3

Nabawi Nan Megah

Posted by Desi on 2:50 PM
Pertama sampai di Mesjid Nabawi, Madinah, aku benar-benar takjub. Waktu masuk dari pagarnya saja serasa melayang. Masih pangling, apalagi kondisi badan masih belum stabil akibat perjalanan dari PDG-Jeddah (8 jam lebih) lalu Jeddah-Madinah (6 jam lebih). Masuk pelataran mesjid jam 9 pagi, jamaah langsung disambut dengan hamparan payung raksasa yg sanggup
menampung ratusan orang. Payung ini melindungi dari sinar matahari. Sehingga banyak orang yg dengan santainya duduk santai atau bahkan tiduran di pelataran mesjid. Aku serasa spt org kampung yg terkesima melihat ibukota.

Mesjid Nabawi memiliki arsitektur yg cantik dan dilengkapi dengan fasilitas teknologi modern. Luas Nabawi 3x lebih besar dibanding Masjidil Haram. Lingkungan mesjid sangat bersih. Apalagi kalau malam hari, bercahaya. Tidak heran kl ada yg menjuluki Madinah sebagai kota cahaya, karena kemegahan dan cahaya dari Mesjid Nabawi benar-benar menakjubkan. Di pelataran mesjid terdapat kran-kran air zam-zam. Di dalam mesjid juga terdapat banyak galon zam-zam. Zam-zam ini bebas diambil sesuka hati. Ada yg dingin es dan ada yg tdk dingin.

Payung-payung besar tersebut terbuka dan menutup secara otomatis. Payung ini terbuka di siang hari, biasanya jam 7 sdh buka, dan menutup menjelang maghrib. Di dalm mesjid terdapat kubah yg bisa membuka dan menutup. Sama seperti payung raksasa, siang hari tertutup dan malam menjelang maghrib sdh terbuka. Semuanya serba otomatis.

Pemeriksaan untuk masuk ke Mesjid Nabawi sangat ketat, dilarang bawa HP dan Kamera. Tapi Alhamdulillah, HP dan Kameraku selalu bisa lewat. Karena setiap ke Mesjid, aku bawa tas dari kain yg aku sampirkan ke belakang punggung di dalam mukena. Sehingga waktu masuk, yg aku kasih liat untuk diperiksa hanya tas paspor di depan. Ttapi hati-hati, kadang ada juga polisi wanitanya yg sangat ketat pemeriksaannya, hingga meraba seluruh badan dan memeriksa sampai ke saku kursi roda, bagi yg mengggunakan kursi roda.






Ada satu trik untuk menyimpan HP, ini aku dapat dari seorang jamaah asal Bandung. Dia menyimpan HP nya di dalam Al-Quran yg pakai resleting. Tapi hanya HP yg tipis yg bisa disimpan disini.
Mesjid Nabawi mempunyai banyak pintu, dan aku biasanya masuk dari pintu 13, kadang-kadang kl sdh rame, masuk dari pintu 16. Ini fotoku di depan pintu 13 bersama ibu-ibu dan nenek-nenek yg satu kamar denganku.

3 Comments


woooowwww
subhanallah
rasanya seperti ikut berada disana
Panggil aku juga ya ALlah
seperti engkau memnaggil temanku ini untuk mengunjungi rumahmu


amin buat sty..
selmat datang bu hajjah desi...ngiler banget liat nabawi nya semoga kami bisa menyusul juga


Amin untuk hesty dan debi, Insya Allah ada waktunya..

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.