Another message from my student
*********************************
Sekian lama mengarungi hari-hari ditemani oleh buku-buku yang berisikan rumus,soal yang berlandasan kurikulum tuk melatih pemahaman dan daya pikir seseorang. Mulai dari pagi hingga mentari menyelinap dibalik awan. Tiada kata yang dapat terucap tuk menguraikan kisah pengembangan ilmu di bangku perkuliahan, hanya satu kata yang ada dan terukir jelas dibenakku yaitu “ A Moment To Remember “. Semua yang didapat tak akan ku biarkan pergi dan berlalu begitu saja dimakan waktu. Karna hanya mendapatkan selembar kertas yang bertuliskan tinta aku harus mengalami pergantian musim,dan membiarkan usia terbuang hanya tuk memandang buku di depan mata.
Saat menggenggam ijazah yang ku terima 29-10-2011,aku selalu berfikir dan berfikir tanpa henti meskipun orang disekelilingku memancarkan kebahagiaan di binar bola mata mereka. Bagiku ini adalah beban terbesar yang ku terima saat ini dalam kehidupan sesunguhnya dan mencari identitas siapa diriku nantinya. Karena kemana kertas ini ku bawa dan apakah dapat meraih mimpi yang sempurna..?
Saat keluar dari ruangan semua pada bersorak bergembira karna tak kuasa menahan rasa haru dan bangga. Aku pun mulai melangkahkan kaki tuk keluar dari ruangan dan mulai memejamkan mata sesaat tuk meresapi dari suasana disekelilingku dan lalu menghilang. Di sepanjang perjalanan aku selalu berfikir sambil memandang di tepian jalanan dan mulai buat komitmen yaitu saatnya aku berlaga tuk selanjutnya dengan sendiri aku bisa tanpa meminta-minta kepada orang tua yang selama ini memberikan semuanya dan akan membuat mereka merasakan manisnya buah yang mereka pupuk selama ini hingga mendapatkan gelar Ahli Madya. keesokan harinya aku mengubah game dalam hidup untuk mendapatkan suatu pencapaian mulai membenah diri dengan mengingat apa yang kurang dan apa yang perlu ku perbaiki dalam diri tuk kehidupan selanjutnya. Setiap hari aku selalu mencari kesempatan tuk temui sis keberuntungan dengan diiringi do’a tuk meminta kepada yang kuasa dan melakukan segala upaya selagi aku bisa melakukannya.
Di sela-sela upaya pencarian identitas diri tak luput dari dukungan orang2 terdekat meskipun 99% diantaranya adalah usaha sendiri akan tetapi tanpa 1% tiada kesempurnaan yang didapat dalam 100%.
Note : jangan sesekali berharap dan menggantungkan nasib kita kepada arang lain karena jika orang tersebut tidak bisa mewujudkan harapan dan mimpi kita maka rasa benci yang akan timbul dalam diri meskipun hanya sebentuk rasa kekecewaan. Ingat apa yang ada dipikiran kita sekarang itulah diri kita sesungguhnya walaupun kita tidak menyadarinya. Dan keluarlah dari zona nyaman yang kita miliki sekarang untuk meraih mimpi dan menggenggam pencapaian karena kenyamanan yang ada sekarang tidak akan merubah kehidupan yang lebih baik melainkan terhenti disitu saja yang seolah membuat kita kekehidupan yang lebih baik padahal kita tetap pada poros lingkaran roda dan kita harus tetap mengingat bahwa zaman terus berubah,dan jangan mau ada pada posisi poros tersebut.
By : Ade Firman Amd graduated from PCR
***************************
Komentar saya dan reply atas postingan ini :
Desi Handayanisy setuju dg note nya.. Senang km sdh bljr hal trsbt dr kehidupan
Ade Firmanyang di atas note sebuah trial pencapaian mimpi buk, skr lagi merintis jadi hanya bsa membuat trial nya, hehehe...semua tercipta tak terlepas dari kseharian didikan di kampus buk.seperti pembentukan karakter dan pola pikir, karena sebagian besar pemikiran seseorang ditentukan oleh lingkungan