0

Wish I Have More

Posted by Desi on 2:50 PM
Dibelahan dunia lain, orang-orang masih bisa hidup dengan segala kecukupan dan kelimpahan yg tdk terhingga. Sampai-sampai pengeluaran untuk satu kali makan bisa menghabiskan uang ratusan ribu rupiah. Bahkan kadang yg dimakan tersebut itu pun tidak habis, sehingga terbuang sia-sia. Untuk baju, sepatu dan pernak-pernik lainnya, yg kadang sudah menumpuk di rak koleksian pun, tidak mikir2 untuk dibeli lagi dengan menghabiskan uang jutaan rupiah.

Sementara di belahan dunia lain yg berbeda, terdapat orang-orang yg untuk bisa makan 1 kali saja dalam sehari, harus bersusah payah dulu. Kadang mereka pulang dari bekerja sejak pagi sampai malam, tidak bawa uang sama sekali. Untuk beli beras dan makanan bergizi sangat susah. Sehingga untuk mengganjal perut yg lapar, mereka membeli mie dengan uang yg hanya cukup untuk sekian orang, sementara perut2 yg harus diisi jumlahnya melebihi yg tersedia. Atau kalau beras ada, tapi tidak ada lauk, terpaksa buat nasi goreng. Jika ada uang agak lebih, telor rebus yg dikasih cabe sudah merupakan makanan yg mewah untuk hari itu. Dan itu pun harus dihemat-hemat untuk besok.

Untuk kebutuhan sekolah anak2, itu masalah besar lain lagi yg harus dihadapi. Kadang demi bisa pergi sekolah atau belajar untuk persiapan UN dan SNPTN, terpaksa jalan kaki, walaupun tempatnya jauh. Alhamdulillah masih ada bantuan seadanya dari beberapa kerabat untuk urusan sekolah ini.

Disini, aku setiap bulan memperoleh gaji, punya uang sendiri untuk membeli apapun yg aku inginkan, bisa makan enak, kadang sering dapat rejeki gratis, dan beli hal2 yg kadang tdk terlalu penting. Dan masih bisa juga berceloteh ringan dengan teman2 ttg produk2 bagus di Mall.

Ya Allah... hati ini menangis setiap kali aku mengingat hal tersebut, karena ternyata pengalaman menyedihkan di belahan dunia kedua itu terjadi pada keluargaku, sedangkan aku masih bisa berleha-leha, dan tidak perlu pusing2 memikirkan hrs makan apa aku hari ini atau besok.

Sejak pulang dari Padang minggu lalu, aku jadi sering sedih, saat aku makan, aku membayangkan, apakah keluargaku di Padang bisa makan hari ini. Andai apa yg aku makan saat ini bisa langsung aku kirimkan kepada mereka.

Kehidupan di Padang benar2 berubah sejak musibah gempa besar itu. Semua menjalani hidup dangan keprihatinan saat ini. Susah mencari orang yg mau membantu dg ikhlas, krn semua sibuk dgn diri sendiri yg juga sdh susah. Namun ada juga yg benar2 tidak peduli bukan karena mereka susah, tapi tidak adanya rasa solidaritasnya. Pernah aku mendengar seseorang berkata " itu derita loe bukan gw", aku hanya bisa membatin. Mereka lupa, bahwa hidup itu seperti roda yang selalu berputar.

Masih banyak lagi kasus2 spt ini yg jauh lebih memprihatinkan diberbagai tempat. Namun karena ini terjadi pada saudara2 terdekatku, aku begitu terenyuh.

Ya Allah Yang Maha Kaya... Wish I have more...

0 Comments

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.