Area bebas ketebelece
Hari ini sungguh melelahkan. Rasanya ingin membuat pengumuman di atas meja kalau jabatanku sebagai kaprodi untuk hari ini aku lepas, ganti menjadi koordinator open house.
Hari ini kampus menerima kunjungan siswa dari SMK Pariaman. Ini adalah program rutin setiap tahun PCR dalam rangka sosialisasi. Istilahnya sengaja diberi nama "open house", karena memang bertujuan memperkenalkan kampus ini secara langsung kepada calon2 mahasiswa.
Institusi ini adalah institusi swasta, dan kami tidak mengenal adat/kebiasaan seperti yg berlaku di instansi negeri. Untuk bisa kuliah di sini, tidak mengenal adanya anak titipan. Dan juga tidak perlu ada uang2 pelicin supaya bisa kuliah di sini. Seperti halnya untuk menjadi mhsw di PCR, begitu juga untuk bekerja di PCR, semuanya tergantung kemampuan yg dimiliki.
Dalam kunjungan tadi, tiba2 aku disodorkan kuitansi yg sdh bermaterai 6rb oleh pihak sekolah yg datang hari ini. Aku awalnya sdh ragu ini kuitansi untuk apa, karena kuitansi itu benar2 kosong dan sdh ditempeli materai. Namun karena mereka dari tempat yg jauh, jika administrasi tdk selesai hari ini, akan susah mengurus sisa2 urusannya. Akhirnya dg asumsi bahwa itu hanya kuitansi biasa terkait kelancaran keuangan mereka, akhirnya aku tanda tangani.
Dasar aku ini orang akuntansi yg begonya, harusnya aku tidak tanda tangan. Sebagai akuntan aku harusnya aware sama hal2 spt ini. Ternyata kuitansi itu ada 4 lembar, sedangkan yg aku tandatangani tadi baru 1 lembar. Akhirnya sisanya dia minta sama Rika untuk ditanda tangani lagi. Rika merasa aneh aja liat kuitansi kosong begitu. Akhirnya dia tanya kok bisa ada tanda tanganku disana. Kebetulan ada Bang Sapril selaku ketua PMB, dasar dia yg anak PNS, mewanti-wanti aku untuk tanyain lagi itu kuitansi apa, karena klo terkait pns, itu biasanya uang negara. Jangan sampai akhir tahun nanti saat diperiksa, aku justru mengalami masalah.
Benar juga.. dan akhirnya aku hubungi lagi pihak yg bertanggung jawab dari SMK tersebut, dan ternyata dia bilang itu honor sebagai instruktur karena telah ngasih pelatihan selama siswa2 mereka melakukan kunjungan. Akhirnya aku bilang dia harus ngomong dulu ke Pak Dadang, selaku bos utama dalam kegiatan ini. Pak Dadang mutuskan untuk tidak usah menerima yg begituan, karena ini sdh kegiatan rutin kita disini. Yah.. begitulah, akhirnya uang itu kami tolak.
Banyak orang yg tidak tau sistem disini, mereka menganggap kami sama spt sistem2 yg ada di pemerintahan, harus ada uang pelicin dulu. Tapi maaf, anda salah jika berpikir begitu, karena itulah eksklusifnya kami, sampai2 mhsw kami pun ketika berurusan/melakukan kegiatan dengan pihak lain, mereka menganggap mhsw PCR itu eksklusif.
Kami menganut sistem industri, tdk hanya diterapkan untuk karyawannya, tapi juga ke mhswnya. Sehingga kebiasaan disiplin sdh membudaya disini. Dan Area kampus ini bersih dari segala ketebelece. Alhamdulillah.. itulah salah satu yg aku syukuri dengan menyandang profesi sebagai pendidik di institusi ini.
sdh jam 17.33 sore, aku harus pulang, c u... ^_*

