2

Dirga Ikhsanul Ramadhian

Posted by Desi on 7:34 AM
Dirga adalah bayi laki-laki dari salah seorang sahabatku. Dirga lahir tanggal 17 Agustus 2011, 17 Ramadhan 1432 H, lewat operasi caesar, dan kembali menghadap Allah tanggal 19 Agustus 2011. Dirga lahir saat masih berumur 8 bulan dalam kandungan ibunya dengan kondisi prematur. Paru-parunya saat itu belum matang, sementara air ketuban Ibu sudah pecah dan berwarna hijau. Dokter menyuntikkan obat pematang paru-paru sehingga Dirga bisa dilahirkan dengan jalan caesar. Jika tidak dipaksa untuk dilahirkan, dokter khawatir kalau nanti terjadi infeksi yg akhirnya akan merenggut nyawa ibu dan bayinya.

Saat lahir, Dirga seperti layaknya bayi normal. Muncul ke dunia dengan suara tangisan yg keras. Berat tubuhnya 1,8 kg.

Sejak lahir hingga akhirnya menghadap Allah, Sang Ibu hanya bisa melihat Dirga dibalik kaca ruangan bayi dan beliau juga belum sempat menyusui bahkan menggendong Dirga sekalipun. Sebab Dirga di tempatkan di dalam inkubator di ruangan khusus. Sang Ibu baru merasakan Dirga dalam pelukannya saat Allah telah memanggilnya. Sang Ibu tidak mampu melepaskan tubuh bayi laki-lakinya yg mungil itu dari dekapan karena rasa cinta dan dukanya yg mendalam. Dia baru bisa melepaskan Dirga setelah suster bersusah payah membujuknya.

Saat membaca namanya di status sahabatku, aku merasa jatuh cinta pada bayi mungil ini, meskipun belum pernah melihatnya secara langsung. Namanya bagus dan menunjukkan bahwa dia dilahirkan di hari kemerdekaan dan di bulan Ramadhan. Seandainya Dirga masih bertahan, Dirga tentu akan menjadi laki-laki yang tampan.

Kehendak Allah tidak ada yang tahu dan tidak ada yg bisa menahan atau mencegahnya untuk terjadi. Dirga adalah manusia yang ditakdirkan Allah untuk menjadi penghuni surga Nya. Dan Insya Allah akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak. Wallahu'alam bishawab.

1

Ucapan Lebaran Favorit

Posted by Desi on 11:31 AM
Sebenarnya tidak bisa dikatakan favorit, karena ucapan yg kita terima di Idul Fitri adalah permintaan maaf dan memberi maaf. Namun ucapan yg satu ini sangat spesial karena cocok sekali dengan kondisi, dimana kami teman lama yg sdh lama tdk bertemu, di dunia maya pun tdk pernah berkomunikasi, karena dia tdk aktif di dunia maya, komunikasi telpon pun hanya saat ucapan ramadhan maupun lebaran. Ini ucapannya yg dikirim lewat sms :

Assalamu'alaikum wr. wb...
Sejauh apapun jarak,, selama apapun tak berjumpa,, tapi sebenarnya kita melihat langit yang sama, menatap kerlip bintang yang sama, merasakan sinar mentari yang sama,, karena itu, sebenarnya kita tak pernah berjauhan,, semoga jalinan ukhuwah kita tetap terjaga.. Tp itu semua takan terjadi sblm kita saling memaafkan.

Bagiku, sms ini bukan hanya sekedar ucapan lebaran, tapi kata-katanya spt kata2 rindu. Tak peduli apakah kata2 indah ini dia dapatkan dari orang lain, yg jelas aku menerima kata2 ini dari dia. Teman yg sdh lama tidak berjumpa dan aku memang merindukannya.

4

Kematian

Posted by Desi on 8:47 AM
Dalam beberapa hari terakhir, aku lebih banyak memikirkan tentang kematian. Kematian serasa berada lebih dekat dengan diriku. Dalam kesendirian di malam hari, kadang dalam gelap terbangun, dan aku mencari sesosok bayangan. Ketika mataku tidak menemukannya, hatiku bergumam, ternyata "dia" belum muncul. Bayangan yg aku cari itu adalah sosok kematian. Aku berpikir apakah dia sdh datang.

Aku membayangkan bentuknya berupa bayangan atau cahaya putih. Tapi kemudian aku berpikir lagi, dulu pernah mendengar bahwa malaikat maut akan datang mengunjungi dengan berbagai rupa tergantung amalan si calon mayat. Jika dia orang yg berdosa, maka kematian akan datang dengan wujud yang menakutkan. Sehingga aku berpikir, belum tentu kematian akan datang dalam bentuk cahaya putih, karena aku orang yg berdosa.

Namun yang jelas, kematian adalah malaikat yg merupakan makhluk cahaya. Jadi dalam benakku, setidaknya dia berupa cahaya, atau kalau dia datang, tentu aku akan melihatnya. Wallahu'alam.

Kesendirian telah membuatku berpikir macam-macam dan aneh-aneh. Apalagi sejak beberapa bulan terakhir tubuh ini sering sakit, aku jadi merasa kalau umurku tidak lama lagi. Sakit yang aneh-aneh ini membuatku jadi orang yg pesimis. Dalam 2 malam terakhir, aku sampai memohon pada Allah, jika memang waktuku singkat, ijinkan kepergian itu saat aku berada di tengah keluargaku, dan semoga kepergianku tidak merepotkan mereka.

Hari ini aku berencana menjalani tes darah. Berdasarkan gejala yang aku rasakan, dokter curiga aku menderita diabetes. Oh Ya Allah... aku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penyakit ini di usia yg belum genap kepala tiga. Semoga hasil tes nanti tidak menyatakan demikian. Kalaupun ternyata benar, bertambah lagi satu penyakit yang akan jadi pakaianku hingga akhir.

Dengan adanya penyakit yg aku derita, spt nya Allah memberikan kesempatan padaku untuk menebus dosa. Seharusnya aku bersyukur, karena Dia masih sayang padaku.

0

Kebahagiaan Seorang Ibu

Posted by Desi on 1:30 PM
Sabtu kemaren, beberapa alumni angkatan 2005 PCR (mhsw G5) reunian dalam rangka menghadiri temu alumni untuk revisi kurikulum akuntansi. Senangnya ketika bertemu mereka lagi. Sudah lama tidak kumpul2 dg mereka. Dulu waktu mereka masih kuliah, kami sering ngumpul. Kebetulan karena aku dosen wali mereka, sehingga keseharianku sangat dekat dengan mereka.

Sekarang mereka sudah tersebar di beberapa kota. Ada yg kembali ke kampung halamannya di Aceh, ada yg di Jakarta, dan di kota-kota yg ada di Riau. Saat melihat mereka lagi dan mendengar cerita2 mereka ttg pekerjaannya, sangat terasa kalau mereka telah mengalami perubahan. Cara bicara dan pemikiran mereka sdh lebih dewasa. Ada rasa haru dan bangga saat mereka bercerita ttg pekerjaan dan pengalaman yg mereka dapat dari tempat kerja.

Malam minggu kemaren, kami pergi nonton dan pagi nya mereka yg antar aku ke tempat kuliah. Rasanya spt kembali ke saat mereka masih kuliah, saat kami sering pergi hang out. Tapi ada yg kurang, karena tidak semua mereka yg hadir. Geng anak Aceh, gengnya Risa, Januar yg konyol, Anriko yg manja, Damendra yg dulu pernah nangis waktu curhat dgku, dan yg lainnya.

Hari minggu siang ingin ketemu mereka lagi sebelum mereka kembali ke aktivitasnya masing-masing. Apalagi hari minggu ada g6 dan g7 juga, ingin melihat mereka dengan penampilan yg baru. Tapi sayangnya tidak sempat. Aku kelamaan pulang dari kuliah. Akhirnya hanya bisa bicara lewat telpon dengan Nuning. Saat dia bilang pamit balik ke Jakarta di telpon, ada rasa sedih yg muncul, mataku mendadak panas. Hingga akhirnya sore itu buat status di FB, dan saat baca komen balasan mereka, air mata ini tdk terbendung lagi, aku menangis sesenggukan.

Bersyukur Allah menempatkan aku di profesi ini dan bertemu dg anak-anak ini. Saat itu aku berkata dalam doa, Ya Allah..meskipun aku belum pernah punya anak, tapi aku sdh merasakan kebahagiaan seorang ibu ketika melihat anak-anak mereka tumbuh dewasa. Jadikan mereka pribadi yg baik, sukses, dan memberikan manfaat dimanapun mereka berada. Amiin Ya Allah..

0

Seperti Toko Obat

Posted by Desi on 3:04 PM
Tubuh ini serasa toko obat, saat makan obat sakitnya hilang, saat obat habis hanya ada jeda sebentar, sakitnya kambuh lagi, akhirnya ke dokter lagi dan dapat obat lagi. Padahal aku sudah berusaha untuk menjaga pantangannya, tapi masih kambuh juga. Ingin seperti orang lain yang kondisi tubuhnya sehat, bebas kemanapun tanpa memikirkan kondisi tubuh yg sensitif.

Aku tidak tau, kenapa sakit ini jadi akut ketika aku membutuhkan kesehatan lebih dari biasanya. Sebab dengan bertambahnya aktivitas kuliah sabtu dan minggu, aku harus dalam kondisi prima. Namun justru sejak kuliah ini kondisi tubuh makin drop. Ini membuatku tidak bisa maksimal untuk perkuliahan. Entah bagaimana nasib IP smt ini. Kadang malam hari pengen dipakai untuk belajar, secara siang harus kerja. Tapi yg ada malam terasa sudah lelah, jika dipaksakan aku takut akan menjadi lebih drop.

Tak lama lagi Ramadhan datang. Semoga kondisi tubuh ini membaik, lebih sehat dan bisa menjalani ibadah Ramadhan dengan maksimal. Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan pertama yg aku jalani sendiri tanpa teman satu rumah. Semoga aku bisa menjalaninya dengan mandiri.

Ya Allah... mohon kesembuhan untuk tubuh ini sehingga hamba bisa menjalani Ramadhan Mu dengan maksimal dan lebih baik dari tahun lalu. Amiin Ya Allah...

0

"Go Green" Sekedar Ikut-ikutan..

Posted by Desi on 7:10 AM
Sepanjang jalan Sudirman Pekanbaru saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan pembuatan fly over. Tujuan pemerintah untuk mengurangi kemacetan. Tapi kita lihat saja nanti, apakah akan mengurangi kemacetan atau justru menambah kemacetan baru.

Untuk pembangunan fly over ini, dipugarlah taman yg ada di tengah jalan. Pohon-pohon yang rindang dan dihias dengan cantik selama ini ditebang. Tidak ada lagi lampu-lampu hias dengan berbagai bentuk yg dililitkan atau di pasang di dan disekitar pohon. Bunga-bunga cantik yang menghiasi taman itu pun hilang. Pemandangan yang biasanya cantik dan bersih itu sekarang berganti dengan seng untuk menutup area pembangunan.

Yang membuat aku merasa lucu dengan kebijakan ini adalah pada seng pembatas area tersebut dipenuhi dengan tulisan dan gambar yang menyuruh kita untuk menjaga lingkungan hijau, tulisan go green dengan gambar pohon nan cantik menghiasi seluruh seng itu.

Apanya yg go green, sedangkan untuk membangun jalan itu saja mereka menebang pohon yg sudah dirawat sejak bertahun-tahun. Sangat bertolak belakang menurutku. Tidak hanya itu, aku dengar dari beberapa teman, pemerintah sedang menggalakkan penanaman entah sejuta atau semiliar pohon, aku lupa, tapi yg jelas antara dua itu. Kl memang ada aksi penanaman, kenapa yg sdh ada justru di tebang. Atau itu bentuk penebusan dosa atas pohon-pohon yg ditebang.

Sekarang ini kalau melewati jalan sudirman, tidak lagi menyenangkan, panas, gersang, dan pemandangannya tidak menarik. Ditambah lagi dengan kemacetan akibat pekerjaan jalan, makin mempersempit jalan yg sudah sempit juga sejak awal.

6

Moving?

Posted by Desi on 8:10 AM
Saat semua sudah tidak berpihak lagi padaku, saat orang2 sudah tidak kooperatif lagi, saat lingkungan sudah tidak kondusif lagi, saat semua terasa begitu monoton dan tidak friendly lagi, apakah itu pertanda bahwa saatnya aku harus berpindah?

Aku renungi timing teman2 yg pindah dari sini. Timing itu Allah yang tentu kan, karena memang tempat ini sudah tidak cocok lagi untuk mereka. Ada tempat lain yg lebih baik sedang menanti mereka. Dan saat ini aku merasa begitu stuck, sesak melihat orang2 di sekitarku. Melihat pola dan tingkah mereka yang tidak bisa aku pahami.

Maybe its time for me to make a new resolution. Make a new and big decision for my future. But I don't know, is it the right time? Is it my turn?

0

Bingung

Posted by Desi on 1:11 PM
Sambil mengumpulkan berkas-berkas tugas, kuis, dan file2 mhsw lainnya, aku berpikir sendiri, untuk apa aku melakukan semua rutinitas ini. Dari hari ke hari sama saja. Sampai di rumah melakukan aktivitas yang sama. Demikian seterusnya berulang-ulang, berganti hari. Sampai kapan hal seperti ini akan terus berlangsung.

Aku merasa butuh hal baru, rutinitas baru, lingkungan baru, yang bisa menyegarkan pikiran. Liburan serasa bukan suatu jalan keluar, karena saat kembali dari liburan, akan menghadapi rutinitas tersebut kembali.

Hingga aku ingat suatu saat, entah semenit berikut, entah besok, atau tahun depan, atau beberapa tahun lagi, aku akan menghilang dari dunia ini. Meninggalkan semua rutinitas itu, menuju suatu dunia baru. Dan dalam dunia itu aku mempertanggung jawabkan dosa-dosa yang telah kuperbuat, akhirnya menggigil sendiri. Aku belum siap menghadapinya Ya Rabb...

0

Mahasiswa Lagi

Posted by Desi on 11:08 AM
Dunia mahasiswa begitu menyenangkan. Itu yang kembali aku rasakan setelah 7 th selesai kuliah s1. Meskipun kuliah sambil kerja, namun saat berada di kampus sebagai mahasiswa, rasanya begitu menyenangkan. Aku serasa jadi remaja lagi, meskipun umurku sdh tidak remaja. Meskipun teman-teman kuliah ada yang sdh ibu-ibu, tapi yang lebih muda dariku lebih banyak lagi, sehingga suasana ceria nan muda tetap terasa.

Tugas tetap menjadi suatu momok bagi mahasiswa, tak terkecuali diriku :). Meskipun aku sendiri sering ngasih tugas ke mahasiswa, ternyata saat aku mendapatkan tugas dari dosen tetap saja keluhan itu ada. Dan berarti spt itu juga yg dirasakan oleh mahasiswaku. Tapi in fact, aku bukan dosen yg terlalu rajin ngasih tugas ke mahasiswaku. Paling dalam 1 smt maksimalnya 4-5 kali dan seminimalnya 2 kali. Tapi saat kuliah s2 ini ternyata aku harus menghadapi setumpuk tugas, dan jumlahnya lebih banyak dari tugas yg aku berikan kemahasiswaku. Yah.. namanya juga level yg berbeda.

Tapi dulu dan sampai sekarang pun aku masih berpikir, suatu saat aku akan jadi mahasiswa (nyatanya jadi juga), jika aku tidak baik ke mhsw ku, akibatnya akan kembali lagi padaku saat aku jadi mhsw. Makanya sejak dulu, ketika aku hendak membuat keputusan, aku menimbang positif negatifnya, fair dan tidaknya. Sebab aku yakin hidup ini berputar dan selalu dengan fungsi sebab akibat.

Namun satu yang aku syukuri, meskipun dalam kesibukan bekerja, aku masih merasakan kuliah s2. Hal yang tidak pernah aku bayangkan. Malah dulu saat tamat s1, aku sdh langsung mencap kalau s2 itu tak akan pernah kujangkau, sebab biayanya mahal. Namun yang tak kita sangka-sangka sama sekali, justru kejadian. That's life... :)

0

Super Woman

Posted by Desi on 10:06 AM
Yah.. ini lah gelar yang aku berikan untuk diriku sendiri. Untuk menyenangkan hati dan menguatkan diri dalam melakukan semua kegiatan yang memusat dalam minggu ini. Semua ku handle sendiri, sehingga aku menyebut diriku untuk beberapa hari ini sebagai super woman.

Sebenarnya terasa berat karena fisik ini dalam kondisi lemah, asam lambung tinggi yang membuat sesak nafas. Malam merupakan saat yang paling mengkhawatirkan secara aku di rumah sendiri. Namun aku tidak boleh mengeluh, aku harus kuat, aku harus bisa melewati semua ini karena ini kawah candradimukaku saat ini. Aku tidak mau berharap pada orang lain untuk meringankan pekerjaan ini, karena telah aku buktikan berharap pada manusia justru membuatku kecewa. Makanya aku kuatkan diri melakukan semua ini sendiri. Tak ada kegiatan yang aku coba batalkan, walaupun sebenarnya 1 dari sekian kegiatan beberapa hari ini bisa saja aku batalkan.

Ketika semua ini selesai, mungkin aku merasa lega, tapi pekerjaan dan tantangan lain telah menantiku. Semakin aku mengeluh, maka semua tantangan itu akan semakin terasa berat. Makanya aku tidak boleh mengeluh dan harus kuat. Paling ya nangis sendiri...

2

Lonely

Posted by Desi on 10:03 AM
Akhirnya nyerah juga, dengan kondisi home alone yg telah dijalani 3 bulan ini. Pulang kerja, rasa ingin ngobrol benar2 menyiksa. Ingin ngobrol dg seseorang, cerita ttg hari ini, cerita ttg apa yg aku rasakan, cerita berbagai hal.

Satu2nya jalan adalah menelpon, dan biasanya yg ku telpon orang tua. Namun kl ngobrol dg orang tua, tdk bisa lepas. Rasa sedih-sedih dan tdk menyenangkan, harus ku simpan sendiri, tdk mungkin aku ceritakan ke orang tua, karena akan membuat beliau berdua sedih, dan menambah beban pikiran beliau berdua. Apalagi saat ini kondisi Papaku sering sakit. Saat ini beliau meresahkan dua orang anak gadisnya yg juga belum bertemu dg jodohnya.

Kalau menelpon teman2, mereka rata-rata juga sibuk dg kerjaan dan urusan masing-masing. Tidak bisa telpon lama-lama, dan curhat juga tdk selepas dahulu lagi, secara mereka sdh ada yg harus di urus.

Bisa saja aku menerima teman kost baru. Sebab banyak yg minat dengan rumah kontrakanku itu. Namun aku tidak berani ambil resiko kl ternyata tdk cocok. Apalagi saat ini di rumah butuh ketenangan untuk belajar. Ruang tamu penuh dg buku-buku kuliah. Malam biasanya aku manfaatkan untuk belajar atau bikin tugas. Jika dapat teman kost yg justru tdk bisa menerima keadaan itu, justru bikin susah.

Semalam benar2 mencapai batas ingin berteriak, ingin curhat dg lepas, melepas semua yg terpendam di pikiran dan hati. Kalau dulu ceritanya diangsur-angsur dengan sari, akhirnya tdk menumpuk. Sekarang, sudah menumpuk tinggi dan harus segera diurai tumpukannya. Namun orang yg bersedia mendengar dan membantu melepas tumpukan itu, belum ketemu juga, hiks...

2

Tasbih

Posted by Desi on 3:28 PM
"Sabbaha lillaahi maa fissamaawaati wal ardh ; Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah".

Namun tidak ada yang tau tasbih mereka. Gunung bertasbih pada Allah, burung yang terbang mengepakkan sayapnya bertasbih pada Allah, pohon bertasbih pada Allah, udara, angin, air, bumi, bintang, dan semua makhluk bertasbih pada Allah.

Kalau saya boleh menguraikan dengan ilmu saya yang masih sangat sedikit, Sabbaha saya melogikakan asalnya dari Subha, Subhanallah; Maha Suci, Maha Suci Allah. Berarti arti tasbih pada ayat tersebut adalah mensucikan Allah. Berarti binatang-binatang, gunung, udara, air, tumbuh-tumbuhan, matahari, tata surya, dan semua jenis makhluk ciptaan Allah mensucikan Allah dengan cara mereka masing-masing.

Hasil dari mendengar ustad2 dan membaca buku2 agama, yang sering dijadikan contoh spt burung yang sedang terbang, mereka bertasbih kepada Allah. Berarti dengan mereka terbang, mereka mensucikan Allah. Burung terbang dengan sayapnya. Struktur tubuh mereka diciptakan Allah dengan sayap untuk bisa menjalani kehidupannya. Dengan sayap mereka terbang mencari makan, melanjutkan hidup mencari sarang, memberi makan anak2nya, aktifitas hidup lain dan melanjutkan hidupnya dengan menggunakan sayap. Saya simpulkan burung, memanfaatkan sayap pemberian Allah untuk melanjutkan hidup sebaik-baiknya. Dengan mereka memanfaatkan pemberian Allah, merupakan suatu wujud syukur mereka kapada Allah. Setiap kepakan sayap, berarti mensucikan Allah, suatu wujud syukur kepada Allah, dan suatu bentuk keikhlasan atau penyerahan diri kepada Allah.

Contoh lain tumbuh-tumbuhan, mereka diciptakan sebagai makhluk yang lebih lembut menurut saya. Mereka mampu menyerap karbon dan memproduksi oksigen. Setiap jumlah karbon yang diserap dan oksigen yang mereka lepaskan, mereka mensucikan Allah. Gunung yang kokoh diciptakan sebagai pasak bumi. Jika terjadi ketidakseimbangan alam, mereka mengeluarkan laharnya, atau melepas panas bumi. Dengan menjalankan fungsinya sebagai pasak bumi, merupakan wujud tasbih mereka pada Allah, mensucikan Allah dan wujud syukur pada Allah karena telah diciptakan sebagai salah satu makhluk.

Manusia diciptakan dengan segala kelebihan dibandingkan makhluk yang lain, setiap unsur tubuh manusia ini hidup, dan mereka bertasbih dengan menjalankan fungsinya masing-masing. Jantung bertasbih dengan berdetak, memompakan darah, paru-paru, lever, ginjal, dan semua organ tubuh manusia, semuanya bertasbih dengan cara mereka masing-masing, yaitu dengan menjalankan fungsinya. Semuanya tunduk dan patuh. Namun hanya jiwa manusia yang bebas, bebas untuk bertasbih atau tidak kepada Allah.

Jika semua makhluk bertasbih dengan menjalankan fungsi mereka, dan tasbih itu merupakan perwujudan syukur kepada pencipta. Berarti manusia yang diciptakan dengan segala kelebihan, harusnya lebih banyak lagi bertasbih, karena organ manusia kompleks. Manusia bekerja memanfaatkan organ yang diberikan Allah, wujud syukur kepada Allah dan wujud keikhlasan atau penyerahan diri kepada Allah. Jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak sesuai dengan fungsinya, tidak sesuai dengan kodratnya, berarti hal itu wujud tak bersyukur kepada Allah.

Ini kesimpulan yang saya cerna sendiri atas buku Dzikir Tauhid karangan Agus Mustafa yang belum selesai saya baca, masih 1/4 nya. Namun 1 ayat di atas telah membuat saya berfikir dalam tentang bentuk dzikir alam dan tata surya kepada Allah.

0

Malu

Posted by Desi on 3:59 PM
Ingin meminta sesuatu kepada Allah, tapi malu rasanya. Karena yg diminta terlalu baik, sedangkan diri ini merasa sangat buruk. Yang diminta adalah kekasih Allah, sedangkan diri ini hanyalah hamba yg lalai dan rendah. Berharap dalam hati pun tdk berani, merasa tdk pantas untuknya yg sangat suci.

Namun hati ini begitu mendambanya. Bagaimanakah ini Ya Rabb...

2

I Told You So

Posted by Desi on 8:34 AM
Love this song very much, performed by Carrie Underwood feat Randy Travis
============

Suppose I called you up tonight
And told you that I love you
And suppose I said I wanna come back home
And suppose I cried and said I think I've finally learned my lesson
And I'm tired of spending all my time alone
If I told you that I realized you're all I ever wanted
And it's killing me to be so far away
Would you tell me that you love me too
And would we cry together
Or would you simply laugh at me and say

I told you so
Oh, I told you so
I told you someday you'd come crawling back and asking me to take you in
I told you so
But you had to go
Now I've found somebody new and you will never break my heart in two again

If I got down on my knees and told you I was yours forever
Would you get down on yours too and take my hand
Would we get that old time feeling
Would we laugh and talk for hours
The way we did when our love first began
Would you tell me that you've missed me too
And that you've been so lonely
And you've waited for the day that I returned
And we'd live and love forever
And that I'm your one and only
Or would you say the tables finally turned

Would you say I told you so
Oh, I told you so
I told you someday you'd come crawling back and asking me to take you in
I told you so
But you had to go
Now I found somebody new and you will never break my heart in two again

Now I found somebody new and you will never break my heart in two again

4

Pemimpin itu...

Posted by Desi on 1:00 PM
Menurutku pemimpin itu adalah orang yang dinamis dan tdk kaku. Tdk kaku dalam hal memandang suatu hal dan mengaitkannya dg peraturan yang berlaku. Sebab peraturan yg ada pd suatu institusi pada dasarnya buatan manusia, dan itu bisa saja salah, atau tdk cocok lagi dg kondisi yang ada. Selain itu peraturan juga harus melihat sisi manusiawinya.

Menjadi seorang pemimpin tdk harus memperlihatkan wibawa dg cara yg kejam atau diktatornya. Pemimpin juga tdk melulu hanya berpikir dan lalu memerintahkan. Tapi pemimpin itu juga harus terjun langsung ke lapangan. Supaya dia tau, apakah dia sdh menjadi seseorang yg manusiawi atas apa yg dia pimpin.

Pemimpin yang baik itu tdk melepaskan kesalahannya pada bawahannya. Dan menurutku, jika seorang bawahan kena marah oleh pimpinan tertinggi atau oleh org yg berada 2 level atau lebih di atasnya, itu berarti si atasan yg langsung membawahinya bukan pemimpin yg baik. Jika bawahan salah, harusnya atasan langsung yg boleh memarahinya. Dan yang harus menanggung kemarahan level lebih tinggi harusnya si atasan langsung tersebut. Dia yg bertanggungjawab atas pekerjaan org yg dipimpinnya. Dia yang hrs menanggung kesalahan itu. Terserah kalau setelah itu dia akan melampiaskan kekecewaannya pada si bawahan. Saat si bawahan mendapat nilai gagal, hrsnya pemimpin itulah yg mendapat nilai gagal lebih dahulu.

Hal yg membuat aku miris, dalam sebuah rapat, melibatkan beberapa tingkat struktur organisasi, si pimpinan tertinggi melampiaskan kata2 kekecewaannya kepada level terendah. Padahal dia hanya sebagai pelaksana yg melakukan apa yg diperintahkan, bukan sebagai pengambil keputusan. Saat si level terendah ini jadi sasaran kekecewaan level tertinggi, atasan langsung level terendah justru diam tdk berniat membela sedikitpun. Yang ada malah dia ikut menambah-nambahkan kekecewaan pd bawahannya. Padahal dialah si pembuat keputusan.

Bukankah di institusi ini sebenarnya tdk ada atasan bawahan, karena pada dasarnya setiap unit kegiatan adalah penunjang agar kegiatan utama bisa terlaksana dg lancar.

Aku agak sedikit sewot dg beberapa org yg disebut sebagai pimpinan akhir2 ini. Sebab mereka tdk lagi bertindak seperti biasanya. Awal2nya masih normal, tapi akhir2 ini mulai berubah spt diktator. Kecuali yg aku jelaskan dalam postingan sebelumnya. Andai yg lain mencontoh kebaikannya.

11

Orang Hebat

Posted by Desi on 2:17 PM
Kalau Hesty cerita tentang orang-orang hebat yang ditemuinya waktu kuliah S2 dulu, di sini aku juga punya cerita orang hebat. Orang hebat yang aku temui di sini tdk sepopuler spt yg ditemui Hesty, sehingga tdk dikenal se Indonesia. Dan orang hebat yang aku maksud juga cuma 1 orang, ga banyak-banyak.

Beliau adalah bos terhebat yang aku punya di tempat kerja, meskipun beliau bukan orang no 1 di institusi ini, namun beliau lah bos yang paling bijaksana. Beliau selalu berpakaian rapi, dan merupakan orang yg sangat menjaga penampilan. Cara berkomunikasi sangat baik dan sopan. Pergaulannya luas karena attitude nya yang sgt tinggi. Makanya beliau ditunjuk sebagai yg membidangi urusan kerjasama.

Setauku, belum ada di antara kami yg tersinggung, marah bahkan kena marah oleh beliau. Tipe bos yang tidak hanya memberikan pekerjaan, tapi selalu siap untuk memberikan solusi atas permasalahan yg ada. Cara beliau memberikan pekerjaan pun tdk memerintah. Sehingga seberat apapun tugas yg diberikan, akan terasa ringan karena beliau siap untuk membantu. Dan dg cara beliau memberikan tugas, kita akan dengan senang hati mengerjakannya.

Orang yang humoris, dan membawa keceriaan pada orang sekitarnya. Positif thinker dan optimis. Rendah hati, ramah, dermawan, low profile dan bertanggung jawab. Tidak melimpahkan kesalahan pada org lain. Lebih senang duduk bareng makan siang dg kami yg staf biasa. Senang2 aja kalau diajak bikin acara di rumah beliau dengan keluarganya. Paling asik ngajak bos yang satu ini pergi hang out di hari libur, apalagi dg para lajangers. Pernah ada bos lain yg bilang, enak ya jadi bos yg satu ini, selalu dikelilingi para gadis, karena kami para lajangers sering ngumpul di ruangan beliau, hehehe... Bahkan sekarang kita mau bikin club sepeda, sayang aku ga bisa ikut krn jadwal kuliahku di hari libur :(.

Beliau juga tempat kami para lajanger curhat, jadi mentor bagi kami yg muda2 di sini. Bos yg berjiwa muda. Beliau bos pertama yg aku beritahu ttg rencana kuliahku, dan beliau juga bos yg aku mintai rekomendasi untuk keperluan kuliah. Bagi beberapa orang kami disini, terutama yg masih single, beliau selain sebagai bos, juga sebagai kakak, sebagai bapak, dan sebagai sahabat. Aku masih ingat, mba Ira (dosen di akt dulu), nangis waktu beliau mau pergi kuliah ke Malaysia sehingga hrs meninggalkan kantor ini. Dan aku tdk bisa membayangkan kalau beliau meninggalkan instansi ini untuk pilihan yg lebih baik.

Kalau curhat dg beliau, meskipun solusi yg diberikan blm bisa dilaksanakan, setidaknya itu sdh sangat menenangkan. Beliau sangat perhatian pada kami semua, terutama lajanger :). Jika ada masalah siap untuk membantu.

Kalau sedang rapat, dan beliau diam saja, itu tandanya lagi mikir berat. Tapi selagi Bapak ini masih bisa ketawa di rapat, tandanya kegiatan itu masih bisa di handle dan suasana rapat masih dalam artian wajar, belum berat2 banget lah masalah yg dibahas. Dan beliau selalu saja mendapatkan ide untuk uang masuk bagi instansi ini dan dengan melibatkan teman2 semua. Istilahnya bagi-bagi rejeki :).

Pernah aku bertanya, bapak ga mau cari tempat kerja lain yg lebih baik? Beliau menjawab, kita itu meninggalkan suatu tempat jika yang ditinggalkan itu sdh kokoh, stabil, mapan, dan sdh bisa dilepas sendiri. Bos yang ideal deh Bpk ini.

Moga rejekinya makin lancar, hidupnya bahagia dan barakallah untuk beliau sekeluarga. Amin..

2

Over The Rainbow

Posted by Desi on 4:40 PM
By Glee

Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I dreamt of
Once in a lullaby.

Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.

Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far
Behind me.
Where troubles melt like lemon drops
High above the chimney tops
That's where you'll find me.

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly.
Birds fly over the rainbow.
Why then, oh why can't I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?

4

Cerita Hari ini

Posted by Desi on 5:40 PM
Hari ini cukup melelahkan, dan menguras emosi. Pagi2 sdh dapat warning dari Jay yg katanya semalam dia mimpi lihat aku menangis. Dan katanya kalau dia mimpi yg sedih2 biasanya kenyataan. Tapi kalau dia mimpi yg gembira biasanya ga kejadian. Bukan aku percaya dg mimpi, krn masa depan hanya Allah yg tau. Tapi memang semalam aku sedih, tapi sedih tanpa air mata. Dan siang ini, air mata itu turun juga tapi bukan karena Jay bilang aku nangis.

Rencananya hari ini mendaftar untuk kuliah S2. Aku memutuskan untuk kuliah dg pendanaan sendiri. Memang akan terasa berat, tapi bukan memikirkan susah pada diri, tapi memikirkan org tua dan keluarga yg lain. Keputusan untuk mendaftar hari ini tanpa diskusi dg keluarga. Sebenarnya dulu sdh diskusi ttg kemungkinan kuliah di kota ini dan org tua setuju, tapi waktu itu rencananya bukan secepat ini.

Sejak semalam sdh merencanakan akan menghubungi bagian admisi nya mengenai prosedur pendaftaran pagi2 sekali tepat setelah jam kerja dimulai, karena ada kabar kl proses pendaftaran sdh tutup. Namun yg nama nya universitas penyelenggara S2, mereka kan butuh mahasiswa, jadi selagi masih ada kemungkinan penambahan mhsw dan jadwal perkuliahan belum mulai, segala kesempatan demi uang masuk akan mereka terima.

Akhirnya pagi tadi telpon dan katanya masih bisa tp hrs daftar dalam minggu ini, sebab tes TPA akan disisipkan bareng pendaftaran pascasarjana. Akhirnya aku langsung merencanakan kegiatan hari ini spy siang bisa pergi mendaftar. Syukurnya pendaftaran masih bisa di kampus dekatnya.

Beberapa syarat pendaftaran belum aku miliki, spt referensi, surat keterangan sehat dan nilai TPA. Untuk referensi berencana minta bos yg paling wise, tapi anehnya ketika aku mencari beliau, si Bapak baru saja keluar ada urusan. Aku tunggu2 hingga siang, belum juga balik bahkan sampai aku mau berangkat. Dalam hati, aku berencana minta ke bag admisi spy hal itu bisa menyusul. Lalu mampir dulu ke rumah, tapi ingat kl kl KTP dan score TOEFL belum di copy, akhirnya fotocopy di koperasi. Ternyata si adek yg jaga lagi shalat, tunggu sebentar hingga selesai sekitar jam 2 kurang 5.

Sampai di rumah berniat mengambil ijazah dan transkrip nilai sama uang pendaftaran. Lalu meluncur dg motor Hesty ke kota. Sebelum ke tempat pendaftaran, ke klinik dulu minta surat keterangan sehat. Ini pun hampir lupa, untung masih bisa belok di gang depan, balik lagi jalannya ke klinik. Sampai di klinik ternyata pasien yg antri banyak sekali. Dan di klinik itu juga kedatangan petugas dari dinas kesehatan yg melakukan sidak. Mereka minta dokter menemui mereka dulu. Pasien yg sdh menunggu menggerutu karena mereka merasa harus lebih diutamakan, namanya org lagi sakit kan butuh penanganan cepat.

Melihat situasi yg tdk memungkinkan, akhirnya aku berencana untuk meminta bagian admisi agar srt ini bisa menyusul. Akhirnya lanjut ke tempat tujuan. Di jalan aku ingat, ternyata aku lupa ambil uang pendaftaran yg sdh disiapkan di rumah. Perjalanan sdh jauh, dan waktu sdh hampir melewati batas pendaftaran, akhirnya terus saja, nanti tarik di atm aja, kataku ke Hesty.

Dalam perjalanan ini aku sempat cerita hal yg jadi ganjalan di hati terkait rencana kuliah ini. Hesty merasa aku blm ikhlas untuk keputusan ini. Dan dijalan dia coba ngoceh berbagai kemungkinan yg bisa dijadikan solusi untuk masalahku. Aku hanya jawab pendek2 saja, kadang jawab ya, kadang hanya hmm... tapi pikiranku sebenarnya entah kemana. Yang aku pikirkan sepanjang perjalanan itu, dari tadi begitu banyak hal yg tidak lancar, sptnya perjalananku menuju tempat pendaftaran ini begitu berat, ada saja yg terjadi dari tadi. Apakah sebenarnya aku belum direstui untuk daftar sekarang? Hingga dalam hati aku sempat bisikkan, Ya Allah jika ini yg terbaik untukku, mudahkan dan lancarkan.

Sampai di ATM, saat membuka pintu ruang ATM, aku membayangkan kl kartu atm ini dimakan mesin dan aku ga jadi mendaftar, setidaknya ada alasan kenapa aku tdk jadi mendaftar. Lalu saat insert kartu baca bismillah, pengambilan pertama saat uang akan aku tarik, ternyata kartunya sdh dikeluarkan mesin, aku ga lihat. Mau ngambil, sementara uang juga harus cepat diambil, maka aku ambil uangnya dan semoga masih sempat menyelamatkan kartu atmnya, Saat mau tarik kartu, eh kartunya masuk lagi, tapi langsung keluar lagi. Aku smp cemas, karena kl beneran ketelan, bakal repot ngurusnya lagi. Syukurnya tdk jadi. Lalu tarik yg kedua kalinya, cepat2 menyelamatkan kartu.

Lalu menuju tempat pendaftaran yg tdk jauh dari tempat ATM. Sampai di depan gedung, Hesty nyuruh aku turun dulu, dan dia mau parkir motornya. Aku agak ragu2 naik sendiri, dalam hati pengen nunggu Hesty dulu. Tapi terlanjur udah naik tangga dan sdh dilihat org. Langsung saja aku tanya bagian informasi dan tepatnya untuk mendaftar kuliah S2 Akuntansi. Org yg aku tanyai jawab tempat daftar nya di ruangan yg ada di depanku. Aku ketok pintu, dan buka pintu, tapi masih berdiri di pintu.

Sambil memegangi dan menahan pintu yg berat, aku bertanya ttg pendaftaran. Si petugas menjawab "pendaftaran sdh tutup, tdk bisa lagi", aku langsung menjawab dg pede nya "tapi tadi saya telpon pak Teguh katanya masih bisa tapi harus dalam minggu ini" (sambil masih berdiri dipintu dan menahan pintu yg berat spy tdk tertutup menimpa diriku). Dalam hati nih org masa ga mempersilahkan aku masuk dan duduk sih, sedangkan dia saat itu duduk di balik meja. Lalu dia jawab lagi, kami belum dapat informasi atau perintah bahwa pendaftaran masih bisa, karena para pendaftar sdh tes TPA minggu lalu. Lalu aku jawab, bukannya tgl 26 nanti ada tes TPA? Dia jawab, tdk ada lagi. Akhirnya aku dg entah senang atau sedih menjawab, ooh.. gitu ya, ya udah deh, makasi ya. Langsung pergi tanpa masuk sedikitpun.

Sampai di bawah ketemu Hesty yg bertanya bgmn? (mungkin agak heran melihat ekspresiku). Ty, sptnya aku belum diijinkan untuk daftar dan kuliah sekarang, kata orangnya pendaftaran sdh tutup. Dari tadi kok kayaknya banyak aja ya kendalanya, sptnya itu pertanda.

Saat diparkiran aku cerita ttg email dari bagian admisi universitas di luar negeri yg mengingatkan aku ttg account admisiku yg tdk aktif selama 1 bln. Dan akhirnya Hesty dg segala kemampuannya membuat aku lebih optimis dg kesempatan yg mungkin sebenarnya masih ada tapi belum aku maksimalkan, dan hesty membuat akhir perjalanan hari ini menjadi lebih menyenangkan. Sekarang wajahmu sdh tdk berkabut lagi, tadi kelabu banget... hehe... Glad to have you here sty... :)

Dan dalam perjalanan pulang tiba2 aja lihat senior akuntansi angkatan 99 lagi naik motor. Langsung aja aku teriak2 manggil namanya, dan hesty kebut motornya mengejar motor senior tersebut. Dan akhir yg semakin menyenangkan, sempat reunian meskipun di pinggir jalan. Sepanjang jalan pulang pun aku sdh bisa tertawa lepas. Sty, harusnya hari ini kita bersyukur, untuk semua hal ini.

Thank you sty, Alhamdulillah, Allah sent Hesty to Pekanbaru at the righ time.

0

Mahasiswaku...

Posted by Desi on 10:27 AM
Hari ini merupakan hari kedua untuk pelaksanaan UAS smt ganjil 10/11. Kegiatan sbg dosen agak berkurang, karena tdk ada perkuliahan, tapi tugas koreksian menunggu. Masa UAS, berarti dapat tugas jadi pengawas ujian dan ternyata aku kebagian jatah ngawas 9 kali. Rata-rata teman yg lain juga begitu, karena kurangnya sumber daya saat ini.

Saat melihat mahasiswa yg telah selesai ujian, lalu mereka membahas soalnya di luar ruangan, berbagai macam bentuk ekspresi dan kehebohan yg terjadi. Ada yg gemes karena ceroboh, ada yg cuma pasrah, ada yg berharap masih dapat nilai setengahnya, ada yg puas dengan jawabannya. Sorak sorai mereka riuh di luar ruangan, sementara masih ada beberapa anak yg bertahan menghabiskan jatah waktu yg tersedia, ada yg benar-benar bisa, ada yg hanya berharap akan dtg ilham untuk menjawab soal tersebut. Ada juga beberapa mhsw yg menunggu dengan setia pacarnya selesai ujian :).

Ekspresi di wajah mereka saat itu membuatku ingat akan masa-masa kuliah dulu. Saat selesai ujian, menunggu teman2 yg lain keluar untuk membahasnya karena penasaran, atau hanya menunggu untuk pulang bareng. Rindu akan masa itu, saat masih jadi mahasiswa, saat harapan masih luas membentang, saat cita-cita membubung tinggi, saat berkumpul dg teman-teman merupakan kebahagiaan yg tak tergantikan, saat dirimu bebas sebagai seorang pribadi yg bertanggung jawab. Waktu tak bisa diputar ulang dan saat itu hanya kenangan.

Melihat cahaya yg berbinar dan semangat muda yg ceria di mata mahasiswaku, ada rasa haru yg muncul. Aku dulu juga pernah spt itu, dan sekarang aku melihat hal itu pada mahasiswaku, ya mahasiswaku dan aku dosennya... Merekalah calon pemimpin masa depan negeri ini, mahasiswaku... Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu menyertai kalian. Semoga masa depan kalian lebih baik dari dosen-dosen kalian ini.

0
Posted by Desi on 2:00 PM
Ya Allah,
Rahmat Mu aku harapkan,
Janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata,
Perbaikilah segala urusanku,
Tiada Illah yang berhak disembah selain Engkau.

HR Abu Dawud

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.