0

Our Plan - God Said - Our Destiny

Posted by Desi on 12:37 PM
Kita sering berandai-andai dan seolah-olah berkompromi atau bersepakat dengan Tuhan, Allah...jika engkau berikan aku pekerjaan, aku akan mulai menabung. Jika Engkau memberikan rejeki melimpah, aku akan membahagiakan orang tua ku, jika Engkau berikan aku pendamping hidup, baru batinku akan tenang. Jika dulu seperti ini, pasti akan begini atau begitu.

Sering kita berkata-kata seperti itu dalam hati dan akhirnya syaitan memplesetkannya menjadi sebuah penyesalan.

Beberapa waktu lalu, ci pernah mengikuti beberapa tes masuk kerja. Setiap tes yg ci ikuti itu selalu gagal pada tahap akhir. Sebenarnya bukan ci tidak mau belajar dari kesalahan-kesalahan yg ada pada tes-tes sebelumnya. Tapi ada satu ganjalan dihati yg menyebabkan ci menjalaninya dengan setengah hati. Padahal siapapun sangat berharap bekerja di tempat-tempat yg ci ikuti tes itu, seperti tes BI tahun lalu.

Sewaktu ci dapat kabar kalau ci lulus untuk ikut tahap wawancara akhir ke Jakarta, yang terbayang oleh ci bukan kesenangan akan lulus, karena satu langkah lagi yg harus dijalani dan akhirnya ci jadi pegawai BI, tapi bayangan akan berada jauh dari orang yang ci sayangi. Kalau ci lulus dan nanti penempatannya jauh dari Padang, apakah hubungan yang telah erat itu harus putus dan lepas karena jarak dan perbedaan yg muncul?

Akhirnya ci mengikuti tes wawancara ke Jakarta dengan semangat 50 : 50. Dan hasilnya kita mendapatkan sesuatu sesuai dengan yg kita usahakan, ci tidak lulus.

Lalu akhir tahun kemaren juga ada lowongan di BPK, 300 org akuntan yg akan diterima. Ci memutuskan tidak ikut, karena memang sudah tidak semangat lagi ikut-ikut tes dan masih, menggunakan alasan yg sama dengan tes BI.

Ci berpikir, kalau berada jauh dari orang yg ci sayangi, hubungan yang telah begitu erat, akhirnya akan putus ditengah jalan, sehinga ci memutuskan untuk tetap berada dekat dengannya. Tapi Allah punya keputusan lain, jika ada jodoh, sejauh apapun jarak tetap akan bersatu. Tapi kalau tidak ada jodoh, sedekat apapun tidak akan jadi.

Lalu jika Allah mempersatukan kami sekarang, mungkin hati ini akan bisa tenang. Itu menurut kita, tapi Allah punya rencana lain. Siapa tau kalau sekarang kami bersatu ada saja hal buruk atau masalah yg akan terjadi dan kami tidak mampu mengatasi masalah tersebut. Mungkin Allah ingin kami belajar lebih banyak lagi dan menguji kemampuan kami lagi untuk akhirnya membuat keputusan besar itu.

Sekarang ci menyerah, tidak mau ngotot, lelah kalau harus memikirkan itu terus. Ci harus belajar untuk percayakan semuanya pada dia dan Allah. Belajar ikhlas, biarkan semuanya mengalir apa adanya. Kalau dipikirkan terus, lama-lama akan stress sendiri, bikin penyakit baru :)

Kalau dipikir-pikir, kadang ada benarnya juga kalau wanita itu takdirnya menunggu....entahlah....

0 Comments

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.