0
My Lovely Parent
Posted by Desi
on
10:26 AM
Tulisan ini terinspirasi dari blog-nya Rika dengan judul yg sama " My Lovely Parent " ( maaf ya ke, bukan bermaksud plagiat ) dan didukung oleh situasi dan kondisi yang berkembang saat ini ( bukan bermaksud mendramatisir ). Rika dalam blog nya ngajak kita semua untuk introspeksi diri, "Apa yang telah kita lakukan dan berikan untuk orang tua kita".
Mom and Dad, dua orang yang posisinya tak kan pernah bisa digantikan oleh siapapun, keluasan kasih sayangnya tak bisa dibandingkan dengan orang lain, meski suami sekalipun, kecuali Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Hasil introspeksi diri :
Ternyata sebagai seorang anak, ci belum melakukan dan memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan orang tua ci. Malah ci hanya memberikan beban dan dosa untuk mereka, terutama dalam tahun ini. Setahun ini ci telah jauh dari Allah, pikiran tidak lagi terpusat kepada Allah, apalagi mikiran orang tua.
Kesadaran memang kadang-kadang timbul bersamaan dengan penyesalan. Mungkin apa yang terjadi saat ini merupakan bentuk peringatan Allah kalau ci telah terlalu jauh melangkah, tapi ke arah yang salah. Mungkin Allah masih ingin ci kembali ke jalan yang benar ( entahlah ).
Dulu ci selalu mengatakan kepada teman-teman yang meminta saran bahwa setiap sesuatu itu ada hikmahnya, dan Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ternyata sekarang ci harus belajar lagi dari kata-kata ini, dibalik kejadian yang ci alami, ada hikmahnya, yaitu ci harus kembali lagi ke arah yang dulu pernah hendak ci capai.
Ma, Pa...maafin ici, Insya Allah ( mohon bantu hamba ya Allah ) ci akan berjuang untuk Ama n Apa, ci tidak mau memikirkan hal yang semu lagi dan hal-hal yang sebenarnya telah ada dalam ketetapan Allah.
Ya Allah...jangan engkau timpakan dosa-dosa yang telah hamba lakukan kepada kedua orang tua hamba, biarlah hamba yang menanggungnya. Dan masukkan kedua orang tua hamba ke dalam surga-Mu Ya Allah. Jadikan beliau berdua sebagai bidadari dan bidadara-Mu di surga....Amiin
Mom and Dad, dua orang yang posisinya tak kan pernah bisa digantikan oleh siapapun, keluasan kasih sayangnya tak bisa dibandingkan dengan orang lain, meski suami sekalipun, kecuali Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Hasil introspeksi diri :
Ternyata sebagai seorang anak, ci belum melakukan dan memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan orang tua ci. Malah ci hanya memberikan beban dan dosa untuk mereka, terutama dalam tahun ini. Setahun ini ci telah jauh dari Allah, pikiran tidak lagi terpusat kepada Allah, apalagi mikiran orang tua.
Kesadaran memang kadang-kadang timbul bersamaan dengan penyesalan. Mungkin apa yang terjadi saat ini merupakan bentuk peringatan Allah kalau ci telah terlalu jauh melangkah, tapi ke arah yang salah. Mungkin Allah masih ingin ci kembali ke jalan yang benar ( entahlah ).
Dulu ci selalu mengatakan kepada teman-teman yang meminta saran bahwa setiap sesuatu itu ada hikmahnya, dan Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ternyata sekarang ci harus belajar lagi dari kata-kata ini, dibalik kejadian yang ci alami, ada hikmahnya, yaitu ci harus kembali lagi ke arah yang dulu pernah hendak ci capai.
Ma, Pa...maafin ici, Insya Allah ( mohon bantu hamba ya Allah ) ci akan berjuang untuk Ama n Apa, ci tidak mau memikirkan hal yang semu lagi dan hal-hal yang sebenarnya telah ada dalam ketetapan Allah.
Ya Allah...jangan engkau timpakan dosa-dosa yang telah hamba lakukan kepada kedua orang tua hamba, biarlah hamba yang menanggungnya. Dan masukkan kedua orang tua hamba ke dalam surga-Mu Ya Allah. Jadikan beliau berdua sebagai bidadari dan bidadara-Mu di surga....Amiin

