Kemunduran vs Cinta
Love....it's a complicated thing. I can't explain it precisely coz love is a relative thing, depend on who feel it. But for me, love is a marvelous feeling. Loving someone is a gift from Allah.
So, what is the relation between kemunduran and cinta...?? For me, orang yg sedang mengalami kemunduran dan orang yg sedang dilingkupi cinta, bisa dilihat dengan mata. Kemunduran dan cinta, juga sama-sama bisa dirasakan.
Terinspirasi dari comment rika di salah satu post Sonny. Pertanyaan Rika yg simple (tapi jawabannya perlu kejujuran) akhirnya meluas dan memunculkan pertanyaan baru. Apakah mencintai seseorang itu merupakan suatu kemunduran?
Kalau kita tipe orang yang tidak bisa menata hati, maka mencintai seseorang akan menimbulkan kemunduran. Tapi kalau kamu orang yg bisa me-manage hati dengan baik, Insya Allah, mencintai akan menimbulkan kebaikan.
Kenapa kalau kita tidak bisa menata hati, maka mencintai seseorang akan menimbulkan kemunduran? Masalah cinta adalah masalah hati. Jujurlah kalau sudah mencintai seseorang, otomatis pikiran akan lebih banyak tersita untuk memikirkan orang tersebut. Sehingga, bekerja tidak konsentrasi, dan beribadah juga tidak bisa khusyuk lagi. Bahkan porsi untuk mengingat Allah dan orang tua, juga akan akan berkurang. Apalagi dimasa-masa awal mulai mencintai. Hati benar-benar merasa bahagia, berbunga, kadang bisa ketawa sendiri kalau sedang mengingat hal-hal lucu ttg orang tersebut. Kalau sedang menceritakan ttg orang yg kita cintai, pasti bersemangat. Orang yg hanya mendengar atau hanya membaca cerita kamu yg sedang jatuh cinta, walaupun tidak melihat wajahmu, akan langsung tau, kalau kamu sedang kasmaran.
Nah, ini mungkin maksud kemunduran karena mencintai seseorang (menurut ci). Cinta pada makhluk menimbulkan kelalaian, lalai hati, lalai ibadah dan lalai aktivitas positif lainnya, sehingga terjadi kemunduran.
Tak jarang juga mencintai seseorang bisa membawa kemajuan. Karena faktor orang yg dicintai, maka seseorang termotivasi untuk bekerja lebih rajin, ibadah juga lebih rajin, berpenampilan lebih baik dan rapi, berbicara juga dijaga, berusaha menjadi orang yg lebih bertanggung jawab, menjadi lebih dewasa karena merasa ada yg membutuhkan dan akan berusaha-berusaha-berusaha sehingga cita-cita mulia bisa diwujudkan.
Bagi orang yg bisa menata hatinya dengan baik, dia akan berusaha untuk tidak terjerumus pada nafsu. Dia tidak memberikan kesempatan pada "rasa cinta" itu mendominasi hatinya sehingga Ia lupa pada Allah. Dia akan menjadikan cintanya kepada makhluk Allah sebagai sarana untuk mencapai cinta Allah. Mungkin cinta seperti inilah yg di istilahkan dengan "Mencintai Karena Allah" (Wallahu A'lam). Sehingga disemua aktivitas kehidupannya di arahkan ke jalan Allah.
Jujur, sampai saat ini, ci belum bisa mencapai derajat mencintai seperti itu. Dan Bagaimanakah sebenarnya cara "Mencintai karena Allah". Apakah dengan selalu mengingatkan dan membimbing orang yg kita cintai agar berada di jalan yg lurus, ataukah dengan selalu mendoakannya agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, ataukah dengan mengikhlaskannya jika tidak jadi pendamping hidup kita, ataukah dengan mengikuti aturan islam, tidak ada istilah pacaran sebelum menikah......???? Oh iya, ternyata kemunduran karena cinta ini tidak hanya terjadi pada orang yg belum menikah, org yg sudah menikah juga bisa, tapi mungkin kemundurannya tidak terlalu jauh. Dan kalau segera disadari, perbaikannya lebih mudah (mungkin, krn belum pernah mengalami :D)
Masih harus belajar banyak lagi dan lebih sering muhasabah diri.
Wassalam

