0

Field Trip

Posted by Desi on 12:59 PM
Akhirnya setelah melakukan perjuangan dengan tingkat stress yg sangat tinggi, bikin sakit kepala dan tidak connect lagi dengan pekerjaan yang lain, field trip ke CPI besok jadi juga. Sempat menimbulkan masalah karena surat permohonan ijin masuk lingkungan CPI yg telat diserahkan, padahal DP bus sudah dibayar. Kalau pun di undur, tetap saja akan kena sanksi. Unutk mengurus dana yg normal saja sudah susah apalagi untuk dana yg timbul karena kesalahan sendiri.

Tapi setidaknya satu masalah sudah selesai.

Namun datang masalah yang lain, savety equipment untuk kesana ternyata tidak cukup. Savety helm dan google InsyaAllah terpenuhi, tapi savety shoes ga cukup. Tanpa savety shoes, siapapun tidak boleh memasuki field-field yg dikunjungi. Padahal besok pagi sudah berangkat, tapi sekarang baru dicari kekurangannya :(. Lagi-lagi ci menimbulkan masalah. Sampai-sampai pimpinan se PCR heboh.

Padahal baru kemaren merasa sangat bahagia ketiga mendapat kabar bahwa kami ( rombongan akuntansi kelas 2 PCR ) boleh mengunjungi beberapa site Chevron. Tapi sorenya lemas lagi.

Hhhhhh.....tolong aku Allah :(

0

Because of You

Posted by Desi on 11:37 AM
If ever you wondered if you touched my soul, yes you do.
Since I met you I'm not the same.
You bring life to everything I do.
Just the way you say hello.
With one touch I can't let go.
Never thought I'd fall in love with you.

Because of you. My life has changed.
Thank you for the love and the joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you.

Sometimes I get lonely and all I gotta do is think of you.
You captured something inside of me.
You make all of my dreams come true.
It's not enough that you love me for me.
You reached inside and touched me internally.
I love you best explains how I feel for you.

Because of you. My life has changed.
Thank you for the love and the joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you.

The magic in your eyes, true love I can't deny.
When you hold me I just lose control.
I want you to know that I'm never letting go.
You mean so much to me,
I want the world to see it's because of you.

Because of you. My life has changed.
Thank you for the love and the joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you. My life has changed.
Thank you for the love and joy you bring.
Because of you I feel no shame.
I'll tell the world it's because of you

(Keith Martin)

For My Special One...Thank You Uda... :)

1

Orang Norak

Posted by Desi on 7:46 AM
Allah menciptakan manusia dengan berbagai bentuk, sikap, sifat dan kepribadian. Tapi ci tidak menyangka kalau Allah akan mengenalkan ici dengan seseorang yang sangat norak. Jujur tingkah noraknya itu mengganggu ci. Tapi syukurnya ada teman-teman yang selalu menenangkan hati ci. Thank's for your att and help sists...

0

Ingin Cutiii....

Posted by Desi on 7:16 AM
Melelahkan sekali semester ini. Rasanya tubuh ini mau tumbang. Ingin cuti, tapi belum bisa, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan tidak bisa ditunda :((

0

Our Plan - God Said - Our Destiny

Posted by Desi on 12:37 PM
Kita sering berandai-andai dan seolah-olah berkompromi atau bersepakat dengan Tuhan, Allah...jika engkau berikan aku pekerjaan, aku akan mulai menabung. Jika Engkau memberikan rejeki melimpah, aku akan membahagiakan orang tua ku, jika Engkau berikan aku pendamping hidup, baru batinku akan tenang. Jika dulu seperti ini, pasti akan begini atau begitu.

Sering kita berkata-kata seperti itu dalam hati dan akhirnya syaitan memplesetkannya menjadi sebuah penyesalan.

Beberapa waktu lalu, ci pernah mengikuti beberapa tes masuk kerja. Setiap tes yg ci ikuti itu selalu gagal pada tahap akhir. Sebenarnya bukan ci tidak mau belajar dari kesalahan-kesalahan yg ada pada tes-tes sebelumnya. Tapi ada satu ganjalan dihati yg menyebabkan ci menjalaninya dengan setengah hati. Padahal siapapun sangat berharap bekerja di tempat-tempat yg ci ikuti tes itu, seperti tes BI tahun lalu.

Sewaktu ci dapat kabar kalau ci lulus untuk ikut tahap wawancara akhir ke Jakarta, yang terbayang oleh ci bukan kesenangan akan lulus, karena satu langkah lagi yg harus dijalani dan akhirnya ci jadi pegawai BI, tapi bayangan akan berada jauh dari orang yang ci sayangi. Kalau ci lulus dan nanti penempatannya jauh dari Padang, apakah hubungan yang telah erat itu harus putus dan lepas karena jarak dan perbedaan yg muncul?

Akhirnya ci mengikuti tes wawancara ke Jakarta dengan semangat 50 : 50. Dan hasilnya kita mendapatkan sesuatu sesuai dengan yg kita usahakan, ci tidak lulus.

Lalu akhir tahun kemaren juga ada lowongan di BPK, 300 org akuntan yg akan diterima. Ci memutuskan tidak ikut, karena memang sudah tidak semangat lagi ikut-ikut tes dan masih, menggunakan alasan yg sama dengan tes BI.

Ci berpikir, kalau berada jauh dari orang yg ci sayangi, hubungan yang telah begitu erat, akhirnya akan putus ditengah jalan, sehinga ci memutuskan untuk tetap berada dekat dengannya. Tapi Allah punya keputusan lain, jika ada jodoh, sejauh apapun jarak tetap akan bersatu. Tapi kalau tidak ada jodoh, sedekat apapun tidak akan jadi.

Lalu jika Allah mempersatukan kami sekarang, mungkin hati ini akan bisa tenang. Itu menurut kita, tapi Allah punya rencana lain. Siapa tau kalau sekarang kami bersatu ada saja hal buruk atau masalah yg akan terjadi dan kami tidak mampu mengatasi masalah tersebut. Mungkin Allah ingin kami belajar lebih banyak lagi dan menguji kemampuan kami lagi untuk akhirnya membuat keputusan besar itu.

Sekarang ci menyerah, tidak mau ngotot, lelah kalau harus memikirkan itu terus. Ci harus belajar untuk percayakan semuanya pada dia dan Allah. Belajar ikhlas, biarkan semuanya mengalir apa adanya. Kalau dipikirkan terus, lama-lama akan stress sendiri, bikin penyakit baru :)

Kalau dipikir-pikir, kadang ada benarnya juga kalau wanita itu takdirnya menunggu....entahlah....

0

Baitii Jannatii

Posted by Desi on 1:33 PM
Minggu kemaren lihat berita di RCTI, tentang lomba menggambar untuk anak-anak korban lumpur Lapindo. Mereka di suruh menggambar rumah mereka yang sekarang sudah terendam lumpur. Menyedihkan sekali, mereka rata-rata menggambar rumah ( sambil mengira-ngira bentuk rumah mereka yang dulu ), yang dikelilingi lumpur. Sudah lebih setahun mereka tidak melihat rumah itu lagi karena sudah terendam lumpur sehingga mereka harus tinggal di pengungsian.

Nonton berita tersebut menimbulkan keharuan dan mengingatkan ci pada masa kecil dulu. Kalau disuruh menggambar rumah tempat ci tinggal dulu, Insya Allah masih ingat. Kebetulan sejak tahun lalu rumah di Padang direnovasi. Sebenarnya bukan renovasi, tapi dirombak habis dan dibuat yg baru. Namun kenangan akan rumah yg lama tidak pernah hilang.

Meskipun rumah itu kecil dan semi permanent, kalau hujan sering banjir, atapnya sudah banyak yg bocor, sehingga Apa harus sering naik ke atap untuk memperbaikinya, trus kayu-kayunya pun sudah banyak yg keropos (lapuk), tapi rumah itu telah memberikan kenyamanan yg luar biasa. Seolah-olah segala keberkahan selalu mengalir tanpa henti dan menaungi orang-orang yg tinggal di rumah itu.

Sewaktu gempa kota Padang dulu, ketakutan akan tsunami menghantui warga. Saat berkumpul di teras bersama-sama saling menghilangkan ketakutan akan gempa dan isu tsunami, kami masih sempat bercanda, kalau gempa InsyaAllah rumah kayu tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi kalau tsunami, rumah kayu ga kuat :). Saat yg menakutkan itu menjadi saat-saat yg mengharukan, karena kebersamaan dapat menenangkan hati.

Ci masih ingat setiap sudut rumah itu beserta isinya. Tempat ci menyusun buku, meja lipat untuk belajar, tv di kamar, lemari pakaian dan bofet pajangan yg sekaligus digunakan sebagai tempat penyimpanan pecah belahnya Ama. Dalam bofet itu banyak pajangan kecil yg unik-unik, karena ci dan nia suka mengoleksi pajangan unik seperti miniatur2 tujuh keajaiban dunia. Sampai-sampai Ama waktu pergi ke Mekah, melihat ada pajangan rumah-rumah kecil dan Ka'bah kecil, langsung membelinya karena ingat kalau anak-anaknya suka mengoleksi pajangan.

Dibawah tempat tidur juga dijadikan sebagai gudang untuk menyimpan kain-kain perca dari jahitan Ama & Apa. Kalau ada orang yg butuh, kain perca itu dijual per kilo. Ruang tamu sekaligus jadi tempat menjahit Apa dan Ama. Setiap hari rumah itu diributkan oleh suara mesin-mesin jahit. Setiap ruang di rumah itu saling terhubung tanpa pintu yg terkunci. Disebelah kamar ci ada ruang belakang yg langsung nyambung dengan dapur. Ruang belakang ini sebagai tempat makan dan letak peralatan-peralatan makan dan ( otomatis ) tempat penyimpanan juga. Setiap bagian di rumah itu selalu dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Jadi kalau kita masuk, akan terlihat rumah yg kecil dengan isi yg sangat padat.

Pernah ada satu pernyataan dari seorang teman yg masih ci ingat. Teman SMP dulu, dia pernah ke rumah dengan mamanya untuk keperluan membeli jahitan Apa. Sewaktu di rumah dia bilang, "Adem ya disini, udaranya sejuk meskipun rumahnya kecil dan sempit". Senangnya dia bilang seperti itu. Memang suasana di rumah itu asri, karena di luarnya ada pohon belimbing dan tanaman berbunga di halaman. Mungkin kesejukan yg dia rasakan selain berasal dari tanaman itu, juga berasal dari hati-hati yg terkumpul yg selalu merasa bersyukur atas apapun yg dialami di rumah itu. Bahkan teman-teman SMU dan kuliah pun banyak yg suka berkunjung ke rumah dan ada juga yg sampai numpang tidur :)

Lingkungan rumah nya juga ramai, tidak ada individualitas disana. Lokasinya dekat dengan pasar, juga dekat dengan mesjid, disebelah mesjid malah. Kemana-mana dekat, bisa jalan kaki, kalau pun harus naik angkot, cukup satu kali. Kalau Sonny bilang, di tengah pasar ya ci... jualan kali Son ditengah pasar :D

Sekarang rumah kecil dan sempit yg selalu banjir dan bocor dimana-mana itu sudah tidak ada lagi. Kini telah berganti dengan rumah permanent. Pohon belimbing yg selalu berbuah itu juga sudah tidak ada. Tapi suara-suara mesin jahit masih ada, walau tidak sesering dulu lagi. Karena Bapak dan Ibu penjahitnya sudah tua, tidak sekuat dulu lagi. Hanya kalau ada pesanan saja mesin jahit itu berbunyi, atau kalau ada pakaian yg harus diperbaiki.

Namun, tetap saja kebiasaan menjadikan setiap sudut sebagai tempat penyimpanan masih ada. Lemari pakaian dan Bofet pajangan itu masih ada, masih lengkap dengan semua pernak-perniknya. Hanya pemiliknya yg tinggal di sana yg sudah tidak sama dengan dulu lagi. Ama dan Apa lah sebagai penghuni rumah itu. Setiap akhir minggu, nia pulang ke Padang, karena dia bekerja di Bukittinggi. Sedangkan ci bisa pulang satu kali dalam sebulan, atau kalau ada kejadian luar biasa, bisa dua kali sebulan. Kakak laki-laki ci juga bekerja di Batam, biasanya dia pulang satu kali setahun. Semuanya hidup terpisah-pisah.

Tidak ada yg bisa menggantikan kenyaman berada di rumah sendiri dan kebersamaan dengan orang-orang yg kita sayangi :) Baitii Jannatii...

1

The Best For Me

Posted by Desi on 12:57 PM
Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang jelek menurut kita, belum tentu jelek menurut Allah.

Dulu ci paling tidak mau tinggal di Pekanbaru. Alasannya Pekanbaru itu panas, sumpek, dan tidak nyaman banget tinggal di situ. Dulu ci tidak ingin menjadi dosen, karena lebih senang kerja kantoran. Menjadi dosen adalah karena keinginan mama.

But now... I took my words back. Sekarang ci harus tinggal di Pekanbaru dan bekerja sebagai seorang dosen. Ternyata Allah berkehendak lain. Apa yg jelek menurut kita belum tentu baik menurut Nya. Malah ci sempat berkata, sepertinya Allah memberikan apa yg tidak kita suka...

Dulu ci pernah merasa tidak senang dengan seseorang, karena sangat jauh dari yang ci harapkan. Tapi sekarang, ci sangat menyukainya, dan sangat berharap bisa menyempurnakan agama bersama-sama dengannya. Berdoa semoga kami bisa sama-sama membimbing menuju surga Allah.

Tapi cita-cita itu belum terlaksana, entah lah apakah dia adalah yang terbaik menurut Allah. Tapi ci berharap dan selalu berdoa, jika memang dia yang terbaik, mohon dimudahkan jalan kami. Ketetapan Allah itu sudah ada, tinggal kita berusaha dan berdoa utnuk meraih dan mendapatkannya sehingga takdir itu benar-benar terjadi. Hidup ini penuh sebab akibat, kata Agus Mustafa.

Semoga postingan ini membantu ci untuk introspeksi diri, bahwa tidak ada yang perlu disedihkan dan dicemaskan. Serta tidak perlu takut akan kehilangan. Dan mudah-mudahan bisa benar-benar membantu ci untuk kembali pada diri ci yang dulu, yang selalu ikut jalur yg ditetapkan, dan tidak berlebihan dalam menaggapi sesuatu. Kembali jadi diriku yang selalu sabar dan tenang dalam menghadapi sesuatu.

Semua yg ada dibumi ini hanya kepunyaan Allah, kita hanya meminjamnya dan nanti akan dikembalikan lagi.

wassalam

1

Everlasting Friends

Posted by Desi on 12:54 PM
Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung...

Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga...Kenapa??Karena CINTA itu buta...

Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...Kenapa??Karena... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!

Di dalam telaga CINTA hilang...Kenapa??Karena... CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari apalagi dalam telaga yang gelap...


Sedangkan KAWAN masih lagi mencari-cari dimana CINTA & terus menunggu..Kenapa??Karena... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia...kan ??

so, hargai lah KAWAN kita

Walau kita punya couple, teman still paling setia.

Walau kita punya harta banyak, teman still paling berharga.


( taken from sari's email )

**************************************************************************

Yah...Friendship - Forever...

Penyakit kangen sama teman-teman lagi kambuh :( Satu persatu mereka pergi mengejar masa depan masing-masing. Kota yg dulu dipenuhi oleh teman2 yg hueboh dan menyenangkan itu kini sepi dari mereka. No more their face.
Pengumuman hasil tes BPK hari jumat lalu sangat menggembirakan, sebagian besar teman2 akuntansi Unand lulus. Senang sekali, akhirnya mereka mendapatkan apa yg diinginkan. Tidak sia-sia perjuangan Tim akreditasi Akuntansi Unand 3 tahun yang lalu, yang menghantarkan Akuntansi Unand menduduki peringkat 3 di Indonesia setelah UI dan UGM dengan akreditasi A. Sehingga alumni2 Akt Unand diperkenankan ikut tes BPK dan sekarang bukan hitungan jari lagi alumni Akt Unand di BPK
Special for Rika...Selamat ya sist, setelah 2,5 th, akhirnya dirimu memperoleh jawaban yg diinginkan. Ci turut bahagia Ka. Tapi ada sedikit rasa sedih di hati, karena kita tidak bisa bertemu sesering biasanya. Biasanya kalau ci pulang ke Padang, kita bisa ketemu, kumpul-kumpul, sharing and curhatan. Tapi sekarang, sudah susah ya Ka...Fanfest pun makin sepi dan tidak ada lagi Rika si OP yg manis :). Mudah2an penempatannya ga jauh-jauh dari Padang.


Sekarang tinggal Pepi yg masih di Padang, tapi ga bisa bebas seperti dulu lagi karena sudah punya tanggungjawab besar sebagai seorang istri :). Soon Nisa juga pulang setelah menyelesaikan S2 nya,
Cici juga sudah sibuk dengan kehidupan barunya :). Sementara Eka di Tembilahan juga akan menjalani kehidupan baru :). Semua punya kehidupan masing-masing yg sudah berbeda dari sebelumnya.
But....who nows... Time can change anything.... Depent on The Creator.. We just the actress and actors.
Walaupun terpisah, mudah-mudahan komunikasi kita tidak putus ya... :)
Wassalam



0

Radio PCR

Posted by Desi on 1:59 PM
Alhamdulillah, hari ini cerah, walaupun subuh tadi hujan, tapi ternyata paginya cerah. Dan siang ini mataharinya juga terik sekali. Hari yg cerah begitu juga dg suasana hatiku saat ini :). Badmood nya sudah hilang, karena pemicunya sudah ci ketahui dan sudah bisa diatasi. Tapi pemicu nya tidak sama dg postingan temporary nya rika waktu itu ;)

Teman-teman, di PCR saat ini sedang hangat-hangatnya ber-radio PCR. Setelah sekian lama persiapan, akhirnya civitas PCR bisa juga mendengarkan siaran radio PCR dan juga bisa ikut siaran. Akhirnya bermunculanlah penyiar-penyiar dan narasumber dadakan di kampus ini. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, dosen-dosen pun ikut mengisi acara. Maklum masih baru :)

Serunya, kita diruangan pun terhibur dengan acara-acara yg disajikan. Apalagi kalau suasana sedang serius2 dan sibuk, berguna sekali untuk mengusir kejenuhan dan mengajak kita tertawa. Tapi jangan lupa dengan tugas ya bapak2 dan ibu2 :)

Oh iya, untuk teman2 yang belum mengenal PCR, sedikit promosi nih, silahkan berkunjung ke web PCR : http://www.pcr.ac.id/. Kenapa ci promosiin kampus ini? Karena akhir2 ini ci merasakan kebanggaan bisa mengajar disini. Karena prestasi2 yang diraih mahasiswanya baru2 ini terutama dibidang teknologi di tingkat nasional. Selain itu perkembangan teknologi yg ada di PCR pun sangat pesat. Apalagi yg berkaitan dengan dunia cyber.

So...berkunjung ya teman-teman... :)

0

Voice of My Heart

Posted by Desi on 11:20 AM
Tidak tau mau nulis apa...Saat ini, diruangan ini sedang mengalun lagu KKSK dari Digta. Sepertinya lagu itu cocok sekali untuk menggambarkan suasana hati ci saat ini. Melow sekali yah... :) tapi benar begitulah adanya. Hua...huaaaa....pengen nangis nih teman2. Lagunya menimbulkan keharuan dihati....




Berharap postingan ini dibaca dan suara hati ci didengar....Hope so...

0

Labil

Posted by Desi on 7:30 AM
Sejak minggu sore lalu, saat aku hendak meninggalkan kota yg sangat ku cintai, Padang, diri ini serasa sangat tidak terkontrol. Bawaannya mudah tersinggung dan marah-marah. Entahlah, ci merasa diri ini sangat labil. Mungkin karena hal yg singkat namun sangat menyakitkan itu membuat ci kehilangan kendali. Terasa sekali keberadaanya dan restunya sangat ci butuhkan untuk kembali ke kota Pekanbaru ini untuk memulai aktivitas yang melelahkan.


Namun kejadian sore itu masih berlanjut sampai saat ini. Ci belum bisa tenang sampai kami benar-benar membahas dan menyelesaikan masalah ini. Ci sudah kenal sifatnya, setiap ada masalah, kalau belum diselesaikan atau dibicarakan secara serius, berarti dia masih akan BT. Setidaknya dia harus ngomel-ngomel dulu, baru tenang.


Sebenarnya sejak sampai di Pekanbaru ini ci sudah mendapat telp dua kali, tapi ci masih bisa merasakan kalau telp itu hanya untuk menenangkan ci sesaat. Ci tau kalau ada masalah yg tidak disampaikan ke ici. Biasanya kalau sudah seperti itu, ci hanya akan diam dan tidak mengganggu, biarlah dia menenangkan hatinya dulu.


Sampai masalah ini benar2 diselesaikan, kemungkinan ci akan uring-uringan terus :(

0

Uring-uringan

Posted by Desi on 7:30 AM
Sejak sore akan berangkat ke Pekanbaru sampai saat ini, ci bawaannya badmood mulu. Ada saja orang yg berbuat salah dan ci tidak suka, dengan mudah saja ci ngomel2 dan marah2 untuk hal yang tidak jelas. Mudah tersinggung dan tidak sabar. Setelah terjadi, baru nyadar dan merasa bersalah sendiri. Kenapa ya jadi moody begini...:(

0

A Letter

Posted by Desi on 7:13 AM
Assalamu'alaikum Wr Wb

Tak ada sesuatupun yang membuat kami bahagia selain mendengar, melihat, merasakan kebahagiaan Mama dan Papa. Ini dari kami berlima melalui surat ini Mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih. Atas perhatian yang Mama dan Papa beri pada kami semua. Hanya melalui surat ini kami dapat menyampaikan isi hati kami. Semoga Mama dan Papa mengerti, kami sayang .....

Tak seorangpun yang akan berkata jauh dari orang tua itu senang, termasuk kami. Ngumpul bareng, makan bareng, canda gurau, gotong royong, dan apapun namanya. Tapi dengan jarak inilah, kami menyadari arti kasih sayang yang Mama, Papa beri untuk kami.

Mama... ( Jelmaan Tuhan yang diturunkan kebumi ). Tanpamu kami ga akan tahu apa kenikmatan hidup ini. Kasih sayangmu, perhatianmu, membuat kami tumbuh menjadi anak yang dikenal baik, bagi teman-teman maupun yang lain. Air susumu yang mengalir dalam tubuh kami, membuat suatu antibody yang dapat menghindari berbagai penyakit. Masakanmu yang selalu kami santap menjadikan kami anak-anak yang sehat dan juga pintar. Pendidikan yang Mama beri membuat kami mengerti mana hal yang buruk ataupun sebaliknya. Rasa sayang yang Mama beri membuat kami tumbuh untuk dapat menyayangi semua makhluk yang Ia ciptakan.

Kami bersyukur kepada Allah yang memberi kami seorang ibu seperti Mama. Keteguhanmu, ketegaranmu menghadapi ujian dari Nya, Mama lalui dengan senang hati. Tiap hari, tiap jam, maupun tiap detik kami tak dapat membayar semua pengorbanan yang mama beri. Kami hanya bisa berdoa, dan terus berdoa untuk kebahagiaan Mama baik didunia yang fana ini maupun di alam sana nanti.

Kami berjanji membuat Mama senang, kami akan tunjukkan pada dunia kelima anak yang Mama bina akan menjadi orang baik didunia maupun bekal akhirat nanti. Kami minta doa dan restumu Mama, Ridhoi perjuangan anak-anakmu ini sebab ridho Illahi ada di ridhomu. Terimakasih Mama.

Khusus dari anak sulungmu yang membuat Mama kerepotan. Awal kelahiran dia telah menyusahkanmu. Membuatmua tak dapat bergerak dan harus berbaring dirumah sakit dalam beberapa minggu. Belum malam yang selalu membangunimu untuk mengganti popok, sungguh aku minta maaf Mama...Seingatku telah berulangkali membuat Mama menangis atas kebandelanku. Mama kecewa atas tindakanku, dan banyak lagi dosa-dosa yang tak dapat kuungkapkan satu persatu.

Papa...pahlawan dalam hidup. Kami bersyukur mendapati seorang Papa sepertimu. Walaupun kami memiliki Papa yang super sibuk, yang dingin, yang jarang bertanya apa saja tentang anaknya, yang jarang berkumpul pada kami, yang selalu pergi pagi pulang malam, dan yang tak pernah terucap kata sayang pada kami. Tapi kami tahu Papa kami sangat menyayangi kami. Tapi kami memiliki Papa laksana pahlawan bukan saja pada kami melainkan bagi adik-adiknya, walaupun dia tahu masa depannya akan selalu tetap duduk didepan mesin yang menghitung harga-harga dari langganannya. Ia memikul beban agar adik-adiknya berhasil sampai menjadi orang. Kami bangga, kami bangga... adik-adikmu berhasil kenapa kami tidak. Kami berjanji kami akan membalas segala jasamu kami akan menjadi orang yang soleh berguna bagi agama nusa dan bangsa.

Pada tiap tetesan keringatmu berarti bagi kami. Kesedihanmu duka yang sangat bagi kami. Kami bersyukur punya ayah seperti Papa. Maafkan kami.... terimakasih atas pengorbananmu. Kami berharap dengan sangat atas keridhoaanmu pada kami. Diridho Papa terdapat sang ridho Illahi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Surat tadi ditulis oleh lima orang ponakanku :) Walaupun sebenarnya yang memotorinya Corry, anak sulung, tapi surat itu ditandatangani oleh kelimanya. Bahkan Faiz, si bungsu, yang saat itu belum bisa menulis dan membacapun ikut menandatanganinya.

Saat membuat surat itu, Corry baru lulus dari SMU dan akan melanjutkan kuliahnya di Bandung. Sementara Ivon, anak kedua, sebelumnya sudah tinggal jauh dari orang tua, SMP dan SMU nya di Al Zaitun. Dan Nando, anak ketiga, juga tidak tinggal dengan orang tuanya, tapi diasuh oleh tantenya di Padang. Surat yang sudah diketik itu diserahkan ke Gorbi, anak ke empat, yang tinggal di Pekanbaru dengan orang tuanya.

Surat ini membuat ci terharu, menakjubkan sekali, anak2 yang masih kecil-kecil ini sudah berpikiran dewasa dan sangat maju, santun dan patuh pada orang tua. Kita saja yang sudah sebesar ini mungkin tidak terpikir untuk berbuat seperti itu ( mungkin ci saja yg belum berpikir spt itu :)). Makin harunya karena sekarang ci juga sudah merasakan betapa tidak enaknya hidup jauh dari orang tua.

So....Apakah teman-teman semua juga pernah merasakan hal yang sama saat berada jauh dari orang tua?

0

Kesibukan di hari UMPCR

Posted by Desi on 3:12 PM
Hari ini melelahkan sekali, karena di PCR ada kesibukan UMPCR ( Ujian Masuk PCR ). Kebetulan ci kebagian tugas ngatur konsumsi, jadilah dari sejak pagi tadi sampai siang ini ngatur snack dan makan siang untuk peserta ujian, panitia dan staff.

Alhamdulillah ujian UMPCR I ini berjalan dg lancar, walaupun ada sedikit kepanikan berkenaan dg makan siang. Ternyata ada dua orang staff yang tidak terdata untuk lunch. Namun akhirnya bisa cepat ditangani. Sekarang sedang dilakukan proses koreksi lembar jawaban, snack mereka pun sudah disediakan. Berarti tugas ci untuk UMPCR I ini sudah selesai, tinggal membuat report keuangannya. Itu pun sudah 75% selesai.

Besok ada kesibukan lain lagi, yaitu ujian UTS. Kalau untuk kegiatan ini, ci haya kebagian jadi pengawas ujian karena panitianya adalah prodi komputer.

Tugas berat yg harus ci emban untuk dua bulan ini adalah pengurusan akreditasi prodi akuntansi di PCR, bikin evaluasi diri dan mengumpulkan data sejak prodi ini didirikan sampai sekarang. Akan sangat menyita pikiran dan tenaga. Tapi tidak apa2, demi kemajuan dan mengangkat pamor prodi akuntansi yang "little bit" serasa anak tiri di institusi ini.

Mudah-mudahan mahasiswa baru angkatan 2007 nanti, yang masuk ke jurusan akuntansi jumlahnya banyak dari angkatan 2006 yg hanya 13 orang. Kabarnya peminat akuntansi tahun ini menempati urutan kedua setelah teknik informatika. Dan berdasarkan data peserta ujian tadi, akuntansi sekitar 40 orang. Jika semuanya lulus ditambah dengan calon mahasiswa dari jalur PSUD, dan UMPCR II, mhsw akuntansi 2007 akan ada 2 kelas atau mungkin lebih. Di PCR satu kelas max 30 mhsw, sehingga perkuliahan lebih nyaman. Semoga saja harapan ini jadi kenyataan dan prodi akuntansi tidak disepelekan lagi oleh jurusan lain.

Wassalam

1

I'm Back

Posted by Desi on 2:47 PM
Setelah lebih dua bulan, vacum dari dunia berblog-an, akhirnya ci kembali :). Untuk teman2 setia blog ini, silahkan kembali berkunjung dg komen2 dari teman semuanya. Mudah2an disela-sela kesibukan, ci masih sempat posting. Wah...senang sekali rasanya bisa cerita dan curhat di blog ini lagi. Ci pikir blogger masih dibanned. Tapi secara tak sengaja, barusan iseng2 buka blogger lagi, ternyata bisa. Terima kasih untuk bapak2 di puskom yg telah mengaktifkan blogger lagi... :)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.