Ya Allah... berdosakah aku jika bertanya....
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk menuju surga Mu...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk beribadah bersama-sama dengan orang yang ku sayangi dan ku inginkan...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk bersama-sama saling membimbing menuju surga Mu dengan orang yg ku inginkan
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk bersama-sama meraih ampunan dan keredhaan Mu dengan orang yg ku sayangi...
Kenapa begitu sulit Ya Allah untuk menyempurnakan sebagian agama Mu dengannya
Apa salah hamba pada mereka Ya Allah, sehingga tidak merestui kami....
Begitu hina dan jelekkah aku dimata mereka?
Atau ini adalah hukuman Mu atas dosa-dosa ku?
Sampai kapan waktuku bisa bersama-sama dengannya Ya Allah...
Apakah masih ada atau sebenarnya dan seharusnya dari awal tidak boleh dan tidak akan pernah ada?
Sekarang aku mengerti kenapa Engkau melarang hubungan yg bukan muhrim sebelum menikah. Tidak hanya mendengar dari kata-kata orang, krn aku sudah mengalaminya sendiri. Tapi hati ini tidak bisa mengelak. Dan sekarang begitu sulit untuk menghentikannya.
Hati dan harapan ini sepenuhnya sudah aku tetapkan untuk satu orang itu saja. Tapi jika dia bukan untuk ku, aku tidak tahu apakah aku masih sanggup bertahan.
Sekali lagi,
Aku hanya ingin beribadah bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin menyempurnakan sebagian agama bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin meraih ampunan dan keredhaan Engkau bersama-sama dengannya
Aku hanya ingin menjadi peneguh hatinya, penghiburnya dikala duka, penenang hatinya, penyejuk penglihatannya, yang mengangkatkan tangan untuk mendoakannya, yang merawatnya dikala sakit maupun sehat, menjadi reminder di kehidupannya, yang membuatnya merasa sempurna.
Aku tidak bermaksud mencurinya dari orang tua dan keluarganya
Aku tidak bermaksud memisahkannya dengan keluarganya
Karena aku tahu posisinya dalam keluarga.
Berdosakah aku menanyakan ini Ya Allah...