5

Home Alone, Again...Soon..

Posted by Desi on 8:58 AM
Untuk kedua kalinya, aku akan sendiri lagi di kontrakan. Teman kost sebentar lagi akan menikah, sediiih... Tak tau lagi apa namanya yg dirasakan oleh hati ini karena sdh bercampur aduk. Tak tau juga apakah harus menangis, tetap tersenyum dan tegar, cemberut, kesal, marah, berusaha ikhlas, sabar dan segala macam. Namun diantara semua campur aduk ini, hanya satu yg aku tau apa namanya yg kurasakan, yaitu lelah.

0

Salah Satu Kebahagiaanku

Posted by Desi on 4:32 PM
Terharu membaca note mahasiswaku ini.
=======================================

Ayah dan Ibu di Bilik Ilmu dan Bakat (untuk Guru dan Pengajar)

By : Ojiek Mohammed Owen


Selamat Hari Guru

Hingga saatnya kan tiba
aku kan mengerti

Betapa kesal, jika mengajar tidak didengar

Betapa sedih, jika menasihati tidak diindahkan

Betapa bahagia, jika melihat siswanya berjasa

Betapa bangganya, menyaksikan siswanya bertahta

Bapak Ibu Guru , anda dimana . ?

Anda-anda semua di hatiku

Bapak Ibu Guru perintis kecerdasan anak bangsa

Cerdas itu baik akal dan budi

Sudah berapa bapak ibu guru yang terlewatkan ?

Sudah berapa bapak ibu guru yang diabaikan?

Maafkan kami murid dan siswa yang pemalas dan arogan ini

Terkadang kami merasa lebih pintar, merasa lebih benar.

Terkadang hati kami kesal mendengar nasihat mu

Mungkin itu sebab ilmu yang kami dapat tak berkah

Maafkan kami ayah dan ibu disisi hati yang lain

Seolah hati kami berbilik-bilik, bilik ilmu di hati kami terukir ajaranmu

Kami percaya tak ada guru yang berniat buruk untuk siswanya

Capek dan lelah anda guruku jadi semangat kami
Mungkin hanya do'a yang kami haturkan

Berkahkanlah ilmu yang diajarkan bapak ibu guru kami
Berilah kesehatan kepada bapak ibu guru kami
Semoga Allah swt jadikan siswa-siswa anda pemimpin yang tenang

Terima Kasih Guru

*special for (Bapak ibu guru, dosen, mam , ustadz, pelatih sepak bola, pelatih badminton, pelatih musik dan tari yang telah menjadi bagian sumber intelegensi dan potensi)

251111 by Muhammad Fahrozi

0

Menyenangkan dan Tidak

Posted by Desi on 1:17 PM
Ketika mereka datang dan telah menjadi seseorang yang bisa memberi makna dan bermanfaat bagi lingkungannya, saat itu adalah bagian yang paling menyenangkan dari profesi ini.

Ketika mengoreksi lembar jawaban ujian mereka dan mereka tidak bisa menyelesaikan ujian itu dengan baik, maka saat itu adalah bagian yang paling tidak menyenangkan dari profesi ini.

0

Demam Korea

Posted by Desi on 7:53 AM
Beda masa beda idola. Itulah yang bisa aku simpulkan saat menonton tayangan tv kemaren sore. Saat aku sekolah dulu, trend nya group band-group band barat seperti Westlife, Backstreet Boys, Boyzone, dll. Lalu saat aku kuliah, trendnya film-film taiwan. Tapi anak muda masa itu tidak sampai meniru gaya-gaya artis taiwan.

Sekarang lagi trend korea, mulai dari film, drama, lagu, hingga artis korea. Dan dampaknya muncullah group2 yang meniru-niru group korea. Bahkan ada audisi entah apalah namanya yang menyerupai idol2 korea. Parahnya hingga dandanan pun spt artis2 korea. Dan dari semua itu yang aku lihat, kebanyakan hanya menjual tampang dan mengandalkan uang untuk tenar.

Di acara sore kemaren di salah satu stasiun tv yaitu perayaan ultah sebuah group musik yang terdiri dari cewe2 manis, MC nya ada 3 orang, 2 cowok dan 1 cewek. Satu cowok yg jadi MC adalah MC tenar, sedangkan cowok yg satu lagi entah siapa aku tidak tau. Tapi memang tampangnya manis spt aktor2 korea, dan aku berkesimpulan bahwa si MC yang cowok tersebut adalah sebagai pemanis acara sehingga orang2 rame datang melihat. Sebab yang aktif ngomong tentu saja si MC kondang, sedangkan dia diam saja.

Lalu bagaimana dengan aku saat ini? Sepertinya sudah bukan masanya lagi bagiku untuk mengidolakan hal2 spt itu. Tapi untuk menonton drama korea bukan hal yg baru lagi bagiku. Karena sejak akhir masa perkuliahan dulu drama korea sudah ditayangkan di tv, dan aku menyukainya hingga sekarang. Dan untuk beberapa drama musikal, aku mengoleksi lagu2nya yang memang bagus menurutku, bagus dari segi melodi dan genre musicnya. Apalagi aku menyukai musik tanpa pandang bulu darimana asalnya dan jenisnya apa. Selagi enak di dengar, aku akan mengoleksinya.

Entah sampai kapan negara ini akan terlena dengan mengidolakan hal2 spt ini. Sangat bertolak belakang sekali dengan kisah Pak Habibie yang aku baca. Kebetulan aku baru saja menamatkan baca buku Habibie dan Ainun. Orientasi pemuda masa itu sangat berbeda dengan sekarang, apalagi jika merujuk langsung pada kepribadian dan pencapaian Pak Habibie. Semoga negara ini bisa kembali mencapai kejayaannya spt masa 17 th yg lalu, bahkan lebih hendaknya. Wallahu'alam.

2

Miss You Friend

Posted by Desi on 4:23 PM
Tiba-tiba ada rasa sedih, saat aku membuka blog favoritku, tranquil heart. Sebelumnya sang pemilik blog menyatakan bahwa dia akan berhenti sebentar untuk menulis dan tidak akan meng-update blognya, bukan karena ada sesuatu, tapi karena malas saja. Tapi saat aku mencoba buka blognya hanya sekedar ingin baca-baca tulisannya lagi tiba-tiba aku tidak bisa membuka halaman blognya. Ada permintaan harus ada undangan dulu untuk membaca blognya.

Padahal blog itulah yg jadi inspirasiku untuk menulis dan membuat blog ini. Tulisan-tulisannya memotivasiku dalam berbagai keadaan dan selalu mengingatkanku pada Sang Pencipta. Tapi sekarang untuk membaca-baca tulisannya lagi, meskipun bukan yg baru, pun tidak bisa. Sedih, serasa ada yang hilang. Semoga dirimu cepat kembali. Miss you Wanda...

0

Be Cool and Be Elegant

Posted by Desi on 1:14 PM
Semakin bertambah umur seharusnya semakin dewasa seseorang. Semakin luas pergaulan dan lingkungan sekitar, seharusnya juga membuat semakin dewasa seseorang. Dewasa bukan hanya penampakan luar, tapi juga dewasa dalam pola pikir dan memahami sesuatu, dewasa dalam watak dan karakter.

Dalam lingkungan dan pergaulan yang tidak terlalu luas yang aku alami saat ini setidaknya merupakan pondasi bagiku untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan yang lebih luas nantinya. Sehingga ketika saat itu tiba, aku sudah siap dan lebih tangguh. Saat ini saja aku sdh melihat ada persaingan-persaingan dan ketidaksukaan yang ditunjukkan. Walaupun bentuknya masih kecil tapi pergerakannya cukup cepat. Ketika hal ini terjadi, aku berusaha untuk belajar lebih tenang dan tidak terpancing emosi. Sebab jika dalam hal yang masih kecil saja aku tidak bisa mengendalikan diri, tandanya aku belum siap untuk masuk ke kawasan yang lebih luas. Karena tantangan di sana tentu lebih besar, lebih kuat dan lebih deras.

Namun cukup lucu menurutku apa yg terjadi saat ini. Aku masih tidak bisa mengerti kenapa ada orang yang tidak menyukai orang lain padahal orang tersebut tidak melakukan sesuatu yang mengganggu mereka. Kenapa hanya dengan tindakan atau pencapaian seseorang yang tidak menyinggung mereka sama sekali justru menimbulkan ketidaksukaan pada orang-orang tersebut. Sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan yang berusaha untuk menjatuhkan. Tapi aku hanya bisa kembali pada filosofi bahwa dimana ada orang yang suka tentu banyak juga orang-orang yang tidak suka. Hidup itu akan selalu ada pasangannya atau lawannya, bahkan hingga di akhirat kelak.

Ketika orang yang tidak suka itu menunjukkan secara agresif ketidaksukaan mereka, maka jalan terbaik yg kita lakukan adalah untuk tetap tenang dan tampil dengan anggun. Bawaan tenang dan anggun hanya akan tercapai ketika kedewasaan sudah kita miliki. Yah itu pemikiranku saja, mungkin teman-teman semua belum tentu berpikiran spt itu dan bukan berarti juga aku merasa sudah cukup matang dalam hal kedewasaan berpikir. Pendewasaan adalah proses yg harus terus berlanjut bahkan hingga akhir hayat.

Ketika dua hal ini ditonton oleh orang lain, yaitu tindakan menyerang dan bertahan seperti ini terjadi, maka si penonton akan bisa menilai dan menghasilkan suatu opini sendiri tentang orang-orang yg terlibat dalam lingkaran ini. Pada akhirnya justru si agresif tanpa dia sadari akan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan orang lain. Apalagi jika dia adalah seorang public figure, berarti dia menunjukkan kalau dia adalah orang dengan kualitas kepribadian yang rendah. Jika dia tidak segera menyadari dan mengubah pola pikir dan tindakannya, maka sampai kapanpun image jelek akan melekat pada dirinya dan dia hanya akan menjadi tontonan yang lucu dan menarik bagi orang lain. Dan parahnya lagi dia akan menganggap bahwa dia disenangi orang banyak dan merasa begitu tinggi serta penting. Padahal tidak sama sekali, orang hanya mempermainkannya tanpa dia sadari. Sebaliknya bagi pihak yang tetap tenang dan anggun, maka dia akan mendapatkan simpati dan penghargaan yang baik.

Bayangan akhir spt inilah yang menurutku lucu ketika seseorang berusaha menjatuhkan orang lain hanya karena rasa iri dan ingin mendapatkan pencapaian yg sama dengan org lain. Pada akhirnya semoga saja dia merasa lelah sendiri dan menyadarinya atau justru tidak akan pernah sadar karena dia tidak memilih untuk menjadi dewasa. Yah berarti dia akan menjadi aktor yang sangat menghibur bagi orang lain sampai kapanpun. Wallahu'alam.

0

Masa Bersantai

Posted by Desi on 2:14 PM
Sudah 3 minggu ini, sejak berakhirnya uas januari lalu, aku benar2 menyantaikan diri sesantai santainya. Rencana untuk proposal tesis belum aku angsur sedikit pun. Modul yang harus dicetak deadlinenya awal Maret juga masih stuck. Malah buku yang aku sentuh adalah novel2 dan buku2 non keilmuanku yang tidak sempat aku baca saat musim kuliah berlangsung. Bahkan seminggu terakhir ini, setiap malamnya aku isi dengan nonton drama korea yang ditonton oleh anak sekolahan dan mahasiswa2ku. Dua hari yang lalu ketika mahasiswaku datang ke rumah, setelah diskusi ttg PA, kami malah heboh cerita ttg film dan tukaran film. Padahal 3 minggu lagi perkuliahan smt 3 sdh harus dimulai.

Menonton film korea yang konsumsi utamanya adalah remaja sangat menyenangkan meskipun umurku tidak remaja lagi. Melihat kisah cinta remaja spt di film2 tersebut benar2 menghibur, fresh and it so sweet...wish I were in that situation and felt that kind of love too. But its only in a film, not in a real world. Tapi sedikit berkhayal untuk menghibur diri sptnya masih bisa dimaafkan, hehehe...

Tapi sebenarnya efek dari libur ini membuatku sangat ingin jalan2 ke luar kota dan pengen banget kalau bisa keluar negeri. Namun berhubung terkendala dengan masalah keuangan, secara bulan ini baru bayar uang kuliah, tunda dulu deh keinginan itu. Setidaknya bersabar sampai tahun depan, selesaikan dulu kuliah ini, semoga bisa tamat awal tahun depan, aamiin. Saatnya nabung lagi untuk uang kuliah smt berikutnya sekaligus merupakan smt terakhir, semoga saja, aamiin..

Sebenarnya ada hal lain juga yg membuatku tidak ingin pergi jauh2, setidaknya masih berada di pulau ini dengan transportasi ke Padang yg tidak terlalu susah, yaitu aku merasa tidak bisa meninggalkan orang tuaku. Merasa tidak akan menikmati liburan ketika orang tua di rumah dan tidak merasakan kenikmatan yg aku dapati ditempat lain. Ingin bisa membawa beliau berdua kemanapun aku pergi dan dimanapun aku berada. Dan beliau berdua ikut merasakan kebahagiaan yang aku rasakan dan tidak pernah mengetahui kesedihan yang aku rasakan.

8

Ala Klasik

Posted by Desi on 9:37 AM
Ketika aku membeli sabun colek, temanku Hesty berkomentar kalau caraku mencuci masih klasik. Yah...terserah kl menurut org aku masih kuno dalam hal mencuci, tapi itulah kebiasaan yg aku warisi dari orang tuaku. Sehingga aku orang yg berpandangan bahwa mencuci dengan mesin cuci itu tidak bersih. Untuk bagian krah baju, ujung tangan, bagian bawah baju atau ujung kaki celana serta bagian ketiak, butuh treatment lebih dari bagian lainnya. Dan itu tidak bisa didapatkan hanya dengan di gulung-gulung di mesin cuci.

Bicara mengenai cara-cara yg masih kuno, aku jadi ingat banyak hal yg diajarkan dan ditanamkan oleh orang tuaku kepada kami anak-anaknya sedari kecil dulu. Sejak dulu sampai sekarang, kami terbiasa makan bersama dengan cara di hidang. Dulu sebelum ada meja makan, kami makan bersama dengan duduk di lantai mengelilingi makanan yang di hidang di atas seprah makan. Jam makan juga sdh terjadwal, baik siang maupun untuk makan malamnya. Siang jam setengah 12, sebelum masuk waktu dzuhur dan mkn malam lebih awal yaitu jam setengah 6, sebelum masuk waktu maghrib.

Ketika sdh jadwal makan, kami anak2 perempuan di panggil untuk menghidangkan makanan. Kalau kebetulan sedang bermain di luar, berarti kami harus segera meninggalkan permainan itu. Tata cara penghidangan dan penyusunan letak makananpun jadi perhatian. Di mana letak nasi, lauk, piring, gelas, cuci tangan dan air. Bahkan sebelum menghidang, nasi yang sdh masak pun harus di salin dari periuk atau dandang ke cambung (mangkok besar) nasi. Cara menyalin nasi pun harus benar, nasi tidak boleh berbingkah-bingkah atau bergumpal-gumpal.

Saat makan, orang tua laki-laki dulu yang memulai mengambil nasi. Cara mengambil nasi untuk disalin ke piring pun tidak sembarangan, harus ke arah dalam, kalau tidak nasi akan berserakan ke luar.

Semua kebiasaan itu aku rasakan seperti sebuah kekangan. Karena saat itu teman-temanku tidak ada yg makan bersama, mereka makan sendiri-sendiri kapanpun mereka mau. Sehingga aku iri dengan teman-temanku yang tetap bebas bermain setidaknya hingga jadwal bermain habis yaitu saat maghrib masuk.

Untuk kebiasaan shalat dan aktivitas rohani pun spt itu, beliau berdua mendidik kami dengan keras dan dengan cara kuno.

Namun sekarang, hal itu benar-benar aku syukuri. Jika bukan karena didikan dan disiplin yang keras spt itu, aku tidak akan memahami tata krama atau norma-norma yang sekarang sdh sulit mencarinya. Sekaranglah manfaat itu aku rasakan. Dan pendidikan di rumah itulah yg paling berperan dalam membentuk karakterku.

Hingga pada waktu aku di Makkah, sebelum berangkat wukuf, aku sempatkan dan khususkan meng-sms kakak perempuanku dan mengatakan bahwa betapa bersyukurnya aku, dan seharusnya dia juga merasakan hal itu, bahwa telah dilahirkan dari orang tua kita yang sekarang ini. Betapa terasanya manfaat didikan dan disiplin yang beliau berdua ajarkan, ketika aku berada di tanah suci ini.

Banyak lagi hal lain yang mungkin orang akan berkata, "klasik/kuno sekali cara yang kamu lakukan". Dan hal baik meskipun kuno itu adalah harta yang akan aku wariskan pada generasi berikutnya, Insya Allah.

2

Cara Allah Mengajari

Posted by Desi on 9:34 AM
Jika apa yang kita lakukan telah benar dari awal, berarti kita sdh menguasai dan memahami ilmunya. Tapi jika kita belum menguasai dan memahami suatu ilmu, maka kita akan melewati tahap kesalahan lebih dulu, dan dari kesalahan itulah kita belajar, memahami dan menguasai ilmunya. Mungkin begitulah cara Allah mendidik kita. Wallahualam...

3

Terlalu Kejamkah Saya?

Posted by Desi on 3:20 PM
Pagi tadi jadwal saya mengajar kelas pertama dimulai jam 07.00. Di kelas saya telah membuat aturan dengan mahasiswa bahwa tolerir keterlambatan hanya 10 mnt dari jam 7, jika datang terlambat atau lewat dari jam 7.10, maka tidak boleh masuk.

Semester ini, kelas yang saya ajar setiap hari rabu pagi adalah mahasiswa smt 1. Sejak awal mengajar mereka, ada beberapa anak yang mengalami kejadian tidak boleh masuk di kelas saya karena terlambat. Mahasiswa yang paling sering adalah satu orang anak perempuan. Pertama kali dia datang terlambat, dia terpaksa duduk di luar memperhatikan saya mengajar. Lalu beberapa minggu berikutnya, dia lagi-lagi terlambat. Saat itu dia memelas ke saya untuk masuk, dengan alasan rumahnya jauh. Lalu saya katakan, kalau rumah jauh harusnya berangkat lebih pagi. Padahal ada anak lain yg rumahnya ternyata lebih jauh dari rumah si anak ini, tapi dia bisa datang tepat waktu karena berangkat lebih pagi. Dengan tampang memelas, akhirnya saya katakan bahwa dia boleh masuk asalkan mendapatkan ijin dari teman-temannya, bukan dari saya, dan tetap tidak boleh tanda tangan presensi. Di kampus ini kehadiran sangat berpengaruh untuk syarat bisa mengikuti ujian akhir semester. Akhirnya teman-temannyalah yang mengijinkan untuk masuk, bukan saya.

Lalu minggu besok, lagi-lagi dia terlambat dan lagi-lagi saya marah pagi itu karena jengkel. Dia tidak juga menyadari kesalahannya. Karena hari itu ada kuiz, akhirnya saya ijinkan dia masuk dengan syarat tdk bisa tanda tangan presensi.

Tadi pagi, seorang mahasiswi yang lain terlambat 1 menit. Saya bilang saya tetap berlakukan aturan tidak boleh masuk. Lalu dia mencoba membujuk saya untuk mengijinkan dia masuk, setidaknya seperti temannya yg dulu yang pernah terlambat tapi tetap bisa masuk yaitu dengan cara tidak tanda tangan presensi. Lalu dia juga membuat alasan bahwa ini masih dalam suasana perayaan imlek (kebetulan dia merayakan imlek). Bagi saya itu bukan alasan, sebab ijin untuk imlek sdh diberikan kemaren. Dia juga beralasan bahwa dia baru kali ini terlambat, sebelumnya selalu dtg tepat waktu. Memang mahasiswi ini belum pernah terlambat sebelumnya. Lalu saya tanya apa alasan dia terlambat kali ini. Dia menjawab karena telat bangun. Di kampus ini, telat banggun tidak bisa ditolerir sebagai alasan keterlambatan.

Saat mahasiswi ini masih berusaha membujuk saya, ternyata ada satu mahasiswi lagi yg baru dtg. Dia juga minta diijinkan masuk meskipun tidak tanda tangan presensi, bagi mereka tdk masalah, krn kl hrs pulang lagi rasanya sia-sia. Saya katakan bahwa saya tdk pernah menyuruh mereka untuk pulang.

Akhirnya saya katakan bahwa kalau mereka tetap ingin masuk, minta ijin dulu pada teman2nya, saya serahkan keputusan pada anggota kelas, spt kejadian mhswi yg terlambat sebelumnya. Bagi saya sendiri, tetap memberlakukan aturan yaitu tidak bisa masuk. Lalu mereka melakukan voting, dan saya tidak memperhatikannya. Saya tetap saja menulis di papan dan saya pun tidak berusaha mendengarkan proses voting mereka.

Setelah mereka mendapatkan hasil voting, ketua kelas melaporkan pada saya bahwa ternyata sebagian besar anggota kelas tidak mengijinkan masuk. Akhirnya dengan terpaksa mereka harus keluar kelas.

Setelah itu saya terus berpikir, terlalu kejamkah saya? Apakah saya sdh berlaku tidak adil pada mereka?

2

Allah Selalu Ada Untukku

Posted by Desi on 8:19 AM
Dear Teman,

Jika engkau merasa tidak sanggup menanggung beban yg engkau pikul. Ketika engkau merasa dunia begitu sempit dan begitu kejam kpd mu. Engkau merasa masalahmulah yg paling berat dan disaat itu engkau merasa tdk ada orang yang bisa membantumu, tdk ada org yg peduli padamu, tdk ada satupun orang yg bisa dijadikan sebagai tempat mengadu karena menurutmu mereka tdk akan mengerti akan masalahmu. Maka jgn hal itu meredupkan cahaya dimatamu, jgn sampai hal itu melemahkan tubuhmu, dan jangan engkau biarkan hal itu mematikan harapanmu. Engkau tidak sendiri, engkau tdk pernah ditinggalkan, hanya pikiranmulah yg membuatmu merasa sendiri dan karena pikiranmu sdh begitu, maka engkau merasa itulah kenyataannya sehingga spt itulah yg akan terjadi dan terlihat dimatamu.

Allah selalu ada untukmu teman. Allah tidak pernah meninggalkanmu barang sedetikpun. Allah selalu dekat denganmu, bahkan lebih dekat dari inderamu. Allah tidak pernah dzhalim pada umatNya, hanya umatNya yg mendzhalimi diri mereka sendiri.

Cobalah disaat sendirimu, engkau berbicara dengan Allah. Adukan semua yg engkau rasakan pada Allah. Menangislah jika memang ingin menangis, jgn engkau tahan sedikitpun, karena engkau sedang berbicara dengan Allah. Mengadulah spt engkau seorang anak kecil yg sedang mengadu kepada orang tuanya. Tapi ingat, disaat itu engkau harus yakin bahwa Allah mendengarkanmu, karena memang itulah kenyataannya. Bayangkan Allah ada dihadapanmu. Setelah semuanya engkau keluarkan, setelah engkau merasa airmatamu sdh kering, rasakanlah, renungkanlah dan resapilah apa yg engkau rasakan setelah itu. Semoga hatimu lebih ringan.

Lalu lakukanlah aktivitasmu spt biasa dan lihatlah sekelilingimu, perhatikan setiap kemudahan dan nikmat yg engkau dapati walau sekecil atau sesederhana apapun. Atas setiap kemudahan itu ingatlah Allah. Engkau akan dapati bahwa Allah sayang padamu, Allah tidak pernah melupakanmu dan meninggalkanmu, atau bahkan mendzhalimimu. Pikirkanlah serta renungkanlah dengan seksama bahwa ternyata Allah sedang menjawab doamu, permintaanmu, percakapanmu tadi, apa yang engkau adukan tadi dalam tangismu.

Apapun yg terjadi, selalu yakin dan bisikkan dalam hatimu "Allah sayang padaku dan selalu ada untukku, sehingga hanya pada Nya lah sepantasnya aku mengadu dan menggantungkan harapan, bukan pada makhluk, sehingga aku tidak perlu bersedih dan tidak ada yg harus aku sedihkan".

Maaf jika kata-kataku ini tidak berkenan dihatimu, aku tdk bermaksud mengguruimu, aku hanya membagi apa yg aku rasakan, pikirkan, dan alami, dan semoga ini bisa jadi pengingat bagi diriku dalam setiap kondisiku.

4

Makhluk Istimewa

Posted by Desi on 10:58 AM
Wanita adalah makhluk istimewa dalam pandangan mataku. Wanita dianugerahi dua hal yg berlawanan, pertama hati dan perasaan yang lembut, mudah terluka, rapuh, sensitif, tapi di sisi lain, wanita juga memiliki hati yang tegar dan kuat.

Hati yang lembut untuk memberikan kasih sayang pada keluarganya, dan hati yg tegar untuk menjadi kuat ketika berbagai permasalahan datang sehingga dia tetap menjadi pelindung bagi anak-anak dan orang yg disayanginya.

Wanita adalah makhluk yg kuat dan tangguh, karena mereka memiliki rahim, dan sanggup mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan buah hatinya. Laki-laki tidak akan sanggup melakukan hal ini. Dan dari rahim itulah mereka memiliki kasih sayang yang sangat tulus dan besar untuk dicurahkan kepada orang disekelilingnya.

Wanita dari ras dan warna kulit manapun, sunnatullahnya adalah cantik dan kecantikannya akan semakin terpancar jika mereka memiliki hati yang cantik. Kecantikan hati menyebabkan kecantikan lahir. Sangat disayangkan jika seorang pria mencintai wanita hanya dari lahirnya atau fisiknya saja, dan yg lebih parah hanya dari penampilan saja. Berarti yg mereka cintai adalah hal yang semu sebab fisik sifatnya sementara dan penampilan bisa dipoles.

Untuk seluruh wanita di dunia, terutama untuk seluruh ibu di dunia, kalian adalah wanita yang cantik karena kecantikan kalian berasal dari hati yang tercermin dari cinta yang kalian curahkan dengan tulus untuk keluarga. Untuk kita semua wanita yg cantik dan makhluk istimewa, yang sdh jadi ibu dan yg akan jadi ibu, selamat hari ibu :).

3

Perjalanan Mencapai Titik Dan Kehidupan Sesungguhnya

Posted by Desi on 9:43 AM
Another message from my student
*********************************

Sekian lama mengarungi hari-hari ditemani oleh buku-buku yang berisikan rumus,soal yang berlandasan kurikulum tuk melatih pemahaman dan daya pikir seseorang. Mulai dari pagi hingga mentari menyelinap dibalik awan. Tiada kata yang dapat terucap tuk menguraikan kisah pengembangan ilmu di bangku perkuliahan, hanya satu kata yang ada dan terukir jelas dibenakku yaitu “ A Moment To Remember “. Semua yang didapat tak akan ku biarkan pergi dan berlalu begitu saja dimakan waktu. Karna hanya mendapatkan selembar kertas yang bertuliskan tinta aku harus mengalami pergantian musim,dan membiarkan usia terbuang hanya tuk memandang buku di depan mata.

Saat menggenggam ijazah yang ku terima 29-10-2011,aku selalu berfikir dan berfikir tanpa henti meskipun orang disekelilingku memancarkan kebahagiaan di binar bola mata mereka. Bagiku ini adalah beban terbesar yang ku terima saat ini dalam kehidupan sesunguhnya dan mencari identitas siapa diriku nantinya. Karena kemana kertas ini ku bawa dan apakah dapat meraih mimpi yang sempurna..?

Saat keluar dari ruangan semua pada bersorak bergembira karna tak kuasa menahan rasa haru dan bangga. Aku pun mulai melangkahkan kaki tuk keluar dari ruangan dan mulai memejamkan mata sesaat tuk meresapi dari suasana disekelilingku dan lalu menghilang. Di sepanjang perjalanan aku selalu berfikir sambil memandang di tepian jalanan dan mulai buat komitmen yaitu saatnya aku berlaga tuk selanjutnya dengan sendiri aku bisa tanpa meminta-minta kepada orang tua yang selama ini memberikan semuanya dan akan membuat mereka merasakan manisnya buah yang mereka pupuk selama ini hingga mendapatkan gelar Ahli Madya. keesokan harinya aku mengubah game dalam hidup untuk mendapatkan suatu pencapaian mulai membenah diri dengan mengingat apa yang kurang dan apa yang perlu ku perbaiki dalam diri tuk kehidupan selanjutnya. Setiap hari aku selalu mencari kesempatan tuk temui sis keberuntungan dengan diiringi do’a tuk meminta kepada yang kuasa dan melakukan segala upaya selagi aku bisa melakukannya.

Di sela-sela upaya pencarian identitas diri tak luput dari dukungan orang2 terdekat meskipun 99% diantaranya adalah usaha sendiri akan tetapi tanpa 1% tiada kesempurnaan yang didapat dalam 100%.

Note : jangan sesekali berharap dan menggantungkan nasib kita kepada arang lain karena jika orang tersebut tidak bisa mewujudkan harapan dan mimpi kita maka rasa benci yang akan timbul dalam diri meskipun hanya sebentuk rasa kekecewaan. Ingat apa yang ada dipikiran kita sekarang itulah diri kita sesungguhnya walaupun kita tidak menyadarinya. Dan keluarlah dari zona nyaman yang kita miliki sekarang untuk meraih mimpi dan menggenggam pencapaian karena kenyamanan yang ada sekarang tidak akan merubah kehidupan yang lebih baik melainkan terhenti disitu saja yang seolah membuat kita kekehidupan yang lebih baik padahal kita tetap pada poros lingkaran roda dan kita harus tetap mengingat bahwa zaman terus berubah,dan jangan mau ada pada posisi poros tersebut.

By : Ade Firman Amd graduated from PCR

***************************
Komentar saya dan reply atas postingan ini :

Desi Handayani

sy setuju dg note nya.. Senang km sdh bljr hal trsbt dr kehidupan

Ade Firman

yang di atas note sebuah trial pencapaian mimpi buk, skr lagi merintis jadi hanya bsa membuat trial nya, hehehe...semua tercipta tak terlepas dari kseharian didikan di kampus buk.seperti pembentukan karakter dan pola pikir, karena sebagian besar pemikiran seseorang ditentukan oleh lingkungan

0

Seutas Kata untuk Sahabat

Posted by Desi on 9:34 AM
Ini message dari seorang mahasiswaku yg baru saja diwisuda bln Oktober lalu.

*******************

“Seutas Kata Untuk Sahabat”


Berawal dari dunia baru, seolah baru terlahir dan berada di planet asing yang tak satupun yang dikenal karna bertemu dengan orang’’ berlatar belakang yang berbeda, pemikiran yang berbeda dan tak lain daya pengucapanpun berbeda. Semua terasa aneh dan butuh penyesuaian untuk saling kenal. Namun lambat laun, dengan bergulirnya waktu, bergantinya musim dari hari ke hari, dedaunpun berguguran hingga waktunya tiba akan keterbiasaan, terbiasa akan keanehan dan menyatu dalam satu rasa. Rasa dimana memiliki arti tersendiri dalam hati, yaitu rasa memiliki yang seolah rasa itu menyatu dalam hati n menjadi keluarga.

Setiap problematika dalam kehidupan dipecahkan bersama, mulai dari kesibukan dengan tugas yang tak henti”nya menghujani kami dan menumpuk. Membuat suatu kelompok dimana yang satu membuat dengan ide dan gagasan, sementara diwaktu yang sama yang lain membuat pulpen menari" diatas kertas melalui jemari dan jari" yang semestinya pulpen bekerja diwaktu pagi hingga petang oleh stiap orang dalam dunia kerja. Ditempat yang berbeda ada yang memecahkan masalah dan mencari solusi dari soal disaat orang’’ tertidur pulas dan tak mampu tuk berfikir. Itu semua dilakukan demi tuntutan kurikulum dan suatu kewajiban oleh mahasiswa akan tumpukan tugas.

Canda tawapun tercipta diselasela kesibukan, dimana kesibukan yang membuat panik akan tugas yang mesti dikumpul esoknya. Bermain dengan roda dan poros bumi yang selalu berputar seolah’’ kita takkan pernah terpaku dan terhenti diporosnya. Meskipun semua itu akan terjadi disuatu masa. Hanya satu kata yang ada dalam hati saat itu meskipun kata itu tak terfikirkan dan terucap dibibir ”biarkan waktu yang akan menjawab akan perpisahan”.

Kita selalu bermain dengan awan dan bintang, dimana awan yang indah berpelangi saat habis hujan mataharipun menjelang dan cahaya bintang yang bersinar putih dimalam hari yang mewakili perasaan kita yang tanpa terbebani karna kita bersama, satu keluarga dan KITA MENGHADAPI SEMUA.

Ini bukan akhir dari segalanya, tapi ini awal dari kehidupan kita yang sesungguhnya. Lembaran baru, lembaran putih dimana tak sepercikpun tinta diatasnya. Kita mesti melanjutkan kehidupan ini walaupun tak seorangpun menginginkan hal ini terjadi. Tak seorangpun menginginkan perpisahan ini, disaat rasa itu memuncak kita terpisah, saat rasa memiliki itu ada dalam hati. Meskipun kita terpisahkan oleh jarak dan waktu tapi kita tetap saudara dan jiwa ragamu selalu ada dan tetap trusss ada di hatiku teman. Itulah hidup karna ada pertemuan maka terciptalah perpisahan. Selamat mencari kehidupan masing”, mencari arti dan solusi sendiri dari mimpi agar tercipta cita” yang diinginkan, semoga dilain hari dan tempat kita dipertemukan oleh waktu dan senyuman yang berbeda.
By Ade firman
For Acc Family


6

Kondisi saat ini...

Posted by Desi on 9:20 AM
Pagi ini bangun dengan kondisi kepala sakit. Aku tidak tau apa penyebabnya, padahal tadi malam tidur pada jam yang normal. Memang tadi malam aku menerima kabar dari kakakku yang cukup mengejutkan dan membuyarkan sebuah harapan. Namun kenyataan tdk bisa ditolak lagi. Yang aku khawatirkan adalah kondisi orang tuaku. Semoga mereka tidak terlalu memikirkan ini, yaitu masalah yg tengah dihadapi oleh dua orang anak gadis mereka disaat usia beliau berdua yg sudah uzur. Mungkin krn memikirkan ini sebelum tidur yg bikin bangunnya sakit kepala.

Sempat waktu telpon dengan orang tua beberapa waktu lalu, mama mengutarakan keinginan beliau untuk pergi umrah. Kalau untuk pergi haji sptnya sdh agak susah, karena antrian di Padang sdh sampai th 2020, sedangkan jika pergi dengan haji plus, biayanya mahal banget. Alhamdulillah yg wajib 1 kali sdh untuk beliau berdua. Jika ingin balik ke sana dengan umrah saja sdh cukup karena ingin melepaskan rindu dengan tanah suci.

Waktu mama mengutarakan keinginan beliau untuk pergi umrah, aku mendukungnya. Nanti kalau Mamak (kakak laki2 mama) mau berangkat umrah, mama ikut aja, kataku. Tapi mama bilang, "lepaskan dulu beban ini, masih ada beban, kalau sdh lepas, baru tenang untuk pergi umrahnya". Aku sedih mendengarnya, dan aku bilang, "apa beban mama? ga ada lagi beban mama, ga apa2 ma, kalau mamak nanti pergi umrah, mama ikut aja. Uangnya jgn dipikirkan".

Hanya bisa berdoa pada Allah, semoga kami anak-anaknya masih bisa dan sempat membuat beliau berdua bahagia di kehidupan ini.

0

Restu (Renungan Sabtu)

Posted by Desi on 9:33 AM
Mohon maaf jika saya memposting ulang email dari milis unand. Kata-kata di renungan ini menggetarkan hati saya, sehingga tidak ada salahnya di share pada teman-teman yang lain, untuk perenungan bagi kita semua.

****************

RESTU (Renungan Sabtu)

Sesungguhnya kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Wajah ceria yang selalu kita lihat, tidak ada yang tahu apakah akan tetap terlihat ceria di esok hari. Tertawa bersama di hari ini, tak ada seorang pun yang dapat menjamin akan ada canda tawa yang sama di esok hari. Semuanya serba tak pasti, seberapapun kita membuat perkiraan.
Maka siapapun yang ada di sekitar kita saat ini, selayaknya lah kita tetap saling menjalin silaturrahmi yang hangat, dengan penuh rasa tulus. Silaturrahmi, yang selalu kita sadari betapa berartinya, saat diri ini tak bisa dan tak mampu lagi untuk saling menyapa.
(Edison Munaf, Tokyo 10 Desember 2011)

Edison Munaf
FMIPA-Unand

2

My Sweet Thirty

Posted by Desi on 1:06 PM
Kemaren genap umurku 30 th, sdh tua, sdh banyak jatah usia yg berkurang. Berharap tahun2 yg masih tersisa, yg aku tidak tdk tau berapa lama lagi jatahnya, diberi Allah kesempatan untuk memperbaiki diri. Diberi Allah kemampuan untuk menjadi lebih baik, lebih bermanfaat bagi orang lain, lebih bijak dalam menghadapi segala sesuatu, dan paling penting ingin mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang yg beruntung, yaitu diberi kesempatan di dunia untuk menyempurnakan setengah din dan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Semoga kesempatan itu tidak harus menunggu lebih lama lagi, amin Ya Allah...

6

Tampil Beda

Posted by Desi on 9:09 AM
Pagi tadi jam 7, aku berjalan menuju ruangan kelas. Saat sampai di depan pintu kelas, mahasiswa melihat padaku dengan pandangan agak beda, dan mereka menatapku agak lama sambil senyum-senyum dan berbisik dengan teman-temannya. Sampai di kelaspun aku perhatikan, mereka menatapku lebih sering. Kadang ketika aku melihat ke arah beberapa orang, aku mendapati mereka sedang memperhatikan aku. Saat aku bicara, mereka terus memperhatikan wajahku. Dan sekali-sekali setelah kedapatan melihat wajahku agak lama, mereka menunduk dan berbisik sambil senyum-senyum.

Aku tau apa yg mereka perhatikan dan apa yg mereka bisikkan serta senyumkan. Tapi aku tidak tau apakah mereka berpikir aneh atau berpikir positif atau hanya agak surprise.

Hari ini aku tampil agak beda. Biasanya ke kampus aku hanya menggunakan bedak dan lipgloss. Tapi hari ini, aku menggunakan eye shadow tipis dan eyeliner, serta lipstick. Ya, hari ini aku tampil dengan sedikit berdandan.

Ini berkat kursus kilat yang diberikan Hesty sore kemaren. Hesty mengajariku teknik berdandan sederhana dan terlihat natural. Keinginan untuk berdandan ini terpicu dari masalah yang sedang aku hadapi saat ini. Namun keinginan itu sendiri bukan demi masalah itu, tapi dari hati aku ingin melakukannya. Karena dari hati, jadi terasa lebih berani dan tidak ada beban. Jika aku melakukannya demi hal lain, aku yakin tidak akan sanggup, karena jadinya tidak ikhlas. Selama ini memang aku tidak berani untuk tampil beda.

Memang masih belum terlalu rapi untuk riasan hari ini, tapi setidaknya ada yg bilang aku terlihat beda. Jay pun sengaja melirik untuk memberikan senyumannya saat lewat di depan mejaku. Aku tau maksud senyumannya.

Aku merasa senang2 saja dengan terlihat lebih cerah. Selama ini aku kurang memanjakan diri, sdh saatnya aku sedikit boros untuk memanjakan diriku sendiri. Berarti dalam waktu dekat akan ada jadwal shopping :), bagaimana Bu Hesty... ? hehehe..

2

Kesempatan dari Allah

Posted by Desi on 8:04 AM
Pernah mendengar dari seseorang, ketika Allah memberikan kesempatan lalu kita melewatkannya karena hal dunia, maka Allah tidak akan memberikan kesempatan berikutnya dalam waktu cepat.

Saat ini kesempatan itu ada di depan mataku, dan aku ingat akan pernyataan itu, maka aku mencoba untuk mengambil kesempatan itu. Meskipun nanti hasilnya baik ataupun buruk, tidak sesuai dengan harapan atau lebih dari pengharapan, Insya Allah akan aku terima dengan tegar.

Namun ada hal yang membuat aku bingung, disaat pihak lain begitu gencar memotivasiku, sementara pihak lain lagi yang hendak dituju justru tdk memperlihatkan reaksinya. Aku bingung menyikapinya. Di satu sisi aku sangat menghargai motivatorku yang begitu gigih memperjuangkanku, namun di sisi lain, aku tdk mau dinilai jelek oleh tujuanku.

Ketika ini semua membuatku bingung, ingin sekali menangis, tapi tdk punya tempat untuk menangis, selain Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

1

Generasi Muda Islam

Posted by Desi on 3:50 PM
Generasi muda memegang peranan penting dalam mempertahankan dan mengembangkan suatu peradaban. Begitu juga dengan generasi muda islam. Penentu atau ujung tombak agama ini terletak pada generasi mudanya. Dan generasi muda yg dicintai Allah itu adalah yg hatinya terpaut dengan mesjid

Tergerak menulis ini karena melihat mahasiswaku yg melaksanakan shalat berjamaah di mesjid. Bangga ketika melihat mereka azan, lalu melaksanakan shalat berjamaah. Ketika satu shalat berjamaah selesai dan mereka terlambat, maka mereka akan membuat shaf berjamaah yang baru. Kadang ada yg baru datang, lalu menyentuh pundak temannya yg tadi nya masbuq atau sedang shalat sendiri, yg menandakan bahwa yg ditepuk bahunya ditunjuk jadi imam. Masbuq lainnya akan bergabung, bahkan direktur pun ikut sebagai makmum atau masbuq.
Namun sayangnya ini hanya pada mahasiswa, mahasiswi nya masih lebih memilih untuk shalat sendiri-sendiri.

Semoga mereka inilah calon generasi muda islam yang akan mengumandangkan asma Allah di muka bumi ini hingga akhir jaman.

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.