7

Kemunduran vs Cinta

Posted by Desi on 1:55 PM
Kata-kata kemunduran bisa berlaku dalam segala hal, kemunduran dalam bersikap dan bertingkah laku, kemunduran iman dan ibadah, cara pandang, prestasi, kesehatan (untuk fisik), dan banyak lagi bentuk kemunduran yg selalu dialami manusia. Kemunduran itu bisa dilihat dengan mata dan dirasakan oleh hati.

Love....it's a complicated thing. I can't explain it precisely coz love is a relative thing, depend on who feel it. But for me, love is a marvelous feeling. Loving someone is a gift from Allah.

So, what is the relation between kemunduran and cinta...?? For me, orang yg sedang mengalami kemunduran dan orang yg sedang dilingkupi cinta, bisa dilihat dengan mata. Kemunduran dan cinta, juga sama-sama bisa dirasakan.

Terinspirasi dari comment rika di salah satu post Sonny. Pertanyaan Rika yg simple (tapi jawabannya perlu kejujuran) akhirnya meluas dan memunculkan pertanyaan baru. Apakah mencintai seseorang itu merupakan suatu kemunduran?

Kalau kita tipe orang yang tidak bisa menata hati, maka mencintai seseorang akan menimbulkan kemunduran. Tapi kalau kamu orang yg bisa me-manage hati dengan baik, Insya Allah, mencintai akan menimbulkan kebaikan.
Kenapa kalau kita tidak bisa menata hati, maka mencintai seseorang akan menimbulkan kemunduran? Masalah cinta adalah masalah hati. Jujurlah kalau sudah mencintai seseorang, otomatis pikiran akan lebih banyak tersita untuk memikirkan orang tersebut. Sehingga, bekerja tidak konsentrasi, dan beribadah juga tidak bisa khusyuk lagi. Bahkan porsi untuk mengingat Allah dan orang tua, juga akan akan berkurang. Apalagi dimasa-masa awal mulai mencintai. Hati benar-benar merasa bahagia, berbunga, kadang bisa ketawa sendiri kalau sedang mengingat hal-hal lucu ttg orang tersebut. Kalau sedang menceritakan ttg orang yg kita cintai, pasti bersemangat. Orang yg hanya mendengar atau hanya membaca cerita kamu yg sedang jatuh cinta, walaupun tidak melihat wajahmu, akan langsung tau, kalau kamu sedang kasmaran.

Nah, ini mungkin maksud kemunduran karena mencintai seseorang (menurut ci). Cinta pada makhluk menimbulkan kelalaian, lalai hati, lalai ibadah dan lalai aktivitas positif lainnya, sehingga terjadi kemunduran.

Tak jarang juga mencintai seseorang bisa membawa kemajuan. Karena faktor orang yg dicintai, maka seseorang termotivasi untuk bekerja lebih rajin, ibadah juga lebih rajin, berpenampilan lebih baik dan rapi, berbicara juga dijaga, berusaha menjadi orang yg lebih bertanggung jawab, menjadi lebih dewasa karena merasa ada yg membutuhkan dan akan berusaha-berusaha-berusaha sehingga cita-cita mulia bisa diwujudkan.

Bagi orang yg bisa menata hatinya dengan baik, dia akan berusaha untuk tidak terjerumus pada nafsu. Dia tidak memberikan kesempatan pada "rasa cinta" itu mendominasi hatinya sehingga Ia lupa pada Allah. Dia akan menjadikan cintanya kepada makhluk Allah sebagai sarana untuk mencapai cinta Allah. Mungkin cinta seperti inilah yg di istilahkan dengan "Mencintai Karena Allah" (Wallahu A'lam). Sehingga disemua aktivitas kehidupannya di arahkan ke jalan Allah.

Jujur, sampai saat ini, ci belum bisa mencapai derajat mencintai seperti itu. Dan Bagaimanakah sebenarnya cara "Mencintai karena Allah". Apakah dengan selalu mengingatkan dan membimbing orang yg kita cintai agar berada di jalan yg lurus, ataukah dengan selalu mendoakannya agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, ataukah dengan mengikhlaskannya jika tidak jadi pendamping hidup kita, ataukah dengan mengikuti aturan islam, tidak ada istilah pacaran sebelum menikah......???? Oh iya, ternyata kemunduran karena cinta ini tidak hanya terjadi pada orang yg belum menikah, org yg sudah menikah juga bisa, tapi mungkin kemundurannya tidak terlalu jauh. Dan kalau segera disadari, perbaikannya lebih mudah (mungkin, krn belum pernah mengalami :D)

Masih harus belajar banyak lagi dan lebih sering muhasabah diri.

Wassalam

7 Comments


mencintai lawan jenis..apalagi menjalin hubungan dengannya..yg bisa membawa kebaikan ke diri kita hanya dengan menikah..jangan bohongi hati nurani jika pacaran..apapun bentuknya..dosa...rika sendiri menjalaninya dengan gelisah..tapi manusia..memang selalu dilingkupi nafsu...nafsu untuk mempertahan sesuatu yg kita sendiri tau itu tidak baik..


mencintai karena Allah..
itu selalu ku sematkan dalam hati
karenanya gak pernah nyambung ama cewek2 imut, takut kejauhan dari Allah.

Kemunduran ? Mungkin ada benarnya jg aku mndr. Pertama aku msh menyimpan peta intelektualisme ku. Kedua, menjadi muslim bagiku tidak harus berjenggot, bersurban, dst. Ketiga, ini hanya kegilaan sementara. Sebut saja aku sedang mencoba menjejak horison baru di luar dunia ku selama ini, termasuk dunia cinta. That's why i called my self as an alien :)


ya.. sementara. hingga suatu ketika

duuuhh.. jadi curhat niih :)


son: jadi sudah berapa wanita yg benar2 sonny kenang?:)soo..apakah benar..sonny ga pernah seyakin ketika menyukai dia??:P


mmm.. only 2 before her. u may read about them at my FS blog. Actually, it's open relationship. More than friendship but not as close as my relationship w/ her now.

Open relationship ? Yea.. i've problem w/ word "commitment" or pacaran >> this word isn't compatible w/ my islamic paradigm or it's hard to find any justification. Ofcourse i need justification coz i'm still santri even gak berjenggot :) It's hard to be Sonny..

Yakin ? >> problem of gap between theory & fact. In theoritical manner: yes ! But in fact, too many problem to realize it :)


Mencintai karena Allah....
Hmmmm, jadi inget salah satu hadist riwayat siapa ya lupa :P.
isinya gini :
Allah akan memberikan kelezatan iman kepada orang orang yang melakukan 3 hal berikut. 1. Mencintai sesuatu atau seseorang tidak melebihi citanya kepada Allah SWT. 2. Mencintai sesuatu atau seseorang karena Allah dan yang ke 3. Benci menjadi kafir atau kembali ke kafir. (Walohu alam..)
Naaaah kalo kita bisa mencintai seseorang karena Allah...Insya Allah kita akan dapat mereguk kelezatan iman. Dini setuju ma Desi, mungkin salah satuya kita harus ikhlas dengan keberadaan dan ketiadaan seseorang atau sesuatu tsb. karna dengan begitu kita yakin bahwa seseorng tsb hanya titipan dari Allah..

yanglagipengenkasicomment


To Rika : memang hub yg membawa kebaikan itu dengan pernikahan. Kita manusia memang masih belum bisa melawan nafsu. Takut resiko yg dihadapin nanti. Kita juga harus ingat bahwa pernikahan itu sebaiknya disegerakan, tapi bukan berarti tergesa-gesa tanpa persiapan.

To Sonny : apakah seperti itu kemunduran yg Sonny maksud? Menyimpan sebuah rencana dan bependirian kalau muslim itu tidak hanya simbolis.

Itu bukan penurunan menurut ci. Tidak salah kan membuat sebuah planning ( peta intelektualisme ). Tidak salahkan mencoba memasuki dunia baru, karena cepat lambat dunia itu tetap akan kita masuki ( jika Allah berkehendak ). Dan Bukankah Islam itu bukan sekedar simbolik. Islam itu berpangkal dari hati.

Hati tidak salah menyukai seseorang, tapi tindakan sesudah itulah yg tidak diperkenankan ( Quraish Shihab : Perempuan )

Ga nyambung yah son....?

To Ibu Farish : wah senangnya ada comentator baru, tidak hanya Rika n Sonny :)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.