa ci peroleh dari field trip ini? Kalau dari segi pengetahuan teknologi, mulai dari eksplorasi minyak, drilling dan sampai minyak tersebut dijual dipelabuhan, jelas ci dapat ilmu secara realnya, secara dulu hanya belajar di kelas tanpa melihat langsung. Tapi ada satu pelajaran yg jadi bahan renungan saat berada di bus dari Duri ke Dumai.

Di sepanjang jalan terlihat pohon sawit, pipa minyak, instalasi listrik dan beberapa pipa angguk. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran, benar-benar Allah itu Maha Besar. Dia ciptakan daerah dengan iklim yang berbeda-beda dan struktur tanah yg berbeda-beda. Gunanya apa? Untuk manusia...

Pekanbaru memiliki struktur tanah berawa dan cuacanya panas. Ternyata dari struktur itu Dia memberikan kesempatan bagi manusia untuk mengolah sehingga bisa memperkaya daerahnya. Tanah spt itu bisa ditanami dengan jenis tanaman perkebunan besar seperti sawit dan karet. Dalam tanahnya mengandung minyak. Jadilah Pekanbaru sebagai penghasil minyak dan perkebunan besar.

Sedangkan daerah lain diberi spesifikasi lain dengan hasil alam yg bisa diolah berbeda pula. Setiap daerah punya perbedaan dan ciri khas masing-masing. Sehingga nanti antar daerah bisa saling bertukar hasil alamnya.

Kadang pernah terpikir, kenapa padang harus berada dekat dengan 3 patahan bumi. Sehingga akan dikhawatirkan adanya gempa besar dan tsunami. Kalau kita berpikir tidak sebagai manusia yg egois, kita akan bisa memahami, Allah menciptakan itu pasti ada gunanya. Kenapa kita mengalami hal yg tidak diinginkan dalam hidup, itu pun pasti ada gunanya. Kenapa kita harus mengalami hal yg tidak menyenangkan, pasti juga ada maksud dari Allah memberikan kita hal tersebut.

Yah...lagi-lagi kita harus akui kalau hidup itu penuh sebab akibat :)

0

Field Trip

Posted by Desi on 12:59 PM
Akhirnya setelah melakukan perjuangan dengan tingkat stress yg sangat tinggi, bikin sakit kepala dan tidak connect lagi dengan pekerjaan yang lain, field trip ke CPI besok jadi juga. Sempat menimbulkan masalah karena surat permohonan ijin masuk lingkungan CPI yg telat diserahkan, padahal DP bus sudah dibayar. Kalau pun di undur, tetap saja akan kena sanksi. Unutk mengurus dana yg normal saja sudah susah apalagi untuk dana yg timbul karena kesalahan sendiri.

Tapi setidaknya satu masalah sudah selesai.

Namun datang masalah yang lain, savety equipment untuk kesana ternyata tidak cukup. Savety helm dan google InsyaAllah terpenuhi, tapi savety shoes ga cukup. Tanpa savety shoes, siapapun tidak boleh memasuki field-field yg dikunjungi. Padahal besok pagi sudah berangkat, tapi sekarang baru dicari kekurangannya :(. Lagi-lagi ci menimbulkan masalah. Sampai-sampai pimpinan se PCR heboh.

Padahal baru kemaren merasa sangat bahagia ketiga mendapat kabar bahwa kami ( rombongan akuntansi kelas 2 PCR ) boleh mengunjungi beberapa site Chevron. Tapi sorenya lemas lagi.

Hhhhhh.....tolong aku Allah :(

0

Because of You

Posted by Desi on 11:37 AM
If ever you wondered if you touched my soul, yes you do.
Since I met you I'm not the same.
You bring life to everything I do.
Just the way you say hello.
With one touch I can't let go.
Never thought I'd fall in love with you.

Because of you. My life has changed.
Thank you for the love and the joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you.

Sometimes I get lonely and all I gotta do is think of you.
You captured something inside of me.
You make all of my dreams come true.
It's not enough that you love me for me.
You reached inside and touched me internally.
I love you best explains how I feel for you.

Because of you. My life has changed.
Thank you for the love and the joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you.

The magic in your eyes, true love I can't deny.
When you hold me I just lose control.
I want you to know that I'm never letting go.
You mean so much to me,
I want the world to see it's because of you.

Because of you. My life has changed.
Thank you for the love and the joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you. My life has changed.
Thank you for the love and joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you

(Keith Martin)

For My Special One...Thank You Uda... :)

1

Orang Norak

Posted by Desi on 7:46 AM
Allah menciptakan manusia dengan berbagai bentuk, sikap, sifat dan kepribadian. Tapi ci tidak menyangka kalau Allah akan mengenalkan ici dengan seseorang yang sangat norak. Jujur tingkah noraknya itu mengganggu ci. Tapi syukurnya ada teman-teman yang selalu menenangkan hati ci. Thank's for your att and help sists...

0

Ingin Cutiii....

Posted by Desi on 7:16 AM
Melelahkan sekali semester ini. Rasanya tubuh ini mau tumbang. Ingin cuti, tapi belum bisa, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan tidak bisa ditunda :((

0

Our Plan - God Said - Our Destiny

Posted by Desi on 12:37 PM
Kita sering berandai-andai dan seolah-olah berkompromi atau bersepakat dengan Tuhan, Allah...jika engkau berikan aku pekerjaan, aku akan mulai menabung. Jika Engkau memberikan rejeki melimpah, aku akan membahagiakan orang tua ku, jika Engkau berikan aku pendamping hidup, baru batinku akan tenang. Jika dulu seperti ini, pasti akan begini atau begitu.

Sering kita berkata-kata seperti itu dalam hati dan akhirnya syaitan memplesetkannya menjadi sebuah penyesalan.

Beberapa waktu lalu, ci pernah mengikuti beberapa tes masuk kerja. Setiap tes yg ci ikuti itu selalu gagal pada tahap akhir. Sebenarnya bukan ci tidak mau belajar dari kesalahan-kesalahan yg ada pada tes-tes sebelumnya. Tapi ada satu ganjalan dihati yg menyebabkan ci menjalaninya dengan setengah hati. Padahal siapapun sangat berharap bekerja di tempat-tempat yg ci ikuti tes itu, seperti tes BI tahun lalu.

Sewaktu ci dapat kabar kalau ci lulus untuk ikut tahap wawancara akhir ke Jakarta, yang terbayang oleh ci bukan kesenangan akan lulus, karena satu langkah lagi yg harus dijalani dan akhirnya ci jadi pegawai BI, tapi bayangan akan berada jauh dari orang yang ci sayangi. Kalau ci lulus dan nanti penempatannya jauh dari Padang, apakah hubungan yang telah erat itu harus putus dan lepas karena jarak dan perbedaan yg muncul?

Akhirnya ci mengikuti tes wawancara ke Jakarta dengan semangat 50 : 50. Dan hasilnya kita mendapatkan sesuatu sesuai dengan yg kita usahakan, ci tidak lulus.

Lalu akhir tahun kemaren juga ada lowongan di BPK, 300 org akuntan yg akan diterima. Ci memutuskan tidak ikut, karena memang sudah tidak semangat lagi ikut-ikut tes dan masih, menggunakan alasan yg sama dengan tes BI.

Ci berpikir, kalau berada jauh dari orang yg ci sayangi, hubungan yang telah begitu erat, akhirnya akan putus ditengah jalan, sehinga ci memutuskan untuk tetap berada dekat dengannya. Tapi Allah punya keputusan lain, jika ada jodoh, sejauh apapun jarak tetap akan bersatu. Tapi kalau tidak ada jodoh, sedekat apapun tidak akan jadi.

Lalu jika Allah mempersatukan kami sekarang, mungkin hati ini akan bisa tenang. Itu menurut kita, tapi Allah punya rencana lain. Siapa tau kalau sekarang kami bersatu ada saja hal buruk atau masalah yg akan terjadi dan kami tidak mampu mengatasi masalah tersebut. Mungkin Allah ingin kami belajar lebih banyak lagi dan menguji kemampuan kami lagi untuk akhirnya membuat keputusan besar itu.

Sekarang ci menyerah, tidak mau ngotot, lelah kalau harus memikirkan itu terus. Ci harus belajar untuk percayakan semuanya pada dia dan Allah. Belajar ikhlas, biarkan semuanya mengalir apa adanya. Kalau dipikirkan terus, lama-lama akan stress sendiri, bikin penyakit baru :)

Kalau dipikir-pikir, kadang ada benarnya juga kalau wanita itu takdirnya menunggu....entahlah....

0

Baitii Jannatii

Posted by Desi on 1:33 PM
Minggu kemaren lihat berita di RCTI, tentang lomba menggambar untuk anak-anak korban lumpur Lapindo. Mereka di suruh menggambar rumah mereka yang sekarang sudah terendam lumpur. Menyedihkan sekali, mereka rata-rata menggambar rumah ( sambil mengira-ngira bentuk rumah mereka yang dulu ), yang dikelilingi lumpur. Sudah lebih setahun mereka tidak melihat rumah itu lagi karena sudah terendam lumpur sehingga mereka harus tinggal di pengungsian.

Nonton berita tersebut menimbulkan keharuan dan mengingatkan ci pada masa kecil dulu. Kalau disuruh menggambar rumah tempat ci tinggal dulu, Insya Allah masih ingat. Kebetulan sejak tahun lalu rumah di Padang direnovasi. Sebenarnya bukan renovasi, tapi dirombak habis dan dibuat yg baru. Namun kenangan akan rumah yg lama tidak pernah hilang.

Meskipun rumah itu kecil dan semi permanent, kalau hujan sering banjir, atapnya sudah banyak yg bocor, sehingga Apa harus sering naik ke atap untuk memperbaikinya, trus kayu-kayunya pun sudah banyak yg keropos (lapuk), tapi rumah itu telah memberikan kenyamanan yg luar biasa. Seolah-olah segala keberkahan selalu mengalir tanpa henti dan menaungi orang-orang yg tinggal di rumah itu.

Sewaktu gempa kota Padang dulu, ketakutan akan tsunami menghantui warga. Saat berkumpul di teras bersama-sama saling menghilangkan ketakutan akan gempa dan isu tsunami, kami masih sempat bercanda, kalau gempa InsyaAllah rumah kayu tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi kalau tsunami, rumah kayu ga kuat :). Saat yg menakutkan itu menjadi saat-saat yg mengharukan, karena kebersamaan dapat menenangkan hati.

Ci masih ingat setiap sudut rumah itu beserta isinya. Tempat ci menyusun buku, meja lipat untuk belajar, tv di kamar, lemari pakaian dan bofet pajangan yg sekaligus digunakan sebagai tempat penyimpanan pecah belahnya Ama. Dalam bofet itu banyak pajangan kecil yg unik-unik, karena ci dan nia suka mengoleksi pajangan unik seperti miniatur2 tujuh keajaiban dunia. Sampai-sampai Ama waktu pergi ke Mekah, melihat ada pajangan rumah-rumah kecil dan Ka'bah kecil, langsung membelinya karena ingat kalau anak-anaknya suka mengoleksi pajangan.

Dibawah tempat tidur juga dijadikan sebagai gudang untuk menyimpan kain-kain perca dari jahitan Ama & Apa. Kalau ada orang yg butuh, kain perca itu dijual per kilo. Ruang tamu sekaligus jadi tempat menjahit Apa dan Ama. Setiap hari rumah itu diributkan oleh suara mesin-mesin jahit. Setiap ruang di rumah itu saling terhubung tanpa pintu yg terkunci. Disebelah kamar ci ada ruang belakang yg langsung nyambung dengan dapur. Ruang belakang ini sebagai tempat makan dan letak peralatan-peralatan makan dan ( otomatis ) tempat penyimpanan juga. Setiap bagian di rumah itu selalu dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Jadi kalau kita masuk, akan terlihat rumah yg kecil dengan isi yg sangat padat.

Pernah ada satu pernyataan dari seorang teman yg masih ci ingat. Teman SMP dulu, dia pernah ke rumah dengan mamanya untuk keperluan membeli jahitan Apa. Sewaktu di rumah dia bilang, "Adem ya disini, udaranya sejuk meskipun rumahnya kecil dan sempit". Senangnya dia bilang seperti itu. Memang suasana di rumah itu asri, karena di luarnya ada pohon belimbing dan tanaman berbunga di halaman. Mungkin kesejukan yg dia rasakan selain berasal dari tanaman itu, juga berasal dari hati-hati yg terkumpul yg selalu merasa bersyukur atas apapun yg dialami di rumah itu. Bahkan teman-teman SMU dan kuliah pun banyak yg suka berkunjung ke rumah dan ada juga yg sampai numpang tidur :)

Lingkungan rumah nya juga ramai, tidak ada individualitas disana. Lokasinya dekat dengan pasar, juga dekat dengan mesjid, disebelah mesjid malah. Kemana-mana dekat, bisa jalan kaki, kalau pun harus naik angkot, cukup satu kali. Kalau Sonny bilang, di tengah pasar ya ci... jualan kali Son ditengah pasar :D

Sekarang rumah kecil dan sempit yg selalu banjir dan bocor dimana-mana itu sudah tidak ada lagi. Kini telah berganti dengan rumah permanent. Pohon belimbing yg selalu berbuah itu juga sudah tidak ada. Tapi suara-suara mesin jahit masih ada, walau tidak sesering dulu lagi. Karena Bapak dan Ibu penjahitnya sudah tua, tidak sekuat dulu lagi. Hanya kalau ada pesanan saja mesin jahit itu berbunyi, atau kalau ada pakaian yg harus diperbaiki.

Namun, tetap saja kebiasaan menjadikan setiap sudut sebagai tempat penyimpanan masih ada. Lemari pakaian dan Bofet pajangan itu masih ada, masih lengkap dengan semua pernak-perniknya. Hanya pemiliknya yg tinggal di sana yg sudah tidak sama dengan dulu lagi. Ama dan Apa lah sebagai penghuni rumah itu. Setiap akhir minggu, nia pulang ke Padang, karena dia bekerja di Bukittinggi. Sedangkan ci bisa pulang satu kali dalam sebulan, atau kalau ada kejadian luar biasa, bisa dua kali sebulan. Kakak laki-laki ci juga bekerja di Batam, biasanya dia pulang satu kali setahun. Semuanya hidup terpisah-pisah.

Tidak ada yg bisa menggantikan kenyaman berada di rumah sendiri dan kebersamaan dengan orang-orang yg kita sayangi :) Baitii Jannatii...

1

The Best For Me

Posted by Desi on 12:57 PM
Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang jelek menurut kita, belum tentu jelek menurut Allah.

Dulu ci paling tidak mau tinggal di Pekanbaru. Alasannya Pekanbaru itu panas, sumpek, dan tidak nyaman banget tinggal di situ. Dulu ci tidak ingin menjadi dosen, karena lebih senang kerja kantoran. Menjadi dosen adalah karena keinginan mama.

But now... I took my words back. Sekarang ci harus tinggal di Pekanbaru dan bekerja sebagai seorang dosen. Ternyata Allah berkehendak lain. Apa yg jelek menurut kita belum tentu baik menurut Nya. Malah ci sempat berkata, sepertinya Allah memberikan apa yg tidak kita suka...

Dulu ci pernah merasa tidak senang dengan seseorang, karena sangat jauh dari yang ci harapkan. Tapi sekarang, ci sangat menyukainya, dan sangat berharap bisa menyempurnakan agama bersama-sama dengannya. Berdoa semoga kami bisa sama-sama membimbing menuju surga Allah.

Tapi cita-cita itu belum terlaksana, entah lah apakah dia adalah yang terbaik menurut Allah. Tapi ci berharap dan selalu berdoa, jika memang dia yang terbaik, mohon dimudahkan jalan kami. Ketetapan Allah itu sudah ada, tinggal kita berusaha dan berdoa utnuk meraih dan mendapatkannya sehingga takdir itu benar-benar terjadi. Hidup ini penuh sebab akibat, kata Agus Mustafa.

Semoga postingan ini membantu ci untuk introspeksi diri, bahwa tidak ada yang perlu disedihkan dan dicemaskan. Serta tidak perlu takut akan kehilangan. Dan mudah-mudahan bisa benar-benar membantu ci untuk kembali pada diri ci yang dulu, yang selalu ikut jalur yg ditetapkan, dan tidak berlebihan dalam menaggapi sesuatu. Kembali jadi diriku yang selalu sabar dan tenang dalam menghadapi sesuatu.

Semua yg ada dibumi ini hanya kepunyaan Allah, kita hanya meminjamnya dan nanti akan dikembalikan lagi.

wassalam

1

Everlasting Friends

Posted by Desi on 12:54 PM
Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung...

Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga...Kenapa??Karena CINTA itu buta...

Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...Kenapa??Karena... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!

Di dalam telaga CINTA hilang...Kenapa??Karena... CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari apalagi dalam telaga yang gelap...


Sedangkan KAWAN masih lagi mencari-cari dimana CINTA & terus menunggu..Kenapa??Karena... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia...kan ??

so, hargai lah KAWAN kita

Walau kita punya couple, teman still paling setia.

Walau kita punya harta banyak, teman still paling berharga.


( taken from sari's email )

**************************************************************************

Yah...Friendship - Forever...

Penyakit kangen sama teman-teman lagi kambuh :( Satu persatu mereka pergi mengejar masa depan masing-masing. Kota yg dulu dipenuhi oleh teman2 yg hueboh dan menyenangkan itu kini sepi dari mereka. No more their face.
Pengumuman hasil tes BPK hari jumat lalu sangat menggembirakan, sebagian besar teman2 akuntansi Unand lulus. Senang sekali, akhirnya mereka mendapatkan apa yg diinginkan. Tidak sia-sia perjuangan Tim akreditasi Akuntansi Unand 3 tahun yang lalu, yang menghantarkan Akuntansi Unand menduduki peringkat 3 di Indonesia setelah UI dan UGM dengan akreditasi A. Sehingga alumni2 Akt Unand diperkenankan ikut tes BPK dan sekarang bukan hitungan jari lagi alumni Akt Unand di BPK
Special for Rika...Selamat ya sist, setelah 2,5 th, akhirnya dirimu memperoleh jawaban yg diinginkan. Ci turut bahagia Ka. Tapi ada sedikit rasa sedih di hati, karena kita tidak bisa bertemu sesering biasanya. Biasanya kalau ci pulang ke Padang, kita bisa ketemu, kumpul-kumpul, sharing and curhatan. Tapi sekarang, sudah susah ya Ka...Fanfest pun makin sepi dan tidak ada lagi Rika si OP yg manis :). Mudah2an penempatannya ga jauh-jauh dari Padang.


Sekarang tinggal Pepi yg masih di Padang, tapi ga bisa bebas seperti dulu lagi karena sudah punya tanggungjawab besar sebagai seorang istri :). Soon Nisa juga pulang setelah menyelesaikan S2 nya,
Cici juga sudah sibuk dengan kehidupan barunya :). Sementara Eka di Tembilahan juga akan menjalani kehidupan baru :). Semua punya kehidupan masing-masing yg sudah berbeda dari sebelumnya.
But....who nows... Time can change anything.... Depent on The Creator.. We just the actress and actors.
Walaupun terpisah, mudah-mudahan komunikasi kita tidak putus ya... :)
Wassalam



0

Radio PCR

Posted by Desi on 1:59 PM
Alhamdulillah, hari ini cerah, walaupun subuh tadi hujan, tapi ternyata paginya cerah. Dan siang ini mataharinya juga terik sekali. Hari yg cerah begitu juga dg suasana hatiku saat ini :). Badmood nya sudah hilang, karena pemicunya sudah ci ketahui dan sudah bisa diatasi. Tapi pemicu nya tidak sama dg postingan temporary nya rika waktu itu ;)

Teman-teman, di PCR saat ini sedang hangat-hangatnya ber-radio PCR. Setelah sekian lama persiapan, akhirnya civitas PCR bisa juga mendengarkan siaran radio PCR dan juga bisa ikut siaran. Akhirnya bermunculanlah penyiar-penyiar dan narasumber dadakan di kampus ini. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, dosen-dosen pun ikut mengisi acara. Maklum masih baru :)

Serunya, kita diruangan pun terhibur dengan acara-acara yg disajikan. Apalagi kalau suasana sedang serius2 dan sibuk, berguna sekali untuk mengusir kejenuhan dan mengajak kita tertawa. Tapi jangan lupa dengan tugas ya bapak2 dan ibu2 :)

Oh iya, untuk teman2 yang belum mengenal PCR, sedikit promosi nih, silahkan berkunjung ke web PCR : http://www.pcr.ac.id/. Kenapa ci promosiin kampus ini? Karena akhir2 ini ci merasakan kebanggaan bisa mengajar disini. Karena prestasi2 yang diraih mahasiswanya baru2 ini terutama dibidang teknologi di tingkat nasional. Selain itu perkembangan teknologi yg ada di PCR pun sangat pesat. Apalagi yg berkaitan dengan dunia cyber.

So...berkunjung ya teman-teman... :)

0

Voice of My Heart

Posted by Desi on 11:20 AM
Tidak tau mau nulis apa...Saat ini, diruangan ini sedang mengalun lagu KKSK dari Digta. Sepertinya lagu itu cocok sekali untuk menggambarkan suasana hati ci saat ini. Melow sekali yah... :) tapi benar begitulah adanya. Hua...huaaaa....pengen nangis nih teman2. Lagunya menimbulkan keharuan dihati....




Berharap postingan ini dibaca dan suara hati ci didengar....Hope so...

0

Labil

Posted by Desi on 7:30 AM
Sejak minggu sore lalu, saat aku hendak meninggalkan kota yg sangat ku cintai, Padang, diri ini serasa sangat tidak terkontrol. Bawaannya mudah tersinggung dan marah-marah. Entahlah, ci merasa diri ini sangat labil. Mungkin karena hal yg singkat namun sangat menyakitkan itu membuat ci kehilangan kendali. Terasa sekali keberadaanya dan restunya sangat ci butuhkan untuk kembali ke kota Pekanbaru ini untuk memulai aktivitas yang melelahkan.


Namun kejadian sore itu masih berlanjut sampai saat ini. Ci belum bisa tenang sampai kami benar-benar membahas dan menyelesaikan masalah ini. Ci sudah kenal sifatnya, setiap ada masalah, kalau belum diselesaikan atau dibicarakan secara serius, berarti dia masih akan BT. Setidaknya dia harus ngomel-ngomel dulu, baru tenang.


Sebenarnya sejak sampai di Pekanbaru ini ci sudah mendapat telp dua kali, tapi ci masih bisa merasakan kalau telp itu hanya untuk menenangkan ci sesaat. Ci tau kalau ada masalah yg tidak disampaikan ke ici. Biasanya kalau sudah seperti itu, ci hanya akan diam dan tidak mengganggu, biarlah dia menenangkan hatinya dulu.


Sampai masalah ini benar2 diselesaikan, kemungkinan ci akan uring-uringan terus :(

0

Uring-uringan

Posted by Desi on 7:30 AM
Sejak sore akan berangkat ke Pekanbaru sampai saat ini, ci bawaannya badmood mulu. Ada saja orang yg berbuat salah dan ci tidak suka, dengan mudah saja ci ngomel2 dan marah2 untuk hal yang tidak jelas. Mudah tersinggung dan tidak sabar. Setelah terjadi, baru nyadar dan merasa bersalah sendiri. Kenapa ya jadi moody begini...:(

0

A Letter

Posted by Desi on 7:13 AM
Assalamu'alaikum Wr Wb

Tak ada sesuatupun yang membuat kami bahagia selain mendengar, melihat, merasakan kebahagiaan Mama dan Papa. Ini dari kami berlima melalui surat ini Mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih. Atas perhatian yang Mama dan Papa beri pada kami semua. Hanya melalui surat ini kami dapat menyampaikan isi hati kami. Semoga Mama dan Papa mengerti, kami sayang .....

Tak seorangpun yang akan berkata jauh dari orang tua itu senang, termasuk kami. Ngumpul bareng, makan bareng, canda gurau, gotong royong, dan apapun namanya. Tapi dengan jarak inilah, kami menyadari arti kasih sayang yang Mama, Papa beri untuk kami.

Mama... ( Jelmaan Tuhan yang diturunkan kebumi ). Tanpamu kami ga akan tahu apa kenikmatan hidup ini. Kasih sayangmu, perhatianmu, membuat kami tumbuh menjadi anak yang dikenal baik, bagi teman-teman maupun yang lain. Air susumu yang mengalir dalam tubuh kami, membuat suatu antibody yang dapat menghindari berbagai penyakit. Masakanmu yang selalu kami santap menjadikan kami anak-anak yang sehat dan juga pintar. Pendidikan yang Mama beri membuat kami mengerti mana hal yang buruk ataupun sebaliknya. Rasa sayang yang Mama beri membuat kami tumbuh untuk dapat menyayangi semua makhluk yang Ia ciptakan.

Kami bersyukur kepada Allah yang memberi kami seorang ibu seperti Mama. Keteguhanmu, ketegaranmu menghadapi ujian dari Nya, Mama lalui dengan senang hati. Tiap hari, tiap jam, maupun tiap detik kami tak dapat membayar semua pengorbanan yang mama beri. Kami hanya bisa berdoa, dan terus berdoa untuk kebahagiaan Mama baik didunia yang fana ini maupun di alam sana nanti.

Kami berjanji membuat Mama senang, kami akan tunjukkan pada dunia kelima anak yang Mama bina akan menjadi orang baik didunia maupun bekal akhirat nanti. Kami minta doa dan restumu Mama, Ridhoi perjuangan anak-anakmu ini sebab ridho Illahi ada di ridhomu. Terimakasih Mama.

Khusus dari anak sulungmu yang membuat Mama kerepotan. Awal kelahiran dia telah menyusahkanmu. Membuatmua tak dapat bergerak dan harus berbaring dirumah sakit dalam beberapa minggu. Belum malam yang selalu membangunimu untuk mengganti popok, sungguh aku minta maaf Mama...Seingatku telah berulangkali membuat Mama menangis atas kebandelanku. Mama kecewa atas tindakanku, dan banyak lagi dosa-dosa yang tak dapat kuungkapkan satu persatu.

Papa...pahlawan dalam hidup. Kami bersyukur mendapati seorang Papa sepertimu. Walaupun kami memiliki Papa yang super sibuk, yang dingin, yang jarang bertanya apa saja tentang anaknya, yang jarang berkumpul pada kami, yang selalu pergi pagi pulang malam, dan yang tak pernah terucap kata sayang pada kami. Tapi kami tahu Papa kami sangat menyayangi kami. Tapi kami memiliki Papa laksana pahlawan bukan saja pada kami melainkan bagi adik-adiknya, walaupun dia tahu masa depannya akan selalu tetap duduk didepan mesin yang menghitung harga-harga dari langganannya. Ia memikul beban agar adik-adiknya berhasil sampai menjadi orang. Kami bangga, kami bangga... adik-adikmu berhasil kenapa kami tidak. Kami berjanji kami akan membalas segala jasamu kami akan menjadi orang yang soleh berguna bagi agama nusa dan bangsa.

Pada tiap tetesan keringatmu berarti bagi kami. Kesedihanmu duka yang sangat bagi kami. Kami bersyukur punya ayah seperti Papa. Maafkan kami.... terimakasih atas pengorbananmu. Kami berharap dengan sangat atas keridhoaanmu pada kami. Diridho Papa terdapat sang ridho Illahi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Surat tadi ditulis oleh lima orang ponakanku :) Walaupun sebenarnya yang memotorinya Corry, anak sulung, tapi surat itu ditandatangani oleh kelimanya. Bahkan Faiz, si bungsu, yang saat itu belum bisa menulis dan membacapun ikut menandatanganinya.

Saat membuat surat itu, Corry baru lulus dari SMU dan akan melanjutkan kuliahnya di Bandung. Sementara Ivon, anak kedua, sebelumnya sudah tinggal jauh dari orang tua, SMP dan SMU nya di Al Zaitun. Dan Nando, anak ketiga, juga tidak tinggal dengan orang tuanya, tapi diasuh oleh tantenya di Padang. Surat yang sudah diketik itu diserahkan ke Gorbi, anak ke empat, yang tinggal di Pekanbaru dengan orang tuanya.

Surat ini membuat ci terharu, menakjubkan sekali, anak2 yang masih kecil-kecil ini sudah berpikiran dewasa dan sangat maju, santun dan patuh pada orang tua. Kita saja yang sudah sebesar ini mungkin tidak terpikir untuk berbuat seperti itu ( mungkin ci saja yg belum berpikir spt itu :)). Makin harunya karena sekarang ci juga sudah merasakan betapa tidak enaknya hidup jauh dari orang tua.

So....Apakah teman-teman semua juga pernah merasakan hal yang sama saat berada jauh dari orang tua?

0

Kesibukan di hari UMPCR

Posted by Desi on 3:12 PM
Hari ini melelahkan sekali, karena di PCR ada kesibukan UMPCR ( Ujian Masuk PCR ). Kebetulan ci kebagian tugas ngatur konsumsi, jadilah dari sejak pagi tadi sampai siang ini ngatur snack dan makan siang untuk peserta ujian, panitia dan staff.

Alhamdulillah ujian UMPCR I ini berjalan dg lancar, walaupun ada sedikit kepanikan berkenaan dg makan siang. Ternyata ada dua orang staff yang tidak terdata untuk lunch. Namun akhirnya bisa cepat ditangani. Sekarang sedang dilakukan proses koreksi lembar jawaban, snack mereka pun sudah disediakan. Berarti tugas ci untuk UMPCR I ini sudah selesai, tinggal membuat report keuangannya. Itu pun sudah 75% selesai.

Besok ada kesibukan lain lagi, yaitu ujian UTS. Kalau untuk kegiatan ini, ci haya kebagian jadi pengawas ujian karena panitianya adalah prodi komputer.

Tugas berat yg harus ci emban untuk dua bulan ini adalah pengurusan akreditasi prodi akuntansi di PCR, bikin evaluasi diri dan mengumpulkan data sejak prodi ini didirikan sampai sekarang. Akan sangat menyita pikiran dan tenaga. Tapi tidak apa2, demi kemajuan dan mengangkat pamor prodi akuntansi yang "little bit" serasa anak tiri di institusi ini.

Mudah-mudahan mahasiswa baru angkatan 2007 nanti, yang masuk ke jurusan akuntansi jumlahnya banyak dari angkatan 2006 yg hanya 13 orang. Kabarnya peminat akuntansi tahun ini menempati urutan kedua setelah teknik informatika. Dan berdasarkan data peserta ujian tadi, akuntansi sekitar 40 orang. Jika semuanya lulus ditambah dengan calon mahasiswa dari jalur PSUD, dan UMPCR II, mhsw akuntansi 2007 akan ada 2 kelas atau mungkin lebih. Di PCR satu kelas max 30 mhsw, sehingga perkuliahan lebih nyaman. Semoga saja harapan ini jadi kenyataan dan prodi akuntansi tidak disepelekan lagi oleh jurusan lain.

Wassalam

1

I'm Back

Posted by Desi on 2:47 PM
Setelah lebih dua bulan, vacum dari dunia berblog-an, akhirnya ci kembali :). Untuk teman2 setia blog ini, silahkan kembali berkunjung dg komen2 dari teman semuanya. Mudah2an disela-sela kesibukan, ci masih sempat posting. Wah...senang sekali rasanya bisa cerita dan curhat di blog ini lagi. Ci pikir blogger masih dibanned. Tapi secara tak sengaja, barusan iseng2 buka blogger lagi, ternyata bisa. Terima kasih untuk bapak2 di puskom yg telah mengaktifkan blogger lagi... :)

1

Sejarah April Mop

Posted by Desi on 2:59 PM
Teman-teman, walaupun sekarang masih bulan maret, tapi tidak ada salahnya kalau kita membahas tentang April Mop lebih awal. Supaya tidak menyesal nantinya. Berikut dapat sharingan info tentang sejarah April Mop dari Mb Ira yang di kirim di Mail PCR barusan :). Buat yang sudah tau, sekedar blog walking juga boleh lah... :)

Berikut isi mail nya...

Finally I know the history of April MOP ah...CMIIW yah.

Pada tanggal 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab dimasyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas kemasyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan ??? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan dinegeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh.Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulanbebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal.

Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol.

Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil. Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh. Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi dirumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.


Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang dimana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari dimana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu ???

--
Regards
Irawati
Accounting Dept - PCR

Bagaimana..apakah teman-teman masih mau merayakan April Mop...?????

2

Ruh

Posted by Desi on 1:03 PM
Sudah lama tidak posting, kangen juga untuk menulis sesuatu. Tapi kadang-kadang bingung mau berbagi cerita apa. Saat ini sebenarnya juga dalam kondisi tidak punya info baru. Tapi ci kuatkan juga jari-jari ini mengetikkan huruf demi huruf di keyboard komputer.

Barusan baca posting terbaru Sonny di blognya. Ada puisi Sapardi. Bagus, sarat makna. Yang paling ci suka yg di post sama Sonny, "Aku Ingin". Beberapa puisinya bercerita tentang kematian, ttg ruh yg telah meninggalkan jasadnya tapi masih berada di sekitar kita, seperti dalam puisi yg berjudul "Bunga 3", "Kisah", "Kukirimkan Padamu", dan ada beberapa lagi.

Pernah ci mengalami sebuah operasi. Saat operasi berlangsung, kita berada dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh obat bius. Bisa kita bayangkan, klo seseorang dalam kondisi seperti itu, mungkin akan sama dengan kondisi orang yg sedang tidur. Klo sedang tidur kita mengalami mimpi, sehingga kita masih merasakan kita "ada", dalam sebuah dunia yg dinamakan mimpi. Atau kadangkala ada juga saat kita tidak bermimpi, sehingga saat mata terpejam dan mulai terlelap dalam tidur, tiba-tiba saja kita sudah terbangun pagi harinya. Itu tidur yg sangat lelap dan nyenyak. Nah tidur yg seperti ini mungkin bisa disamakan dg kondisi saat dalam pengaruh obat bius.

Kembali lagi ke kondisi operasi....beberapa hari setelah operasi ci mengingat lagi saat menjalani operasi. Mulai dari masuk ruangan operasi, lalu si perawat mengajak ci berbicara bersamaan dengan dia menyuntikkan sesuatu ke tabung infus yg jarumnya sudah tertanam ditangan. Tidak beberapa lama ci mulai merasa ngantuk Ci berusaha menahan mata agar tetap terbuka dan sadar, tapi mata ini begitu berat untuk tetap dibuka. Dan akhirnya ci tidak tau lagi dengan kondisi sekitar.

Tiba-tiba saja bangun dan sudah terasa sakit serta perih ditempat yg dioperasi. Rasanya baru sekejab tadi ci menutup mata. Sehingga ci bertanya sendiri kemana kah ruh ini saat operasi itu berlangsung. Mimpi pun tidak ada. Benar-benar tidak tau kemana dia menetap untuk sementara yaitu sekitar 2 jam.

Sampai sekarang peristiwa keberadaan ruh itu masih menjadi sesuatu hal yg sangat menakjubkan bagi ci. Sampai-sampai setiap ada teman yg menjalani operasi, ci tanyakan, apa yg dia rasakan saat berada dalam kondisi terbius. Apakah dia merasakan ruh nya saat itu ada dimana? Apakah dia mengalami mimpi saat itu? Karena ci begitu penasaran, apakah kondisi ini berbeda-beda untuk setiap orang.

Membaca puisi-puisi Sapardi itu seperti membawa ci lagi ke masa itu. Masa ruh dalam genggaman Sang Penguasa. Saat ruh kembali pada pemiliknya. Wallahua'lam....

3

Ujian atau Azab ?

Posted by Desi on 2:22 PM
Dua hari ini benar-benar menyedihkan dan menakutkan. Beberapa kejadian menakutkan dan mengenaskan terjadi di negeri ini di tempat yang berbeda. Kemarin, gempa kuat terjadi di Sumbar. Pusatnya di Batusangkar dengan kekuatan gempa utama 5,8 SR menurut catatan BMG. Sedangkan BMG nya Amerika mencatat 6,3 SR dan BMG nya Singapura 6,6 SR. Entah mana yang lebih akurat. Yang jelas gempanya menimbulkan kerusakan besar. Lalu tadi pagi, lagi-lagi terjadi kecelakaan pesawat. Kali ini pesawat garuda yang tidak ikut-ikutan perang tarif. Sepertinya pernyataan tarif tiket murah tidak menjamin keselamatan dan tiket mahal berarti menjamin keselamatan tidak berlaku lagi. Memang begitu kan seharusnya, karena jaminan keselamatan itu hanya dari Allah.

Trauma gempa dua tahun yang lalu masih ci rasakan. Gempa yang berpusat di Mentawai tanggal 10 April 2005, dengan 3 gempa utama besar yang skalanya ci lupa. Waktu itu ci masih di Padang, secemasnya-cemasnya menghadapi gempa, jika kita menghadapinya bersama keluarga, rasanya ketakutan itu bisa kita atasi. Tapi sekarang, ci berjauhan dengan keluarga dan orang2 yg disayang.

Ditambah lagi dengan "my special one" lagi sakit. Kemaren pagi ci merasa senang karena dia sudah baikan. Walau sempat cemas waktu gempa terjadi karena dia ada di RS lantai lima. Tapi jadi terhibur karena siangnya dia sudah dibolehkan pulang. Tapi tadi pagi, dia dalam kondisi demam, bekas operasinya mengalami peradangan. Lalu yg akan menjaganya juga tidak ada. Ingin segera pulang ke Padang. Sejak pagi tadi hanya bisa menangis dan terus berdoa kepada Allah. Mohon berikan kesembuhan, pertolongan dan penjagaan Allah untuknya. Benar-benar saat ini pikiran tidak di tempat kerja.

Berjauhan dalam kondisi yang menakutkan seperti ini menimbulkan kepanikan dan tidak bisa konsentrasi. Pikiran dipenuhi dengan hal-hal buruk. Jadi ingat sewaktu gempa dua tahun yg lalu, ada seorang teman sedang kuliah di Jakarta, dia cemas dengan keluarganya di Padang. Dia mengeluarkan statement : lebih baik mati bersama dengan keluarganya dan orang-orang yg dicintai, daripada hidup sendiri tanpa keluarga walau di tempat aman.

Bagi ci, sepertinya Allah sedang menurunkan kemarahan Nya atas dosa-dosa yg telah ci lakukan. Tapi ci jadi ingat, Allah itu seperti persangkaan hamba Nya. Setelah curhat sama Rika, Alhamdulillah cukup membantu, ci sadar kalau ci tidak boleh berpikiran negatif. Hentikan berpikir hal-hal yang menakutkan. Tidak boleh ber su'uzhan kepada Allah. Selalu berpikir positif dan husnuzhan pada Allah karena sekali lagi, Allah itu sesuai prasangkaan hamba Nya.

Kadang suatu peristiwa yg kita pikirkan terjadi, lalu kita langsung mengatakan kalau kita seperti punya indera ke enam. Padahal Allah memang sudah menakdirkan hal itu terjadi, karena ada sebab yg memicunya, bukan karena pikiran kita itu. Jadi ingat taushiah Agus Mustofa dalam bukunya Mengubah Takdir dan 'Aidh Al Qarni dalam buku-bukunya yg selalu menenangkan hati. Dunia ini hanya ada tiga hari yaitu hari kemaren yg telah berlalu, besok yang belum pasti dan hari ini yang menjadi milik kita. Hari ini merupakan waktu untuk merencanakan esok hari. Maka manfaatkanlah hari ini agar mimpi yang sekarang bisa terwujud besok hari.

Ya Allah yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang hamba mohon ampunan Mu, Maaf Mu, Pertolongan Mu, Kasih dan Sayang Mu untuk hamba, untuk uda, untuk keluarga hamba, dan untuk masyarakat Sumbar. Amiin...

1

Kisah Sebuah Jam

Posted by Desi on 8:39 AM
Cerita ini dikirim oleh Hera tanggal 13 Oktober 2006 di webmail PCR

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.
"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"

"Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"

"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"

"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

Semoga cerita di atas bermanfaat :)
Wassalam

3

BB

Posted by Desi on 7:50 AM
Hhmmmm....pagi-pagi ngomongin BB ( Bau Badan ). Tiba-tiba kemaren sore kepikiran tentang masalah BB ini karena ada beberapa hal yg terjadi di lingkungan sekitar. Akhirnya pagi ini tidak sabar ingin cerita. Ingat sama beberapa masalah yg timbul akibat kurangnya perhatian sama BB, mengingatkan ci pada pengalaman seorang teman waktu melaksanakan Umrah beberapa tahun yang lalu.

Teman waktu SMU dulu, anggap namanya Lili. Dia pergi Umrah dengan keluarganya sewaktu menjelang bulan Ramadhan sekitar 6 tahun yang lalu. Sewaktu tiba di Mekkah dan melaksanakan aktivitas ibadahnya, dia bertemu dengan orang-orang Pakistan dan India. Orang-orang dari daerah ini biasanya menggunakan baju gamis besar ( abaya ) yang sekaligus dipakai untuk melakukan aktivitas ibadah. Kata orang tua ci, umumnya orang-orang India dan Pakistan ini ke Mekkah menggunakan jalur darat. Jadi berhari-hari menempuh perjalanan, mereka tidak mandi. Paling setelah sampai di Mekkah baru mandi. Otomatis tubuh mereka bau dan kotor.

Kebetulan Lili bertemu dengan segerombolan orang Pakistan dan India. Dia mendapati orang-orang ini dalam kondisi tubuh yg masih bau. Sehingga dalam hatinya dia mengejek dan merasa tidak betah berada di antara orang-orang yg tubuhnya bau dan kotor. Maklum, dia berasal dari keluarga berada yg selalu berpakaian rapi dan wangi.

Dan sewaktu dia jalan-jalan di Mekkah pulang dari Mesjid menuju ke Hotel ( biasanya org memanfaatkan waktu ini untuk shopping ), Lili terpisah dari rombongan. Waktu dia sadar, dia entah berada dimana. Parahnya, dia juga tidak bisa berbahasa Arab sehingga tidak tau mau bertanya pada siapa.

Tapi tiba-tiba ada seorang pengemis dengan pakaian yg sangat kotor dan sangat bau ( benar-benar paling bau yg pernah dia rasakan - katanya ) datang menghampirinya. Anehnya, orang itu bukan dari Indonesia, tapi dia bisa berbahasa Indonesia. Si Pengemis itu menanyakan namanya dan kenapa dia tersesat. Lalu dengan senang hati Si Pengemis tadi mengantarkan Lili pulang ke Hotelnya. Setelah dia sampai di Hotel si Pengemis juga langsung menghilang entah kemana.

Setelah kejadian itu, dia berpikir, apakah mungkin si Pengemis tadi adalah Malaikat yg berwujud seorang pengemis yg bau dan kotor. Allah memperlihatkan kekuasaanNya karena Lili mengejek orang-orang India dan Pakistan yg bau, lewat kejadian yg barusan dia alami.

Yah...kita juga ingat bahwa Mekkah itu terkenal sebagai tanah Haram. Kenapa dibilang tanah Haram? Karena segala tindakan, ucapan dan apa yg ada dihati langsung terjadi. Allah langsung memperlihatkan balasannya di negeri ini. Jadi hati-hati dalam bertindak dan berkata-kata di Kota Suci ini.

Nah...untuk kita yg tidak berada di Mekkah, kalau ada masalah BB dengan orang-orang sekitar. Alangkah lebih baik kalau kita tidak terlalu membesarkannya dengan langsung menghujat dia, mengejek dan memandang rendah. Kadang-kadang karena keterbatasannya sehingga dia tidak bisa menyelesaikan masalah BB tersebut. Bisa juga karena dia tidak menyadarinya dan tidak ada yg pernah mengingatkannya selama ini. Tugas kita untuk mengingatkannya secara baik-baik dan tidak perlu dibesar-besarkan dengan menceritakan kepada orang-orang. Bukankah masalah BB ini adalah masalah semua orang termasuk kita. Natural kok, namanya juga manusia :)

Semoga cerita di atas bermanfaat untuk kita semua :) Wallahu A'lam

Wassalam

0

A Mother's Sorrowful Secret

Posted by Desi on 7:36 AM
Pagi Semua... :) ci dapat bahan nih buat di posting pagi ini. Tapi ceritanya agak-agak mellow, coz topiknya tentang Holocaust. Met mambaca... :)

0

Homesick

Posted by Desi on 2:51 PM
Sebenarnya dah lama pengen postingin topik ini, tapi baru sekarang kesampaian karena homesick nya dah akut. Padahal harus jadi tuan rumah yg baik karena Rika ma Nimimi datang tuk ikut tes, tapi malah Nimi ngurusi orang sakit. Jadi ga enak nich sama mereka.

Dalam sebuah artikel di Yahoo ci baca kalau homesick itu bisa menimbulkan kematian. Biasanya menyerang orang usia muda pada tahun-tahun pertama mereka berpisah dari orang tua. Lebih lengkap ttg Homesick ini bisa baca di wikipedia.

Naaahh...Ci kan baru setahun ini belajar tinggal jauh dari orang tua. Setahun ini juga ci lalui dengan emosi yg naik turun. Apalagi kalau sedang sakit, penyakit manja dan sifat kekanak-kanakan muncul, kadang-kadang bisa nangis sendiri. Inginnya dekat dg orang tua.

Padahal sejak awal Januari lalu ci bertekat ga akan pulang sampai awal maret. Berusaha untuk menahan keinginan pulang. Dan tinggal 2 minggu lagi, perjuangan itu akan berhasil, tapi....ci bukan orang yg tangguh ternyata, masih cengeng n manja. Sakit sedikit, akhirnya mutusin tuk pulang. Ini baru di Pekanbaru yg dekat dengan Padang. Bagaimana kalau tinggal di tempat yg lebih jauh lagi yah...? :(

0

14 Februari 2010

Posted by Desi on 2:18 PM
I'm back setelah seminggu off dari dunia blog. Pertama karena adanya pelatihan dan 2 hari kemaren sakit. Awalnya agak malas untuk nulis lagi karena masih pusing n rada-rada homesick. Tapi barusan dapat komen lagi, jadi semangat deh...

14 Februari, orang-orang memperingati hari ini dengan nama Valentine's Day. Sebenarnya ini bukan perayaan umat Islam, tapi berasal dari adatnya orang Nasrani. Bocoran nih dari Sentuhan Qalbu tadi pagi, Valentine itu berasal dari nama seorang pendeta di Roma yang bernama Valentino. Dia seperti seorang penghulu, yg kerjanya menyatukan orang-orang dalam ikatan perkawinan di Roma waktu itu. Kaisar Roma berkuasa tidak suka karena jika rakyatnya banyak yg sudah menikah, maka mereka enggan untuk pergi perang. Akhirnya pada suatu hari sang pendeta sedang menikahkan sepasang muda-mudi, dan kebetulan ketahuan oleh kaisar. Maka pendeta Valentino ini ditangkap dan dihukum mati pada tanggal 14 Februari. Maka setiap tanggal 14 Februari orang-orang memperingati hari kematian sang pendeta demi mengingat jasa dan kebaikannya.

Tapi sayang, perayaan ini dijadikan sebagai ajang hura-hura yg berbau maksiat oleh masyarakat dan termasuk masyarakat muslim yg ada di Indonesia. Para muda-mudi mengidentikan hari ini sebagai hari mereka merayakan cinta dengan sang pacar. Entah apa maksudnya dengan perayaan cinta atau kasih sayang ini. Ci tidak ngeh dengan maksud ini. Dan yang lebih hebohnya, kenapa hari ini diidentikkan dengan warna pink dan coklat. Memangnya ada apa dengan warna pink....?

Kalau berbicara masalah kasih sayang, bukankah agama kita adalah agama yg selalu mengajarkan kasih sayang. Tidak hanya pada hari-hari tertentu dan kepada orang-orang tertentu. Tapi disepanjang waktu dan pada siapa saja. Sedang Allah saja selalu menebar rahman Nya ke semua makhluknya, kecuali rahim Nya, hanya pada Abdihi ( HambaNya ).

Btw, ingat tanggal 14 Februari, ci jadi ingat sama teman-teman SMU dulu yg tergabung dalam GADUGA ( warGA DUa tiGA ). Maksudnya anak-anak kelas II-3 Smansa Angkatan 2000. Dulu kami pernah membuat kesepakatan kalau kita akan berkumpul lagi 10 tahun yg akan datang. Dan entah siapa yg punya ide, ditetapkanlah tanggal 14 Februari 2010.Tempat dan jamnya juga sudah ditetapkan yaitu di rumah Edo jam 09.00 wib. Kalau sudah ada yg menikah dan punya anak, silahkan bawa anaknya tapi jangan bawa pasangan hehehe...Soalnya ini reunian untuk anggota Gaduga aja, ntar para pasangan dikucilkan ( begitu kata beberapa orang teman ) Lalu kalau ada yg mau, kita jodohin anak-anak kita ( dasar masih anak SMU :) )

Entahlah...apakah mereka masih ingat dengan rencana ini. Kalaupun masih ingat, apakah bisa terlaksana. Soalnya kita semua sudah pada terpencar di provinsi yg berbeda-beda dengan kesibukan masing-masing.

Daripada mengidentikkan tanggal 14 Februari sebagai Valentine's Day hari kasih sayang, sepertinya lebih menyenangkan kalau tanggal ini dijadikan sebagai perayaan persahabatan kali yah.... :)

I miss U all friends.....

7

Kemunduran vs Cinta

Posted by Desi on 1:55 PM
Kata-kata kemunduran bisa berlaku dalam segala hal, kemunduran dalam bersikap dan bertingkah laku, kemunduran iman dan ibadah, cara pandang, prestasi, kesehatan (untuk fisik), dan banyak lagi bentuk kemunduran yg selalu dialami manusia. Kemunduran itu bisa dilihat dengan mata dan dirasakan oleh hati.

Love....it's a complicated thing. I can't explain it precisely coz love is a relative thing, depend on who feel it. But for me, love is a marvelous feeling. Loving someone is a gift from Allah.

So, what is the relation between kemunduran and cinta...?? For me, orang yg sedang mengalami kemunduran dan orang yg sedang dilingkupi cinta, bisa dilihat dengan mata. Kemunduran dan cinta, juga sama-sama bisa dirasakan.

Terinspirasi dari comment rika di salah satu post Sonny. Pertanyaan Rika yg simple (tapi jawabannya perlu kejujuran) akhirnya meluas dan memunculkan pertanyaan baru. Apakah mencintai seseorang itu merupakan suatu kemunduran?

Kalau kita tipe orang yang tidak bisa menata hati, maka mencintai seseorang akan menimbulkan kemunduran. Tapi kalau kamu orang yg bisa me-manage hati dengan baik, Insya Allah, mencintai akan menimbulkan kebaikan.
Kenapa kalau kita tidak bisa menata hati, maka mencintai seseorang akan menimbulkan kemunduran? Masalah cinta adalah masalah hati. Jujurlah kalau sudah mencintai seseorang, otomatis pikiran akan lebih banyak tersita untuk memikirkan orang tersebut. Sehingga, bekerja tidak konsentrasi, dan beribadah juga tidak bisa khusyuk lagi. Bahkan porsi untuk mengingat Allah dan orang tua, juga akan akan berkurang. Apalagi dimasa-masa awal mulai mencintai. Hati benar-benar merasa bahagia, berbunga, kadang bisa ketawa sendiri kalau sedang mengingat hal-hal lucu ttg orang tersebut. Kalau sedang menceritakan ttg orang yg kita cintai, pasti bersemangat. Orang yg hanya mendengar atau hanya membaca cerita kamu yg sedang jatuh cinta, walaupun tidak melihat wajahmu, akan langsung tau, kalau kamu sedang kasmaran.

Nah, ini mungkin maksud kemunduran karena mencintai seseorang (menurut ci). Cinta pada makhluk menimbulkan kelalaian, lalai hati, lalai ibadah dan lalai aktivitas positif lainnya, sehingga terjadi kemunduran.

Tak jarang juga mencintai seseorang bisa membawa kemajuan. Karena faktor orang yg dicintai, maka seseorang termotivasi untuk bekerja lebih rajin, ibadah juga lebih rajin, berpenampilan lebih baik dan rapi, berbicara juga dijaga, berusaha menjadi orang yg lebih bertanggung jawab, menjadi lebih dewasa karena merasa ada yg membutuhkan dan akan berusaha-berusaha-berusaha sehingga cita-cita mulia bisa diwujudkan.

Bagi orang yg bisa menata hatinya dengan baik, dia akan berusaha untuk tidak terjerumus pada nafsu. Dia tidak memberikan kesempatan pada "rasa cinta" itu mendominasi hatinya sehingga Ia lupa pada Allah. Dia akan menjadikan cintanya kepada makhluk Allah sebagai sarana untuk mencapai cinta Allah. Mungkin cinta seperti inilah yg di istilahkan dengan "Mencintai Karena Allah" (Wallahu A'lam). Sehingga disemua aktivitas kehidupannya di arahkan ke jalan Allah.

Jujur, sampai saat ini, ci belum bisa mencapai derajat mencintai seperti itu. Dan Bagaimanakah sebenarnya cara "Mencintai karena Allah". Apakah dengan selalu mengingatkan dan membimbing orang yg kita cintai agar berada di jalan yg lurus, ataukah dengan selalu mendoakannya agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, ataukah dengan mengikhlaskannya jika tidak jadi pendamping hidup kita, ataukah dengan mengikuti aturan islam, tidak ada istilah pacaran sebelum menikah......???? Oh iya, ternyata kemunduran karena cinta ini tidak hanya terjadi pada orang yg belum menikah, org yg sudah menikah juga bisa, tapi mungkin kemundurannya tidak terlalu jauh. Dan kalau segera disadari, perbaikannya lebih mudah (mungkin, krn belum pernah mengalami :D)

Masih harus belajar banyak lagi dan lebih sering muhasabah diri.

Wassalam

1

Blogger Tertua di Dunia

Posted by Desi on 4:30 PM
Ternyata blog tidak hanya digandrungi oleh kaum muda, kaum manula pun banyak yg menggunakan blog. Bahkan ada yg membuat autobiografinya lewat blog. Berdasarkan informasi dari detiknet, diketahui bahwa blogger tertua di dunia bernama Maria Amelia, adalah seorang nenek berusia 95 tahun di Madrid. Ingin tau berita lengkapnya? Silahkan liat di sini dan arikel lainnya

Wassalam

3

Interview - Tips

Posted by Desi on 1:04 PM
Interview atau wawancara merupakan salah satu dari beberapa rangkaian tes yg sering kita hadapi untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Biasanya ditemui pada tahap akhir tes dan tak jarang juga di tahap awal. Tapi kapan pun itu, banyak yg menjadikan tes ini sebagai tahap yg paling menakutkan.

Durasinya ada yg cuma 10 menit saja, dan ada juga yg 1 s.d 1,5 jam, tergantung pada materi dan Interviewer-nya sendiri. Walaupun cuma 10 menit, gugup dan gemetar yg dirasakan sebelum masuk ke ruangan tetap saja sama ( bagi sebagian orang ). Tapi gugup, gemetar dan cemas itu hanya 5 s.d 10 menit pertama, setelah itu kita akan bisa beradaptasi dg situasi. Faktor si Interviewer sendiri sebenarnya cukup menentukan dalam hal cepat / lambatnya kita beradaptasi.

Nah.....sebagaimana judul post kali ini, ada kata "Tips", karena ci memang bermaksud memberikan tips. Sebenarnya agak malu untuk membahas and ngasih tips ttg wawancara. Soalnya ci selalu kesandung untuk mendapatkan pekerjaan bagus di tahap wawancara. Tapi tadi ci dapat kesempatan ( for the first time ) menjadi Interviewer ( as The Real Job Interviewer ) dalam proses penerimaan instruktur baru di PCR. Walaupun skalanya kecil, tapi lumayan untuk didokumentasikan dan di share.

Ternyata untuk bisa memahami tujuan wawancara dan bisa sukses wawancara, kadang kita perlu mengkondisikan diri pada posisi "Si Interviewer". Dalam wawancara singkat tadi, ci sebagai interviewer menginginkan dan mengharapkan orang yg ci wawancarai bersikap dan memiliki hal-hal berikut :
  1. Interviewee harus sopan, baik dalam penampilan maupun dalam bersikap dan bertingkah laku saat di wawancarai. Penampilan yg kurang rapi dan agak semrawutan dapat mengganggu pemandangan. Bicara harus dg suara yg jelas di dengar tapi tidak meninggi. Gunakan bahasa yg sopan. Kurangi gerakan yg tidak perlu. Duduk tegak, tapi tidak terkesan angkuh.
  2. Tenang dalam menjawab setiap pertanyaan. Pikirkan pertanyaan dan jawaban yg akan disampaikan baik-baik. Jangan akhirnya jawaban yg kamu berikan berbeda dg maksud pertanyaan yg diajukan. Pikir dulu, baru ngomong.
  3. Jangan maksa dan ngotot dalam memberikan jawaban. Berikan jawaban yg logis / masuk akal dan didukung dg alasan yg logis juga. Berbeda prinsip dan cara pandang dg Si Interviewer, boleh, tapi tetap jangan memaksakan jawabanmu. Serta jangan menyalahkan Interviewer. Yang penting ungkapkan semua menurut pemikiranmu beserta bukti pendukungnya.
  4. Jangan sombong dalam menjawab. Meskipun kamu lebih pintar atau lebih tinggi kuliahnya daripada si interviewer, jangan sombong. Dari segi pengalaman kamu belum apa-apa dibanding mereka.
  5. Tunjukkan kalau kamu orang yg mempunyai pengetahuan luas, pintar, tipe orang yg mau dan cepat belajar dan punya sifat ingin tahu ( untuk hal-hal positif ). Agar orang tidak menganggap remeh, jangan menjawab dg jawaban "saya tidak tahu", apalagi kata-kata ini diulang-ulang terus untuk pertanyaan berikut-berikutnya. Jadi apa dong yg kamu tau....? Malah jawaban seperti ini akan membingungkan si Interviewer dalam menilai kamu. Just explore your knowledge. Kalau bisa bukti-bukti pendukung jawabanmu tadi adalah sesuatu yg sifatnya pengetahuan umum yg tidak didapat di dunia kampus, dan up to date. Siapa tahu Si Interviewer belum mengetahui hal ini, sehingga dia mendapatkan pengetahuan baru dari jawabanmu itu.
  6. Konsisten dalam menjawab pertanyaan. Jangan gara-gara kepancing sedikit saja, akhirnya kamu ga konsisten dalam menjawab. Kalaupun akhirnya kamu menyadari kalau jawaban pertama salah, kamu boleh menggantinya tapi gunakan kepandaianmu dalam mengolah kata sehingga tidak kelihatan seperti orang plin-plan.
  7. Show your Commitment. Tunjukkan kalau kamu orang yg bisa diandalkan untuk jangka panjang bagi perusahaan.
  8. Pandai dan Pandai-pandai dalam menjawab. Sebenarnya ini yg paling penting. Jawablah pertanyaan itu dg jujur, tapi kadang-kadang ada hal-hal tertentu yg harus pandai-pandai dalam menjawabnya :D
Dalam setiap wawancara yg ci hadapi, pertanyaan yg selalu ada dan jarang absen :
  • Kenapa kamu ingin bekerja di sini
  • Apa yg akan kamu berikan bagi perusahaan ini.
  • Apa konflik yg paling berat yg pernah kamu hadapi dan bagaimana kamu mengatasinya
  • Kalau ada tawaran kerja di tempat lain yg lebih baik dan lebih menggiurkan dari segi kesejahteraan, apakah kamu akan pindah ke tempat tersebut?
  • Apakah kamu pernah aktif dalam suatu organisasi? Apa yg telah kamu lakukan dan berikan untuk organisasi itu?
  • Apakah kamu bersedia ditempatkan di mana saja? Khusus untuk perempuan ==> kalau kamu sdh punya cowo / suami, bagaimana?
Itulah di antara hal-hal yg perlu diperhatikan dan yg ditanyakan ( berdasarkan pengalaman pribadi ) dalam wawancara. Nah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, bagaimana jawaban yg sebaiknya sehingga sukses dan lulus wawancara, mungkin akan lebih tepat bertanya dan minta bantuan / penjelasan dari orang yg berpengalaman selalu lulus wawancara ^_^

Mudah-mudahan post ini bermanfaat untuk teman-teman semua, terutama bagi diri ci sendiri yg selalu gagal tapi tidak pernah bisa belajar dari kegagalan. Dan kita tidak memandang wawancara itu sebagai hal yg menakutkan lagi, mudah-mudahaannn....

To Rika => Bagaimana Ka, ada koreksi dan tambahan? Masukannya dong Ka sebagai orang yg berpengalaman selalu lulus wawancara untuk menjawab pertanyaan tersebut... :)

Wassalam

0

Deva

Posted by Desi on 8:07 AM
Deva, nama bayi laki-laki sebelah rumah yg baru berumur 16 hari pada hari ini. Malam minggu kemaren, merupakan malam yg berat bagi keluarganya. Deva yg sudah beberapa hari belakangan menderita sakit mata, tiba-tiba dari matanya keluar banyak darah, tidak tau sumbernya dari mana. Waktu itu dia sedang tidur nyenyak bersama dengan ibunya. Tiba-tiba saja dia terbangun dan memekik keras, dan dari matanya langsung muncrat darah. Ibunya langsung berteriak histeris dan pingsan. Untung ada nenek dan tantenya. Sang nenek langsung menggendong Deva dan mencari pertolongan.

Awalnya mereka berusaha memanggil ibu kost untuk minta pertolongan. Ternyata ibu kost dan keluarganya sedang tidak ada di rumah. Ci waktu itu sedang nonton dan kaget mendengar teriakan histeris dari sebelah rumah. Langsung matikan TV dan liat ada kejadian apa. Sang nenek minta tolong panggilkan ibu kost. Ci agak panik juga waktu itu, apalagi belum pernah liat kejadian darah keluar dari mata seorang bayi. Untung ada pak RT, akhirnya Deva dibawa ke rumah sakit dg mobil pak RT.

Sebenarnya hari Sabtu siang itu, Deva baru saja dibawa ke rumah sakit karena beberapa hari belakangan selain matanya sakit dan ada beleknya, juga kadang2 agak berdarah. Dan dari dokter siang itu, dia diberi obat tetes. Jadilah setelah dapat resep, dan ditebus di Apotik Rumbai, obatnya langsung dipakaikan ke Deva.

Sewaktu dokter datang dan melihat keadaannya, lalu dokter melihat obat yg dia resepkan tadi. Ternyata obat yg diambil di apotik tersebut bukan obat yg diresepkan dokter. Sewaktu memberikan resep, dokter nyuruh bapaknya untuk nebus obat di apotik rumah sakit, tapi bapaknya menebus resep di apotik rumbai. Dari resep yg ditebus di apotik itulah yg dipakaikan ke Deva.

Ternyata obat tersebut bukan untuk bayi, terlalu keras untuk bayi yg baru berumur beberapa hari. Efeknya si bayi akan merasakan perih. Apalagi tubuh bayi itu masih lembut dan lunak, sehingga jika ada reaksi sedikit saja akan menimbulkan efek luka pada tubuhnya. Dokter juga bilang kalau Deva termasuk tipe anak dengan tubuh yg sensitif. Sehingga harus hati-hati dalam memilih obat.

Penyebab darah itu sebenarnya berasal dari peradangan di dalam selaput putih mata. Kalau kita orang dewasa, jika terjadi pendarahan di dalam mata, maka darahnya tidak akan sampai keluar tapi hanya membeku di dalam. Sebab selaput mata orang dewasa sudah cukup kuat. Sedangkan pada bayi, selaput matanya masih tipis dan lunak, sehingga akibat peradangan dan adanya reaksi yg kuat dari obat tadi, selaput putih matanya luka dan darah keluar. Ditambah lagi dengan semakin kuat dia menangis, maka darah yg keluar akan semakin banyak karena getaran yg timbul dari aktivitas menangisnya.

Setelah matanya dibersihkan dan diperiksa dokter, dokter mengatakan bahwa kondisinya tidak apa-apa. Cukup pakaikan saja obat yg seharusnya diresepkan dokter tadi. Jika setelah obat dipakai kondisinya tidak berubah, bawa lagi ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Akhirnya dibuat resep baru dan ditebus di apotik rumah sakit setempat.

Sekarang kondisi Deva sudah membaik. Sejak obatnya mulai dipakai, darahnya sudah berkurang dan sekarang bisa dikatakan tidak ada lagi. Dia sudah bisa membuka matanya dengan nyaman.

Dari kejadian Deva tersebut, dapat kita ambil pelajaran : untuk yg calon ibu dan ayah atau yg sudah menjadi ibu dan ayah, kalau anak sakit dan mau menebus obat, usahakan mengikuti aturan dokter. Kalaupun tetap ingin menebus obat di apotik lain, tanyakan dulu sama dokter kondisi si anak seperti apa, apakah termasuk tipe sensitif atau tidak. Lalu obatnya jika tidak dapat yg persis sama, apakah bisa diganti dg yg lain yg sejenis. Kadang-kadang petugas apotik, demi pemasukan bagi apotiknya dan mereka merasa lebih tau soal obat-obatan, dengan seenaknya mengganti obat walaupun fungsinya sama tanpa memperhatikan kondisi si pemakai obat tersebut.

Wassalam

0

Sekedar Corat Coret

Posted by Desi on 11:24 AM
Manusia itu lebih kejam dan lebih liar dibandingkan dengan hewan. Hewan saja masih sayang sama anaknya, sedang manusia ada juga yg berbuat bejat sama anaknya. Sebab terhadap anaknya saja manusia itu sanggup berbuat kejam, apalagi sama orang lain yg tidak ada hubungan apa-apa.

Salah satu dari sekian banyak kekejaman manusia adalah kesewenangan mereka dalam penghancuran, penghilangan, penghapusan, pemusnahan dan apalah namanya atas karya orang lain. Mereka mengatas namakan kebenaran untuk membenarkan perbuatan kesewenangan tersebut. Coba mereka sendiri yg buat suatu karya sederhana saja, lalu ada orang yg menghancurkannya atau memusnahkannya, bagaimana rasanya?

Dan perlu diingat, tidak mudah untuk menciptakan suatu karya. Walau sekecil apapun dan kelihatan tidak bernilai, tetap saja karya itu bersumber dari pemikiran, kreativitas, dan ada unsur penjiwaan dari si pembuatnya.

Satu hal lagi, masa lalu tidak bisa diputar ulang dan dirubah. Suatu hal yang tercipta pada masa lalu, walau dihapus dengan amat bersih pun, orang akan tetap mengingatnya. Ibarat sebuah catatan yg ditulis pada sebuah buku. Kalaupun bisa dihapus dengan penghapus atau tipe-ex, tetap saja berbekas. Dan kalaupun dirobek, tetap saja akan menimbulkan cacat yg jika orang melihatnya akan timbul pertanyaan, "Apa gerangan yg hilang dari buku tersebut?"

Demikian juga halnya dengan suatu peristiwa yg telah berlalu, kita istilahkan dengan memory / kenangan. Kadang ada kenangan yg pantas untuk dilupakan dan tak sedikit pula kenangan yg tidak bisa dilupakan walaupun kita begitu ingin melupakannya.

Hhh...sekarang baru terpikir karena baru sekarang terasa, betapa menyakitkannya kehilangan sesuatu yg bersumber dari hati. Walau hal tersebut sangat sederhana dan tidak bernilai bagi org lain.
Mudah-mudahan kehilangan yg kecil ini akan dibalas dan diganti dg hal yg lebih bermakna.

0

Wah....Hujaaannn....Jemuranku....

Posted by Desi on 3:39 PM
Waduh hujan badai....padahal dari tadi pagi cuacanya cerah. Tapi tiba-tiba saja hanya dalam waktu 10 menit cuaca berubah gelap dan langsung turun hujan yg disertai badai.
Yang bikin sedih dan khawatirnya bukan karena hujan lebat atau badainya, tapi kain yang sedari pagi dijemur dan keyakinan 99.9% saat ini sudah kering, sepertinya basah lagi...... Padahal 10 menit lagi waktunya pulang....:(
Mudah-mudahan tetangga sebelah berbaik hati menyelamatkan jemuranku....
Kita liat saja nanti sesampainya di rumah. Apakah daku harus berjuang lagi mengeringkan cucian atau engga.

Hhhhh....sabar....sabar....bersyukur untuk setiap kejadian....

Up date : ternyata kekhawatiran jadi kenyataan,harus berjuang lagi untuk mengeringkan jemuran. Bukan karena tetangga sebelah tidak berbaik hati, tapi kainnya pun yg lebih banyak dari kain ci, juga ikut basah.
Jemur lagi?? yuukkk....

2

High Cost

Posted by Desi on 7:35 AM
Ternyata tinggal di provinsi penghasil minyak tidak bisa menjamin ketersediaan minyak tanah di negeri ini ada setiap saat. Bahkan harga ecerannya pun di sini lebih mahal dibanding dengan di daerah lain ( ex : Padang ). Sudah seminggu ini ci lihat di dua warung terdekat, minyak tanah yg akan dijual sudah habis. Padahal persediaan minyak tanah di rumah pun sudah menipis. Wah terancam harus beli makan keluar terus nich.
Berdasarkan pengalaman selama setahun ini, klo minyak tanah sudah susah, bisa-bisa masuknya satu bulan sekali. Dan itu pun pada tanggal2 pertengahan bulan. Kalau tidak bisa masak berarti harus beli makanan jadi. Berarti lagi, bulan ini agak boros karena apa saja di sini tergolong mahal. Apalagi sekarang masih tanggal 25 Januari, harus nunggu lama untuk sampai ke pertengahan bulan berikutnya.

Berdasarkan pengakuan beberapa teman, ternyata biaya hidup di Pekanbaru lebih tinggi daripada di Jakarta. Pertama, di sini tidak banyak alternatif dibandingkan dengan di Jakarta, terutama dari segi makanan. Kedua, yg menjadi standar harga di sini adalah pegawai. Kalau di Jakarta, mungkin banyak didapati warteg yg harganya standar anak kost lah, sedang di sini, yang jadi standar adalah pekerja / pegawai yang notabene kerja di Chevron ( dulu Caltex ). Tiga, dari segi transportasi jauh dekat tarifnya sama. Jadi kalau mau kesuatu tempat yg tidak terlalu jauh, rasanya rugi banget harus bayar Rp 2.000,00. Kalau di Padang sich masih ditemukan angkot yg mau nerima ongkos kurang dari segitu jika jarak tempuh dekat. Di sini mana mau.... :(. Apalagi, di sini kalau mau kemana-mana, tidak bisa satu kali naik angkot, jalurnya di sini mutar-mutar. Bahkan pertukaran dari satu angkot ke angkot yg lain jaraknya dekat.

Intinya, harus pandai -pandai ngatur keuangan dan mengatur kegiatan. Usahakan jika mau keluar / ke kota ( istilah org Rumbai klo mau ke Pekanbaru ) untuk membeli kebutuhan, data dulu semua kebutuhan supaya tidak sering-sering naik angkot, hehe...
Dan taktik untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah...harus beli gentong minyak tanah yg lebih gede nich, biar cukup untuk nyimpan minyak selama satu bulan.... :D

3

Met Tahun Baru Hijriah

Posted by Desi on 9:26 AM
Met Tahun Baru Hijriah teman.....;)
Tapi sayang, perayaan tahun baru hijriah tidak semeriah tahun baru masehi. Tidak hanya dari perayaan, ucapan lewat sms pun ga ada. Menyedihkan....
Tapi yg penting bukan sekedar ucapan, tapi realisasi dari tindakan. Apakah tindakan perbaikan atau pun tindakan untuk peningkatan. Berniat untuk yg lebih baik boleh, tapi akan lebih baik jika niat segera direalisasikan. Jangan sampai niat baik itu didahului oleh rasa malas sehingga tidak jadi terealisasi.

3

Sebab Akibat

Posted by Desi on 8:07 AM
Wah...hari yang menegangkan dan hueboh banget.....comment sana sini...emosi yg tak terkendali dan bla...bla...bla...

Akhirnya demi kemaslahatan semua orang ci putuskan untuk men-delete blog yang penuh kontroversi itu. Yah sebenarnya sayang sich, itu kan hasil karya yg muncul secara spontan dan mengalir lancar waktu penulisannya. Tapi sebagai bukti ketulusan, masalah penghapusan itu bukan hal yg perlu disayangkan.

Dan karena ke-sportif-an itu dan atas ketidaknyamanan yg timbul, maka ci mengajukan permintaan maaf pada pihak2 yg merasa "dirugikan". Mohon kemurahan hati rekan-rekan semua karena aku hanya manusia yg tidak lepas dari segala sifat kemanusiaan yg ada. Mungkin 100% kesalahan itu ada pada diri ci, sedang orang lain semuanya benar. Tapi karena ci lebih mengharapkan redha dan maaf dari Allah. Tidak perlu penghargaan dari manusia. Dan meminta maaf itu lebih mulia daripada memberi maaf. Maka ci dengan senang hati dan Insya Allah tulus mengucapkan ini.

Benar dan salah itu akan muncul sendiri kok, baik itu kebenaran dan kesalahan yg ada di hati, maupun yg berasal dari tindakan. Karena kebenaran itu bisa berbicara. Dan sifatnya kebenaran akan selalu mencari jalan menuju kejelasan.

Ci jadi ingat kata-kata Agus Mustafa dalam bukunya yang berjudul "Mengubah Takdir", kehidupan di dunia ini mengikuti alur sebab akibat. Ada sebab dulu baru ada akibat. Jadi kenapa ci membuat blog yg penuh kontroversi? Karena ada sebabnya yaitu kemarahan. Kenapa bisa muncul kemarahan? Karena ada hal yg tidak sesuai dg prinsip dan hati nurani yg ci alami dan ci liat dg mata, terlepas dari itu benar atau salah. Benar salah itu juga tergantung kita liat dari sudut mana.

Jadi kalau ingin mendapatkan sesuatu dari org, ya beri dulu org lain sesuatu. Semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima, seperti yg pernah di ucapkan sari dalam blognya dan comment hera di situ. Jangan hanya mengharapkan orang yg selalu memberi. Kalaupun ada org yg selalu mau memberi, tapi kita tidak berusaha membalasnya, itu pun ada batasnya, lama2 dia akan bosan, namanya juga manusia.

So, jika mau dimengerti dan dihargai orang, hargai orang lain dulu, maka orang akan mengerti dan menghargai kita. Kalau semua orang mau mengutamakan orang lain dulu, maka akan damai lah kehidupan, karena setiap diri akan berusaha memahami secara timbal balik. Otomatis saling memberi dan menerima itu terjadi tanpa harus meminta, iya kan...?

Intinya, introspeksi diri dulu, liat sebab akibatnya, baru bicara. Mudah-mudahan post ini tidak menimbulkan kontroversi lagi, tapi diskusi yg sifatnya mendidik dan damai serta tidak ada hujatan2.
Wallahu a'lam....

0

Be Yourself

Posted by Desi on 12:00 PM
Tak di sangka ternyata posting kemaren "Profesionalitas" mengundang banyak comment. Seru dan panas sekali hehehe...

For me, a blog means a diary, I can explore antything in my mind and my heart here. I know you have blog too, and it's more than diary for you, am I wrong?

And as I know, this blog just for some people. So I just share it to my soulmates ( best friend ). So, what is the problem with you guys ( Anonymous ). If you have a problem with me, why don't you come to me. Talk with me, and finish it directly face to face. I'm not scare. If I made a mistake, I will ask your apologize, but if I didn't make any mistake, I ask your sportiveness

I will not shame to realize my mistake. I'm proud to be an honest person, wheter honest to my self or people. Coz I don't want honor from human. I don't hope any prestigious from people. I am proud coz I can act as me, myself.

So guys, just be honest and be yourself. And be sportive, don't just be the main person in your mask. Show who the real you are. Coz the truth will be shown and the lier will be the loser.

Thank you for all the people who gave comments to my blog. Coz it means that you all care to me, hehehehe....

0

Ketika Derita Mengabadikan Cinta

Posted by Desi on 11:11 AM
Bagus untuk teman2 yang sedang meragukan cintanya kepada orang yang sedang mencintainya dan u siapa saja yang baca
Untuk yang melankolis, siapin ember untuk nampung air mata... :D

Ketika Derita Mengabadikan Cinta ( a real story )

----- Original ----- From: alumni_smun16_surabaya@yahoogroups.com


"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri. Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai.
Kepada Professor dipersilahkan. .." Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara,seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu...

Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini perkenankan saya bercerita. Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambillah mutiaranya dan buanglah lumpurnya. Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras, melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.

Tiga puluh tahun yang lalu ... Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira tinggi, keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di Ma'adi , ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik di negeri ini. Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan aristokrat atau kalangan high class yang sepadan.

Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya merasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga. Namun saya tidak peduli.

Karena ayah memperoleh warisan yan sangat besar dari kakek, dan ibu mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke luar negri, ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya. Jika berlibur di dalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza yang berdekatan dengan istana Raja Faruq.
Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah. Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah. "Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas ayah. Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah.

Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menakjubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya. Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan.

Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus. Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus. Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan membanting gelas yang ada didekatnya. Bahkan beliau mengultimatum: Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!

Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira. Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang cukur....tukang cukur, ya...sekali lagi tukang cukur! Saya katakan dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyak dilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan. Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri sendiri, tidak ada yang membela.

Pada saat yang sama adik saya membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui. Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya sebesar 500 ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di jalan yang lurus tidak direstui, sedangkan adik saya yang jelas-jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili pacarnya yang entah yang ke berapa diluar akad nikah malah direstui dan diberi fasilitas maha besar? Dengan enteng ayah menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabat keluarga besar Al Ganzouri."

Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi.

Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja. Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya.

Namun, la haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Ternyata beliau menjawabnya dengan reaksi lebih keras, beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.

Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan.Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta? Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini.

Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantor ma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab imam Hanafi. Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini : Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunnatullah wa rasulih dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam Abu Hanifah."

Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata 3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah itu. Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah di mata Allah SWT dan manusia. Saya bisikkan ke istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir.

Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata. Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita.Saya pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uang sebanyak 4 pound saja! Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma'dzun. Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound atau 2 dolar!!!Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound?

Kami berdua bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang, rasa berdaya dan hidup menjalari sukma kami.

"Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti ini. MaafkanKanda!"

"Tidak... Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak bisa menghargai kebenaran.Mereka masih diselimuti cara berpikir anak kecil. Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan tindakan mereka salah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita tempuh ini. Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita ulurkan tangan kita dan kita berikan senyum kita pada mereka dan mereka akan menangis haru. Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan.

Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika. Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi dokter. Dan sebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound.

Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa. Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu.

Jalan keluar pun datang juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah toko selama 24 jam. Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala kadarnya yang murah.Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT.

Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami. Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia bagai mendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk 3 bulan. Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana.

Lalu kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi dan satu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua cangkir dari tanah, itu saja... tak lebih. Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa tetap bahagia, karena kami selalu bersama.

Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta.

Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT. Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga.

Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya. Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan. Pada waktu siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup untuk makan dan transportasi selama sebulan.

Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kami pun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai ada yang bilang tanpa disengaja, "Ah, kami kira para dokter itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara seperti Mamduh dan isterinya." Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawarkan kepada isteri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada yang membantu membersihkan rumah.

Saya sangat terkesan dengan pertolongan- pertolongan mereka. Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami. Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang.

Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami digedor dan didobrak oleh 4 bajingan kiriman ayah saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-satunya, mereka patah-patahkan, begitu juga dengan kursi. Kasur tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan Pasha." Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat bajingan itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bersama berbagi nestapa dan membangun kekuatan.

Lalu kami tata kembali rumah yang hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki. Lalu kami tertidur kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi hidup ini.

Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hidup tenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan undang-undang berada di telapak kaki mereka. Saya hanya bisa pasrah total kepada Allah mendengar hal itu.

Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa berbuat lebih nekad. Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu, sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang.

Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai. Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan isteri tercinta. Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba- Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia mendapatkan kesempatan magang disebuah klinik kesehatan dekat rumah kami. Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah SWT.

Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia & lepas dari belenggu derita :

Sambil menatap kaki langit
Kukatakan kepadanya
Di sana ... di atas lautan pasir kita akan berbaring
Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba
Bukan karna ketiadaan kata-kata
Tapi karena kupu-kupu kelelahan
Akan tidur di atas bibir kita
Besok, oh cintaku... besok
Kita akan bangun pagi sekali
Dengan para pelaut dan perahu layar mereka
Dan akan terbang bersama angin
Seperti burung-burung

Yah...saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta. Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersikeras untuk masuk program Magister bersama! "Gila... ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak...ini adalah saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap bersikukuh untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak :

"Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya, kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita."

Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatiku pun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya.

Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan, sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami. Malam hari kami lalui bersama dengan perut kosong, teman setia kami adalah air keran. Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut. Siang hari, jangan tanya... kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan.

Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menangis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab. Kalaupun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup sengsara layaknya gelandangan. Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makanala kadarnya.

Timbal balik perasaan ini ternyata menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya. Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di dunia ini. "Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang..." bisiknya mesra sambil tersenyum. Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara.

Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelar Magister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja! Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada istilah makan enak dalam hidup kami. Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kami berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait . Dan untuk pertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah, merasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal masakan lezat.

Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak :

"Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar Doktor di London. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyediakan dana tambahan.

"Kucium kening istriku, dan bismillah... kami berangkat ke London .

Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya spesialis jantung. Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai wakilnya! Kami juga mengajar di Universitas.

Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan.

Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia. Kini kami hidup bahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara.
Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah swt dan bertambahlan rasa cinta kami.
Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka lihatlah wanita berjilbab biru yang menunduk di barisan depan kaum ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab Huda Sulthan. Dialah istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaan bisa mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz..."

Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru. Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini dengan seksama.

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.