0

Serasa Tidak Kompeten

Posted by Desi on 7:28 PM
Lagi-lagi aku tdk bisa mengendalikan emosi di masa pms ini. Sebagai akibatnya lagi-lagi mahasiswa yang jadi korban. Dan yang lebih parah lagi aku tidak sengaja menginjak kakinya dengan high heels ku. Tapi entah si anak terlalu sopan atau dia terlalu takut entah dia terlalu bodoh. Sudah jelas kakinya ku injak tapi dia diam saja. Sehingga waktu aku merasa kalau ada kaki yang terinjak, itu sudah beberapa lama dari waktu sebenarnya yang kurasakan. Aku terlalu fokus dengan mengkoreksi jawaban mahasiswa dan tidak sadar kalau ada kaki yang terinjak. Dan si anak sudah menangis saja di sudut karena memang kebetulan dia duduknya di sudut.
Yang membuat dia tambah menangis karena kerjaannya bermasalah. Bahasa program yang dia buat tidak jalan. Saat aku merasa masalahnya ada di penamaan file link, dia tanpa sengaja kehilangan 1 file sehingga terpaksa harus mengetik ulang. Sementara teman-temannya sudah pada pulang. Hanya tinggal beberapa orang mahasiswa saja yang belum selesai.
Setelah dia ketik ulang, justru tetap tidak jalan.
Waktu pulang aku menawarkan untuk mengantarnya pulang karena kebetulan dia naik bis, tapi dia tidak mau. Aku memperparah dengan mengatakan bahwa kalau dia tidak mau berarti dia masih marah. Walau begi dia tetap tidak mau. Akhirnya dia tetap pulang dengan teman-temannya.
Sebenarnya pemicu emosi adalah hal lain. Seharusnya matakuliah yang aku ampu siang ini berdua. Tapi partnerku meninggalkanku dengan alasan mau ngasih bimbingan mahasiswa pulang magang. Padahal itu tidak lama, tapi dia tidak juga kembali hingga 1 jam menjelang selesai. Sedangkan aku sudah kewalahan di kelas menghadapi mahasiswa yang bermasalah dengan pekerjaannya.

Hari ini aku pulang dengan perasaan campur aduk. Emosi masih tertahan dan sebagian pikiran dan hati berdialog, apakah aku sudah begitu tidak kompetennya jadi pengajar dan jadi manusia.

2

Hiatus yg ke....

Posted by Desi on 11:52 AM
Lagi-lagi mengalami hiatus. Terakhir nulis di blog ini bulan Juni dan sekarang di penghujung Oktober. Setelah selesai kuliah harusnya lebih banyak waktu untuk menulis. Tapi nyatanya justru jadi tidak aktif lagi. Alasan sebenarnya bukan tidak ada cerita yg mau di share. Hanya berusaha untuk menjaga hati.

Saat ini mulai memasuki masa galau. Setelah ijazah di tangan nanti, mulai mikir apakah ijazah itu akan digunakan, digunakan di kota ini atau digunakan di kota lain atau tidak digunakan sama sekali.
Kembali mikir-mikir apa kebutuhan paling penting yg harus dipenuhi saat ini.

Melihat beberapa orang teman sudah move on bahkan sdh jauh dan sulit dikejar. Sedangkan aku masih belum mencapai garis start.

0

Jodoh Allah yang Atur

Posted by Desi on 7:41 AM
Kali ini aku cerita ttg jodoh lagi. Mungkin karena single, jadi ceritanya ga jauh-jauh dari masalah jodoh yg belum ketemu hehehe... Tapi cerita jodoh kalii ni bukan ttg diriku, tapi tentang seorang teman yang Alhamdulillah telah melepas masa lajangnya. Malam minggu kemaren dia resmi menjadi istri orang. Suaminya adalah teman kuliahnya di Surabaya. Waktu sang suami melamarnya sekitar 2 atau 3 bln yg lalu, dia masih fresh graduate s1 dan belum bekerja. Datang jauh-jauh dari Sulawesi ke Pku dengan tujuan melamar anak orang dan mencoba peruntungan mencari kerja. Alhamdulillah niat baik itu selalu dimudahkan Allah. Dia dapat kerja di Pku dan lamarannya di terima orang tua si gadis.

Hari minggu kemaren pesta nya, pasangan imut. Saudariku ini kelahiran 82 dan suaminya kelahiran 89. Tidak ada yg tau perjodohan yg ditetapkan Allah itu seperti apa. Tapi Allah tidak pernah salah pilih karena takdir manusia Allah yang tentukan.

Barakallah untuk pengantin baru, semoga bahagia dan langgeng dunia akhirat, amin... :)

2

Ujian Tesis Ibarat Pergi Haji?

Posted by Desi on 12:05 PM
Ada seorang teman berkata, ujian tesis itu seperti pergi haji, bagaimana kita di negara asal akan dibalas Allah di tanah suci.  Sehingga bagaimana kita memperlakukan mahasiswa maka akan seperti itu pula kita diperlakukan nantinya. Bagi yang senang mempersulit mahasiswa, maka nanti juga akan dipersulit saat menjadi mahasiswa.

Terlepas dari pakah itu hukum karma atau tidak, tapi aku tidak setuju dengan perumpamaan tersebut. Jika berada di tanah suci berarti akan mendapatkan balasan Allah atas tindakan selama di negara asal, maka hanya orang-orang yg benar-benar suci saja yg pergi haji. Orang-orang yang pernah berbuat jahat tentunya tidak akan mau ke sana. Dan siapa pula kita manusia ini yang tidak pernah berdosa.

Pergi haji dan berada di tanah haram bukanlah ajang bagi Allah untuk membalas hambaNya. Allah tidak pernah dzhalim pada hambaNya, tapi kita hamba ini saja yg senang mendzhalimi diri sendiri. Allah justru saaangat sayang pada ciptaanNya. Tanah haram itu telah dinyatakan Allah sebagai negeri yang tentram (surat At Tiin). Berada di sana justru akan merasakan hati yang sangat damai dan tentram sehingga sangat dirindukan oleh muslim manapun.

3

Gelar Dunia

Posted by Desi on 10:05 AM

Ada hal yang sudah lama jadi pertanyaan dalam pikiranku dan sampai sekarang masih jadi pertanyaan. Ketika aku lulus kuliah s2 nanti, apa perubahan yg akan terjadi pada diriku. Apakah tubuhku akan berubah, apakah bentukku akan berubah, apakah otakku akan berubah, apakah tingkah laku yang akan berubah, apakah kebiasaanku akan berubah, apakah kehidupanku akan berubah, apakah rezekiku akan berubah, apakah takdirku akan berubah dan apakah yang lainnya.

Sampai-sampai karena sangat ingin menemukan jawabannya, aku memperhatikan teman-teman yang telah lulus s2. Bahkan aku memperhatikan kebiasaannya, fisik mereka, cara bicaranya, dan segala macam pada diri mereka. Tapi tetap aku tidak menemukan jawabannya.

Kalau secara fisik, jelas tidak akan ada perubahan hanya dengan bertambah gelar s2. Secara tingkah laku dan kebiasaan, masih saja sama menurutku. Pola pikir? mungkin berubah tapi aku tidak tau seberapa signifikan perubahan pola pikir mereka karena bertambahnya gelar akademik. Pengetahuan? Pengetahuan bisa dicari dimana saja. Rezeki? Porsi rezeki setiap orang sudah ditetapkan Allah. Tingkah laku juga menurutku tidak bisa diubah hanya dengan kuliah lagi.

Lalu untuk apa aku berjuang habis-habisan hanya demi untuk mendapatkan gelar s2 ini? Yaah..ini semua hanya gelar dunia, yang harus dipenuhi hanya karena tuntutan di dunia. Memang kita disuruh untuk menuntut ilmu, tapi ilmu bisa dicari dimanapun. Tanpa gelar pun ilmu bisa di dapat. Hanya karena di dunia ini semuanya  ada aturan formal makanya mesti dengan jalur kuliah atau akademik.

**************

Akhirnya aku mendapatkan jawabannya dari postingan ini. Betapa bodohnya aku sudah selesai kuliah tapi baru dapat jawabannya justru setelah selesai kuliah. Dan dari tulisan Wanda itu juga baru sadar arti ucapan selamat dari teman2 kemaren yang disertai dengan kata2 "semoga ilmunya berkah". Terimakasih Wanda atas transfer ilmunya, Barakallah untuk Wanda... :)

0

Allah Meliputi Segala Sesuatu

Posted by Desi on 9:38 AM
Allah tidak berada di sisi kita, tidak di sisi kiri atau pun kanan, tidak di depan atau pun belakang, tidak di atas maupun di bawah. Tapi Allah melingkupi diri kita. Sebab kita ada dalam Allah yang dzat Nya tidak pernah ada yang mengetahui seperti apa dan yang kebesaran Nya tidak pernah bisa dibayangkan oleh kemampuan manusia.

Ketika kita mendekat kepada Allah dengan berjalan, Allah akan mendekat kepada kita dengan berlari. Menurutku itu hanya istilah (karena terbatasnya ilmu manusia) yang digunakan untuk menunjukkan bahwa betapa besarnya cinta Allah kepada ciptaan Nya.

0

99% to 1%

Posted by Desi on 10:44 AM
Waktu itu aku terlalu gembira, terlalu cepat merasa senang, terlalu cepat melambungkan harapan. 1% dengan seketika aku ganti menjadi 99%. Namun ternyata Allah masih menetapkan belum, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Akhirnya sekarang 99% itu harus aku kembalikan lagi ke angka 1%. Harus mulai dari bawah lagi, sedikit demi sedikit.

Pelajaran baru bagiku, 1% tidak akan langsung berubah menjadi 100%, tapi ada proses panjang yg harus dilalui sebanyak 99% lagi. Jika kecepatan setiap 1% nya cepat, maka tidak perlu menunggu lama menjadi 100%. Tapi tetap saja itu merupakan suatu proses yg harus dilalui. Sebaliknya jika setiap 1% butuh waktu yg lama, maka aku harus bersabar menunggunya menjadi 100%. .

Kalaupun harus menunggu lebih lama lagi ataupun sebentar lagi, seharusnya itu bukan masalah bagiku. Toh selama ini aku telah melakukan aktivitas menunggu yg lama.

1

Tidak Ada yang Namanya Kebetulan

Posted by Desi on 10:32 AM
Dalam ilmu manusia, kita mengenal kata kebetulan. Namun menurutku tidak ada di dunia ini yang namanya kebetulan. Sebab semuanya sudah ada dalam pengaturan Allah. Apa yg terjadi di dunia ini sdh tercatat dalam lauhul mahfudz. Baik kejadian masa lalu, sekarang ataupun masa depan, semuanya sudah ditetapkan. Dan Apa yg telah ditetapkan Allah ada tujuan dan hikmahnya. Itu semua diciptakan Allah dalam bentuk alur untuk menuju pada Allah.

0

Quality Time

Posted by Desi on 9:04 AM
Untuk teman-teman yg di Padang, aku minta maaf karena setiap pulang ke Pdg tidak pernah datang mengunjungi kalian semua. Aku tidak pernah menghubungi kalian juga. Itu semua bukan karena aku ingin memutus tali silaturrahim kita. Tapi setiap pulang ke pdg dengan waktu yg sangat singkat yaitu hanya 2 hari, sampai sabtu pagi dan minggu malam sdh harus balik lagi, adalah waktu yg sangat berharga untuk aku habiskan dengan kedua orang tuaku.

Bagiku pulang ke Pdg merupakan quality time dengan kedua orang tuaku. Ketika berada di Pku, aku hanya bisa menghubungi mereka lewat telpon. Aku hanya bisa mendoakan mereka dari jauh. Dan ketika aku berada di Pdg, aku akan melakukan semua hal yg tidak aku bisa lakukan untuk beliau berdua ketika aku jauh dari beliau berdua. Apalagi sekarang beliau berdua disibukkan dengan kegiatan mengurus cucu. Aku melihat beliau berdua begitu bahagia karena ini lah pertama kali beliau berdua benar-benar merasakan mempunyai seorang cucu, meskipun ini sebenarnya adalah cucu kedua bagi beliau berdua. Tapi ini pun tidak akan lama, karena sebentar lagi cucu mereka yg baru ini akan pindah ke bukittinggi krn kakakku sdh hrs kerja lagi di bukittinggi.

Kadang aku sedih melihat tubuh beliau yg sdh tua harus bekerja keras, begadang dan terforsir lebih dari biasanya demi untuk cucu ini. Tapi melihat beliau berdua melakukannya dengan bahagia, bahkan ketika bercerita aku bisa merasakan kebahgiaan dari suara mereka di telpon, aku tidak bisa marah.

Aku tidak tau berapa lama waktu yg aku miliki bersama mereka. Sehingga setiap pulang ke Padang, aku akan memaksimalkan semua waktu ku di Padang bersama beliau berdua dan untuk berbakti, menjaga, merawat dan membahagiakan beliau berdua. Meskipun ada satu kebahagiaan yg selalu beliau berdua pertanyakan yg belum bisa aku berikan untuk beliau berdua.

So teman-teman, mohon maafkan aku ketika aku tidak bisa berkunjung atau bahkan tidak memberitahukan kl aku di Padang. Peranku saat ini  masih sebagai seorang anak. Redha Allah atas ku masih ada pada redha kedua orang tuaku. Allah masih memberiku kesempatan panjang untuk berbakti pada beliau berdua. Allah masih sayang pada kedua orang tuaku dan kepadaku. Inilah hikmah yg aku ambil dari kesendirian hingga saat ini.

0

If Tomorrow Never Comes

Posted by Desi on 9:31 AM
Selalu terpikir if tomorrow never comes for me...

0

Penggugur Dosa

Posted by Desi on 9:19 AM
Ya Allah...Engkau berikan kesempatan kepadanya untuk menggugurkan dosa melalui penyempurnaan setengah din. Sedangkan aku, Engkau berikan kesempatan untuk menggugurkan dosa yang seluas lautan ini dengan berbagai macam penyakit. Jika aku ikhlas dan sabar dengan pemberian Mu ini, maka jadilah ia penggugur dosaku. Jika tidak, maka akan bertambahlah koleksi dosa itu.

0

Wangi

Posted by Desi on 7:13 AM
Senangnya ketika menghirup aroma wangi dari para jamaah yang menuju ke mesjid. Jadi teringat waktu berada di tanah suci, terutama ketika berpapasan atau berdekatan dengan jamaah dari Turki, mereka wangi-wangi. Waktu thawaf yg berdesak-desakkan juga sempat menghirup aroma wangi dari jamaah. Memakai wangi-wangian ketika hendak menunaikan shalat merupakan salah satu sunnah Rasul, terutama untuk laki-laki. Ketika jamaah memakai wewangian untuk menunaikan shalat, serasa mereka menunjukkan kecintaan pada Rasul dengan menjalankan sunnah beliau. Wewangian tidak hanya menyenangkan hati si pemakai, tapi juga orang yg berada di sekitarnya. Menghirup aroma wangi yg lembut dan segar sering membuatku merasa melayang, bebas di langit yg terasa luas dan udara jadi terasa begitu segar. Indahnya ajaran Rasulullah.

2

Apa Semua Ini?

Posted by Desi on 9:46 AM
Bahagia,
Apa itu bahagia, kenapa ada bahagia

Sedih,
Apa itu sedih, kenapa ada sedih padahal sudah ada bahagia

Air mata,
Kenapa ada air mata,
Kenapa air mata ada dalam sedih dan bahagia

Hidup,
Apa itu hidup,
Untuk apa hidup,
Bagaimana seharusnya menjalani hidup

Mati,
Apa itu mati,
Kenapa harus mati,
Bagaimana menghadapi mati

Dunia,
Apa itu dunia,
Kenapa harus ada dunia,
Bagaimana menghadapi dunia

Akhirat,
Apa itu akhirat,
Kenapa harus ada akhirat padahal sdh ada dunia
Apa yang dipersiapkan untuk akhirat

Abadi,
Apa itu abadi,
Dimana ada keabadian,
Apa yg abadi

Kenapa semakin aku berfikir,
Rasanya semakin banyak yg tidak aku pahami
Kenapa rasanya semakin bodoh
Padahal umur sudah semakin tua, semakin mendekati akhir...

*postingan pengalih air mata krn hrs masuk kelas 5 mnt  lagi

0

Usaha, Berdoa dan Ikhlas

Posted by Desi on 3:55 PM
Ketika usaha telah kita lakukan secara maksimal, dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan, pasrahkan semuanya pada Allah. Ikhlas sebenar-benarnya ikhlas, yakin ada kebaikan di setiap kejadian yang merupakan rencana Allah. Saat itu semua telah dilakukan, lihat apa yg terjadi. Allah selalu menepati janji Nya. Itu yang baru saja aku alami.

Hopeless karena proposal penelitian yg sdh aku buat sepertinya tidak akan bisa dikirimkan. Terkendala karena partner penelitianku tidak berada dalam satu binaan Dikti. Dan berpikir positif mungkin ada baiknya juga tidak jadi ikut penelitian ini, karena takut aku tidak bisa mempertanggungjawabkan uangnya. Bahkan sudah mengirimkan email pembatalan ikut program penelitian ini ke panitia. Eh ketika iseng-iseng buka web Dikti lagi dan coba lagi, ternyata berhasil. Alhamdulillah..

0

Perasaan Sebagai Anak

Posted by Desi on 2:20 PM
Meskipun aku berprofesi sebagai seorang dosen, yang bertindak sebagai orang tua bagi mahasiswa di kampus, tapi perasaanku sebenarnya masih sebagai seorang anak. Sebab aku belum benar-benar punya seorang anak. Aku belum pernah merasakan beratnya hamil, sakitnya melahirkan, perjuangan membesarkan anak. Itu semua belum pernah aku lalui. Sehingga ketika berbicara dengan teman yg waktu itu bercerita tentang tingkah anaknya. Aku justru mengaku akan bertingkah sama seperti anaknya ketika situasi yg sama terjadi. Aku bercerita dengan kapasitas sebagai seorang anak. Aku mengungkapkan memiliki perasaan yang sama dengan si anak temanku itu.

Ternyata aku masih seorang anak, karena aku memang belum pernah benar-benar menjadi orang tua bagi anak manapun. Tapi kenapa aku begitu berani menasehati dan menguliahi mahasiswaku seolah-olah aku orang tua beneran ya? Seolah-olah aku sangat mengerti bagaimana perasaan orang tua mereka.

7

Siap Atau Tidak Siap

Posted by Desi on 2:12 PM
Akhir-akhir ini ketika ngumpul bareng emak2 di kantor (sarapan maupun mkn siang) aku tidak terlalu ambil pusing lagi dg apa yg mereka bahas. Mau bahas tentang suami anak dan masalah keluarga lainnya, aku ikuti, dengar, ikut tertawa dan bahkan ikut nimbrung. Aku mulai memutar sudut pandangku tentang topik mereka. Aku menjadikan setiap topik yg mereka bicarakan sebagai salah satu referensi untuk kehidupanku berumah tangga nanti (amiin, semoga kesampaian sebelum ajal menjemput).

Akhirnya aku berpikir sendiri, bagaimana ya saat aku berkeluarga nanti. Akan seperti apakah aku menjalaninya. Masalah dapur bagaimana ya? Berarti aku harus masak, sedangkan selama ini hidup di pku aku jarang masak. Kalaupun ada yah yg simpel2 aja. Meskipun di Padang aku ke dapur, tapi tetap saja sebagai asisten mama. Aku merasa tidak pede, nanti masakanku tidak enak dan seleraku dengan pasanganku tentu juga tidak sama. Sampai mikir memang spt nya aku belum siap. Tapi kata Kak Santi kemaren waktu jalan pulang, bukan masalah siap atau tidak siap. Ketika sdh waktunya ya harus dihadapi. Masalah urusan dapur itu akan otomatis, selera juga akan menyesuaikan.

Lain lagi dengan bayangan hamil dan melahirkan. Melihat perjuangan kakakku selama hamil yg sempat pendarahan dan plasenta previa. Kak Melani yang ketubannya merembes. Lalu istri Pak Heri yang pendarahan setelah melahirkan karena nifasnya banyak sehingga beliau kekurangan darah. Setelah melahirkan, harus menjaga kondisi bayi yang masih sangat rentan dengan berbagai penyakit. Benar-benar kehidupan yang butuh kekuatan untuk menghadapinya. Ternyata hamil, melahirkan dan punya anak itu tidak mudah.

Perjuangan sebagai ibu bekerja dan meninggalkan anak di rumah atau di penitipan anak. Dilema terkait kinerja di kantor dan kinerja sebagai seorang istri dan seorang ibu. Benar-benar perjuangan.

Entah kenapa akhir2 ini sering membayangkan hal-hal tersebut, tentang kehidupan berumah tangga yg ternyata benar-benar tidak gampang. Mungkin karena efek akhir-akhir ini sedang musim melahirkan dilingkungan sekitarku, lalu efek pembahasan peraturan pegawai juga di kantor dan efek terlalu sering mendengar cerita teman-teman yg sdh berkeluarga.

Bagaimana aku nanti ya, seandainya Allah memberikan kesempatan itu padaku...

0

Perjuangan Melahirkan

Posted by Desi on 1:42 PM
Tanggal 25 Februari kemaren kakak ku melahirkan anak pertamanya. Proses persalinan melalui operasi. Alhamdulillah ibu dan bayi perempuannya sehat. Kakak ku tidak bisa melahirkan normal karena posisi bayi melintang dan plasenta previa. Walaupun beberapa teman dan dari baca-baca di internet plasenta previa masih bisa normal, tapi karena posisi bayi melintang tidak bisa juga. Sedangkan minggunya sdh cukup (bayinya sdh matang) dan juga sdh mulai pengapuran akhirnya diputuskan untuk operasi.

Jadi teringat dulu guru Bahasa Inggris waktu SMU (kalau tidak salah nama beliau ibu Ita), melahirkan 5 orang anaknya secara operasi. Maksimum operasi cuma boleh 3 orang menurut ahlinya, berdasarkan informasi dari Bu Ita. Beliau pernah bercerita, ganjaran bagi wanita yg meninggal saat melahirkan adalah syahid, dan beliau ikhlas jika hal itu terjadi padanya saat operasi anak kelima. Namun Alhamdulillah beliau melahirkan dengan selamat.

Teringat lagi sepupuku setahun yg lalu melahirkan anak pertamanya secara normal tapi dengan kondisi panggul bayi duluan yg keluar dan ketuban darah. Kata orang yg sdh mengalami, ketuban darah lebih sakit dari ketuban air. Dan waktu sepupuku melahirkan, dia sdh menahan sakit sejak pagi dan melahirkannya sekitar jam 11 atau 12 malam nya.

Aku jadi berpikir, benar-benar Allah memberikan ganjaran yang setimpal untuk wanita yg meninggal karena berjuang saat melahirkan yaitu syahid. Melihat begitu hebatnya perjuangan saat melahirkan. Serta ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu benar-benar sangat layak untuk para ibu. Dan sudah sewajibnya kita benar-benar berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibu.

0

Bayangkan Secara Nyata

Posted by Desi on 9:45 AM
Kita percaya pada adanya kematian dan adanya akhirat. Tapi percaya yg kita miliki itu kadang sebatas membayangkan oh ya kematian itu pasti dan akhirat itu pasti tapi dalam pikiran hal itu masih jauh. Sehingga ketika kita membayangkannya, spt melihat dari balik layar kaca.

Pernahkah kita membayangkan bahwa kematian itu seperti menghadapi ujian yg akan dilaksanakan 1 jam lagi atau paling lambat besok. Ujian yg akan dihadapi adalah ujian yg sangat menentukan masa depan. Sedangkan kita belum ada persiapan sama sekali. Bukankah ketika membayangkan ujian itu dengan kondisi yg tidak siap, kita akan gugup, bahkan kadang tubuh ini lemas, menggigil dan ketakutan. Pejamkan mata, bayangkan izrail datang mencabut nyawa, bagaimana rasa sakitnya ketika nyawa lepas dari badan. Rasulullah yg paling dicintai Allah juga merasakan sakitnya nyawa lepas dari badan sehingga jibril tidak sanggup melihatnya, apalagi kita. Lalu bayangkan gelap dan sempitnya di liang lahat. Lalu bayangkan berjalan di sidhratul muntaha. Bayangkan itu ujian yg akan kita jalani 1 jam lagi dan jangan membayangkannya spt melihat sebuah film.

Ooh...bahkan aku merasa bahwa umurku ini tidak akan panjang, aku tidak akan merasakan masa tua. Bagaimana jika ketika aku mengetikkan ini malaikat maut datang atau bagaimana kalau saat aku berada di kost sendiri malaikat maut datang, dg pintu terkunci, tak ada org yg tau. Dosaku begitu banyak dan aku tau betapa banyak dan besarnya dosa yg pernah aku lakukan. Ketika mengingat setiap dosa yg pernah aku lakukan, aku melihat neraka itu jelas2 sedang menungguku. Dan aku ketakutan sendiri. Masih cukupkah waktu yg aku miliki untuk membersihkan diri?

3

Waktu dan Tempat Yang Salah

Posted by Desi on 9:00 AM
Suamiku biasanya begini.... Kalau suamiku lain lagi, dia sukanya begini.... Jadi sengaja ya seperti itu, supya.... Untungnya ruangan kerja kalian jauhan ya... (tertawa terbahak-bahak... )

Kalau anakku sukanya ini... Kalau anakku seperti ini... Anakku ga suka ini dan itu... Anakku lain lagi... (tertawa terbahak-bahak....)

Itu semua adalah bentuk percakapan teman-teman saat sarapan....

Kalau pagi, alternatif teman untuk sarapan hanya teman2 yg notabene sdh berkeluarga. Dan pembicaraan di meja itu kalau ga tentang anak, tentang suami, atau kalau general tentang mahasiswa dan aturan kepegawaian. Ketika topik ttg anak, suami dan keluarga, aku hanya diam, melanjutkan sarapan, kadang berusaha menulikan telinga...

Bukan mereka yg salah, tapi aku yg salah pilih waktu sarapan dan pilih tempat duduk...


note : semua percakapan itu terjadi di kantin kampus yg juga sangat rame dikunjungi mahasiswa.

0

Makan Tanpa Pantangan

Posted by Desi on 8:27 AM
Betapa ingin seperti orang lain, tidak masalah jika harus terlambat makan. Perut tidak berontak perih atau kembung ketika makan yg sedikit asam, pedas atau keras. Tidak apa-apa ketika tidak harus makan malam. Tidak apa-apa ketika makan malam bukan nasi, tapi diganti dg makanan lain dan tidak harus menanggung sesak nafas atau asam lambung sampai ke kerongkongan. Tidak harus memilih sayur atau buah yg sekiranya dapat menaikkan asam lambung. Tidak apa-apa makan makanan jenis apapun.

Betapa ingin fleksibel spt orang lain masalah makanan tanpa harus khawatir dg masalah mag...

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.