0

Korupsi waktu

Posted by Desi on 12:56 PM
Di PCR, 1 jam pelajaran adalah 50 menit, jadi kalau 5 jam pelajaran totalnya 250 menit. Mata kuliah yang berjumlah 5 jam pelajaran ini biasanya di set menjadi 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama 2 x 50 mnt dan yang kedua 3 x 50 mnt. Berarti setiap dosen punya kewajiban mengajar 50 mnt dikali dengan jumlah jam pelajaran dan setiap mahasiswa mempunyai hak yang sama dengan kewajiban si dosen.
Pertanyaan yang masih menjadi pemikiran ci saat ini adalah seandainya bahan yang hendak kita berikan pada mahasiswa telah mencapai sasaran atau tujuan nya telah terpenuhi kurang dari waktu yang telah ditetapkan tadi, dan perkuliahan selesai sebelum waktu tersebut. Apakah ini berarti kita melakukan korupsi waktu? Ci sering diskusikan masalah ini dengan beberapa teman yang punya pengalaman lebih dalam hal mengajar dibandingkan ici. Dan masukan dari teman-teman masuk akal sekali, klo memang tujuan sudah tercapai, dan mahasiswanya juga sudah paham, tidak masalah klo kita keluar lebih awal. Sebab waktu yang 50 mnt itu adalah waktu maksimal yang disediakan untuk kita melakukan proses belajar mengajar. Dan waktu tersebut ditetapkan dengan berbagai pertimbangan, seperti kemampuan fisik dan mental mhsw dalam belajar. Sistem belajar ini familiar dengan istilah SKS. Tujuan utama SKS yang ci ingat ( klo ga salah ) 1 jam tatap muka dg dosen + 2 jam belajar mandiri ( tolong dikoreksi ya klo ci salah ).
Jadi klo pun kita meyelesaikan proses belajar mengajar sebelum batas waktu, itu bukan korupsi waktu. Yang penting adalah kualitas, bukan kuantitasnya.
Ada yang punya pendapat lain?

0

Soal

Posted by Desi on 12:16 PM
Hari ini ngajar MK ( Manajemen Keuangan ). Satu jam pertama ci isi dengan ngasih quiz. Klo di PCR, quiz kita kasi tau dulu ke mahasiswanya, beda banget dengan waktu kuliah di Unand dulu, quiz ga pernah dikasi tau, sifatnya mendadak. Soal quiz ci usahakan yang bisa mereka kerjakan dan selesaikan dalam waktu 1 jam. Malah Quiz kali ini diberi keringan boleh open rumus. Hasilnya, Tetap saja di luar perkiraan, tidak ada mahasiswa yang bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 jam, termasuk Hengky ( yang paling pintar di kelas - red ). Kecewa berat...:(
Sekali lagi ci baru sadar ( duh memang bego jadi orang, sudah 2 smt ngajar tapi baru nyadar sekarang ), ternyata jadi dosen tidak saja ahli dalam hal transfer ilmu dan manajemen manusia, tapi juga harus pandai memperkirakan / estimasi dan mengukur tingkat kemampuan setiap mahasiswa. Soal yang diujikan harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kemampuan mahasiswa serta harus disesuaikan juga dengan waktu yang dialokasikan.
Kalau dipikir-pikir lagi, memang untuk menjadi dosen itu tidak hanya dibutuhkan kepintaran, tapi bakat dan keahlian. Bagaimana teman-teman, ada yang tertarik untuk jadi dosen?

1

A Question

Posted by Desi on 1:43 PM
Setelah membaca beberapa blog teman, dengan berbagai topik dan pemikiran. Akhirnya muncul pertanyaan dalam hati, sebenarnya apa sich yang kita cari di dunia ini?
Mungkin beberapa orang akan mengatakan bahwa hanya orang bodoh dan tidak punya tujuan hiduplah yang mengajukan pertanyaan ini. But, most of all, may I have your comments my friends?

0

Boulevard

Posted by Desi on 11:02 AM
Lagi dengerin lagu lama "Boulevard", jadi ingat waktu les Bahasa Inggris di ELS 3 tahun yang lalu. ELS punya sistem ngajar yang bikin kita fun, gak stress, dipenuhi dengan games dan songs. Setiap akhir sesi pertemuan, kami di ELS selalu diberi teks lagu Inggris tapi dengan beberapa kata yang hilang. Dan kita diperintahkan untuk mendengarkan lagunya lalu mengisi bagian yang hilang. Setelah itu pahami artinya dan nyayi bareng. Lagu Boulevard ini dulu ci dapat waktu belajar dengan Miss Devi. Kabetulan kami semuanya yang ada di kelas waktu itu menyukai lagu ini, sehingga waktu mau pulang, kami minta beliau untuk memutar ulang lagu ini hingga 3 kali sambil dinyayikan bersama-sama. Akhirnya diantara semua kelas waktu itu kelas kami yang terakhir pulang. Tapi walaupun begitu, kita semua menikmatinya. Sehingga setiap mendengarkan lagu ini ci jadi teringat masa-masa waktu di ELS dulu. Tempat kursus yang paling tidak membosankan, bahkan jadi tempat menghilangkan kejenuhan, stress, bosan, kesedihan, dan sekaligus tempat berbagi keceriaan dan kebahagiaan. Dalam satu kelas, kita berasal dari tingkatan usia dan lingkungan yang berbeda, tapi anehnya semua bisa menghilangkan perbedaan dan justru sudah menjadi saudara. Alhamdulillah sampai sekarang ci masih kontak dengan beberapa teman dari ELS.
Kembali ke masalah lagu, jika dibandingkan dengan lagu yang kebanyakan ada sekarang, lagu-lagu lama masih menjadi favorite dan enak didengar. Karena menurut pendapat ci, lagu lama itu tidak mengutamakan komersialitas, sehingga mampu bertahan dan tidak basi. Sedangkan lagu yang ada sekarang justru lebih menekan pada unsur komersialitasannya. Sehingga cepat menimbulkan kebosanan.
Tapi itu semua tergantung pada minat setiap orang, benar kan...? ;)

2

Blog mania...

Posted by Desi on 10:15 AM
Kecanggihan teknologi sekarang telah memberikan berbagai macam manfaat pada pemakainya, salah satunya adalah fasilitas blog. Blog ini bisa kita gunakan untuk berbagi cerita dan pengalaman, bahkan hanya sekedar untuk mencurahkan perasaan. Kadang-kadang jika kita sedang dalam masalah atau sedang sedih, bahkan bahagia sekalipun, kita butuh seseorang untuk bercerita atau ada juga yang mencurahkannya dalam bentuk tulisan. Dulu kita memanfaatkan diari dan menemui teman atau menelpon mereka untuk bercerita. Tapi sekarang kita cukup menggunakan blog, maka kita sudah seperti menulis diari dan otomatis sudah menceritakannya pada seseorang. Dan dari perkembangan yang ci liat, bahkan blog ini dijadikan sebagai sarana promosi juga.
Ci akui klo ici juga termasuk sebagai blog mania saat ini ( maklum karena lagi hangat2 nya bikin blog di ruangan ). Ci berharap, dengan adanya blog ini, ci bisa berbagi pengalaman dan pikiran dengan siapa saja. Dan mohon bantuan Allah agar blog ini tidak menjerumuskan ci pada sifat riya. Amiin...

0

Dosen / Guru

Posted by Desi on 3:32 PM
Profesi sebagai dosen atau guru ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab tanggung jawab sebagai pendidik itu tidak hanya sebatas memberikan pelajaran tapi akan dipertanggung jawabkan sampai ke akhirat nanti. Ilmu yang diberikan pada orang, nantinya akan mereka gunakan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Jika ilmu yang kita berikan itu salah, berarti kita telah menyesatkan mereka. Menjadi seorang dosen mebutuhkan keahlian yang kompleks dan tidak jauh beda dengan seorang pimpinan perusahaan.
Berbeda jika bekerja di kantor, tanggung jawab mungkin sebatas mengerjakan tugas yg diperintahkan bos lalu selesai. Kalaupun yang dikerjakan salah, paling kesalahan itu bisa dikoreksi lagi.
Dulu ci tidak pernah berangan-angan untuk menjadi seorang dosen. Bahkan waktu kuliah dulu, klo ada dosen yang pelajarannya membosankan atau malah tidak asyik cara ngajarnya, kita sebagai mahasiswa sering meremehkannya. Dianggap dosennyalah yang tidak bisa mengajar atau tidak pintar. Dan celakanya, ternyata ici termasuk kedalam kelompok mahasiswa2 ini.
Tapi sekarang, ici kena batunya. Sekarang setelah mencoba mengajar beberapa mata kuliah, ci nyerah dan baru menyadari klo untuk mentransfer ilmu itu memang butuh keahlian, walau sepintar apapun kita.
Sepertinya ini hukum karma karena dulu ci juga pernah meremehkan beberapa orang dosen. Ini ci buktikan sewaktu ngajar, kebanyakan mahasiswa belajar ogah-ogahan, sering keluar dan tidak menunjukkan interest sama sekali. Selain itu ici juga tidak cakap dalam mengendalikan mahasiswa dikelas, tidak bisa bikin jokes menarik dan sebagainya.
Jadi sekarang, bagi siapapun yang baca blog ini, ci sarankan untuk tidak meremehkan dosen atau guru. Sejelek apapun cara mereka ngajar dan setinggi apapun ilmu mereka, jangan diremehkan. Karena masa depan seseorang itu tidak ada yang tau, bisa jadi tiba-tiba kita dihadapkan pada masa depan sebagai seorang pendidik.

0

My Lovely Parent

Posted by Desi on 10:26 AM
Tulisan ini terinspirasi dari blog-nya Rika dengan judul yg sama " My Lovely Parent " ( maaf ya ke, bukan bermaksud plagiat ) dan didukung oleh situasi dan kondisi yang berkembang saat ini ( bukan bermaksud mendramatisir ). Rika dalam blog nya ngajak kita semua untuk introspeksi diri, "Apa yang telah kita lakukan dan berikan untuk orang tua kita".
Mom and Dad, dua orang yang posisinya tak kan pernah bisa digantikan oleh siapapun, keluasan kasih sayangnya tak bisa dibandingkan dengan orang lain, meski suami sekalipun, kecuali Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Hasil introspeksi diri :
Ternyata sebagai seorang anak, ci belum melakukan dan memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan orang tua ci. Malah ci hanya memberikan beban dan dosa untuk mereka, terutama dalam tahun ini. Setahun ini ci telah jauh dari Allah, pikiran tidak lagi terpusat kepada Allah, apalagi mikiran orang tua.
Kesadaran memang kadang-kadang timbul bersamaan dengan penyesalan. Mungkin apa yang terjadi saat ini merupakan bentuk peringatan Allah kalau ci telah terlalu jauh melangkah, tapi ke arah yang salah. Mungkin Allah masih ingin ci kembali ke jalan yang benar ( entahlah ).
Dulu ci selalu mengatakan kepada teman-teman yang meminta saran bahwa setiap sesuatu itu ada hikmahnya, dan Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ternyata sekarang ci harus belajar lagi dari kata-kata ini, dibalik kejadian yang ci alami, ada hikmahnya, yaitu ci harus kembali lagi ke arah yang dulu pernah hendak ci capai.
Ma, Pa...maafin ici, Insya Allah ( mohon bantu hamba ya Allah ) ci akan berjuang untuk Ama n Apa, ci tidak mau memikirkan hal yang semu lagi dan hal-hal yang sebenarnya telah ada dalam ketetapan Allah.

Ya Allah...jangan engkau timpakan dosa-dosa yang telah hamba lakukan kepada kedua orang tua hamba, biarlah hamba yang menanggungnya. Dan masukkan kedua orang tua hamba ke dalam surga-Mu Ya Allah. Jadikan beliau berdua sebagai bidadari dan bidadara-Mu di surga....Amiin

0

IHSAO

Posted by Desi on 10:11 AM
Mahasiswa jurusan Akuntansi PCR hari ini dan besok, sibuk ngadain acara IHSAO ( Inter High Scholl Accounting Olimpiad ). Yaitu ajang adu pengetahuan akuntansi antar siswa-siswa SMU se Riau. Acara yang creative dan bermanfaat. Acaranya terdiri dari cerdas cermat dan essay. Kebetulan dalam acara ini ci ikut jadi salah satu juri cerdas cermat. Jadilah weekend ini di kampus saja karena acaranya akan berlangsung dari pagi sampai sore. Mungkin akan cukup melelahkan, tapi mudah-mudahan menarik. Setidaknya 2 hari ini tidak akan berlalu dengan kosong tanpa kegiatan yang tidak bermanfaat. Tapi ada dua kegiatan rutin yang jadi tertunda, yaitu masak dan nyetrika, maklum anak kost...:).
Namun secara keseluruhan, ci bersyukur karena Allah tidak memberikan ci kesempatan ( paling tidak 2 hr ini ) untuk melamun-melamun lagi ;).

0

My Lord...

Posted by Desi on 4:17 PM
Begitu banyak hal dalam pikiranku saat ini yang ingin diceritakan, tapi binggung mau mulai darimana. Segala kesedihan dan kegundahan yg telah menyesak dalam hati. Akankah Engkau membantu hamba ya Allah...ataukah diri ini terlalu berdosa sehingga Engkau tidak lagi mempedulikan hamba. Hamba tau Allah...ini adalah bentuk hukuman Mu untuk hamba, hamba telah menyia-nyiakan kasih sayang Mu selama ini. Tapi masih adakah kesempatan untuk hamba memperbaiki diri dan memohon kasih sayang Engkau lagi? Semua hal telah Engkau tetapkan, tapi bolehkah hamba memohon apa yg hamba inginkan ya Allah? Berdosakah hamba berpikiran seperti ini Allah..? Marahkah Engkau jika hamba bertanya seperti itu..? Apakah itu artinya hamba menentang Engkau?
Hamba mohon ampunan ya Allah dan bantu hamba untuk ikhlas menerima semua ketetapan Engkau...

2

Edelweiss...

Posted by Desi on 9:37 AM
Edelweiss...
Kata orang bunga ini melambangkan keabadian. Bunga kecil berwarna putih. Bentuknya tidak terlalu bagus dan juga tidak berbau harum. Tapi uniknya, ia berada di tempat yg sangat sulit dijangkau dan mampu hidup bertahun-tahun walau tidak berada di tanah, seolah-olah tidak pernah layu dan mati. Hal ini lah yang menimbulkan ketertarikan banyak orang terhadap bunga kecil ini. Si kecil putih nan tangguh.
Just like an Edelweiss.....yeah....I wanna be that edelweiss...


Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.