4

Big Give

Posted by Desi on 11:37 AM
The Big Give, merupakan acara terbaru dari Oprah yang sudah tayang selama 5 minggu terakhir. Acara ini berupa tantangan untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh orang lain yang benar-benar membutuhkannya. Si peserta akan didanai dengan sejumlah uang, dengan dana tersebut mereka harus menggalang dana lebih banyak lagi untuk si penerima yang telah mereka pilih.

Acara nya menarik dan mengajarkan bahwa memberi itu merupakan suatu perbuatan yang paling membahagiakan. Konsep acara ini merepresentasikan Oprah yang memang hoby nya berbagi dengan orang lain. Andaikan di Indonesia ada 1 orang kaya saja yang seperti Oprah, sudah banyak orang yang akan tertolong. Andaikan acara tersebut diadakan di Indonesia, aku bakal ikut deh... :)

Pada episode sabtu kemaren, ada pernyataan salah seorang yg akan ditolong, tapi dia justru menolak diberi sesuatu. Dengan mendengarkan curhatnya, itu sdh membantu baginya. Orang tersebut (aku lupa namanya) adalah mantan pecandu narkoba, baru 4 bulan dia melepaskan diri dari ketergantungan. Dia berkata, "Masalah berat apapun yg kita hadapi, yakinlah bahwa ada orang yg mendapatkan masalah yg jauh lebih berat lagi daripada yg kita hadapi, dan anggaplah setiap masalah yg kita terima tersebut sebagai berkah, dan bersyukurlah atas berkah tersebut".
Memberi tidak melulu masalah uang, tapi bisa dalam bentuk apapun.

3

I wish....

Posted by Desi on 2:16 PM
Aku berharap, bulan depan pada hari ulang tahunku, Allah menganugerahkan kebahagiaan terindah dalam hidupku.

Just my wish... :)

0

Allah Maha Berkehendak

Posted by Desi on 3:17 PM
Apa yg sudah kita rencanakan sebaik mungkin, belum tentu akan terlaksana sesuai rencana. Apa yg tdk kita rencanakan belum tentu tdk akan terjadi. Kita hanya menjalani apa yang telah ditakdirkan. Allah lah yang mengendalikan dan telah menetapkan segala sesuatunya. Allah Maha Berkehendak, dan Kehendak Nya lah yg akan terjadi.

0

Listen to The Wind

Posted by Desi on 11:05 AM

Judul buku ini sama dengan nasehat terakhir Haji Ali (numadhar Korphe) untuk Greg Mortenson. Saat Greg berusaha mengikuti nasehat ini, dia benar2 mendengarkan angin dan pesan itu dia terjemahkan dengan "dengarkan anak-anak". Karena saat mendengarkan angin, suara merekalah yg di dengar oleh Greg.

Buku ini baru akan direlease akhir Januari 2009. Mudah2an cepat masuk ke Indonesia. Ingin segera membacanya.

0

Three Cups of Tea

Posted by Desi on 9:10 AM

Cangkir teh pertama, engkau adalah orang asing. Cangkir teh kedua engkau adalah sahabat kami. Cangkir teh ketiga engkau adalah bagian dari kami dan Kami akan berjuang jiwa dan raga untukmu. (Haji Ali, Numadhar Korphe)

Menceritakan kembali kisah Greg Mortenson dalam usaha membangun sekolah-sekolah terutama untuk anak2 perempuan di Pakistan dan Afganistan dalam usaha untuk mewujudkan perdamaian.

Greg Mortenson adalah seorang pendaki gunung yg berasal dari Amerika. Gagal dalam usaha pendakian K2 (Korakoram), puncak gunung no.2 tertinggi di dunia di Himalaya, Greg terdampar di sebuah desa yg tdk ditemukan di peta yaitu Korphe. Dia diselamatkan oleh Haji Ali.

Waktu melihat anak2 perempuan di Korphe yg belajar di luar ruangan dengan menggores-goreskan kayu ke tanah, membuat Greg memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak muslim yg berada di daerah2 miskin di Pakistan dan Afganistan. Dia berjanji kepada Haji Ali akan kembali dan membangun sekolah untuk anak2 di Korphe.

Dalam usahanya untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan sekolah tersebut, dia harus menulis 580 surat ke berbagai kalangan. Dia hanya mendapat 4 balasan. Dia harus menjual semua yg dia miliki, sampai akhirnya dia mendapatkan dana dari Joel Hoerni. Dana yg dia ajukan itu pun benar2 murni untuk pembangunan sekolah, sedangkan untuk kebutuhannya selama diperjalanan diambilnya dari menjual mobil tuanya La Bamba.

Dalam 1 dekade, Greg berhasil membangun tdk kurang dari 51 sekolah di Pakistan dan Afganistan. Greg Percaya bahwa akar permasalahan terorisme sebenarnya berasal dari kurangnya pendidikan masyarakat. Sehingga masalah terorisme akan bisa diselesaikan hanya dengan jalur pendidikan, bukan dengan rudal dan kalashnikov.

Perjalanan Greg ini ditulis oleh David Oliver Relin. Membaca buku ini seperti membaca berita di koran. Kadang sebagai orang pertama, kadang sebagai orang kedua dan ketiga. Perlu konsentrasi di awal bab dan agak sedikit membosankan. Namun saat sdh mendekati klimaks pembangunan sekolah pertama, mulai menarik.

Luar biasa karena ada seorang Amerika yg mau berjuang untuk Muslim. Namun sayang, Greg tdk mendapatkan hidayah Allah untuk mengikrarkan kalimat syahadat, meskipun dia sdh melakukan kegiatan2 seperti seorang muslim.

Buku ini ci rekomendasikan untuk dibaca. Apalagi bagi orang-orang yg selama ini hanya banyak berbicara dan sibuk dengan kegiatan aktivis2 namun tdk pernah mengimplementasikan langsung orasinya dengan berkorban secara pribadi. Seperti yg dilakukan Greg. Dan menurut ku tdk banyak orang Indonesia yg berani melakukan hal ini. Karena mereka hanya berani bicara tdk berbuat. Menghujat tapi tdk memberikan solusi dan menyelesaikannya.

Orang seperti Greg inilah yg pantas mendapatkan gelar pahlawan. Bukan yg mati saat demo kemudian diberi gelar pahlawan reformasi, pahlawan revolusi atau sebagainya. Tdk penting siapa anda, kedudukan di suatu organisasi, sering memimpin demo, tapi apa yg sdh anda berikan dan korbankan untuk orang lain.

Let's Talk Less and Do More.

1

Sebutir Nasi

Posted by Desi on 7:29 AM
Aku adalah sebutir nasi yang kecil, lemah dan tak berdaya. Aku diciptakan sebagai bentuk rezki/rahmat dari Tuhan. Aku wujud keberkahan dari Tuhan. Banyak orang yang sangat membutuhkanku dan mati karena tdk mendapatkanku. Namun banyak juga orang yg menyia-nyiakan. Andai engkau tau betapa besarnya berkah Tuhan yg akan engkau dapatkan dari sebutir diriku. Andai engkau tau, tentu tdk akan engkau sia-siakan. Tapi kebanyakan manusia melupakan berkah yg ada pada diriku.

3

Mafia....

Posted by Desi on 2:23 PM
Teman, pernah menghadapi berbagai masalah yg biasanya cuma ada di sinetron, tapi sekarang ada di depan matamu?

Jadi seorang tenaga pendidik, ternyata tdk hanya mempersiapkan diri dengan ilmu-ilmu teoritis yg berkaitan dengan kompetensi. Tapi seorang pendidik juga dituntut untuk menjadi seorang advisor bagi anak didiknya. Tidak hanya masalah yang berkaitan dengan akademis, tapi juga masalah pribadi.

Disini, ditempatku mengajar, selain sebagai dosen, aku juga sebagai dosen wali bagi semua mahasiswa di prodi ku. Macam-macam dan unik-unik masalah yg aku temui disini. Berbeda dengan permasalahan yg aku jumpai dan lihat waktu kuliah dulu. Mahasiswa disini berasal dari berbagai etnis. 30% mahasiswanya berasal dari etnis cina, sisanya melayu, minang, Aceh, dan lain-lain.

Mulai dari masalah kecil seperti pertengkaran sesama teman yang akhirnya ada juga yg berlanjut ke pertengkaran orang tua, masalah putus cinta, masalah kesulitan uang, dan yg terbaru yaitu kasus mafia. Ada salah seorang mahasiswa yg dari etnis cina, ternyata orang tuanya terlibat kasus kriminal sehingga saat terjadi penggerebekan oleh buser, dia dan juga keluarganya ditangkap sedangkan si bapak kabur.

Beberapa hari dia tdk masuk kuliah, padahal masalah absensi begitu penting di sini karena terkait dengan ijin UAS. Menurut informasi yg ku dapat dia ditahan di ruang isolasi dan tdk bisa dijenguk. Dan sumber informasi yg merupakan anggota kepolisian juga mengatakan kalau mereka yg ditangkap dirumahnya, semuanya dinyatakan tersangka karena dirumahnya ditemukan barang bukti yg dibakar.

Sempat konsultasi dengan Asdi I bidang akademik, menurut peraturan jika dia diputuskan sebagai bersalah, maka harus mengundurkan diri dari kampus. Sayang sekali kalau dia harus menanggung apa yg diperbuat oleh orang tuanya. Padahal nilainya termasuk 5 besar terbaik di kelas.

Bagi dia sebenarnya serba sulit juga, sebagai anak yg sumber keuangannya hanya dari orang tua, tentu tdk bisa berbuat apa-apa. Melawan tdk bisa, ikut pun dia tahu akibatnya. Apalagi dis seorang anak perempuan yg baru berumur 18 th. Dalam geng jaringan mafia cina, kita tentu sdh paham bagaimana cara kerja nya, kira-kira seperti yg ada di film2.

Tapi syukurlah, tadi dia sdh masuk kuliah lagi. Walaupun wajah nya kelihatan murung dan dia kelihatan tdk konsentrasi. Lumrah saja untuk orang yg sedang punya masalah. Dan syukurnya juga tdk banyak temannya yg tahu tentang hal ini. Aku sdh suruh mereka tutup mulut dan pura-pura tdk tahu, supaya saat di kampus dia tdk malu.

Mafia oh mafia.... Kenapa masih ada di bumi melayu ini...??

0

Smilling

Posted by Desi on 2:35 PM
Dalam 1 minggu terakhir ini, topik ini sering sekali aku dapatkan, pertama email ttg smilling, lalu saat seminar yg diadakan IAI hari kamis lalu, dan dalam acara vegetarian hari minggu kemaren.
Ippho Santosa, seorang motivator muda Indonesia dalam acara rehat di seminar IAI memaparkan tentang "serba kanan". Maksudnya kanan disini adalah mengaktifkan otak kanan. Kalau ingin mengaktifkan otak kanan, sering-seringlah berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan untuk mengaktifkan otak kiri, cukup berada di depan komputer saja.

Terkait dengan interaksi ini dia memperlihatkan foto 3 orang wanita dari sebuah buku tahunan sekolah, dengan ekspresi yg berbeda, wanita yg sedang tersenyum dengan indahnya, wanita yg tersenyum sedikit saja dan wanita yg tdk tersenyum. Setelah beberapa tahun, diketahui bahwa wanita yg tersenyum manis memaparkan bahwa dia menikah di usia muda, sukses dalam pekerjaan dan keluarga, Saat ini dia hidup bahagia.

Wanita kedua yg tersenyum simpul, dia mengatakan bahwa saat ini dia tdk bahagia karena dia bercerai dengan suaminya dan suaminya saat ini sdh menikah lagi. Dia tdk bisa menerima kondisi si suami tersebut karena dia masih mencintai sang suami. Dan hidupnya saat ini dipenuhi dengan perasaan iri dan ingin menghancurkan kehidupan istri baru mantan suaminya.

Sedangkan wanita yg ketiga, yg tdk tersenyum menyatakan bahwa saat ini umurnya sdh 48 tahun, namun dia belum menikah.

Ippho mengkorelasikan bahwa orang yg supel, orang yg mudah bergaul, yaitu orang yg mudah memberikan senyuman ke orang lain, adalah orang yg bahagia.

Kalau ci ingat lagi postingan lama tentang "Pusaran Energi Ka'bah" dalam buku tersebut Agus Mustafa memaparkan bahwa dalam diri setiap makhluk hidup itu terdapat energi yg bisa mempengaruhi lingkungannya. Orang shaleh, wajah nya akan memancarkan cahaya, dan jika berteman dengan mereka, akan menularkan energi positif, sehingga kalau kita berteman dengan orangbaik, maka kita juga akan dibawa baik. Tapi jika berteman dengan orang yg tdk baik, maka kita juga akan dibawa tdk baik.

Nah kembali ke senyuman, menurut ci senyuman yg tulus dan ikhlas itu adalah wujud dari kelembutan hati yg dihasilkan oleh getaran halus bio elektron dalam tubuh. Orang yg tersenyum dengan tulus ikhlas, wajahnya memperlihatkan keceriaan dan cahaya, sehingga menyenangkan kalau dilihat. Dengan begitu siapa saja akan senang berada dekat dengannya.

Ippho juga mengatakan bahwa senyuman yg bermakna itu adalah sudut bibir terangkat ke atas dan terjadi kerutan saat tersenyum di sudut mata. Kalau belum terjadi kerutan di sudut mata, berarti senyumnya belum berarti. Kalau bisa ci simpulkan, maksudnya terjadi pergerakan otot di wajah.

Tdk jauh beda dengan pendapat yg ci dengar dalam seminar vegetarian yg diadakan oleh IVS (Indonesian Vegetarian Society) hari minggu, Dr Susianto yg menjadi pembicara dalam acara tersebut menyatakan bahwa orang yg mudah senyuman itu akan awet muda, karena terjadi pergerakan otot di wajahnya. Kalau bisa ci komentari, untuk teori yg satu ini sepertinya sdh banyak yg tau.

Senyum untuk mendapatkan jodoh???
Pernah juga seorang teman berkata, "sering-sering senyum buk, karena menurutku perempuan yg pakai jilbab yg murah senyum, akan keliatan cantik banget, dan yakin nanti akan banyak yg suka sama kamu". Tapi senyum terus juga ga boleh kaaannn... :)

Allah itu maha tau, Dia tau apa yg akan terjadi di dunia, makanya Dia telah mengatur semuanya, Dia sdh tau manfaat senyum itu apa, sehingga dalam islam ada ungkapan "senyum adalah sedekah". Memang Allah itu Maha Sempurna.

Di postingan ini ci juga mau forward email teman tentang senyuman. Bagus sekali dan bikin terharu. Ci tdk tahu siapa yg nulis postingan itu, tapi mudah-mudahan seandainya secara kebetulan si penulis baca, dia tdk keberatan tulisannya ci posting. Dan mohon maaf kalau tdk berkenan.

=================================

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjakmeninggalka n restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu:"PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu.

Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu!

Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!

Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka,tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu kedalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri ..

2

1204

Posted by Desi on 2:43 PM
Di ruangan ku sekarang sudah bisa mengaktifkan VoIP personal. Secara LAN Talk ga ada lagi, sharing pakai IP untuk lintas prodi juga di blok, untuk komunikasi dengan teman-teman yg ruangannya jauh di blok 2, 3 dan ambalat sana cuma bisa mengandalkan YM atau email. Ci kurang begitu suka YM kecuali ada yg request. So, cara komunikasi ya dengan email karena VoIP di ruangan tdk ada. Tapi karena sekarang sdh bisa VoIP personal, instal di setiap komputer, jadinya komunikasi akan lebih mudah :).

1204 adalah no VoIP ku. Nomor ini juga bisa dihubungi lewat PSTN, tapi untuk saat ini masih tersendat, karena operator yg standby setiap saat belum ada. Namun untuk komunikasi sesama staf sdh mulai lancar lagi sekarang :)

1

21

Posted by Desi on 2:38 PM
Sejak berada di Pekanbaru, ada tambahan event yg sangat jarang ku lakukan waktu tinggal di Padang, tapi sekarang sering aku lakukan yaitu nonton ke bioskop. 3 tahun tinggal di PKU, sdh melahirkan kebiasaan baru :). Biasanya pergi dengan teman-teman di kampus dan yang paling sering pergi bareng mahasiswa.

Sangat berbeda sekali nonton di 21 dibandingkan dengan bioskop yg ada di Padang. Pernah sekali nonton di satu2nya bioskop yg masih aktif di Padang (ga satu2nya sih, tapi ini yg terbaik di Padang, meskipun masih kalah dibandingkan dengan 21), panasnya minta ampun. Kursinya juga tdk empuk. Pokoknya ga nyaman banget.

Kenapa aku posting ttg TwentyOne? sebenarnya sih mau cerita kalau semalam aku nonton Laskar Pelangi. Karena sudah terlalu banyak postingan orang yg membahas film tersebut, makanya aku bikin judulnya beda. Dan sebenarnya postingan kali ini juga tdk untuk mereview film tersebut. Tapi cuma mau bilang ke seseorang yg aku sangat yakin akan baca postingan ini, yg ngaku2 dalam dirinya ada Lintang dan Ikal, siapa lagi kalau bukan sonny :D.

Kalau dilihat dari raut wajah pemeran Lintang, memang mirip banget sama Sonny. Sampai-sampai waktu nontonnya semalam aku berulang kali berpikir, wah kok kebetulan banget yah, wajah mereka bisa mirip banget.

So...postingan ini cuma untuk koment postingan sonny. Soalnya di postingan itu sdh terlalu banyak reply....

Maaf Son :D

3

Historical Cost vs Fair Value

Posted by Desi on 2:21 PM

Waktu seminar Akuntansi di kampus hari kamis kemaren, dengan pembicara Pak Eddy Rasyid, aku seperti disadarkan dari tidur lelap. Bahwa ilmu akuntansi yg sangat dinamis itu sdh jauh berubah. Dan sekarang bersiap untuk menggunakan standar baru. Dikala semua orang sibuk dengan masalah ekonomi global yg terjadi saat ini. Ternyata pengelola perusahaan di Indonesia harus menerima kenyataan bahwa asset mereka tdk lagi disajikan dengan konsep historical cost nya, tapi sdh harus menggunakan Fair Value.

Perubahan standar ini sudah mulai berlaku untuk tahun buku 2008. Ada beberapa PSAK yang sudah selesai direvisi, yaitu PSAK 16 (Fixed Asset), PSAK 30 (leasing), PSAK 24 (Pensiun), PSAK 13 (properti). Dan saat ini masih dalam bentuk explosure draft yaitu PSAK 14 (persediaan) dan PSAK 23 (borrowing cost).

Waktu kuliah dulu, setahu aku revaluasi aktiva tetap tdk boleh dilakukan kecuali ada kebijakan dari pemerintah dan saat terjadi penggabungan usaha. Namun dengan berubahnya acuan standar akuntansi sekarang, yang mulai beralih ke International Standar (IFRS), berarti revaluasi bukan hal yg terbatas lagi pelaksanaannya. Implikasinya, lapangan pekerjaan sebagai appraisal akan sangat berkembang.

Penyajian aktiva tetap di neraca tdk lagi menampilkan harga perolehan less akumulasi penyusutan, tapi sebesar nilai wajarnya. begitu juga untuk intangible asset, tdk ada lagi penyusutan aktiva tdk berwujud. Konsep leasing juga akan berubah drastis.

Berarti, dengan adanya perubahan penilaian dan cara penyajian terhadap item2 pada laporan keuangan tahun 2008, menuntut perusahaan juga melakukan penilaian dan penyajian ulang terhadap item pada tahun 2007. Contohnya untuk aktiva tetap tadi. Tdk mungkin tahun 2008 F/A disajikan dalam nilai wajar, sedangkan th 2007 masih pakai historical cost. Kita tahu bahwa penyajian 1 th laporan keuangan selalu digandeng dengan tahun sebelumnya, sebagai pembanding kinerja. Jika yg mau dibandingkan saja berbeda penyajian dan penilaiannya, tentu akan menyulitkan bagi pembaca. Sehingga laporan keuangan tdk informatif.

Perubahan standar akuntansi ini dilakukan karena adanya tuntutan bahwa laporan keuangan sifatnya global. Pemakai laporan keuangan tdk hanya 1 orang dari 1 negara saja, tapi siapapun dari negara manapun dan bahasa apapun. Sehingga 1 laporan keuangan perusahaan di Indonesia, jika dipublish, bisa dibaca oleh orang lain yg berada di Inggris, Amerika, Swiss, Perancis dan seluruh dunia. Jadi laporan keuangan tdk lagi dibuat berdasarkan lingkungan entitas itu berada, tapi sdh mencalup lingkungan global.

Dengan terjadinya perubahan ini, dituntut setiap orang, terutama yg berkaitan dengan dunia akademisi, harus meningkatkan ilmu akuntansi dan teknik mengajarnya. Tentu saja aku termasuk sebagai salah satunya.

Kuliah dengan Pak Eddy beberapa hari yg lalu itu, membuatku seperti kembali berada di kampus Unand limau manis tercinta, jadi mahasiswa lagi. Ternyata aku sdh sangat ketinggalan dalam ilmu akuntansi.

Tiga jam yang sangat bermanfaat, malah sempat reuni dengan senior angkatan 90-an. Sayang waktu begitu cepat berlalu, ingin dapat pencerahan lebih banyak lagi dari beliau.

0

Flying Fox

Posted by Desi on 9:57 AM
Ternyata seru banget main flying fox, bisa melepaskan suntuk. Setelah beberapa hari sibuk ngurusin ini dan itu, sore kemaren setelah acara seminar selesai, aku diajak ikut flying fox. Rame-rame pergi ke arena outboundnya dengan 4 orang mahasiswa sore kemaren....wah...seruuu...

Sayang ga ada fotonya, ntar ke sana lagi aku take fotonya. Lumayan bisa melepaskan uneg-uneg dengan berteriak. Awalnya agak takut sich, tapi itu hanya di awal, karena manjat tangganya yg agak mengkhawatirkan dan bikin kaki gemetar, tapi setelah itu yg ada seru. Pengen coba lagi :)

0

Semester Baru

Posted by Desi on 4:12 PM
Baru dua hari awal semester ganjil dimulai, tapi kegiatanku sudah sangat melelahkan. Sosialisasi peraturan2 akademik ke seluruh mahasiswa, persiapan seminar akuntansi yang ternyata banyak perubahan skenario at the last minutes, sosialisasi aturan kepegawaian dan persiapanku untuk mengajar minggu depan belum tersentuh sama sekali. Padahal hari senin pagi jam 7 aku harus mengajar MK. Aku kan ga jago untuk matakuliah itu.... :((

Sore ini menunggu kedatangan Pak Eddy dari Padang dan rencana makan malam. Mudah-mudahan acara makan malam dan seminar besok pagi berjalan lancar. Nervous nih.....

0

Lehman Brother (2)

Posted by Desi on 12:38 PM
Sudah saking banyak nya komentar-komentar dan analisa dari para ahli ekonomi terhadap krisis keuangan Amerika yang ditandai dengan bangkrutnya Lehman Brother dan beberapa perusahaan besar di Amerika, akhirnya aku putuskan untuk tidak melanjutkan cerita tentang Lehman Brother. Apalagi saat ini sedang lagi badmood karena masalah anggaran prodi dan cara ngomong "seseorang" yang bagiku tdk memahami komunikasi bisnis dan etika bisnis. Sepertinya subjek ini harus diajarkan disetiap perguruan tinggi, apapun jurusannya.... *Emosi Mode on*

Maaf Sonny, requestnya tdk terpenuhi

0

Lehman Brother

Posted by Desi on 7:14 AM
Postingan by request :)

Aku coba memenuhi request dari Pak Son...apa yang menjadi penyebab bangkrutnya Lehman Brother.

Menurut sumber-sumber yg aku baca, penyebabnya adalah karena krisis kredit real estate.

Lehman Brother (LEH) ini adalah perusahan jasa keuangan global yang didirikan tahun 1850. Perusahaan ini bergerak di bidang Bank Investasi perdagangan saham dan obligasi, riset pasar, manajemen investasi, ekuitas pribadi, dan layanan perbankan personal. Lehman Brothers adalah pialang utama dalam pasar sekuritas perbendaharaan negara Amerika Serikat (copas dari wikipedia-red).

Sejak triwulan ke-2 dalam tahun 2008 (May 31, 2008), LEH telah mencatat kerugian senilai $(2.873) million yang dilaporkan dalam Lap Keu Konsolidasi (preliminary and unaudited). Pada Aug 31, 2008 tercatat kerugian senilai $(3.927) million. Untuk 2 periode tersebut diketahui sebesar $20 million dan $40 million merupakan beban yang berkaitan dengan restrukturisasi bisnis kredit real estate (sumber : www.lehman.com)

Sejak awal tahun 2008 ini, telah terjadi pergantian kepemimpinan dalam manejemen LEH. Juga keluarnya Andrew Morton pada 7 September 2008 yang merupakan CEO of Europe and the Middle East sejak May 2007. Sepertinya dia sdh merasakan gejala kehancuran dalam manajemen LEH.

Kalau menurutku, sepertinya ada unsur politik dalam kasus kebangkrutan LEH. Ada kaitannya dengan tindakan pemerintah AS yang justru langsung melakukan penyelamatan terhadap AIG. Harusnya kasus LEH ini sdh bisa diatasi sejak awal karena indikasi krisis di perusahaan ini sdh bisa dilihat sejak awal tahun 2008.

To Be Continued.... karena pertanyaan sonny blm terjawab

Mau rapat budgeting dulu.....

0

Event Rutin PKU-PDG

Posted by Desi on 3:49 PM
Ada beberapa event rutin (bencana alam) setiap tahun yang baru aku ketahui sejak berada di PKU ini.

Pertama : Banjir di Rumbai. Selalu terjadi kalau sdh musim hujan. Anehnya masyarakat yg merasakannya masih bertahan tinggal disana. Banjirnya tidak sekedar 1 mtr saja, tapi lebih, ada rumah yg keliatan hanya bagian sepertiga ke atasnya saja.

Kedua : Longsor jalan lintas PKU-PDG. Ini juga terjadi di musim penghujan. Dan barusa saja dapat kabar kalau tadi pagi jalan putus karena longsor di daerah Koto Panjang. Berarti Dewi, Sari dan Tobi terjebak di Sumbar dan untuk ke PKU harus mutar ke Hiliranjao.
Kalau tahun lalu, justru longsor saat malam takbiran.

Syukurnya aku sdh sampai di PKU.

Mudah2an mereka cepat sampai di PKU dengan selamat karena aku membutuhkan mereka di PKU. Tugas sudah menunggu teman-teman....

2

Bail out dan Libor

Posted by Desi on 11:14 AM
Akhirnya nemu juga arti Bail out dan Libor. Bail out maksudnya bantuan likuiditas dan Libor (London Interchange Bank Offer) maksudnya tingkat suku bunga 3 bulan yang jadi acuan pinjaman korporasi. Selain Libor, ada juga Sibor (Singapore Interchange Bank Offer)

Dasar tdk mengikuti perekonomian nasional dan dunia. Padahal ngakunya orang ekonomi(akuntansi), tapi lebih banyak baca novel. Kalau dosen nya gagap informasi begini, bagaimana mahasiswanya yah... ???

0

Aktif lagi .....

Posted by Desi on 10:36 AM
Setelah lama anggurin blog, dan sekarang semangat lagi untuk nulis. Teman-teman yang lain juga sdh banyak yang aktif lagi, ini jadi motivasi bagiku. Ternyata kalau sdh menulis sekali, jadi ketagihan pengen nulis terus. Setidaknya mulai dari rutinitas harian. Mudahan-mudahan semangat nulis seperti dulu sdh benar-benar pulih dan kalau sdh begitu, setidaknya aku akan mulai meluangkan waktu untuk posting, meskipun cuma sebaris.

Teman-teman... kunjungi blog ku lagi ya... :)

0

Ada Apa Ya.... ??

Posted by Desi on 10:14 AM
Barusan dapat email dari ketua yayasan PCR, beliau pengen ngomong secara langsung, tapi tdk tau masalah apa. Terakhir bicara masalah rencana pendirian Pojok BEI dan membahas draft MoU nya. Agak cemas juga, kalau rencana lokasi dan format Pojok BEI tdk disetujui atau harus disusun ulang, karena kemaren sempat dipertanyakan. Kalau tdk jadi kan malu, sebab sdh menghubungi pihak BEI, perusahaan sekuritas dan data provider.

Mudah-mudahan mau ngasih suntikan dana... hehehe...

0

Hujan

Posted by Desi on 8:27 AM
Sejak tadi malam sampai sekarang Pekanbaru diguyur hujan... Bikin suasana ngantuk, lapar, dan malas ngerjain sesuatu. Sampai-sampai pagi tadi telat ke kampus karena tidur lagi habis shalat subuh. Awalnya kupikir Pak Bos masih cuti, makanya malas-malasan bentar sampai nanti sistem absen sidik jari diberlakukan, eh..ternyata beliau sdh masuk lagi, ketahuan deh telat... Padahal baru minggu lalu terima raport dengan nilai yg aku masih bisa terima kalau penilaiannya ditujukan untuk kepemimpinanku selama setahun ini. Tapi aku menolak kalau penilaian itu berkaitan dengan dedikasiku sebagai tenaga pendidik.

Bulan ini ada banyak pekerjaan yang menumpuk. Persiapan mengajar semester baru yang dimulai minggu depan, persiapan acara seminar yg akan diisi oleh Pak Eddy Rasyid, rencana pendirian Pojok BEI, dan kegiatan rutin lainnya. Oiya, satu lagi, dosen Manajemen Proyek belum dapat, secara Pak Awan ga mau ngajar di Akuntansi dan Pak Agung yg harus off selama 1,5 bulan. Duuhhh...jadi bingung harus mulai dari mana karena semuanya deadline bulan Oktober ini :(

Rencana bikin 2 buah modul juga belum aku kerjakan sama sekali, padahal harus dicetak untuk semester depan.. Dasar aku pemalas....

Yang ada dipikiran saat ini masih saja liburan.. pengen lebih lama lagi libur lebarannya, pengen jalan-jalan ke tempat-tempat yg baru yg belum pernah aku kunjungi.. pengen keliing dunia... Ada ga ya orang yg mau ngajak aku keliling dunia.... :)

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.