3

Ujian atau Azab ?

Posted by Desi on 2:22 PM
Dua hari ini benar-benar menyedihkan dan menakutkan. Beberapa kejadian menakutkan dan mengenaskan terjadi di negeri ini di tempat yang berbeda. Kemarin, gempa kuat terjadi di Sumbar. Pusatnya di Batusangkar dengan kekuatan gempa utama 5,8 SR menurut catatan BMG. Sedangkan BMG nya Amerika mencatat 6,3 SR dan BMG nya Singapura 6,6 SR. Entah mana yang lebih akurat. Yang jelas gempanya menimbulkan kerusakan besar. Lalu tadi pagi, lagi-lagi terjadi kecelakaan pesawat. Kali ini pesawat garuda yang tidak ikut-ikutan perang tarif. Sepertinya pernyataan tarif tiket murah tidak menjamin keselamatan dan tiket mahal berarti menjamin keselamatan tidak berlaku lagi. Memang begitu kan seharusnya, karena jaminan keselamatan itu hanya dari Allah.

Trauma gempa dua tahun yang lalu masih ci rasakan. Gempa yang berpusat di Mentawai tanggal 10 April 2005, dengan 3 gempa utama besar yang skalanya ci lupa. Waktu itu ci masih di Padang, secemasnya-cemasnya menghadapi gempa, jika kita menghadapinya bersama keluarga, rasanya ketakutan itu bisa kita atasi. Tapi sekarang, ci berjauhan dengan keluarga dan orang2 yg disayang.

Ditambah lagi dengan "my special one" lagi sakit. Kemaren pagi ci merasa senang karena dia sudah baikan. Walau sempat cemas waktu gempa terjadi karena dia ada di RS lantai lima. Tapi jadi terhibur karena siangnya dia sudah dibolehkan pulang. Tapi tadi pagi, dia dalam kondisi demam, bekas operasinya mengalami peradangan. Lalu yg akan menjaganya juga tidak ada. Ingin segera pulang ke Padang. Sejak pagi tadi hanya bisa menangis dan terus berdoa kepada Allah. Mohon berikan kesembuhan, pertolongan dan penjagaan Allah untuknya. Benar-benar saat ini pikiran tidak di tempat kerja.

Berjauhan dalam kondisi yang menakutkan seperti ini menimbulkan kepanikan dan tidak bisa konsentrasi. Pikiran dipenuhi dengan hal-hal buruk. Jadi ingat sewaktu gempa dua tahun yg lalu, ada seorang teman sedang kuliah di Jakarta, dia cemas dengan keluarganya di Padang. Dia mengeluarkan statement : lebih baik mati bersama dengan keluarganya dan orang-orang yg dicintai, daripada hidup sendiri tanpa keluarga walau di tempat aman.

Bagi ci, sepertinya Allah sedang menurunkan kemarahan Nya atas dosa-dosa yg telah ci lakukan. Tapi ci jadi ingat, Allah itu seperti persangkaan hamba Nya. Setelah curhat sama Rika, Alhamdulillah cukup membantu, ci sadar kalau ci tidak boleh berpikiran negatif. Hentikan berpikir hal-hal yang menakutkan. Tidak boleh ber su'uzhan kepada Allah. Selalu berpikir positif dan husnuzhan pada Allah karena sekali lagi, Allah itu sesuai prasangkaan hamba Nya.

Kadang suatu peristiwa yg kita pikirkan terjadi, lalu kita langsung mengatakan kalau kita seperti punya indera ke enam. Padahal Allah memang sudah menakdirkan hal itu terjadi, karena ada sebab yg memicunya, bukan karena pikiran kita itu. Jadi ingat taushiah Agus Mustofa dalam bukunya Mengubah Takdir dan 'Aidh Al Qarni dalam buku-bukunya yg selalu menenangkan hati. Dunia ini hanya ada tiga hari yaitu hari kemaren yg telah berlalu, besok yang belum pasti dan hari ini yang menjadi milik kita. Hari ini merupakan waktu untuk merencanakan esok hari. Maka manfaatkanlah hari ini agar mimpi yang sekarang bisa terwujud besok hari.

Ya Allah yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang hamba mohon ampunan Mu, Maaf Mu, Pertolongan Mu, Kasih dan Sayang Mu untuk hamba, untuk uda, untuk keluarga hamba, dan untuk masyarakat Sumbar. Amiin...

3 Comments


Waktu gempa I aku lg chat ama Hesti & Alia. Aku kira2 gempanya cuman 4 - 5 SR. Jadi aku ngerasa baik2 saja. Tapi waktu tau gempanya 5,8 SR aku ttp merasa baik2 saja. Waktu orang Singapur bilang gempanya 6, SR aku ttp merasa baik2 saja, sehat wal afiat tak kurang satu apapun :)

Sbl gempa II aku pulang ke Jati, rupanya macet dimana2 (jembatan besar & jalur alternatif). Wah, trnyt dunia tdk baik2 saja. Hiks. Tuhan tidak bercanda dg bencana ini. TVRI Sumbar tumben bikin live report. Keliatan news anchor-nya agak kagok. Wah, guyz, di Padang aja ada ruko cantik 2 lt yg baru dibangun yg roboh. Apalg yg lebih dekat ke episentrum. Sedih jg liatnya.

Ujian atau Azab ?
Tadi di mesjid kampus, khutbah jumatnya ngebahas ini. Menurut ustadz itu, musibah bs diliat dg metafisik (maksudnya meta-klenik, spt dewa bumi marah tuh), scientific (penggeseran lempeng bumi), & pendekatan agama. Nah, pendekatan ke-2 & ke-3 hrs digunakan sekaligus.

Org beriman, kalo diberi nikmat bersyukur, bila diberi musibah sabar. Daaan, apa yg kt anggap nikmat pun, mungkin menurut pandangan Allah itu ujian.

Menjadi hamba yg bersyukur itu tidak mudah. Krn itu Nabi Sulaiman smp perlu berdoa :
Rabbi, auzi'ni an asykura ni'mataka llati an'amta alayya wa 'ala walidayya. Wa adkhilni birahmatika fi 'ibadikasshoolihiin.

Tuhanku, ajarkan aku mensyukuri nikmatMu yg kau berikan padaku & kedua orngtuaku. Dan dengan rahmatMu, masukkan aku menjadi bagian hamba2mu yg sholihin (kira2 bs dibaca di surat Semut, an-Naml)


syukurlah son, kamu ngerasa baik-baik aja. tapi terang aja sonny merasa baik2 saja, kanlagi chat sama si kesederhanaan :D peace....:)

makasi tuk sharing doa nya yah...
padahal ci hafal doa ini tapi tak pernah dibaca. menjadi hamba yang pandai bersyukur itu memang tidak mudah, kecuali bagi hamba2 yang berpikir


*manggut sendiri baca postingan bermanfaat ini* :)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.