2

Azan

Posted by Desi on 2:44 PM
Suara azan menandakan panggilan Allah untuk menunaikan shalat. Panggilan berarti harus dijawab. Setiap kalimat azan ada jawabannya, dan Rasulullah telah mengajarkan bagaimana cara menjawab setiap kalimat azan. Semoga kita semua telah mengetahui jawaban setiap kalimat azan itu.

Namun jawaban terpenting atas azan sebenarnya tidak hanya berupa kata-kata. Tapi berupa tindakan, tindakan untuk bergegas memenuhi tuntutan dari azan itu. Yaitu tuntutan untuk segera dan bergegas mempersiapkan diri menunaikan ibadah shalat.

Aku masih ingat waktu berada di Makah dan Madinah, saat waktu shalat sudah hampir masuk, para pedagang disana bergegas menutup toko mereka. Bahkan kalau anda belanja ketika akan masuk waktu shalat, mereka tidak akan melayani lagi, mereka cuek aja. Mereka ngasih tau harga barang, kalau anda terima ok, terjadi transaksi, kl tidak silahkan pergi, mau menawar harga berapa pun mereka tidak akan layani, karena mau tutup. Aku tau hal ini karena pernah mengalaminya sendiri. Waktu itu aku sedang datang bulan, aku dan beberapa orang ibu memanfaatkan kesempatan ini untuk berkeliling. Sebab ketika sedang tidak haid, kesempatan shalat ke Mesjid harus dimaksimalkan. Biasanya berangkat ke mesjid 1 - 1.5 jam sebelum waktu shalat masuk.

Lain di Makah, lain lagi di Indonesia. Di negara kita ini, yg cukup membuatku heran, ketika terdengar suara azan, mereka menghentikan aktivitasnya tapi bukan untuk bergegas pergi shalat, tapi untuk diam mendengarkan azan. Setelah azan selesai, kembali melanjutkan aktivitas sebelumnya. Aku tau maksud mereka diam itu adalah menjawab setiap kalimat azan. Namun bukankah sebenarnya panggilan azan itu dijawab dengan bergegas untuk shalat, bukan hanya sekedar diam untuk menjawab kalimat azan.

Dan yang benarnya lagi, ketika kita sdh mengetahui jadwal setiap shalat, seharusnya kita telah mempersiapkan diri (spt berwudhu dan menuju ke mesjid atau mushala) sebelum azan, lalu ketika azan, kita sdh berada di mesjid atau mushala atau dalam kondisi sdh ready untuk shalat, dan saat itu menjawab setiap kalimat azan dengan penuh tawadhu'. Namun kegiatan keduniawian telah mendominasi dikehidupan kita sehingga tidak banyak orang yg bisa melakukan hal ini.

Aku tidak bermaksud mengajari atau menggurui dengan adanya postingan ini, karena aku mengakui bahwa diriku juga masih lemah dalam hal ini. Pada saat mengajar dan terdengar azan, aku sendiri tidak menghentikan aktivitas mengajar dan bergegas ke mesjid, karena merasa tanggung tinggal beberapa menit lagi perkuliahan selesai. Hal ini terpikirkan karena beberapa waktu lalu, diadakan sebuah seminar di kampusku, lalu seorang pembicara yg semula aku pikir seorang muslim, beliau menghentikan bicaranya dan diam ketika terdengar suara azan. Beliau menghormati azan tersebut dengan diam dan mendengarkannya. Sementara para audience, yg rata-rata muslim, justru berbicara pada saat suara azan dikumandangkan. Kadang hal ini aku temui juga pada saat rapat, setelah azan selesai rapat tetap dilanjutkan.

Tradisi diam dan duduk tenang saat terdengar suara azan baru aku alami saat berada di Pekanbaru ini. Mungkin karena dulu aku aku belum tau jawaban kalimat azan. Dan kebiasaanku juga dari kecil dulu, kalau terdengar azan, ibuku cepat2 menyuruh kami untuk berwudhu dan pergi shalat ke mesjid. Kalau kami tidak ke mesjid beliau akan marah. Jadi azan kami jawab dengan bergegas berwudhu dan menuju mesjid. Ketika aku telah mengetahui jawaban kalimat azan, aku menanggapinya dengan tidak berbicara, menjawab setiap kalimat sambil mempersiapkan diri untuk ke mesjid. Banyak aktivitas yg dilaksanakan pada saat yg bersamaan. Tidak hanya diam dan duduk tenang.

Lagi-lagi ini pemikiranku semata. Mohon maaf untuk teman-teman yg merasa tidak senang dengan postinganku ini.

1

Satu Harapan dan Harapan Yang Lain

Posted by Desi on 12:11 PM
Ketika satu harapan terpenuhi, maka kamu juga harus siap untuk melepas harapan yang lain. Itu kondisi yang aku hadapi saat ini. Namun yang membuat agak sedih di awal adalah ternyata harapan yang hrs kulepaskan adalah terkait ketelibatanku dengan mahasiswaku.

Harapan yg hrs kulepaskan itu tidak terkait dengan hal materi yg harus hilang karena terpenuhinya satu harapan yg lain. Tapi lebih kepada masalah perasaan. Mulai bulan depan aku tidak lagi bertanggung jawab untuk memimpin prodi ini. Ini adalah harapanku yang terkabulkan. Namun konsekuensinya, aku tidak akan menjadi orang yg akan menyerahkan ijazah kepada mahasiswaku yang diwisuda pada acara wisuda bulan oktober nanti. Itu harapan yang harus kulepaskan.

Betapa sedih rasanya, ketika engkau telah memdidik mereka selama tiga tahun penuh dan saat ini mereka telah menyelesaikan semuanya hingga akhir, di naskah PA mereka terdapat nama dan tandatanganmu sebagai kaprodi, tinggal menunggu upacara kelulusan untuk menerima ijazah dan nilai asli. Namun ternyata pada saat mereka merayakan kebahagiaannya, justru bukan nama dan tadatangan mu yg akan mereka dapati di ijazah dan nilai mereka, tidak juga di buku wisuda, dan tidak juga yg akan akan menyerahkan hasil usaha mereka secara langsung saat wisuda nanti. Hal ini lah yang membuatku sedih. Betapa aku ingin keterlibatanku dalam hidup mereka disempurnakan pada hari perayaan itu, namun justru di detik terakhir, aku tidak terlibat.

Namun ada satu hal, dan aku berharap ini jadi pengobat kesedihan. Wisuda kali ini yg akan memberikan pesan kesan wisudawan adalah dari prodi akuntansi. Aku berharap si anak yg aku mintakan untuk menyampaikan pesan kesan ini akan memberikan pidato terbaiknya.

Setiap kali melihat mahasiswa2ku di wisuda, aku begitu bahagia dan terharu. Begitu sayang kalau melewatkan ceremony itu. Bahkan tahun lalu aku sempat meneteskan air mata ketika hanya bisa melihat mereka memakai toga dari foto, sebab tidak sempat hadir di acara wisuda mereka. Semoga mereka sukses dalam menjalani tahap kehidupan berikutnya, amin Ya Rabb...

0

Roadshow spt 6 th yang lalu

Posted by Desi on 11:56 AM
Kemaren ada dosen baru di prodi akuntansi. Sebagai kaprodi, aku harus memperkenalkan kepada keluarga besar institusi ini. Salah satu cara kami memperkenalkan orang baru di sini adalah dengan membawa mereka keliling kampus dan berkunjung ke ruangan dosen seluruh jurusan. Tradisi spt ini masih bisa dilakukan karena ruangan setiap dosen masih dalam satu bangunan, tidak spt universitas2 besar yg ada.

Akhirnya kemaren aku membawa dosen baru tersebut keliling kampus dan mengenalkannya dengan setiap dosen dan karyawan yang ada ditempat saat itu ataupun yg berpapasan langsung di jalan.

Kegiatan ini mengingatkanku akan roadshow 6 th yang lalu. Saat itu aku juga orang baru di institusi ini. Aku dan Sari diajak berkeliling oleh kaprodi kami yang cantik. Beliau mengenalkan kami tidak hanya kepada staf dosen atau karyawan administrasi, tapi juga kepada bapak2 dan ibu2 yang membantu membersihkan kampus dan taman.

Hal ini jugalah yang aku lakukan terhadap dosen baru kami ini. Aku berusaha untuk mengenalkannya tidak hanya kepada pekerja ruangan tapi juga pekerja lapangan. Tujuannya adalah spy ada rasa kekeluargaan dengan mengenal mereka. Sebab di institusi ini, bagi kami bagian kebersihan atau keamanan tidak dianggap lebih rendah. Khususnya bagiku, aku menganggap mereka sebagai orang tuaku disini.

Dan mungkin ini adalah roadshow terakhir yang kulakukan sebagai kaprodi. Oleh karena itu, aku berusaha dengan semaksimalnya memperkenalkan dosen baru ini, spt yg dilakukan pendahuluku dulu.

2

Dirga Ikhsanul Ramadhian

Posted by Desi on 7:34 AM
Dirga adalah bayi laki-laki dari salah seorang sahabatku. Dirga lahir tanggal 17 Agustus 2011, 17 Ramadhan 1432 H, lewat operasi caesar, dan kembali menghadap Allah tanggal 19 Agustus 2011. Dirga lahir saat masih berumur 8 bulan dalam kandungan ibunya dengan kondisi prematur. Paru-parunya saat itu belum matang, sementara air ketuban Ibu sudah pecah dan berwarna hijau. Dokter menyuntikkan obat pematang paru-paru sehingga Dirga bisa dilahirkan dengan jalan caesar. Jika tidak dipaksa untuk dilahirkan, dokter khawatir kalau nanti terjadi infeksi yg akhirnya akan merenggut nyawa ibu dan bayinya.

Saat lahir, Dirga seperti layaknya bayi normal. Muncul ke dunia dengan suara tangisan yg keras. Berat tubuhnya 1,8 kg.

Sejak lahir hingga akhirnya menghadap Allah, Sang Ibu hanya bisa melihat Dirga dibalik kaca ruangan bayi dan beliau juga belum sempat menyusui bahkan menggendong Dirga sekalipun. Sebab Dirga di tempatkan di dalam inkubator di ruangan khusus. Sang Ibu baru merasakan Dirga dalam pelukannya saat Allah telah memanggilnya. Sang Ibu tidak mampu melepaskan tubuh bayi laki-lakinya yg mungil itu dari dekapan karena rasa cinta dan dukanya yg mendalam. Dia baru bisa melepaskan Dirga setelah suster bersusah payah membujuknya.

Saat membaca namanya di status sahabatku, aku merasa jatuh cinta pada bayi mungil ini, meskipun belum pernah melihatnya secara langsung. Namanya bagus dan menunjukkan bahwa dia dilahirkan di hari kemerdekaan dan di bulan Ramadhan. Seandainya Dirga masih bertahan, Dirga tentu akan menjadi laki-laki yang tampan.

Kehendak Allah tidak ada yang tahu dan tidak ada yg bisa menahan atau mencegahnya untuk terjadi. Dirga adalah manusia yang ditakdirkan Allah untuk menjadi penghuni surga Nya. Dan Insya Allah akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak. Wallahu'alam bishawab.

1

Ucapan Lebaran Favorit

Posted by Desi on 11:31 AM
Sebenarnya tidak bisa dikatakan favorit, karena ucapan yg kita terima di Idul Fitri adalah permintaan maaf dan memberi maaf. Namun ucapan yg satu ini sangat spesial karena cocok sekali dengan kondisi, dimana kami teman lama yg sdh lama tdk bertemu, di dunia maya pun tdk pernah berkomunikasi, karena dia tdk aktif di dunia maya, komunikasi telpon pun hanya saat ucapan ramadhan maupun lebaran. Ini ucapannya yg dikirim lewat sms :

Assalamu'alaikum wr. wb...
Sejauh apapun jarak,, selama apapun tak berjumpa,, tapi sebenarnya kita melihat langit yang sama, menatap kerlip bintang yang sama, merasakan sinar mentari yang sama,, karena itu, sebenarnya kita tak pernah berjauhan,, semoga jalinan ukhuwah kita tetap terjaga.. Tp itu semua takan terjadi sblm kita saling memaafkan.

Bagiku, sms ini bukan hanya sekedar ucapan lebaran, tapi kata-katanya spt kata2 rindu. Tak peduli apakah kata2 indah ini dia dapatkan dari orang lain, yg jelas aku menerima kata2 ini dari dia. Teman yg sdh lama tidak berjumpa dan aku memang merindukannya.

4

Kematian

Posted by Desi on 8:47 AM
Dalam beberapa hari terakhir, aku lebih banyak memikirkan tentang kematian. Kematian serasa berada lebih dekat dengan diriku. Dalam kesendirian di malam hari, kadang dalam gelap terbangun, dan aku mencari sesosok bayangan. Ketika mataku tidak menemukannya, hatiku bergumam, ternyata "dia" belum muncul. Bayangan yg aku cari itu adalah sosok kematian. Aku berpikir apakah dia sdh datang.

Aku membayangkan bentuknya berupa bayangan atau cahaya putih. Tapi kemudian aku berpikir lagi, dulu pernah mendengar bahwa malaikat maut akan datang mengunjungi dengan berbagai rupa tergantung amalan si calon mayat. Jika dia orang yg berdosa, maka kematian akan datang dengan wujud yang menakutkan. Sehingga aku berpikir, belum tentu kematian akan datang dalam bentuk cahaya putih, karena aku orang yg berdosa.

Namun yang jelas, kematian adalah malaikat yg merupakan makhluk cahaya. Jadi dalam benakku, setidaknya dia berupa cahaya, atau kalau dia datang, tentu aku akan melihatnya. Wallahu'alam.

Kesendirian telah membuatku berpikir macam-macam dan aneh-aneh. Apalagi sejak beberapa bulan terakhir tubuh ini sering sakit, aku jadi merasa kalau umurku tidak lama lagi. Sakit yang aneh-aneh ini membuatku jadi orang yg pesimis. Dalam 2 malam terakhir, aku sampai memohon pada Allah, jika memang waktuku singkat, ijinkan kepergian itu saat aku berada di tengah keluargaku, dan semoga kepergianku tidak merepotkan mereka.

Hari ini aku berencana menjalani tes darah. Berdasarkan gejala yang aku rasakan, dokter curiga aku menderita diabetes. Oh Ya Allah... aku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penyakit ini di usia yg belum genap kepala tiga. Semoga hasil tes nanti tidak menyatakan demikian. Kalaupun ternyata benar, bertambah lagi satu penyakit yang akan jadi pakaianku hingga akhir.

Dengan adanya penyakit yg aku derita, spt nya Allah memberikan kesempatan padaku untuk menebus dosa. Seharusnya aku bersyukur, karena Dia masih sayang padaku.

0

Kebahagiaan Seorang Ibu

Posted by Desi on 1:30 PM
Sabtu kemaren, beberapa alumni angkatan 2005 PCR (mhsw G5) reunian dalam rangka menghadiri temu alumni untuk revisi kurikulum akuntansi. Senangnya ketika bertemu mereka lagi. Sudah lama tidak kumpul2 dg mereka. Dulu waktu mereka masih kuliah, kami sering ngumpul. Kebetulan karena aku dosen wali mereka, sehingga keseharianku sangat dekat dengan mereka.

Sekarang mereka sudah tersebar di beberapa kota. Ada yg kembali ke kampung halamannya di Aceh, ada yg di Jakarta, dan di kota-kota yg ada di Riau. Saat melihat mereka lagi dan mendengar cerita2 mereka ttg pekerjaannya, sangat terasa kalau mereka telah mengalami perubahan. Cara bicara dan pemikiran mereka sdh lebih dewasa. Ada rasa haru dan bangga saat mereka bercerita ttg pekerjaan dan pengalaman yg mereka dapat dari tempat kerja.

Malam minggu kemaren, kami pergi nonton dan pagi nya mereka yg antar aku ke tempat kuliah. Rasanya spt kembali ke saat mereka masih kuliah, saat kami sering pergi hang out. Tapi ada yg kurang, karena tidak semua mereka yg hadir. Geng anak Aceh, gengnya Risa, Januar yg konyol, Anriko yg manja, Damendra yg dulu pernah nangis waktu curhat dgku, dan yg lainnya.

Hari minggu siang ingin ketemu mereka lagi sebelum mereka kembali ke aktivitasnya masing-masing. Apalagi hari minggu ada g6 dan g7 juga, ingin melihat mereka dengan penampilan yg baru. Tapi sayangnya tidak sempat. Aku kelamaan pulang dari kuliah. Akhirnya hanya bisa bicara lewat telpon dengan Nuning. Saat dia bilang pamit balik ke Jakarta di telpon, ada rasa sedih yg muncul, mataku mendadak panas. Hingga akhirnya sore itu buat status di FB, dan saat baca komen balasan mereka, air mata ini tdk terbendung lagi, aku menangis sesenggukan.

Bersyukur Allah menempatkan aku di profesi ini dan bertemu dg anak-anak ini. Saat itu aku berkata dalam doa, Ya Allah..meskipun aku belum pernah punya anak, tapi aku sdh merasakan kebahagiaan seorang ibu ketika melihat anak-anak mereka tumbuh dewasa. Jadikan mereka pribadi yg baik, sukses, dan memberikan manfaat dimanapun mereka berada. Amiin Ya Allah..

0

Seperti Toko Obat

Posted by Desi on 3:04 PM
Tubuh ini serasa toko obat, saat makan obat sakitnya hilang, saat obat habis hanya ada jeda sebentar, sakitnya kambuh lagi, akhirnya ke dokter lagi dan dapat obat lagi. Padahal aku sudah berusaha untuk menjaga pantangannya, tapi masih kambuh juga. Ingin seperti orang lain yang kondisi tubuhnya sehat, bebas kemanapun tanpa memikirkan kondisi tubuh yg sensitif.

Aku tidak tau, kenapa sakit ini jadi akut ketika aku membutuhkan kesehatan lebih dari biasanya. Sebab dengan bertambahnya aktivitas kuliah sabtu dan minggu, aku harus dalam kondisi prima. Namun justru sejak kuliah ini kondisi tubuh makin drop. Ini membuatku tidak bisa maksimal untuk perkuliahan. Entah bagaimana nasib IP smt ini. Kadang malam hari pengen dipakai untuk belajar, secara siang harus kerja. Tapi yg ada malam terasa sudah lelah, jika dipaksakan aku takut akan menjadi lebih drop.

Tak lama lagi Ramadhan datang. Semoga kondisi tubuh ini membaik, lebih sehat dan bisa menjalani ibadah Ramadhan dengan maksimal. Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan pertama yg aku jalani sendiri tanpa teman satu rumah. Semoga aku bisa menjalaninya dengan mandiri.

Ya Allah... mohon kesembuhan untuk tubuh ini sehingga hamba bisa menjalani Ramadhan Mu dengan maksimal dan lebih baik dari tahun lalu. Amiin Ya Allah...

0

"Go Green" Sekedar Ikut-ikutan..

Posted by Desi on 7:10 AM
Sepanjang jalan Sudirman Pekanbaru saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan pembuatan fly over. Tujuan pemerintah untuk mengurangi kemacetan. Tapi kita lihat saja nanti, apakah akan mengurangi kemacetan atau justru menambah kemacetan baru.

Untuk pembangunan fly over ini, dipugarlah taman yg ada di tengah jalan. Pohon-pohon yang rindang dan dihias dengan cantik selama ini ditebang. Tidak ada lagi lampu-lampu hias dengan berbagai bentuk yg dililitkan atau di pasang di dan disekitar pohon. Bunga-bunga cantik yang menghiasi taman itu pun hilang. Pemandangan yang biasanya cantik dan bersih itu sekarang berganti dengan seng untuk menutup area pembangunan.

Yang membuat aku merasa lucu dengan kebijakan ini adalah pada seng pembatas area tersebut dipenuhi dengan tulisan dan gambar yang menyuruh kita untuk menjaga lingkungan hijau, tulisan go green dengan gambar pohon nan cantik menghiasi seluruh seng itu.

Apanya yg go green, sedangkan untuk membangun jalan itu saja mereka menebang pohon yg sudah dirawat sejak bertahun-tahun. Sangat bertolak belakang menurutku. Tidak hanya itu, aku dengar dari beberapa teman, pemerintah sedang menggalakkan penanaman entah sejuta atau semiliar pohon, aku lupa, tapi yg jelas antara dua itu. Kl memang ada aksi penanaman, kenapa yg sdh ada justru di tebang. Atau itu bentuk penebusan dosa atas pohon-pohon yg ditebang.

Sekarang ini kalau melewati jalan sudirman, tidak lagi menyenangkan, panas, gersang, dan pemandangannya tidak menarik. Ditambah lagi dengan kemacetan akibat pekerjaan jalan, makin mempersempit jalan yg sudah sempit juga sejak awal.

6

Moving?

Posted by Desi on 8:10 AM
Saat semua sudah tidak berpihak lagi padaku, saat orang2 sudah tidak kooperatif lagi, saat lingkungan sudah tidak kondusif lagi, saat semua terasa begitu monoton dan tidak friendly lagi, apakah itu pertanda bahwa saatnya aku harus berpindah?

Aku renungi timing teman2 yg pindah dari sini. Timing itu Allah yang tentu kan, karena memang tempat ini sudah tidak cocok lagi untuk mereka. Ada tempat lain yg lebih baik sedang menanti mereka. Dan saat ini aku merasa begitu stuck, sesak melihat orang2 di sekitarku. Melihat pola dan tingkah mereka yang tidak bisa aku pahami.

Maybe its time for me to make a new resolution. Make a new and big decision for my future. But I don't know, is it the right time? Is it my turn?

0

Bingung

Posted by Desi on 1:11 PM
Sambil mengumpulkan berkas-berkas tugas, kuis, dan file2 mhsw lainnya, aku berpikir sendiri, untuk apa aku melakukan semua rutinitas ini. Dari hari ke hari sama saja. Sampai di rumah melakukan aktivitas yang sama. Demikian seterusnya berulang-ulang, berganti hari. Sampai kapan hal seperti ini akan terus berlangsung.

Aku merasa butuh hal baru, rutinitas baru, lingkungan baru, yang bisa menyegarkan pikiran. Liburan serasa bukan suatu jalan keluar, karena saat kembali dari liburan, akan menghadapi rutinitas tersebut kembali.

Hingga aku ingat suatu saat, entah semenit berikut, entah besok, atau tahun depan, atau beberapa tahun lagi, aku akan menghilang dari dunia ini. Meninggalkan semua rutinitas itu, menuju suatu dunia baru. Dan dalam dunia itu aku mempertanggung jawabkan dosa-dosa yang telah kuperbuat, akhirnya menggigil sendiri. Aku belum siap menghadapinya Ya Rabb...

0

Mahasiswa Lagi

Posted by Desi on 11:08 AM
Dunia mahasiswa begitu menyenangkan. Itu yang kembali aku rasakan setelah 7 th selesai kuliah s1. Meskipun kuliah sambil kerja, namun saat berada di kampus sebagai mahasiswa, rasanya begitu menyenangkan. Aku serasa jadi remaja lagi, meskipun umurku sdh tidak remaja. Meskipun teman-teman kuliah ada yang sdh ibu-ibu, tapi yang lebih muda dariku lebih banyak lagi, sehingga suasana ceria nan muda tetap terasa.

Tugas tetap menjadi suatu momok bagi mahasiswa, tak terkecuali diriku :). Meskipun aku sendiri sering ngasih tugas ke mahasiswa, ternyata saat aku mendapatkan tugas dari dosen tetap saja keluhan itu ada. Dan berarti spt itu juga yg dirasakan oleh mahasiswaku. Tapi in fact, aku bukan dosen yg terlalu rajin ngasih tugas ke mahasiswaku. Paling dalam 1 smt maksimalnya 4-5 kali dan seminimalnya 2 kali. Tapi saat kuliah s2 ini ternyata aku harus menghadapi setumpuk tugas, dan jumlahnya lebih banyak dari tugas yg aku berikan kemahasiswaku. Yah.. namanya juga level yg berbeda.

Tapi dulu dan sampai sekarang pun aku masih berpikir, suatu saat aku akan jadi mahasiswa (nyatanya jadi juga), jika aku tidak baik ke mhsw ku, akibatnya akan kembali lagi padaku saat aku jadi mhsw. Makanya sejak dulu, ketika aku hendak membuat keputusan, aku menimbang positif negatifnya, fair dan tidaknya. Sebab aku yakin hidup ini berputar dan selalu dengan fungsi sebab akibat.

Namun satu yang aku syukuri, meskipun dalam kesibukan bekerja, aku masih merasakan kuliah s2. Hal yang tidak pernah aku bayangkan. Malah dulu saat tamat s1, aku sdh langsung mencap kalau s2 itu tak akan pernah kujangkau, sebab biayanya mahal. Namun yang tak kita sangka-sangka sama sekali, justru kejadian. That's life... :)

0

Super Woman

Posted by Desi on 10:06 AM
Yah.. ini lah gelar yang aku berikan untuk diriku sendiri. Untuk menyenangkan hati dan menguatkan diri dalam melakukan semua kegiatan yang memusat dalam minggu ini. Semua ku handle sendiri, sehingga aku menyebut diriku untuk beberapa hari ini sebagai super woman.

Sebenarnya terasa berat karena fisik ini dalam kondisi lemah, asam lambung tinggi yang membuat sesak nafas. Malam merupakan saat yang paling mengkhawatirkan secara aku di rumah sendiri. Namun aku tidak boleh mengeluh, aku harus kuat, aku harus bisa melewati semua ini karena ini kawah candradimukaku saat ini. Aku tidak mau berharap pada orang lain untuk meringankan pekerjaan ini, karena telah aku buktikan berharap pada manusia justru membuatku kecewa. Makanya aku kuatkan diri melakukan semua ini sendiri. Tak ada kegiatan yang aku coba batalkan, walaupun sebenarnya 1 dari sekian kegiatan beberapa hari ini bisa saja aku batalkan.

Ketika semua ini selesai, mungkin aku merasa lega, tapi pekerjaan dan tantangan lain telah menantiku. Semakin aku mengeluh, maka semua tantangan itu akan semakin terasa berat. Makanya aku tidak boleh mengeluh dan harus kuat. Paling ya nangis sendiri...

2

Lonely

Posted by Desi on 10:03 AM
Akhirnya nyerah juga, dengan kondisi home alone yg telah dijalani 3 bulan ini. Pulang kerja, rasa ingin ngobrol benar2 menyiksa. Ingin ngobrol dg seseorang, cerita ttg hari ini, cerita ttg apa yg aku rasakan, cerita berbagai hal.

Satu2nya jalan adalah menelpon, dan biasanya yg ku telpon orang tua. Namun kl ngobrol dg orang tua, tdk bisa lepas. Rasa sedih-sedih dan tdk menyenangkan, harus ku simpan sendiri, tdk mungkin aku ceritakan ke orang tua, karena akan membuat beliau berdua sedih, dan menambah beban pikiran beliau berdua. Apalagi saat ini kondisi Papaku sering sakit. Saat ini beliau meresahkan dua orang anak gadisnya yg juga belum bertemu dg jodohnya.

Kalau menelpon teman2, mereka rata-rata juga sibuk dg kerjaan dan urusan masing-masing. Tidak bisa telpon lama-lama, dan curhat juga tdk selepas dahulu lagi, secara mereka sdh ada yg harus di urus.

Bisa saja aku menerima teman kost baru. Sebab banyak yg minat dengan rumah kontrakanku itu. Namun aku tidak berani ambil resiko kl ternyata tdk cocok. Apalagi saat ini di rumah butuh ketenangan untuk belajar. Ruang tamu penuh dg buku-buku kuliah. Malam biasanya aku manfaatkan untuk belajar atau bikin tugas. Jika dapat teman kost yg justru tdk bisa menerima keadaan itu, justru bikin susah.

Semalam benar2 mencapai batas ingin berteriak, ingin curhat dg lepas, melepas semua yg terpendam di pikiran dan hati. Kalau dulu ceritanya diangsur-angsur dengan sari, akhirnya tdk menumpuk. Sekarang, sudah menumpuk tinggi dan harus segera diurai tumpukannya. Namun orang yg bersedia mendengar dan membantu melepas tumpukan itu, belum ketemu juga, hiks...

2

Tasbih

Posted by Desi on 3:28 PM
"Sabbaha lillaahi maa fissamaawaati wal ardh ; Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah".

Namun tidak ada yang tau tasbih mereka. Gunung bertasbih pada Allah, burung yang terbang mengepakkan sayapnya bertasbih pada Allah, pohon bertasbih pada Allah, udara, angin, air, bumi, bintang, dan semua makhluk bertasbih pada Allah.

Kalau saya boleh menguraikan dengan ilmu saya yang masih sangat sedikit, Sabbaha saya melogikakan asalnya dari Subha, Subhanallah; Maha Suci, Maha Suci Allah. Berarti arti tasbih pada ayat tersebut adalah mensucikan Allah. Berarti binatang-binatang, gunung, udara, air, tumbuh-tumbuhan, matahari, tata surya, dan semua jenis makhluk ciptaan Allah mensucikan Allah dengan cara mereka masing-masing.

Hasil dari mendengar ustad2 dan membaca buku2 agama, yang sering dijadikan contoh spt burung yang sedang terbang, mereka bertasbih kepada Allah. Berarti dengan mereka terbang, mereka mensucikan Allah. Burung terbang dengan sayapnya. Struktur tubuh mereka diciptakan Allah dengan sayap untuk bisa menjalani kehidupannya. Dengan sayap mereka terbang mencari makan, melanjutkan hidup mencari sarang, memberi makan anak2nya, aktifitas hidup lain dan melanjutkan hidupnya dengan menggunakan sayap. Saya simpulkan burung, memanfaatkan sayap pemberian Allah untuk melanjutkan hidup sebaik-baiknya. Dengan mereka memanfaatkan pemberian Allah, merupakan suatu wujud syukur mereka kapada Allah. Setiap kepakan sayap, berarti mensucikan Allah, suatu wujud syukur kepada Allah, dan suatu bentuk keikhlasan atau penyerahan diri kepada Allah.

Contoh lain tumbuh-tumbuhan, mereka diciptakan sebagai makhluk yang lebih lembut menurut saya. Mereka mampu menyerap karbon dan memproduksi oksigen. Setiap jumlah karbon yang diserap dan oksigen yang mereka lepaskan, mereka mensucikan Allah. Gunung yang kokoh diciptakan sebagai pasak bumi. Jika terjadi ketidakseimbangan alam, mereka mengeluarkan laharnya, atau melepas panas bumi. Dengan menjalankan fungsinya sebagai pasak bumi, merupakan wujud tasbih mereka pada Allah, mensucikan Allah dan wujud syukur pada Allah karena telah diciptakan sebagai salah satu makhluk.

Manusia diciptakan dengan segala kelebihan dibandingkan makhluk yang lain, setiap unsur tubuh manusia ini hidup, dan mereka bertasbih dengan menjalankan fungsinya masing-masing. Jantung bertasbih dengan berdetak, memompakan darah, paru-paru, lever, ginjal, dan semua organ tubuh manusia, semuanya bertasbih dengan cara mereka masing-masing, yaitu dengan menjalankan fungsinya. Semuanya tunduk dan patuh. Namun hanya jiwa manusia yang bebas, bebas untuk bertasbih atau tidak kepada Allah.

Jika semua makhluk bertasbih dengan menjalankan fungsi mereka, dan tasbih itu merupakan perwujudan syukur kepada pencipta. Berarti manusia yang diciptakan dengan segala kelebihan, harusnya lebih banyak lagi bertasbih, karena organ manusia kompleks. Manusia bekerja memanfaatkan organ yang diberikan Allah, wujud syukur kepada Allah dan wujud keikhlasan atau penyerahan diri kepada Allah. Jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak sesuai dengan fungsinya, tidak sesuai dengan kodratnya, berarti hal itu wujud tak bersyukur kepada Allah.

Ini kesimpulan yang saya cerna sendiri atas buku Dzikir Tauhid karangan Agus Mustafa yang belum selesai saya baca, masih 1/4 nya. Namun 1 ayat di atas telah membuat saya berfikir dalam tentang bentuk dzikir alam dan tata surya kepada Allah.

0

Malu

Posted by Desi on 3:59 PM
Ingin meminta sesuatu kepada Allah, tapi malu rasanya. Karena yg diminta terlalu baik, sedangkan diri ini merasa sangat buruk. Yang diminta adalah kekasih Allah, sedangkan diri ini hanyalah hamba yg lalai dan rendah. Berharap dalam hati pun tdk berani, merasa tdk pantas untuknya yg sangat suci.

Namun hati ini begitu mendambanya. Bagaimanakah ini Ya Rabb...

2

I Told You So

Posted by Desi on 8:34 AM
Love this song very much, performed by Carrie Underwood feat Randy Travis
============

Suppose I called you up tonight
And told you that I love you
And suppose I said I wanna come back home
And suppose I cried and said I think I've finally learned my lesson
And I'm tired of spending all my time alone
If I told you that I realized you're all I ever wanted
And it's killing me to be so far away
Would you tell me that you love me too
And would we cry together
Or would you simply laugh at me and say

I told you so
Oh, I told you so
I told you someday you'd come crawling back and asking me to take you in
I told you so
But you had to go
Now I've found somebody new and you will never break my heart in two again

If I got down on my knees and told you I was yours forever
Would you get down on yours too and take my hand
Would we get that old time feeling
Would we laugh and talk for hours
The way we did when our love first began
Would you tell me that you've missed me too
And that you've been so lonely
And you've waited for the day that I returned
And we'd live and love forever
And that I'm your one and only
Or would you say the tables finally turned

Would you say I told you so
Oh, I told you so
I told you someday you'd come crawling back and asking me to take you in
I told you so
But you had to go
Now I found somebody new and you will never break my heart in two again

Now I found somebody new and you will never break my heart in two again

4

Pemimpin itu...

Posted by Desi on 1:00 PM
Menurutku pemimpin itu adalah orang yang dinamis dan tdk kaku. Tdk kaku dalam hal memandang suatu hal dan mengaitkannya dg peraturan yang berlaku. Sebab peraturan yg ada pd suatu institusi pada dasarnya buatan manusia, dan itu bisa saja salah, atau tdk cocok lagi dg kondisi yang ada. Selain itu peraturan juga harus melihat sisi manusiawinya.

Menjadi seorang pemimpin tdk harus memperlihatkan wibawa dg cara yg kejam atau diktatornya. Pemimpin juga tdk melulu hanya berpikir dan lalu memerintahkan. Tapi pemimpin itu juga harus terjun langsung ke lapangan. Supaya dia tau, apakah dia sdh menjadi seseorang yg manusiawi atas apa yg dia pimpin.

Pemimpin yang baik itu tdk melepaskan kesalahannya pada bawahannya. Dan menurutku, jika seorang bawahan kena marah oleh pimpinan tertinggi atau oleh org yg berada 2 level atau lebih di atasnya, itu berarti si atasan yg langsung membawahinya bukan pemimpin yg baik. Jika bawahan salah, harusnya atasan langsung yg boleh memarahinya. Dan yang harus menanggung kemarahan level lebih tinggi harusnya si atasan langsung tersebut. Dia yg bertanggungjawab atas pekerjaan org yg dipimpinnya. Dia yang hrs menanggung kesalahan itu. Terserah kalau setelah itu dia akan melampiaskan kekecewaannya pada si bawahan. Saat si bawahan mendapat nilai gagal, hrsnya pemimpin itulah yg mendapat nilai gagal lebih dahulu.

Hal yg membuat aku miris, dalam sebuah rapat, melibatkan beberapa tingkat struktur organisasi, si pimpinan tertinggi melampiaskan kata2 kekecewaannya kepada level terendah. Padahal dia hanya sebagai pelaksana yg melakukan apa yg diperintahkan, bukan sebagai pengambil keputusan. Saat si level terendah ini jadi sasaran kekecewaan level tertinggi, atasan langsung level terendah justru diam tdk berniat membela sedikitpun. Yang ada malah dia ikut menambah-nambahkan kekecewaan pd bawahannya. Padahal dialah si pembuat keputusan.

Bukankah di institusi ini sebenarnya tdk ada atasan bawahan, karena pada dasarnya setiap unit kegiatan adalah penunjang agar kegiatan utama bisa terlaksana dg lancar.

Aku agak sedikit sewot dg beberapa org yg disebut sebagai pimpinan akhir2 ini. Sebab mereka tdk lagi bertindak seperti biasanya. Awal2nya masih normal, tapi akhir2 ini mulai berubah spt diktator. Kecuali yg aku jelaskan dalam postingan sebelumnya. Andai yg lain mencontoh kebaikannya.

11

Orang Hebat

Posted by Desi on 2:17 PM
Kalau Hesty cerita tentang orang-orang hebat yang ditemuinya waktu kuliah S2 dulu, di sini aku juga punya cerita orang hebat. Orang hebat yang aku temui di sini tdk sepopuler spt yg ditemui Hesty, sehingga tdk dikenal se Indonesia. Dan orang hebat yang aku maksud juga cuma 1 orang, ga banyak-banyak.

Beliau adalah bos terhebat yang aku punya di tempat kerja, meskipun beliau bukan orang no 1 di institusi ini, namun beliau lah bos yang paling bijaksana. Beliau selalu berpakaian rapi, dan merupakan orang yg sangat menjaga penampilan. Cara berkomunikasi sangat baik dan sopan. Pergaulannya luas karena attitude nya yang sgt tinggi. Makanya beliau ditunjuk sebagai yg membidangi urusan kerjasama.

Setauku, belum ada di antara kami yg tersinggung, marah bahkan kena marah oleh beliau. Tipe bos yang tidak hanya memberikan pekerjaan, tapi selalu siap untuk memberikan solusi atas permasalahan yg ada. Cara beliau memberikan pekerjaan pun tdk memerintah. Sehingga seberat apapun tugas yg diberikan, akan terasa ringan karena beliau siap untuk membantu. Dan dg cara beliau memberikan tugas, kita akan dengan senang hati mengerjakannya.

Orang yang humoris, dan membawa keceriaan pada orang sekitarnya. Positif thinker dan optimis. Rendah hati, ramah, dermawan, low profile dan bertanggung jawab. Tidak melimpahkan kesalahan pada org lain. Lebih senang duduk bareng makan siang dg kami yg staf biasa. Senang2 aja kalau diajak bikin acara di rumah beliau dengan keluarganya. Paling asik ngajak bos yang satu ini pergi hang out di hari libur, apalagi dg para lajangers. Pernah ada bos lain yg bilang, enak ya jadi bos yg satu ini, selalu dikelilingi para gadis, karena kami para lajangers sering ngumpul di ruangan beliau, hehehe... Bahkan sekarang kita mau bikin club sepeda, sayang aku ga bisa ikut krn jadwal kuliahku di hari libur :(.

Beliau juga tempat kami para lajanger curhat, jadi mentor bagi kami yg muda2 di sini. Bos yg berjiwa muda. Beliau bos pertama yg aku beritahu ttg rencana kuliahku, dan beliau juga bos yg aku mintai rekomendasi untuk keperluan kuliah. Bagi beberapa orang kami disini, terutama yg masih single, beliau selain sebagai bos, juga sebagai kakak, sebagai bapak, dan sebagai sahabat. Aku masih ingat, mba Ira (dosen di akt dulu), nangis waktu beliau mau pergi kuliah ke Malaysia sehingga hrs meninggalkan kantor ini. Dan aku tdk bisa membayangkan kalau beliau meninggalkan instansi ini untuk pilihan yg lebih baik.

Kalau curhat dg beliau, meskipun solusi yg diberikan blm bisa dilaksanakan, setidaknya itu sdh sangat menenangkan. Beliau sangat perhatian pada kami semua, terutama lajanger :). Jika ada masalah siap untuk membantu.

Kalau sedang rapat, dan beliau diam saja, itu tandanya lagi mikir berat. Tapi selagi Bapak ini masih bisa ketawa di rapat, tandanya kegiatan itu masih bisa di handle dan suasana rapat masih dalam artian wajar, belum berat2 banget lah masalah yg dibahas. Dan beliau selalu saja mendapatkan ide untuk uang masuk bagi instansi ini dan dengan melibatkan teman2 semua. Istilahnya bagi-bagi rejeki :).

Pernah aku bertanya, bapak ga mau cari tempat kerja lain yg lebih baik? Beliau menjawab, kita itu meninggalkan suatu tempat jika yang ditinggalkan itu sdh kokoh, stabil, mapan, dan sdh bisa dilepas sendiri. Bos yang ideal deh Bpk ini.

Moga rejekinya makin lancar, hidupnya bahagia dan barakallah untuk beliau sekeluarga. Amin..

2

Over The Rainbow

Posted by Desi on 4:40 PM
By Glee

Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I dreamt of
Once in a lullaby.

Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.

Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far
Behind me.
Where troubles melt like lemon drops
High above the chimney tops
That's where you'll find me.

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly.
Birds fly over the rainbow.
Why then, oh why can't I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.