0

Jimat

Posted by Desi on 1:56 PM
Hari ini ci ngadain ujian akhir Manajemen Keuangan, dan what a big surprise....karena ci nemukan mahasiswa yang liat jimat, perempuan lagi. Duh nak...nak....berani-beraninya liat jimat, malah duduk di depan lagi. Salah dia sendiri sebenarnya, ga profesional sich cara liat jimatnya...hehehe....Ci tidak menyangka anak ini akan liat jimat, karena di kelas dia termasuk lumayanlah. Tapi tadi setiap ci liat dia, wajahnya langsung seperti orang ketakutan, dan langsung nutupin mukanya dengan kertas soal. Lalu waktu dia angkat kertas soal untuk nutupin mukanya lagi, tiba-tiba ci liat seperti ada bayangan kertas kecil nempel di kertas soal itu. Ci coba perhatikan dulu dengan seksama, barangkali saja itu bukan kertas lain atau jimat, tapi benar-benar bayangan yang ci liat itu kertas lain dengan ukuran yg lebih kecil. Akhirnya ci tanyain, itu kertas apa yang nempel di soalnya. Dia langsung takut dan dengan perlahan membuka kertas itu dan menjatuhkannya supaya ga ketahuan, dan meremukkannya sambil bilang tidak ada kertas apa-apa bu...Ci sebenarnya dah liat waktu dia jatuhin kertas itu dan berusaha menyembunyikannya tapi sia-sia. Ci datangi dan langsung ambil kertas kecil itu. Ternyata dia memakai sticks note yang di tempelkan di halaman belakang soal lembar pertama, kebetulan soalnya ada dua lembar. Dan di dalamnya tertulis rumus-rumus rasio keuangan.
Sewaktu ci tanyakan, dia langsung pucat dan menunduk. Supaya dia tidak begitu shock dan malu, ci biarkan saja dia melanjutkan ujiannya, tapi setelah ujian dia harus menghadap ci di ruangan.
Setelah selesai ujian dia masih merayu dan melakukan pembelaan seolah-olah tidak bersalah, minta ci untuk nguji dia lagi, karena sebenarnya dia hafal rumus-rumus itu tapi takut saja klo-klo dia lupa. KLISE !!! Akhirnya ci putuskan untuk motong nilainya 50%.
Dia akhirnya minta maaf dan janji tidak akan ngulangin hal memalukan itu lagi, ternyata ini pertama kali dia liat jimat, katanya. Dia juga minta ci untuk tidak bilang ke dosen lain, karena malu dan takut di cap tukang liat jimat. Dan dia juga nanya apa ci marah dan benci sama dia? Ci jawab tidak, tak ada manfaatnya marah, yang ada kamu sendiri yang malu. "Benar Bu, saya malu sama teman-teman, dan juga malu klo dosen-dosen yang lain tau".
Ternyata sanksi sosial itu lebih menakutkan dan berat yah....
Sebenarnya ci tidak boleh ceritakan hal ini sama orang lain karena sudah janji sama dia tidak akan bilang sama dosen lain, tapi kan janjinya tidak bilang ke dosen lain, bukan sama semua orang. Dan karena ci pengen cerita, tapi tidak bisa cerita ke teman-teman di ruangan, akhirnya ci cerita di blog aja, dan nama anaknya juga tidak ci sebutin, ga apa-apa lah. Mudah-mudahan ini bukan bentuk pengingkaran janji.

0 Comments

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.