3

I'm Single And I'm Happy

Posted by Desi on 11:33 AM
Setuju dengan postingan Wanda beberapa waktu yang lalu tentang pernikahan. Kadang ketika kita melihat orang lain yang menurut kita belum pantas untuk  menikah, ternyata justru dia yang lebih dulu menikah. Sedangkan kita yang menurut sangkaan diri sudah siap dan pantas menikah, ternyata belum juga ditetapkan Allah untuk menikah. Allah lah yang lebih tau dari kita dan Allah lah yang memutuskannya. Jadi salah jika kita menilai atau men-judge orang lain dengan berbagai penilaian apalagi jika penilaian itu tidak baik. Karena belum tentu penilaian Allah begitu. Ternyata orang lain itu yang lebih baik nilainya di sisi Allah.

Aku saat ini berada pada kondisi tidak lagi mengkhawatirkan keadaan yang masih single. Aku sudah melewati tahap dimana ketika melihat orang menikah, aku juga begitu ingin menikah sehingga dalam hati selalu bertanya-tanya kapan ya aku menikah. Tidak, aku sudah melewati semua itu. Saat ini justru ketika melihat orang lain melangkah ke tahap hidup berikutnya dengan pasangan mereka, aku justru berpikir kalau masih banyak yang ingin aku lakukan sendiri tanpa ada pembatasan dari orang lain.

Banyak suara-suara yang mengganggu yang selalu bertanya dan berkomentar tentang kapan aku akan menikah? apalagi  yang ditunggu? dan sebagainya. Bagiku itu bukan pertanyaan yang menakutkan lagi. Aku menganggap itu sebagai bentuk perhatian orang lain padaku. Yang ada setiap muncul pertanyaan itu, aku justru merasa bahagia dengan kesendirianku dan menjawabnya dengan wajah yang bahagia :).

Pernikahan bukan tujuanku saat ini. Bagiku itu adalah pemberian Allah yang akan aku terima kapanpun Allah menetapkannya. Pernyataan ini bukan berarti aku tidak berusaha untuk mencari. Dalam pandanganku, istilah mencari bukan berarti kita sebagai wanita menyodor-nyodorkan diri atau sengaja mendekat dengan pria yang kita inginkan jadi suami melalui cara-cara yang tidak disukai Allah sehingga kehilangan respek dari orang lain dan merenahkan diri sendiri. Tapi dalam artian tidak menutup diri dan tentu tetap ada proses seleksi. Wanita kan menang menolak sedangkan laki-laki menang memilih :).


3 Comments


great opinion ci,
ngomong2 soal postinganmu dl ttg laki2 yg menghendaki wanita yg akan mendampinginya itu modis dan glamour, aku teringat dg crita wiwin kmrn, ttg bu Ibet yg begitu low profile,meski beliau GM.
Penampilannya sangat sederhana dan bersahaja, tanpa make up tp tetap memperlihatkan pribadi yang luar biasa..
Itu jarang kita temui, no wonder suami yg mendampingnya jg sangat luar biasa, berpikir kalo penampilan yg sederhana adalah bungkus hati yang sangat istimewa, sperti ajaran Islam yg menghendaki wanita itu berpenampilan sederhana dan tdk berlebihan.

jd, klo seseorang meninggalkan kita hanya krn kita berpenampilan sederhana, brarti seseorang itu blum sepenuhnya mengerti ajaranNya dan sudah tentu dia bukan terbaik utk kita.


iya kak, yg penting kecantikan batin, maka lahir serta merta juga akan cantik :)


Wanita menang menolak, laki-laki menang memilih. Love it! :)

Ah Ci bener banget, menikah atau tidak itu bukan penentu bahagia. Bahagia itu karena hati yang dekat dengan Allah. Single or married, we can be happy either way :)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.