0

Hampir kehilangan tas dan 2 Telpon

Posted by Desi on 7:40 AM
Liburan kemaren berharap benar2 bisa menikmatinya dengan ketenangan bersama orang tua dan saudara. Tapi belum sampai sehari di rumah, sdh ada hal yg mengganggu.

Hari sabtu aku mengalami sebuah kejadian yg benar2 menyadarkanku, bahwa rejeki kita tdk akan diambil orang lain. Lalu kejadian berupa 2 telpon dari dua orang yg tidak dikenal, telpon itu bernada marah dan berisi kejengkelan.

Subuh2 waktu aku baru sampai dirumah dari Pekanbaru, siap2 untuk shalat subuh, sdh sempat berbenah dan ganti baju, aku baru sadar kalau tasku yg berisi HP, dompet, dan semua kartu2 dan surat penting lainnya, tinggal di travel yg aku tumpangi. Aku panik, tapi masih bisa berusaha tenang, sampai akhirnya Mama yg paling tenang menyarankan untuk segera pergi ke pool travel. Dan Alhamdulillah, tas itu masih ada di travel dalam keadaan utuh. Tas itu beserta isinya masih rejekiku, walaupun sdh berkeliling mengantarkan penumpang yg lain. Allah Maha Berkehendak.

Lalu sabtu siang dan senja, aku mendapatkan 2 telpon. Telpon pertama dari seorang ibu hamil. Dia marah karena aku selalu mengirimkan email ke suaminya. Dia pikir aku orang yg berniat merusak rumah tangganya. Dia tidak suka aku mengirimkan banyak email ke suaminya.

Padahal email2 itu tdk hanya aku kirimkan ke suaminya, tapi juga ke semua teman2ku. Tujuanku hanya satu, untuk berbagi. Berbagi pengetahuan, berbagi anekdot atau gambar2 lucu untuk menghilangkan suntuk (Kalau tidak punya sifat ingin berbagi, dan menyimpan ilmu hanya untuk diriku sendiri, berhentikan saja aku sebagai pendidik). Email2 itu murni hanya email forward dari teman2 yg aku forward lagi. Benar2 aku tidak punya niat lain. Bahkan terpikir saja bagiku untuk menggoda suaminya atau apalah istilahnya, tidak pernah sama sekali. Aku menganggap suaminya sebagai orang yg aku hormati secara dia pernah menjadi supervisor ku saat magang dulu. Dan itu sdh lama sekali, waktu aku masih kuliah. Dia melihat email2 itu waktu dia mengecek email suaminya dari HP, dia bilang dia lagi sensitif karena sedang hamil.

Aku berusaha mengerti kondisinya, yaitu karena hamil. Dan aku hanya berkata ya... ya... dan ya... untuk setiap kata-katanya. Tidak masalah dan tidak ada ruginya bagiku untuk tidak mengirimkan email2 ke suaminya. Toh masih banyak teman2ku yg bersedia menerima email2 tersebut. Yang menjadi pikiranku, apakah antara suami istri sampai sedetil itu ya, ngasih account email ke pasangannya. Dan akhirnya si istri buka2 phonebook di HP nya sehingga menemukan no HP ku. Yah... mungkin begitulah kehidupan suami istri, maklumlah aku belum pernah mengalaminya, masih single dan masih belum merasakan bagaimana menjadi wanita hamil. Mungkin nanti kali yah.. kalau saatnya sdh datang, mungkin aku akan seperti itu juga. Tapi ini jadi salah satu pelajaran yg diperlihatkan Allah, supaya aku bisa mempersiapkan diri kalau saat yg tepat itu sdh datang.

Telpon kedua berasal dari kakak salah seorang mahasiswiku. Beliau menanyakan apakah ada kegiatan study tour pada hari itu. Karena dia mendapat telpon dari adiknya (mhsw ku) kalau mereka pergi study tour, sdh ngabisin uang jutaan rupiah untuk makan dijalan saja, tapi kenapa justru terlantar karena tdk mendapatkan hotel/tempat menginap. Dia menyalahkan kampus yg ternama tapi kenapa justru menelantarkan mhsw spt itu? Aku yg tdk tau apa-apa hanya berkata tdk tahu menahu kalau ada acara spt itu, dan sampai menelantarkan? yang benar saja. Aku tdk yakin, karena aku agak sedikit ragu dengan informasi yg didapat oleh Si Kakak dari adiknya itu, secara aku sdh dapat informasi bgmn tingkah adiknya di kampus. Sampai2 kakaknya menanyakan apa aja sih kegiatan adiknya di kampus.

Wah.. aku jadi heran, pihak kampus (dosen2 dan staf lain) tdk akan mengontrol aktivitas mhsw nya sampai sedetil-detilnya. Secara mereka sdh kuliah, bukan sekolah lagi, merka sdh cukup dewasa untuk mengurus diri mereka sendiri. Tapi tentu saja aku tidak menjawab spt itu. Selain kegiatan belajar mengajar di kampus, kami tidak tahu apa aktivitas mereka, ikut kegiatan apa saja mereka.

Akhirnya aku janjikan untuk mencari informasi tentang acara study tour tersebut. Dan setelah aku peroleh semuanya, akhirnya mereka bisa menerima dan masalahnya selesai.

Dua telpon itu benar2 mengacaukan perasaanku hari sabtu itu, tapi syukurlah Allah masih membantu aku untuk bisa menahan emosi. Dan besoknya, masalah itu tdk terlalu terpikirkan lagi.

Kejadian2 itu benar2 membuatku mendapatkan pelajaran yg berharga. Dan semoga aku benar2 bisa mengambil pelajaran berharga itu

0 Comments

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.