1

Sejarah April Mop

Posted by Desi on 2:59 PM
Teman-teman, walaupun sekarang masih bulan maret, tapi tidak ada salahnya kalau kita membahas tentang April Mop lebih awal. Supaya tidak menyesal nantinya. Berikut dapat sharingan info tentang sejarah April Mop dari Mb Ira yang di kirim di Mail PCR barusan :). Buat yang sudah tau, sekedar blog walking juga boleh lah... :)

Berikut isi mail nya...

Finally I know the history of April MOP ah...CMIIW yah.

Pada tanggal 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab dimasyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas kemasyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan ??? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan dinegeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh.Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulanbebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal.

Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol.

Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil. Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh. Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi dirumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.


Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang dimana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari dimana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu ???

--
Regards
Irawati
Accounting Dept - PCR

Bagaimana..apakah teman-teman masih mau merayakan April Mop...?????

2

Ruh

Posted by Desi on 1:03 PM
Sudah lama tidak posting, kangen juga untuk menulis sesuatu. Tapi kadang-kadang bingung mau berbagi cerita apa. Saat ini sebenarnya juga dalam kondisi tidak punya info baru. Tapi ci kuatkan juga jari-jari ini mengetikkan huruf demi huruf di keyboard komputer.

Barusan baca posting terbaru Sonny di blognya. Ada puisi Sapardi. Bagus, sarat makna. Yang paling ci suka yg di post sama Sonny, "Aku Ingin". Beberapa puisinya bercerita tentang kematian, ttg ruh yg telah meninggalkan jasadnya tapi masih berada di sekitar kita, seperti dalam puisi yg berjudul "Bunga 3", "Kisah", "Kukirimkan Padamu", dan ada beberapa lagi.

Pernah ci mengalami sebuah operasi. Saat operasi berlangsung, kita berada dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh obat bius. Bisa kita bayangkan, klo seseorang dalam kondisi seperti itu, mungkin akan sama dengan kondisi orang yg sedang tidur. Klo sedang tidur kita mengalami mimpi, sehingga kita masih merasakan kita "ada", dalam sebuah dunia yg dinamakan mimpi. Atau kadangkala ada juga saat kita tidak bermimpi, sehingga saat mata terpejam dan mulai terlelap dalam tidur, tiba-tiba saja kita sudah terbangun pagi harinya. Itu tidur yg sangat lelap dan nyenyak. Nah tidur yg seperti ini mungkin bisa disamakan dg kondisi saat dalam pengaruh obat bius.

Kembali lagi ke kondisi operasi....beberapa hari setelah operasi ci mengingat lagi saat menjalani operasi. Mulai dari masuk ruangan operasi, lalu si perawat mengajak ci berbicara bersamaan dengan dia menyuntikkan sesuatu ke tabung infus yg jarumnya sudah tertanam ditangan. Tidak beberapa lama ci mulai merasa ngantuk Ci berusaha menahan mata agar tetap terbuka dan sadar, tapi mata ini begitu berat untuk tetap dibuka. Dan akhirnya ci tidak tau lagi dengan kondisi sekitar.

Tiba-tiba saja bangun dan sudah terasa sakit serta perih ditempat yg dioperasi. Rasanya baru sekejab tadi ci menutup mata. Sehingga ci bertanya sendiri kemana kah ruh ini saat operasi itu berlangsung. Mimpi pun tidak ada. Benar-benar tidak tau kemana dia menetap untuk sementara yaitu sekitar 2 jam.

Sampai sekarang peristiwa keberadaan ruh itu masih menjadi sesuatu hal yg sangat menakjubkan bagi ci. Sampai-sampai setiap ada teman yg menjalani operasi, ci tanyakan, apa yg dia rasakan saat berada dalam kondisi terbius. Apakah dia merasakan ruh nya saat itu ada dimana? Apakah dia mengalami mimpi saat itu? Karena ci begitu penasaran, apakah kondisi ini berbeda-beda untuk setiap orang.

Membaca puisi-puisi Sapardi itu seperti membawa ci lagi ke masa itu. Masa ruh dalam genggaman Sang Penguasa. Saat ruh kembali pada pemiliknya. Wallahua'lam....

3

Ujian atau Azab ?

Posted by Desi on 2:22 PM
Dua hari ini benar-benar menyedihkan dan menakutkan. Beberapa kejadian menakutkan dan mengenaskan terjadi di negeri ini di tempat yang berbeda. Kemarin, gempa kuat terjadi di Sumbar. Pusatnya di Batusangkar dengan kekuatan gempa utama 5,8 SR menurut catatan BMG. Sedangkan BMG nya Amerika mencatat 6,3 SR dan BMG nya Singapura 6,6 SR. Entah mana yang lebih akurat. Yang jelas gempanya menimbulkan kerusakan besar. Lalu tadi pagi, lagi-lagi terjadi kecelakaan pesawat. Kali ini pesawat garuda yang tidak ikut-ikutan perang tarif. Sepertinya pernyataan tarif tiket murah tidak menjamin keselamatan dan tiket mahal berarti menjamin keselamatan tidak berlaku lagi. Memang begitu kan seharusnya, karena jaminan keselamatan itu hanya dari Allah.

Trauma gempa dua tahun yang lalu masih ci rasakan. Gempa yang berpusat di Mentawai tanggal 10 April 2005, dengan 3 gempa utama besar yang skalanya ci lupa. Waktu itu ci masih di Padang, secemasnya-cemasnya menghadapi gempa, jika kita menghadapinya bersama keluarga, rasanya ketakutan itu bisa kita atasi. Tapi sekarang, ci berjauhan dengan keluarga dan orang2 yg disayang.

Ditambah lagi dengan "my special one" lagi sakit. Kemaren pagi ci merasa senang karena dia sudah baikan. Walau sempat cemas waktu gempa terjadi karena dia ada di RS lantai lima. Tapi jadi terhibur karena siangnya dia sudah dibolehkan pulang. Tapi tadi pagi, dia dalam kondisi demam, bekas operasinya mengalami peradangan. Lalu yg akan menjaganya juga tidak ada. Ingin segera pulang ke Padang. Sejak pagi tadi hanya bisa menangis dan terus berdoa kepada Allah. Mohon berikan kesembuhan, pertolongan dan penjagaan Allah untuknya. Benar-benar saat ini pikiran tidak di tempat kerja.

Berjauhan dalam kondisi yang menakutkan seperti ini menimbulkan kepanikan dan tidak bisa konsentrasi. Pikiran dipenuhi dengan hal-hal buruk. Jadi ingat sewaktu gempa dua tahun yg lalu, ada seorang teman sedang kuliah di Jakarta, dia cemas dengan keluarganya di Padang. Dia mengeluarkan statement : lebih baik mati bersama dengan keluarganya dan orang-orang yg dicintai, daripada hidup sendiri tanpa keluarga walau di tempat aman.

Bagi ci, sepertinya Allah sedang menurunkan kemarahan Nya atas dosa-dosa yg telah ci lakukan. Tapi ci jadi ingat, Allah itu seperti persangkaan hamba Nya. Setelah curhat sama Rika, Alhamdulillah cukup membantu, ci sadar kalau ci tidak boleh berpikiran negatif. Hentikan berpikir hal-hal yang menakutkan. Tidak boleh ber su'uzhan kepada Allah. Selalu berpikir positif dan husnuzhan pada Allah karena sekali lagi, Allah itu sesuai prasangkaan hamba Nya.

Kadang suatu peristiwa yg kita pikirkan terjadi, lalu kita langsung mengatakan kalau kita seperti punya indera ke enam. Padahal Allah memang sudah menakdirkan hal itu terjadi, karena ada sebab yg memicunya, bukan karena pikiran kita itu. Jadi ingat taushiah Agus Mustofa dalam bukunya Mengubah Takdir dan 'Aidh Al Qarni dalam buku-bukunya yg selalu menenangkan hati. Dunia ini hanya ada tiga hari yaitu hari kemaren yg telah berlalu, besok yang belum pasti dan hari ini yang menjadi milik kita. Hari ini merupakan waktu untuk merencanakan esok hari. Maka manfaatkanlah hari ini agar mimpi yang sekarang bisa terwujud besok hari.

Ya Allah yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang hamba mohon ampunan Mu, Maaf Mu, Pertolongan Mu, Kasih dan Sayang Mu untuk hamba, untuk uda, untuk keluarga hamba, dan untuk masyarakat Sumbar. Amiin...

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.