Tips...
1. Sabar, sabar, sabar, ikhlas, ikhlas, ikhlas. Ga cukup bawa sabar dan ikhlas cuma sekarung atau dua karung, 10 karung pun blm cukup. Minta sama Allah kesabaran dan keikhlasan seluas langit dan bumi :).
2. Jaga hati, pikiran, ucapan, dan tindakan. Biasakan mengucapkan Insya Allah untuk kesanggupan atau menyatakan kondisi, dan cepat2 minta ampun jika merasa terlanjur takabur.
3. Di Nabawi, setiap pintu dijaga ketat oleh polisi wanita berbaju dan bercadar hitam. HP dan Kamera tdk boleh dibawa masuk. Makanan basah juga tdk boleh, namun kadang ada juga petugasnya yg lumayan baik, mereka ijinkan aja bawa masuk makanan asalkan dikemas dg rapi. Saat ke mesjid, kita sdh pakai mukena, so, bawalah tas kain sandang samping, saat masuk sampirkan tas itu ke punggung spy tdk terlihat. Apalagi saat masuk org sangat rame dan berdesakan, maka mereka tdk akan terlalu melihat tas tersebut. Tapi jangan lupa untuk membawa tas paspor. Cukup tas itu saja yg diperlihatkan.
Kalau di Haram, kl tdk mau diperiksa, jgn masuk lewat pintu utama, bisa lewat lantai dua, lantai 3 atau lantai 1 jg bs, asal tdk pintu utama. Oh ya, jgn lupa bawa kantong untuk menyimpan sandal. Kalau di letakkan diluar, kemungkinan hilang lebih besar. Ini juga berlaku untuk di Masjidil Haram.
4. Usahakan sdh berada di mesjid minimal 1 jam sebelum azan, baik di Nabawi maupun di Haram. Jadi silahkan ukur waktu perjalanan dari hotel ke mesjid. Ashar sampai isya sebaiknya tdk pulang karena waktunya pendek. Bawalah bekal untuk yg tdk kuat menahan lapar.
5. Di dalam mesjid, pilihlah tempat yg masih sepi, dan dekat jamaah Indonesia atau Malaysia, atau org asia yg berbadan kecil. Jgn duduk di dekat org Turki yg bergerombol. Org Turki sangat ramah, saking ramahnya, mereka akan memberi tempat untuk teman2nya yg baru datang. Akhirnya kita akan terjepit di antara mereka. Dan usahakan tdk duduk dekat org Afrika dan India. Bukan bermaksud merendahkan, tapi mereka kurang menjaga kebersihan. Orang Afrika sangat tdk disiplin dan tdk mau antri. Orang India tdk ramah, mereka agak pelit ngasih tempat walaupun tempat mereka masih bs untuk 1 org lagi, beda sekali dengan org Turki. Oh iya, orang Turki sangat pemurah, kl mereka kita bantu, mereka ga akan segan2 ngasih kita sesuatu. Minimal mereka akan memeluk dan mencium kita, kl tdk memungkinkan kecupan dari jauh pun mereka sempatkan.
6. Bawalah selalu botol minum kosong ke mesjid, spy bisa diisi zam-zam. Zam-zam sangat berlimpah, mau bawa tempat 10 ltr pun bisa. Bagi yg tdk suka air dingin, carilah zam2 pada galon2 yg bertanda "not cold". Sedangkan tempat zam2 yg berupa kran, semuanya dingin es. Ini berlaku untuk di Nabawi maupun Haram. Mendekati waktu wukuf dan setelah wukuf, org sangat padat, maka galon2 zam2 disingkirkan dulu sama petugas, spy org kebagian tempat shalat. Nah kl sdh begitu, alternatifnya cm yg ada di kran, zam2 ini dingin sekali. cara menyiasatinya, dari rumah bawalah zam2 yg tdk dingin, dan cadangan botol kosong. Sblm pulang isi dulu dg zam2 yg sedingin es, lalu di rumah biarkan hingga dingin esnya hilang. Bagi yg suka dingin es sih tdk masalah, tapi hati2 demam. Ditambah lagi cuacanya dan udara yg kering, lalu stamina yg tdk fit karena kurang istirahat akan memicu sakit. Rata2 ini lah penyebab jamaah sakit selama di tanah suci.
7. Toilet di Nabawi tdk terlalu jauh, tapi usahakan ke toilet paling tidak 45 mnt sebelum shalat. Sebab kl sdh 30 mnt sebelum shalat, tempat sdh sangat penuh di dalam mesjid, untuk keluar susah, dan untuk masuk pun susah, krn polisinya melarang jamaah masuk karena saking padatnya. Kadang dg alasan wudhu ada yg mau ijinkan kita masuk lagi, tapi beberapa polisi tdk mengijinkan.
Sedangkan di Haram toiletnya sangat jauuuh di luar, jadi jgn terlalu banyak minum. Kl cuma buat berwudhu, bisa dg zam-zam.
8. Keluar dari hotel jangan sendiri-sendiri, terutama perempuan, minimal berdua. Karena tingkat kriminalitas di tanah suci sangat tinggi. Tinggal di kamar pun tdk boleh sendiri, kl kebetulan lagi haid, carilah teman yg sama2 tdk ke mesjid, dan kunci kamar, jgn pernah membukanya untuk org yg tdk dikenal.
9. Bawa baju untuk sehari-hari cukup 3 stel aja, pakaian dalam boleh lah lebih banyak daripada baju harian, baju ihram 2 set (sesuai kelengkapan untuk laki2 dan perempuan), mukena 2, kaos kaki minimal 4 psg, baju putih untuk plg ke tanah air 1 (tdk harus sih, beli disana jg bisa, tapi ukurannya blm tentu pas), jilbab sorong cukup 3, sajadah ga perlu bawa yg bagus karena bakal sering diinjak orang.
10. Kalau di Makkah kita tdk mendapatkan fasilitas makan dari pemerintah, jadi harus diusahakan sendiri. Kalau berencana masak sebaiknya jgn masak 1 regu karena akan mudah timbul masalah, sebab semakin banyak orang, semakin banyak sifat dan perilaku. Kalau pergi dg keluarga, masak untuk sekeluarga aja. Tapi kalau pergi sendiri, bisa cari teman join 2 atau 3 org yg cocok dg kita. Kalau berencana beli dan tdk masak baik juga, tapi lebih boros.
11. Hati-hati menyeberang jalan, baik di Makkah maupun Madinah, karena kendaraan ngebut semua.
12. Kalau thawaf di lantai dasar, sebaiknya berdua. Kalau berombongan boleh juga, asalkan pegangannya kuat dan membentuk rantai vertikal ke belakang, jgn kesamping. Sebab org2 luar yg bdnnya besar, terutama org Afrika, mereka main nerobos aja. Yang ada kita terpisah-pisah. Tapi kl terpisah, jgn berusaha menunggu teman yg dibelakang, terus aja ikuti aliran thawafnya.
Supaya aman, thawaf berdua dan cari org turki, atau org2 besar yg berkulit putih, pegang aja bajunya dari belakang, sebelumnya minta ijin dulu akan bergantung ke dia. Biasanya mereka dengan senang hati membantu.
13. Kalau mau shalat di Hijr Ismail, sebaiknya setelah shalat fardhu. Shalat dulu di lt dasar, setelah shalat biasanya shalat jenazah, nah ketika selesai shalat, berdoa bentar aja, lalu langsung terobos ke depan ke pintu hijr ismail. Semoga saja saat itu hijr ismailnya ga lagi ditutup (ga boleh masuk).
14. Kl mau menukar uang rupiah ke riyal, sebaiknya di Makkah, lebih murah. Jangan menukarnya waktu masih di tanah air mau berangkat, karena mahal. Biasanya di asrama saat mau berangkat ada bank yg buka counter untuk penukaran uang, jgn sampai tergoda untuk segera menukarnya di tanah air.
15. Kalau mau belanja baju gamis, lebih baik di Madinah, bagus2. Sedangkan untuk beli sajadah, lebih baik di Makkah.
16. Hati2 kalau mau naik kendaraan, jgn coba2 naik taxi ataupun bus tanpa ada laki2. Sebaiknya berombongan dan laki2 nya minimal 2 org. Kalau naik kendaraan laki2 duluan, turunnya perempuan duluan. Syukur2 dapat sopir org Indonesia, Insya Allah lebih aman.
Sementara itu dulu deh yg teringat. Maaf kl urutannya acak. Semoga bermanfaat :)

