4

Makhluk Istimewa

Posted by Desi on 10:58 AM
Wanita adalah makhluk istimewa dalam pandangan mataku. Wanita dianugerahi dua hal yg berlawanan, pertama hati dan perasaan yang lembut, mudah terluka, rapuh, sensitif, tapi di sisi lain, wanita juga memiliki hati yang tegar dan kuat.

Hati yang lembut untuk memberikan kasih sayang pada keluarganya, dan hati yg tegar untuk menjadi kuat ketika berbagai permasalahan datang sehingga dia tetap menjadi pelindung bagi anak-anak dan orang yg disayanginya.

Wanita adalah makhluk yg kuat dan tangguh, karena mereka memiliki rahim, dan sanggup mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan buah hatinya. Laki-laki tidak akan sanggup melakukan hal ini. Dan dari rahim itulah mereka memiliki kasih sayang yang sangat tulus dan besar untuk dicurahkan kepada orang disekelilingnya.

Wanita dari ras dan warna kulit manapun, sunnatullahnya adalah cantik dan kecantikannya akan semakin terpancar jika mereka memiliki hati yang cantik. Kecantikan hati menyebabkan kecantikan lahir. Sangat disayangkan jika seorang pria mencintai wanita hanya dari lahirnya atau fisiknya saja, dan yg lebih parah hanya dari penampilan saja. Berarti yg mereka cintai adalah hal yang semu sebab fisik sifatnya sementara dan penampilan bisa dipoles.

Untuk seluruh wanita di dunia, terutama untuk seluruh ibu di dunia, kalian adalah wanita yang cantik karena kecantikan kalian berasal dari hati yang tercermin dari cinta yang kalian curahkan dengan tulus untuk keluarga. Untuk kita semua wanita yg cantik dan makhluk istimewa, yang sdh jadi ibu dan yg akan jadi ibu, selamat hari ibu :).

3

Perjalanan Mencapai Titik Dan Kehidupan Sesungguhnya

Posted by Desi on 9:43 AM
Another message from my student
*********************************

Sekian lama mengarungi hari-hari ditemani oleh buku-buku yang berisikan rumus,soal yang berlandasan kurikulum tuk melatih pemahaman dan daya pikir seseorang. Mulai dari pagi hingga mentari menyelinap dibalik awan. Tiada kata yang dapat terucap tuk menguraikan kisah pengembangan ilmu di bangku perkuliahan, hanya satu kata yang ada dan terukir jelas dibenakku yaitu “ A Moment To Remember “. Semua yang didapat tak akan ku biarkan pergi dan berlalu begitu saja dimakan waktu. Karna hanya mendapatkan selembar kertas yang bertuliskan tinta aku harus mengalami pergantian musim,dan membiarkan usia terbuang hanya tuk memandang buku di depan mata.

Saat menggenggam ijazah yang ku terima 29-10-2011,aku selalu berfikir dan berfikir tanpa henti meskipun orang disekelilingku memancarkan kebahagiaan di binar bola mata mereka. Bagiku ini adalah beban terbesar yang ku terima saat ini dalam kehidupan sesunguhnya dan mencari identitas siapa diriku nantinya. Karena kemana kertas ini ku bawa dan apakah dapat meraih mimpi yang sempurna..?

Saat keluar dari ruangan semua pada bersorak bergembira karna tak kuasa menahan rasa haru dan bangga. Aku pun mulai melangkahkan kaki tuk keluar dari ruangan dan mulai memejamkan mata sesaat tuk meresapi dari suasana disekelilingku dan lalu menghilang. Di sepanjang perjalanan aku selalu berfikir sambil memandang di tepian jalanan dan mulai buat komitmen yaitu saatnya aku berlaga tuk selanjutnya dengan sendiri aku bisa tanpa meminta-minta kepada orang tua yang selama ini memberikan semuanya dan akan membuat mereka merasakan manisnya buah yang mereka pupuk selama ini hingga mendapatkan gelar Ahli Madya. keesokan harinya aku mengubah game dalam hidup untuk mendapatkan suatu pencapaian mulai membenah diri dengan mengingat apa yang kurang dan apa yang perlu ku perbaiki dalam diri tuk kehidupan selanjutnya. Setiap hari aku selalu mencari kesempatan tuk temui sis keberuntungan dengan diiringi do’a tuk meminta kepada yang kuasa dan melakukan segala upaya selagi aku bisa melakukannya.

Di sela-sela upaya pencarian identitas diri tak luput dari dukungan orang2 terdekat meskipun 99% diantaranya adalah usaha sendiri akan tetapi tanpa 1% tiada kesempurnaan yang didapat dalam 100%.

Note : jangan sesekali berharap dan menggantungkan nasib kita kepada arang lain karena jika orang tersebut tidak bisa mewujudkan harapan dan mimpi kita maka rasa benci yang akan timbul dalam diri meskipun hanya sebentuk rasa kekecewaan. Ingat apa yang ada dipikiran kita sekarang itulah diri kita sesungguhnya walaupun kita tidak menyadarinya. Dan keluarlah dari zona nyaman yang kita miliki sekarang untuk meraih mimpi dan menggenggam pencapaian karena kenyamanan yang ada sekarang tidak akan merubah kehidupan yang lebih baik melainkan terhenti disitu saja yang seolah membuat kita kekehidupan yang lebih baik padahal kita tetap pada poros lingkaran roda dan kita harus tetap mengingat bahwa zaman terus berubah,dan jangan mau ada pada posisi poros tersebut.

By : Ade Firman Amd graduated from PCR

***************************
Komentar saya dan reply atas postingan ini :

Desi Handayani

sy setuju dg note nya.. Senang km sdh bljr hal trsbt dr kehidupan

Ade Firman

yang di atas note sebuah trial pencapaian mimpi buk, skr lagi merintis jadi hanya bsa membuat trial nya, hehehe...semua tercipta tak terlepas dari kseharian didikan di kampus buk.seperti pembentukan karakter dan pola pikir, karena sebagian besar pemikiran seseorang ditentukan oleh lingkungan

0

Seutas Kata untuk Sahabat

Posted by Desi on 9:34 AM
Ini message dari seorang mahasiswaku yg baru saja diwisuda bln Oktober lalu.

*******************

“Seutas Kata Untuk Sahabat”


Berawal dari dunia baru, seolah baru terlahir dan berada di planet asing yang tak satupun yang dikenal karna bertemu dengan orang’’ berlatar belakang yang berbeda, pemikiran yang berbeda dan tak lain daya pengucapanpun berbeda. Semua terasa aneh dan butuh penyesuaian untuk saling kenal. Namun lambat laun, dengan bergulirnya waktu, bergantinya musim dari hari ke hari, dedaunpun berguguran hingga waktunya tiba akan keterbiasaan, terbiasa akan keanehan dan menyatu dalam satu rasa. Rasa dimana memiliki arti tersendiri dalam hati, yaitu rasa memiliki yang seolah rasa itu menyatu dalam hati n menjadi keluarga.

Setiap problematika dalam kehidupan dipecahkan bersama, mulai dari kesibukan dengan tugas yang tak henti”nya menghujani kami dan menumpuk. Membuat suatu kelompok dimana yang satu membuat dengan ide dan gagasan, sementara diwaktu yang sama yang lain membuat pulpen menari" diatas kertas melalui jemari dan jari" yang semestinya pulpen bekerja diwaktu pagi hingga petang oleh stiap orang dalam dunia kerja. Ditempat yang berbeda ada yang memecahkan masalah dan mencari solusi dari soal disaat orang’’ tertidur pulas dan tak mampu tuk berfikir. Itu semua dilakukan demi tuntutan kurikulum dan suatu kewajiban oleh mahasiswa akan tumpukan tugas.

Canda tawapun tercipta diselasela kesibukan, dimana kesibukan yang membuat panik akan tugas yang mesti dikumpul esoknya. Bermain dengan roda dan poros bumi yang selalu berputar seolah’’ kita takkan pernah terpaku dan terhenti diporosnya. Meskipun semua itu akan terjadi disuatu masa. Hanya satu kata yang ada dalam hati saat itu meskipun kata itu tak terfikirkan dan terucap dibibir ”biarkan waktu yang akan menjawab akan perpisahan”.

Kita selalu bermain dengan awan dan bintang, dimana awan yang indah berpelangi saat habis hujan mataharipun menjelang dan cahaya bintang yang bersinar putih dimalam hari yang mewakili perasaan kita yang tanpa terbebani karna kita bersama, satu keluarga dan KITA MENGHADAPI SEMUA.

Ini bukan akhir dari segalanya, tapi ini awal dari kehidupan kita yang sesungguhnya. Lembaran baru, lembaran putih dimana tak sepercikpun tinta diatasnya. Kita mesti melanjutkan kehidupan ini walaupun tak seorangpun menginginkan hal ini terjadi. Tak seorangpun menginginkan perpisahan ini, disaat rasa itu memuncak kita terpisah, saat rasa memiliki itu ada dalam hati. Meskipun kita terpisahkan oleh jarak dan waktu tapi kita tetap saudara dan jiwa ragamu selalu ada dan tetap trusss ada di hatiku teman. Itulah hidup karna ada pertemuan maka terciptalah perpisahan. Selamat mencari kehidupan masing”, mencari arti dan solusi sendiri dari mimpi agar tercipta cita” yang diinginkan, semoga dilain hari dan tempat kita dipertemukan oleh waktu dan senyuman yang berbeda.
By Ade firman
For Acc Family


6

Kondisi saat ini...

Posted by Desi on 9:20 AM
Pagi ini bangun dengan kondisi kepala sakit. Aku tidak tau apa penyebabnya, padahal tadi malam tidur pada jam yang normal. Memang tadi malam aku menerima kabar dari kakakku yang cukup mengejutkan dan membuyarkan sebuah harapan. Namun kenyataan tdk bisa ditolak lagi. Yang aku khawatirkan adalah kondisi orang tuaku. Semoga mereka tidak terlalu memikirkan ini, yaitu masalah yg tengah dihadapi oleh dua orang anak gadis mereka disaat usia beliau berdua yg sudah uzur. Mungkin krn memikirkan ini sebelum tidur yg bikin bangunnya sakit kepala.

Sempat waktu telpon dengan orang tua beberapa waktu lalu, mama mengutarakan keinginan beliau untuk pergi umrah. Kalau untuk pergi haji sptnya sdh agak susah, karena antrian di Padang sdh sampai th 2020, sedangkan jika pergi dengan haji plus, biayanya mahal banget. Alhamdulillah yg wajib 1 kali sdh untuk beliau berdua. Jika ingin balik ke sana dengan umrah saja sdh cukup karena ingin melepaskan rindu dengan tanah suci.

Waktu mama mengutarakan keinginan beliau untuk pergi umrah, aku mendukungnya. Nanti kalau Mamak (kakak laki2 mama) mau berangkat umrah, mama ikut aja, kataku. Tapi mama bilang, "lepaskan dulu beban ini, masih ada beban, kalau sdh lepas, baru tenang untuk pergi umrahnya". Aku sedih mendengarnya, dan aku bilang, "apa beban mama? ga ada lagi beban mama, ga apa2 ma, kalau mamak nanti pergi umrah, mama ikut aja. Uangnya jgn dipikirkan".

Hanya bisa berdoa pada Allah, semoga kami anak-anaknya masih bisa dan sempat membuat beliau berdua bahagia di kehidupan ini.

0

Restu (Renungan Sabtu)

Posted by Desi on 9:33 AM
Mohon maaf jika saya memposting ulang email dari milis unand. Kata-kata di renungan ini menggetarkan hati saya, sehingga tidak ada salahnya di share pada teman-teman yang lain, untuk perenungan bagi kita semua.

****************

RESTU (Renungan Sabtu)

Sesungguhnya kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Wajah ceria yang selalu kita lihat, tidak ada yang tahu apakah akan tetap terlihat ceria di esok hari. Tertawa bersama di hari ini, tak ada seorang pun yang dapat menjamin akan ada canda tawa yang sama di esok hari. Semuanya serba tak pasti, seberapapun kita membuat perkiraan.
Maka siapapun yang ada di sekitar kita saat ini, selayaknya lah kita tetap saling menjalin silaturrahmi yang hangat, dengan penuh rasa tulus. Silaturrahmi, yang selalu kita sadari betapa berartinya, saat diri ini tak bisa dan tak mampu lagi untuk saling menyapa.
(Edison Munaf, Tokyo 10 Desember 2011)

Edison Munaf
FMIPA-Unand

2

My Sweet Thirty

Posted by Desi on 1:06 PM
Kemaren genap umurku 30 th, sdh tua, sdh banyak jatah usia yg berkurang. Berharap tahun2 yg masih tersisa, yg aku tidak tdk tau berapa lama lagi jatahnya, diberi Allah kesempatan untuk memperbaiki diri. Diberi Allah kemampuan untuk menjadi lebih baik, lebih bermanfaat bagi orang lain, lebih bijak dalam menghadapi segala sesuatu, dan paling penting ingin mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang yg beruntung, yaitu diberi kesempatan di dunia untuk menyempurnakan setengah din dan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Semoga kesempatan itu tidak harus menunggu lebih lama lagi, amin Ya Allah...

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.