4

Cerita Hari ini

Posted by Desi on 5:40 PM
Hari ini cukup melelahkan, dan menguras emosi. Pagi2 sdh dapat warning dari Jay yg katanya semalam dia mimpi lihat aku menangis. Dan katanya kalau dia mimpi yg sedih2 biasanya kenyataan. Tapi kalau dia mimpi yg gembira biasanya ga kejadian. Bukan aku percaya dg mimpi, krn masa depan hanya Allah yg tau. Tapi memang semalam aku sedih, tapi sedih tanpa air mata. Dan siang ini, air mata itu turun juga tapi bukan karena Jay bilang aku nangis.

Rencananya hari ini mendaftar untuk kuliah S2. Aku memutuskan untuk kuliah dg pendanaan sendiri. Memang akan terasa berat, tapi bukan memikirkan susah pada diri, tapi memikirkan org tua dan keluarga yg lain. Keputusan untuk mendaftar hari ini tanpa diskusi dg keluarga. Sebenarnya dulu sdh diskusi ttg kemungkinan kuliah di kota ini dan org tua setuju, tapi waktu itu rencananya bukan secepat ini.

Sejak semalam sdh merencanakan akan menghubungi bagian admisi nya mengenai prosedur pendaftaran pagi2 sekali tepat setelah jam kerja dimulai, karena ada kabar kl proses pendaftaran sdh tutup. Namun yg nama nya universitas penyelenggara S2, mereka kan butuh mahasiswa, jadi selagi masih ada kemungkinan penambahan mhsw dan jadwal perkuliahan belum mulai, segala kesempatan demi uang masuk akan mereka terima.

Akhirnya pagi tadi telpon dan katanya masih bisa tp hrs daftar dalam minggu ini, sebab tes TPA akan disisipkan bareng pendaftaran pascasarjana. Akhirnya aku langsung merencanakan kegiatan hari ini spy siang bisa pergi mendaftar. Syukurnya pendaftaran masih bisa di kampus dekatnya.

Beberapa syarat pendaftaran belum aku miliki, spt referensi, surat keterangan sehat dan nilai TPA. Untuk referensi berencana minta bos yg paling wise, tapi anehnya ketika aku mencari beliau, si Bapak baru saja keluar ada urusan. Aku tunggu2 hingga siang, belum juga balik bahkan sampai aku mau berangkat. Dalam hati, aku berencana minta ke bag admisi spy hal itu bisa menyusul. Lalu mampir dulu ke rumah, tapi ingat kl kl KTP dan score TOEFL belum di copy, akhirnya fotocopy di koperasi. Ternyata si adek yg jaga lagi shalat, tunggu sebentar hingga selesai sekitar jam 2 kurang 5.

Sampai di rumah berniat mengambil ijazah dan transkrip nilai sama uang pendaftaran. Lalu meluncur dg motor Hesty ke kota. Sebelum ke tempat pendaftaran, ke klinik dulu minta surat keterangan sehat. Ini pun hampir lupa, untung masih bisa belok di gang depan, balik lagi jalannya ke klinik. Sampai di klinik ternyata pasien yg antri banyak sekali. Dan di klinik itu juga kedatangan petugas dari dinas kesehatan yg melakukan sidak. Mereka minta dokter menemui mereka dulu. Pasien yg sdh menunggu menggerutu karena mereka merasa harus lebih diutamakan, namanya org lagi sakit kan butuh penanganan cepat.

Melihat situasi yg tdk memungkinkan, akhirnya aku berencana untuk meminta bagian admisi agar srt ini bisa menyusul. Akhirnya lanjut ke tempat tujuan. Di jalan aku ingat, ternyata aku lupa ambil uang pendaftaran yg sdh disiapkan di rumah. Perjalanan sdh jauh, dan waktu sdh hampir melewati batas pendaftaran, akhirnya terus saja, nanti tarik di atm aja, kataku ke Hesty.

Dalam perjalanan ini aku sempat cerita hal yg jadi ganjalan di hati terkait rencana kuliah ini. Hesty merasa aku blm ikhlas untuk keputusan ini. Dan dijalan dia coba ngoceh berbagai kemungkinan yg bisa dijadikan solusi untuk masalahku. Aku hanya jawab pendek2 saja, kadang jawab ya, kadang hanya hmm... tapi pikiranku sebenarnya entah kemana. Yang aku pikirkan sepanjang perjalanan itu, dari tadi begitu banyak hal yg tidak lancar, sptnya perjalananku menuju tempat pendaftaran ini begitu berat, ada saja yg terjadi dari tadi. Apakah sebenarnya aku belum direstui untuk daftar sekarang? Hingga dalam hati aku sempat bisikkan, Ya Allah jika ini yg terbaik untukku, mudahkan dan lancarkan.

Sampai di ATM, saat membuka pintu ruang ATM, aku membayangkan kl kartu atm ini dimakan mesin dan aku ga jadi mendaftar, setidaknya ada alasan kenapa aku tdk jadi mendaftar. Lalu saat insert kartu baca bismillah, pengambilan pertama saat uang akan aku tarik, ternyata kartunya sdh dikeluarkan mesin, aku ga lihat. Mau ngambil, sementara uang juga harus cepat diambil, maka aku ambil uangnya dan semoga masih sempat menyelamatkan kartu atmnya, Saat mau tarik kartu, eh kartunya masuk lagi, tapi langsung keluar lagi. Aku smp cemas, karena kl beneran ketelan, bakal repot ngurusnya lagi. Syukurnya tdk jadi. Lalu tarik yg kedua kalinya, cepat2 menyelamatkan kartu.

Lalu menuju tempat pendaftaran yg tdk jauh dari tempat ATM. Sampai di depan gedung, Hesty nyuruh aku turun dulu, dan dia mau parkir motornya. Aku agak ragu2 naik sendiri, dalam hati pengen nunggu Hesty dulu. Tapi terlanjur udah naik tangga dan sdh dilihat org. Langsung saja aku tanya bagian informasi dan tepatnya untuk mendaftar kuliah S2 Akuntansi. Org yg aku tanyai jawab tempat daftar nya di ruangan yg ada di depanku. Aku ketok pintu, dan buka pintu, tapi masih berdiri di pintu.

Sambil memegangi dan menahan pintu yg berat, aku bertanya ttg pendaftaran. Si petugas menjawab "pendaftaran sdh tutup, tdk bisa lagi", aku langsung menjawab dg pede nya "tapi tadi saya telpon pak Teguh katanya masih bisa tapi harus dalam minggu ini" (sambil masih berdiri dipintu dan menahan pintu yg berat spy tdk tertutup menimpa diriku). Dalam hati nih org masa ga mempersilahkan aku masuk dan duduk sih, sedangkan dia saat itu duduk di balik meja. Lalu dia jawab lagi, kami belum dapat informasi atau perintah bahwa pendaftaran masih bisa, karena para pendaftar sdh tes TPA minggu lalu. Lalu aku jawab, bukannya tgl 26 nanti ada tes TPA? Dia jawab, tdk ada lagi. Akhirnya aku dg entah senang atau sedih menjawab, ooh.. gitu ya, ya udah deh, makasi ya. Langsung pergi tanpa masuk sedikitpun.

Sampai di bawah ketemu Hesty yg bertanya bgmn? (mungkin agak heran melihat ekspresiku). Ty, sptnya aku belum diijinkan untuk daftar dan kuliah sekarang, kata orangnya pendaftaran sdh tutup. Dari tadi kok kayaknya banyak aja ya kendalanya, sptnya itu pertanda.

Saat diparkiran aku cerita ttg email dari bagian admisi universitas di luar negeri yg mengingatkan aku ttg account admisiku yg tdk aktif selama 1 bln. Dan akhirnya Hesty dg segala kemampuannya membuat aku lebih optimis dg kesempatan yg mungkin sebenarnya masih ada tapi belum aku maksimalkan, dan hesty membuat akhir perjalanan hari ini menjadi lebih menyenangkan. Sekarang wajahmu sdh tdk berkabut lagi, tadi kelabu banget... hehe... Glad to have you here sty... :)

Dan dalam perjalanan pulang tiba2 aja lihat senior akuntansi angkatan 99 lagi naik motor. Langsung aja aku teriak2 manggil namanya, dan hesty kebut motornya mengejar motor senior tersebut. Dan akhir yg semakin menyenangkan, sempat reunian meskipun di pinggir jalan. Sepanjang jalan pulang pun aku sdh bisa tertawa lepas. Sty, harusnya hari ini kita bersyukur, untuk semua hal ini.

Thank you sty, Alhamdulillah, Allah sent Hesty to Pekanbaru at the righ time.

4 Comments


Pasti ada rahasia indah dibalik ini smua.tau kan,PCR t bs brubah dalam hitungan hari..sapa tau keputusan berubah..:)

Aku pernah ngalami jg,sesuatu yg dari awal tidak mulus tkadang itu pertanda bahwa seharusnya kita g boleh meneruskan itu..
Karena kalo sudah direstuiNya semua akan dpermudah..smangat..:)


feel so honored..
actually, what i;m realized is, why 'm here? because you were here before..and I can have a good starting time..you give me chance and if in the return you feel happy because i'm here..its supposed to be me who feel happy first..to have a chance to spend much time with u :)


wawww.. kak desi mau sekolah lagi..?? dimana kak..?? asik.. sekolah menyenangkan kak.. diriku juga pen nyambung lagi.. hihihihi..^_^


Insya Allah Hera, yg dekat aja, masih di PKU, tau kan ;), daripada ditunda-tunda lagi, nanti kebijakan berubah lebih parah lagi, lebih baik di eksekusi sendiri :)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.