0

Area bebas ketebelece

Posted by Desi on 5:08 PM

Hari ini sungguh melelahkan. Rasanya ingin membuat pengumuman di atas meja kalau jabatanku sebagai kaprodi untuk hari ini aku lepas, ganti menjadi koordinator open house.  

Hari ini kampus menerima kunjungan siswa dari SMK Pariaman. Ini adalah program rutin setiap tahun PCR dalam rangka sosialisasi. Istilahnya sengaja diberi nama "open house", karena memang bertujuan memperkenalkan kampus ini secara langsung kepada calon2 mahasiswa.

Institusi ini adalah institusi swasta, dan kami tidak mengenal adat/kebiasaan seperti yg berlaku di instansi negeri. Untuk bisa kuliah di sini, tidak mengenal adanya anak titipan. Dan juga tidak perlu ada uang2 pelicin supaya bisa kuliah di sini. Seperti halnya untuk menjadi mhsw di PCR, begitu juga untuk bekerja di PCR, semuanya tergantung kemampuan yg dimiliki.

Dalam kunjungan tadi, tiba2 aku disodorkan kuitansi yg sdh bermaterai 6rb oleh pihak sekolah yg datang hari ini. Aku awalnya sdh ragu ini kuitansi untuk apa, karena kuitansi itu benar2 kosong dan sdh ditempeli materai. Namun karena mereka dari tempat yg jauh, jika administrasi tdk selesai hari ini, akan susah mengurus sisa2 urusannya. Akhirnya dg asumsi bahwa itu hanya kuitansi biasa terkait kelancaran keuangan mereka, akhirnya aku tanda tangani. 

Dasar aku ini orang akuntansi yg begonya, harusnya aku tidak tanda tangan. Sebagai akuntan aku harusnya aware sama hal2 spt ini. Ternyata kuitansi itu ada 4 lembar, sedangkan yg aku tandatangani tadi baru 1 lembar. Akhirnya sisanya dia minta sama Rika untuk ditanda tangani lagi. Rika merasa aneh aja liat kuitansi kosong begitu. Akhirnya dia tanya kok bisa ada tanda tanganku disana. Kebetulan ada Bang Sapril selaku ketua PMB, dasar dia yg anak PNS, mewanti-wanti aku untuk tanyain lagi itu kuitansi apa, karena klo terkait pns, itu biasanya uang negara. Jangan sampai akhir tahun nanti saat diperiksa, aku justru mengalami masalah.

Benar juga.. dan akhirnya aku hubungi lagi pihak yg bertanggung jawab dari SMK tersebut, dan ternyata dia bilang itu honor sebagai instruktur karena telah ngasih pelatihan selama siswa2 mereka melakukan kunjungan. Akhirnya aku bilang dia harus ngomong dulu ke Pak Dadang, selaku bos utama dalam kegiatan ini. Pak Dadang mutuskan untuk tidak usah menerima yg begituan, karena ini sdh kegiatan rutin kita disini. Yah.. begitulah, akhirnya uang itu kami tolak. 

Banyak orang yg tidak tau sistem disini, mereka menganggap kami sama spt sistem2 yg ada di pemerintahan, harus ada uang pelicin dulu. Tapi maaf, anda salah jika berpikir begitu, karena itulah eksklusifnya kami, sampai2 mhsw kami pun ketika berurusan/melakukan kegiatan dengan pihak lain, mereka menganggap mhsw PCR itu eksklusif.

Kami menganut sistem industri, tdk hanya diterapkan untuk karyawannya, tapi juga ke mhswnya. Sehingga kebiasaan disiplin sdh membudaya disini. Dan Area kampus ini bersih dari segala ketebelece. Alhamdulillah.. itulah salah satu yg aku syukuri dengan menyandang profesi sebagai pendidik di institusi ini.

sdh jam 17.33 sore, aku harus pulang, c u... ^_*



4

Hidup itu Menunggu

Posted by Desi on 7:13 AM

Hidup adalah menunggu. Sejak kita dilahirkan, kita menunggu sampai waktu yg telah ditetapkan untuk bertemu dengan seseorang yg disebut sebagai jodoh, dan sampai usia yg ditentukan untuk bertemu dengan sang maut.

Menunggu adalah pekerjaan yg membosankan. Kita tidak tau berapa jatah usia yg kita peroleh, sehingga kita tidak tau berapa lama kita harus menunggu semua ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan tersebut.

Supaya aktivitas menunggu ini tidak membosankan, maka kita menjalani kehidupan dengan berbagai hal yg bernilai baik dan akhirnya sampai pada ujung penantian yg diharapkan.

Malam minggu kemaren, dalam acara reality show yg sedang menduduki rating tertinggi saat ini di Indonesia yaitu "Take Me Out", bertemulah pasangan Mario dan Rosa. Mario yg berusia 39 th dan Rosa yg berusia 34 th. Mereka bertemu setelah menunggu selama 39 dan 34 th sejak kelahirannya. Penantian yg berharga, karena akhirnya bertemu dg orang yg terbaik bagi masing-masing. Keduanya sama2 berprofesi sebagai manajer, sama2 punya suara bagus dan hobi menyanyi. Sangat klop sekali. Memang Allah telah mengatur dengan cantik segala sesuatu di dunia ini.

Terinspirasi dari kejadian itu, sebenarnya saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya tidak mengatakan ini sebuah nasehat, karena saya bukan orang yg pantas untuk menasehati. Saya hanya berusaha memetik sebuah hikmah yg terkandung dalam kejadian hidup. Dan apa yg akan saya sampaikan ini khusus untuk seluruh saudari-saudari saya, termasuk saya sendiri, yang masih setia menunggu...dan paling special untuk kakak saya..semoga engkau membaca postingan ini...

*********************************

Kakak... adikmu ini tau beratnya ujian yg engkau hadapi saat ini. Engkau harus melihat secara langsung dihadapan matamu sebuah kebahagian yg dijalani orang lain, sedangkan hatimu terluka karena kebahagiaan mereka. Aku bisa merasakan kesedihanmu, karena aku pernah membayangkan seandainya berada di posisimu, aku memang tidak mengalaminya langsung, sebab kalau itu sungguh terjadi, mungkin aku sudah koma. Allah masih menolongku sampai saat ini, dan semoga selalu selamanya.

Tapi.. yakinlah kakak.. karena memang hanya keyakinan itu yg harus kita punya. Seperti Mario dan Rosa.. Allah akan memberikan yg benar-benar pantas untuk kita. Sabarlah sedikit lagi, dan teruslah dalam kesabaran itu, karena pasti yg terbaik dan yg paling pantas untuk memiliki kita akan datang pada waktu yg tepat. 

Aku tau ini hanya kata-kata dan aku sendiri belum tentu bisa melaksanakannya. Aku hanya bisa berbicara. Tapi marilah kita saling menguatkan dan mendoakan, karena itu yg kita bisa lakukan. Dan jangan pernah berhenti melakukan hal yg bernilai baik. Sebab semua yg kita keluarkan, jika bernilai baik, semuanya akan kembali lagi kepada kita dalam bentuk yg jauh lebih baik.

Ahh.. andai engkau tau, air mataku menetes saat menuliskan ini. Aku telah melihat air matamu kemaren, dan aku sedih melihatnya. Jangan engkau sia-sia kan air matamu yg sangat berharga itu untuk hal yg tidak pantas. 

Engkau kakakku.. dan saudari-saudariku... adalah perempuan-perempuan yg bernilai tinggi, jangan rendahkan diri kita dengan hal yg tidak bernilai.

Siapapun yg membaca postingan ini, dan merasa dirimu bagian dari postingan ini, semoga ini bermanfaat, terutama untukku.

Curhatan hatiku di pagi hari dan postingan pertamaku di tahun 2010 ^_^


Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.