3

Umi, In memoriam

Posted by Desi on 2:53 PM
Aku baru saja dapat kabar bahwa umi yg biasa aku dorong dengan kursi roda di Madinah telah meninggal dunia. Beliau meninggal 14 hari setelah plg dari tanah suci. Ketika hendak kembali ke Indonesia, beliau sering bergumam sendiri dg bahasa minang "tibo di rumah mati wak lai", artinya sampai di rumah beliau meninggal.

Pernah waktu di makkah, saat beliau sakit, tubuhnya terasa sakit semua, kaki sdh tidak kuat lagi digerakkan, terasa berat. Lalu aku bantu untuk menaikkannya ke tempat tidur. Beliau berkata "susah ici dek umi", dan beliau mengucapkan itu sambil menangis. Aku hanya bisa menjawab tdk apa2, sambil menahan air mata agar tdk menetes.

Beliau berumur 84 th, berangkat dg anak laki-lakinya. Kadang kami yg sekamar sering mencandai beliau. Sebab orang tua yg telah uzur begitu, sdh ibarat anak kecil. Tapi yg bikin kami takjub, ingatan, pendengaran, dan penglihatan beliau masih sangat bagus. Dan beliau sangat bersemangat waktu menceritakan masa mudanya dulu.

Waktu dekat jadwal pulang, sering beliau berkata kapan bisa ketemu aku lagi kl sdh sampai di tanah air. Dan mengajak kami semua ke rumahnya dulu kl sampai di Padang. Lalu beliau jg mendesak-desak minta fotoku, katanya untuk diliatin ke anak cucunya. Tapi karena foto2 itu masih di kamera, belum di cetak, aku tdk bisa memberikannya. Dia ga percaya kl foto2 itu masih di kamera. Lalu beliau ngambek. Pernah aku bilang ke beliau, nanti foto umi ci pajang di internet, di blog ci. Ici mau cerita ttg umi di blog ci :). Ibu2 yg lain mendengar hal itu ketawa. Dan umi juga ikut ketawa. Isi kamarku di Makkah ada 7 org termasuk aku. Aku yg termuda, 1 org berumur 48, dan 5 org lagi berumur di atas 55 semua.

Waktu di Madinah aku berhasil membawa umi ke raudhah 2 kali. Waktu ziarah pertama ke raudhah, sambil menahan air mata, aku mengarahkan beliau untuk berdoa. Saat ini kita ada di raudhah dan di depan makam rasulullah saw. Umi berdoa sebanyak-banyaknya, minta disehatkan badan, dan doakan ici ya mi. Pas keluar dari raudhah, masih sempat menggoda beliau, umi tadi doakan ici ga? Beliau bilang "lai", artinya ada. Emang umi doakan apa untuk ici, dia ketawa aja tapi tetap menjawab "agar ici sehat". Trus apalagi? Beliau jawab "agar ici capek dapat jodoh dan plg dari siko tabaok hendaknyo. Artinya spy aku cpt dapat jodoh dan lgsg dapat di tanah suci, plg ke tanah air sdh tdk sendiri lagi.

Waktu mau plg beliau minta dibeliin teko warna emas dengan hiasan permata. Anaknya ga mau beliin karena nambah beban, apalagi di rumah sdh ada. Beliau takut minta lagi ke anaknya, takut kena marah. Tapi kami tau bahwa beliau masih sangat menginginkannya. Akhirnya kami komporin beliau untuk ngomong lagi, nanti rame2 kami bantu merayu anaknya. Akhirnya dapat juga. Lalu minta dibeliin selendang putih besar untuk dipakai saat plg nanti.

Banyak hal yg aku alami saat bersama umi. Kadang lucu dan ada juga kesal2ku krn umi kadang keras kepala. Pokoknya spt dg anak kecil.

Ya Allah, terimalah amal ibadah beliau dan ampuni dosanya. Semoga umi tenang di alam kubur, dilapangkan dan diterangi kubur beliau, dan selamat dari azab kubur. Maafkan ici umi.

0

Thawaf

Posted by Desi on 11:50 AM
Sebenarnya mau menambahkan pada postingan tips sebelumnya ttg thawaf, tapi lebih baik dibuat postingan tersendiri.

Untuk pelaksanaan thawaf sekarang ini sdh agak mudah. Klo tdk bisa di lantai 1, di lantai 2 dan 3 juga sdh bisa. Tapi jika thawaf di lantai 2 dan 3, putarannya jadi lebih besar. Berdasarkan perhitunganku waktu thawaf di lt 2, butuh waktu sekitar 1 jam. Thawaf di lt 2 dan 3 tdk sepadat seperti di lt 1. Mau thawaf sendiri pun ga masalah, karena longgar.

Sedangkan kalau thawaf di lt 1, lingkarannya lebih kecil dan lebih padat dibanding di lt 2 & 3. Dan untuk waktunya diperkirakan sekitar 20-30 mnt kalau sedang tdk padat, bisa sampai 1 jam kalau sedang padat sekali. Dulu sebelum ke Mekkah, aku hanya melihat gambar ka'bah dan org2 thawaf dari foto2 yg ada di kalender. Dalam foto2 itu terlihat ummat yg sangat padat mengelilingi Ka'bah. Sehingga saat mau berangkat aku membayangkan hal itu, terasa merinding, sanggupkah aku melakukan thawaf nantinya dg kondisi org yg sangat ramai tersebut. Ditambah lagi dg tubuh yg kecil ini :).

Alhamdulillah sebelum berangkat dpt nasehat dan petunjuk dari orang tua di rumah, bahwa sepadat apapun kelihatannya, jgn takut. Karena Insya Allah akan selalu ada tempat bagi kita untuk melangkah di lt 1 itu. Dan waktu shalat di Masjidil Haram pun ada seorang ibu yg sdh sering ke Makkah dan membimbing jamaahnya, juga mengatakan bahwa jgn gentar untuk thawaf di bawah (di lt 1). Meskipun di lihat dari atas kelihatan sangat padat, tapi Insya Allah selalu ada tempat untuk kita berdiri dan melangkah. Itulah nikmat Allah untuk orang yg thawaf. Dan kata beliau, thawaf sendiri pun di bawah Insya Allah tdk apa-apa.

Waktu menunaikan thawaf pertama, Alhamdulillah kondisinya tdk padat, dan tdk berdesak-desakan di lt 1 tersebut. Thawaf pertama sambil memandang ka'bah dari dekat dg perasaan takjub. Thawaf paling padat yg aku tunaikan saat thawaf rukun, yaitu thawaf ifadah dan thawaf wada'. Memang terbukti bahwa meski sepadat apapun kelihatannya di sekeliling ka'bah, insya Allah, akan selalu ada tempat untuk kita melangkah. Saat thawaf yg padat itu sendiri pun akan ada bagian yg longgarnya. Biasanya bagian yg padat itu antara rukun Yamani dan Hajar Aswad, lewat dari situ insya Allah tdk terlalu padat.

Melihat orang berthawaf mengingatkanku pada buku karangan Agus Mustafa yg judulnya Pusaran Energi Ka'bah. Ka'bah sebagai pusat kumparan dan orang yg berthawaf seperti kumparan kawat yg dililitkan dan kemudian menghasilkan energi. Saat pertama aku melihat org berthawaf, kumpulan manusia yg berputar itu terlihat seperti cahaya yg berputar mengelilingi Ka'bah, menakjubkan dan begitu indah. Dan saat itulah pembenaranku atas energi yg diceritakan dalam buku Pusaran Energi Ka'bah. Selama ini hanya bisa kubayangkan, dan sekarang sdh bisa kubuktikan.

Padatnya kondisi thawaf juga berlaku untuk mendapatkan tempat saat shalat. Meskipun di dalam mesjid terlihat sdh penuh, tdk usah takut untuk masuk ke dalam mesjid. Usahakan terus untuk shalat di dalam mesjid. Karena insya Allah akan selalu ada tempat bagi kita untuk duduk dan sujud di dalam mesjid. Orang-orang Turki yg badannya besar selalu nyempil-nyempil di antara shaf yg sdh padat. Namun akhirnya dia bisa menunaikan shalat dengan gerakan yg sempurna. Apalagi kita yg orang Indonesia dg tubuh kecil, insya Allah akan dapat tempat. Sayang sekali kalau jauh-jauh datang ke Masjidil Haram maupun Nabawi tapi hanya dapat shalat di luar. Nilai shalat di Nabawi adalah 1000 x lipat dari pada shalat di tempat lain. Sedangkan shalat di Masjidil Haram 100.000 x lipat dibandingkan tempat lain. Bukankah jauh-jauh ke tanah suci, salah satunya nilai ini yg kita cari.

Pernah waktu aku menunaikan sa'i, hendak melakukan putaran ke-6, ternyata waktu shalat subuh telah masuk. Jalan di depan sdh tertutup oleh jamaah yg membentuk shaf untuk shalat subuh. Akhirnya aku shalat di tempat berdiri saat itu. Tempat aku berdiri itu sangat sempit, hanya bisa untuk berdiri dan duduk. Untuk sujud tdk bisa. Alternatifnya shalat berdiri. Sepanjang rakaat pertama itu, setelah mengikuti imam membaca fatihah, aku memohon pada Allah agar melapangkan tempat itu spy aku bisa sujud. Dan Alhamdulillah, aku bisa sujud dengan sempurna.

Thawaf dan sa'i benar-benar akan membuat kita ketagihan. Saat pertama melakukannya akan terasa nikmatnya, sehingga rasanya ingin mengulang dan mengulanginya lagi. Syukur ada thawaf sunat, sehingga bisa sering-sering dilakukan tanpa harus dalam kondisi ihram. Bahkan di Masjidil Haram tdk ada shalat tahiyatul masjid, gantinya adalah thawaf sunat. Sayangnya sa'i tdk ada sa'i sunat, sehingga hanya bisa dilakukan saat berihram. Oh ya, waktu untuk pelaksanaan 7 putaran sa'i kira2 butuh waktu 1 jam. Tapi kalau jalan cepat, 45 menit insya Allah selesai.

Makkah dan Madinah, negeri yang aman dan dirahmati Allah. Ucapan dan tindakan selalu mendapatkan balasan secara langsung dan seketika di tanah yg suci ini. So, untuk teman-teman yg akan kesana, jgn takut melihat padatnya umat di Makkah maupun Madinah. Jgn pernah ragu untuk melakukan hal yg baik dan disukai Allah. Kuatkan tekat dan percayakan semuanya pada Allah, Insya Allah semua aktivitas di tanah suci akan dilancarkan.

Semoga postingan ini bermanfaat untuk siapapun yg membacanya :)

0

Halal... Halal... Halal...

Posted by Desi on 3:47 PM
Ini yg menarik di Makkah, banyak yg ngasih sedekah. Biasanya sepanjang jalan dari dan ke mesjid, banyak orang yg bagi-bagi makanan gratis. Mulai dari sebungkus biskuit, beberapa biji korma, buah-buahan, sayuran, air mineral, roti besar, bahkan korma 2 kg. Ada juga yg ngasih biskuit dan air dalam tas kecil yg menarik. Tas nya bisa dipakai untuk ke mesjid dan bawa batu ke tempat pelontaran.

Kalau ada yg nyorakin halal...halal... orang Indonesia sdh lgsg berebut. Maklum.. gratis gitu lho.. hehe...

0

Tips...

Posted by Desi on 3:46 PM
Untuk teman-teman yg akan ke tanah suci, ada beberapa hal yg bisa aku share.

1. Sabar, sabar, sabar, ikhlas, ikhlas, ikhlas. Ga cukup bawa sabar dan ikhlas cuma sekarung atau dua karung, 10 karung pun blm cukup. Minta sama Allah kesabaran dan keikhlasan seluas langit dan bumi :).
2. Jaga hati, pikiran, ucapan, dan tindakan. Biasakan mengucapkan Insya Allah untuk kesanggupan atau menyatakan kondisi, dan cepat2 minta ampun jika merasa terlanjur takabur.
3. Di Nabawi, setiap pintu dijaga ketat oleh polisi wanita berbaju dan bercadar hitam. HP dan Kamera tdk boleh dibawa masuk. Makanan basah juga tdk boleh, namun kadang ada juga petugasnya yg lumayan baik, mereka ijinkan aja bawa masuk makanan asalkan dikemas dg rapi. Saat ke mesjid, kita sdh pakai mukena, so, bawalah tas kain sandang samping, saat masuk sampirkan tas itu ke punggung spy tdk terlihat. Apalagi saat masuk org sangat rame dan berdesakan, maka mereka tdk akan terlalu melihat tas tersebut. Tapi jangan lupa untuk membawa tas paspor. Cukup tas itu saja yg diperlihatkan.
Kalau di Haram, kl tdk mau diperiksa, jgn masuk lewat pintu utama, bisa lewat lantai dua, lantai 3 atau lantai 1 jg bs, asal tdk pintu utama. Oh ya, jgn lupa bawa kantong untuk menyimpan sandal. Kalau di letakkan diluar, kemungkinan hilang lebih besar. Ini juga berlaku untuk di Masjidil Haram.
4. Usahakan sdh berada di mesjid minimal 1 jam sebelum azan, baik di Nabawi maupun di Haram. Jadi silahkan ukur waktu perjalanan dari hotel ke mesjid. Ashar sampai isya sebaiknya tdk pulang karena waktunya pendek. Bawalah bekal untuk yg tdk kuat menahan lapar.
5. Di dalam mesjid, pilihlah tempat yg masih sepi, dan dekat jamaah Indonesia atau Malaysia, atau org asia yg berbadan kecil. Jgn duduk di dekat org Turki yg bergerombol. Org Turki sangat ramah, saking ramahnya, mereka akan memberi tempat untuk teman2nya yg baru datang. Akhirnya kita akan terjepit di antara mereka. Dan usahakan tdk duduk dekat org Afrika dan India. Bukan bermaksud merendahkan, tapi mereka kurang menjaga kebersihan. Orang Afrika sangat tdk disiplin dan tdk mau antri. Orang India tdk ramah, mereka agak pelit ngasih tempat walaupun tempat mereka masih bs untuk 1 org lagi, beda sekali dengan org Turki. Oh iya, orang Turki sangat pemurah, kl mereka kita bantu, mereka ga akan segan2 ngasih kita sesuatu. Minimal mereka akan memeluk dan mencium kita, kl tdk memungkinkan kecupan dari jauh pun mereka sempatkan.
6. Bawalah selalu botol minum kosong ke mesjid, spy bisa diisi zam-zam. Zam-zam sangat berlimpah, mau bawa tempat 10 ltr pun bisa. Bagi yg tdk suka air dingin, carilah zam2 pada galon2 yg bertanda "not cold". Sedangkan tempat zam2 yg berupa kran, semuanya dingin es. Ini berlaku untuk di Nabawi maupun Haram. Mendekati waktu wukuf dan setelah wukuf, org sangat padat, maka galon2 zam2 disingkirkan dulu sama petugas, spy org kebagian tempat shalat. Nah kl sdh begitu, alternatifnya cm yg ada di kran, zam2 ini dingin sekali. cara menyiasatinya, dari rumah bawalah zam2 yg tdk dingin, dan cadangan botol kosong. Sblm pulang isi dulu dg zam2 yg sedingin es, lalu di rumah biarkan hingga dingin esnya hilang. Bagi yg suka dingin es sih tdk masalah, tapi hati2 demam. Ditambah lagi cuacanya dan udara yg kering, lalu stamina yg tdk fit karena kurang istirahat akan memicu sakit. Rata2 ini lah penyebab jamaah sakit selama di tanah suci.
7. Toilet di Nabawi tdk terlalu jauh, tapi usahakan ke toilet paling tidak 45 mnt sebelum shalat. Sebab kl sdh 30 mnt sebelum shalat, tempat sdh sangat penuh di dalam mesjid, untuk keluar susah, dan untuk masuk pun susah, krn polisinya melarang jamaah masuk karena saking padatnya. Kadang dg alasan wudhu ada yg mau ijinkan kita masuk lagi, tapi beberapa polisi tdk mengijinkan.
Sedangkan di Haram toiletnya sangat jauuuh di luar, jadi jgn terlalu banyak minum. Kl cuma buat berwudhu, bisa dg zam-zam.
8. Keluar dari hotel jangan sendiri-sendiri, terutama perempuan, minimal berdua. Karena tingkat kriminalitas di tanah suci sangat tinggi. Tinggal di kamar pun tdk boleh sendiri, kl kebetulan lagi haid, carilah teman yg sama2 tdk ke mesjid, dan kunci kamar, jgn pernah membukanya untuk org yg tdk dikenal.
9. Bawa baju untuk sehari-hari cukup 3 stel aja, pakaian dalam boleh lah lebih banyak daripada baju harian, baju ihram 2 set (sesuai kelengkapan untuk laki2 dan perempuan), mukena 2, kaos kaki minimal 4 psg, baju putih untuk plg ke tanah air 1 (tdk harus sih, beli disana jg bisa, tapi ukurannya blm tentu pas), jilbab sorong cukup 3, sajadah ga perlu bawa yg bagus karena bakal sering diinjak orang.
10. Kalau di Makkah kita tdk mendapatkan fasilitas makan dari pemerintah, jadi harus diusahakan sendiri. Kalau berencana masak sebaiknya jgn masak 1 regu karena akan mudah timbul masalah, sebab semakin banyak orang, semakin banyak sifat dan perilaku. Kalau pergi dg keluarga, masak untuk sekeluarga aja. Tapi kalau pergi sendiri, bisa cari teman join 2 atau 3 org yg cocok dg kita. Kalau berencana beli dan tdk masak baik juga, tapi lebih boros.
11. Hati-hati menyeberang jalan, baik di Makkah maupun Madinah, karena kendaraan ngebut semua.
12. Kalau thawaf di lantai dasar, sebaiknya berdua. Kalau berombongan boleh juga, asalkan pegangannya kuat dan membentuk rantai vertikal ke belakang, jgn kesamping. Sebab org2 luar yg bdnnya besar, terutama org Afrika, mereka main nerobos aja. Yang ada kita terpisah-pisah. Tapi kl terpisah, jgn berusaha menunggu teman yg dibelakang, terus aja ikuti aliran thawafnya.
Supaya aman, thawaf berdua dan cari org turki, atau org2 besar yg berkulit putih, pegang aja bajunya dari belakang, sebelumnya minta ijin dulu akan bergantung ke dia. Biasanya mereka dengan senang hati membantu.
13. Kalau mau shalat di Hijr Ismail, sebaiknya setelah shalat fardhu. Shalat dulu di lt dasar, setelah shalat biasanya shalat jenazah, nah ketika selesai shalat, berdoa bentar aja, lalu langsung terobos ke depan ke pintu hijr ismail. Semoga saja saat itu hijr ismailnya ga lagi ditutup (ga boleh masuk).
14. Kl mau menukar uang rupiah ke riyal, sebaiknya di Makkah, lebih murah. Jangan menukarnya waktu masih di tanah air mau berangkat, karena mahal. Biasanya di asrama saat mau berangkat ada bank yg buka counter untuk penukaran uang, jgn sampai tergoda untuk segera menukarnya di tanah air.
15. Kalau mau belanja baju gamis, lebih baik di Madinah, bagus2. Sedangkan untuk beli sajadah, lebih baik di Makkah.
16. Hati2 kalau mau naik kendaraan, jgn coba2 naik taxi ataupun bus tanpa ada laki2. Sebaiknya berombongan dan laki2 nya minimal 2 org. Kalau naik kendaraan laki2 duluan, turunnya perempuan duluan. Syukur2 dapat sopir org Indonesia, Insya Allah lebih aman.

Sementara itu dulu deh yg teringat. Maaf kl urutannya acak. Semoga bermanfaat :)

0

Kusambut Panggilan Mu

Posted by Desi on 7:51 AM
Alhamdulillah aku jamaah termuda di kloterku dan yang tertua berumur 90 th. Waktu baru kenalan dengan teman-teman satu rombongan atau pun satu kloter, pertanyaan pertama mereka adalah "sdh menikah? Pergi dg siapa?". Walaupun sdh bosan mendengar pertanyaan itu, tapi tetap harus kujawab. Lalu ada ibu-ibu yg satu kamar denganku di Makkah bertanya, kenapa pergi haji duluan? Aku maklum dengan pertanyaannya, krn pertanyaan berikutnya adalah "kenapa tdk menikah dulu?". Spontan aja kujawab "karena haji sdh diniatkan sejak awal".

Sejak masih kuliah dulu, aku sdh bertekat kl nanti bekerja, uangnya akan aku tabung untuk pergi haji. Alhamdulillah, sejak bisa mengumpulkan uang dari keringat sendiri, aku sdh menyisihkan dan meniatkan gajiku untuk pergi haji. Namun dalam perjalanannya, banyak godaan untuk menggunakan uang yg telah terkumpul itu untuk hal lain. Sempat waktu pacaran kepikiran untuk menggunakan uang itu sebagai biaya nikah. Alhamdulillah sampai sekarang blm jadi nikah :). Kl sdh nikah, mungkin aku tdk jadi pergi haji. Ternyata niat pertamalah yg didulukan oleh Allah.

Jauh hari sebelum berangkat, malah jauh sebelum aku mendaftar haji, keinginan untuk ke tanah suci sdh sangat kuat kurasakan. Hingga akhirnya bulan Januari 2008 orang tuaku menguatkan tekadku untuk mempersiapkan segala keperluan untuk mendaftar. Padahal waktu itu uangku blm cukup untuk mendapatkan porsi, dg talangan dari orang tua akhirnya no porsi itu kudapatkan. Alhamdulillah sebelum berangkat talangan dari ortu sdh bisa aku lunasi :). Menurut perkiraan harusnya jatah berangkatku di th 2011, tapi Allah yg berkehendak, seruan itu memang untukku di tahun ini, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di tanah suci Oktober lalu. Banyak orang yg kaget, kok bisa cuma menunggu 2 th, sedangkan kebanyakan orang harus menunggu minimal 3 th. Bahkan untuk yg mendaftar sekarang hrs nunggu 8 th. Aku hanya bisa menjawab, Alhamdulillah.. rejekiku dan Allah berkehendak agar aku menjawab panggilan itu.

Alhamdulillah, Labbaika Allahumma Hajja.. Akhirnya niat itu aku lafazkan dengan air mata haru. Dan menjaga pantangan ihram merupakan perjuangan besar. Hingga sekarang masih terbayang suasana di Arafah, ujian yg langsung diperlihatkan Allah saat wukuf, antrian menunggu bus di Muzdalifah dan sesaknya perkemahan di Mina. Semuanya itu membutuhkan kesabaran dan keikhlasan tingkat tinggi. Kl ustad2 sering menasehati jamaahnya untuk membawa 10 karung kesabaran ke tanah suci. Kalau menurutku 10 karung saja tdk cukup, mintalah sama Allah untuk memberikan kesabaran dan keikhlasan seluas langit dan bumi.

Allah benar-benar memperlihatkan "siapa kita" sewaktu di tanah suci. Dan Allah juga menunjukkan bahwa Allah lah Sang Penguasa, Dia lah yg Maha Besar dan hanya Allah yg berhak untuk sombong, bukan manusia. Segala ucapan kita, baik hanya di hati ataupun pikiran, apalagi yg diucapkan dan diwujudkan dg tindakan, akan langsung dapat balasannya. Dan permintaan sekecil apapun akan dikabulkan. Di tanah suci, kita benar2 merasakan betapa kerdil dan tdk berdayanya diri ini.

Seruan dan panggilan Allah untuk berhaji itu sebenarnya sdh ada pada setiap orang, tinggal kita menunggu izin Allah, serta kemauan dari diri sendiri untuk mau menjawab panggilan itu. Berdasarkan cerita-cerita pak ustad, banyak orang yg sdh diseru, dipanggil dan diizinkan oleh Allah, tapi mereka enggan menjawab panggilan itu. Mereka sadar tapi mereka enggan. Wallahu'alam bishawab..

0

Makkah vs Madinah

Posted by Desi on 4:47 PM
Kalau dibandingkan antara dua tanah haram ini, ada beberapa perbedaan yg kontras. Madinah kotanya lebih bersih, rapi dan teratur. Sedangkan Makkah lebih semrawut, tdk teratur dan kurang bersih. Aku tdk menemukan kemacetan di Madinah, sedangkan di Makkah, setiap hari selama aku di Makkah, terdapat kemacetan yg luar biasa.

Di Madinah ada Nabawi, ada makam Rasulullah, Abu Bakar dan Umar bin Khattab dan raudhah. Di Makkah ada Masjidil Haram dengan Ka'bah, Hijir Ismail, maqam Ibrahim dan Multazamnya. Raudhah dan Multazam adalah tempat2 yg makbul untuk berdoa.

Di kota Madinah ada Baqi, disana dimakamkan Siti Aisyah. Di Makkah ada Ma'la, tempat Khadijah dimakamkan.

Di Madinah ada Jabal Uhud, sedangkan di Makkah ada Jabal Nur, Jabal Tsur, dan Jabal Rahmah.

Kalau dari segi barang belanjaan, kalau mau beli baju lebih bagus di Madinah, sedangkan kl beli sajadah mending di Makkah. Lebih baik beli kurma di Madinah, tapi bukan di kebun kurma karena mahal, tapi di pabriknya, bisa makan kurma gratis sepuasnya dan harga lebih murah. Dan beli pernak-pernik mending di Makkah.

Dari segi tingkat kriminalitas, antara Makkah dan Madinah sama saja. Harus ekstra hati-hati, terutama saat di hotel, dan naik kendaraan. Perempuan jgn sampai tinggal di hotel sendirian. Naik kendaraan juga begitu, laki-laki naik duluan dan perempuan turun duluan. Pernah waktu di Madinah, aku agak demam, jadi bilang ke ibu-ibu sekamar agar mereka ke mesjid duluan, nanti aku nyusul, ingin istirahat dulu. Tapi akhirnya ga jadi, karena teringat, petugas hotel di Madinah sering melihat-lihat ke kamarku ketika pintu sedang terbuka. Sedangkan waktu di Makkah, saat sdh dekat waktu berangkat pulang ke tanah air, ada pintu kamar mandi umum (kebetulan 4 kamar tdk punya kamar mandi di dalam) yg dirusak. Dan petugasnya mulai sibuk menjajakan barang jualan ke kamar2 dan membuka pintu kamar tanpa mengetoknya terlebih dahulu.

Kota Makkah dan Madinah sama-sama kota haram, maksudnya kota ini tdk boleh dimasuki oleh orang-orang non muslim. Ada batas-batas tertentu dibuat sebagai batas haram tersebut.

Dan ada hal yg sama yg kurasakan dan tidak terlupakan ketika berjalan dari hotel ke masjid. Jalan yg selalu kutempuh setiap hari dari hotel ke Masjid Nabawi, maupun dari hotel ke Masjidil Haram, menimbulkan perasaan bahagia. Meskipun di Makkah jaraknya 1,7 kilo, tapi jalan yg kulalui itu membuat hati senang. Jalan yg penuh kenangan, spt saat sedang berjalan dengan kekasih. Masih terbayang sampai saat ini jalan yg kulalui itu. Mengingatnya membuat airmata menetes, kapan bisa mengulanginya lagi.

Dua kota ini dengan 2 Masjidnya yg agung sama-sama membuat hati selalu rindu untuk bisa sering-sering kesana.

0

Pedagang Kaki Lima

Posted by Desi on 3:05 PM
Ternyata tdk di Indonesia saja yg ada pedagang kaki lima nya, di Makkah dan Medinah juga banyak. Harga di kaki lima tentu lebih murah dibandingkan dengan di toko. Tapi hati-hati juga melihat kualitas barangnya.

Secara umum belanja di tanah suci harus pandai-pandai menawar. Sebab mereka sering sembarangan meletakkan harga. Misalnya dalam satu toko, kita tanya berapa harga brg yg ingin dibeli sama satu pegawainya, lalu kita tanya lagi pada pegawai yg lain, harga mereka bisa beda. Kalau sdh dpt harga murah saat itu, lgsg beli, karena kl menunggu balik lagi besok, harga sdh beda. Waktu itu pernah temanku sdh nawar harga pajangan, sdh deal dg harga murah. Rupanya setelah di cek, uangnya ga cukup. Lalu dg alasan hrs nukar uang dulu, dia ga jadi ambil barang tersebut saat itu juga. Besok dia kembali, si penjual ga mau lagi jual dg harga murah. Kalau belanja di mall, harga ga bisa di tawar lagi.

Sebagai orang minang, gunakan keahlian menawar org minang, krn sptnya pedagang disana sdh mulai meniru-niru gaya berdagang kita. Mereka juga bertahan dengan harga mereka. Kalau hrg tdk cocok, mereka cuek aja. Tapi ada juga yg tertipu dg gaya pergi setelah menawarnya org minang. Pura2 mau pergi, akhirnya mereka manggil lagi.

Pedagang2 di sana bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit untuk keperluan transaksi jual beli. Atau kalau dapat pedagang yg bisa bahasa Inggris, lebih baik lagi, bisa komunikasi lebih banyak. Jadi jgn khawatir kl mau belanja di Saudi :).

0

Masjidil Haram

Posted by Desi on 9:02 AM
Masjidil Haram beda lagi dengan Nabawi. Meskipun lebih kecil dibandingkan dengan Nabawi, ke-Agungannya terasa. Dan meskipun lebih kecil, jangan coba-coba mengatakan ataupun terbersit di hati bahwa Masjidil Haram kecil, karena Insya Allah anda bisa tersesat setelah itu.
Pertama melihat Haram, lebih terkesima lagi, spt melihat bangunan kastil di atas bukit batu. Sekelilingnya bangunan hotel dan bukit batu yg di atasnya didirikan bangunan rumah masyarakat.
Pengalaman yg paling berkesan adalah saat pertama melihat Ka'bah. Masya Allah, akhirnya aku sampai juga di hadapan Ka'bah ini. Merinding dan meneteskan air mata melihatnya. Foto Ka'bah ini aku ambil saat hujan lebat di Makkah. Ratusan orang tetap thawaf meskipun hujan lebat disertai petir. Dilantai sekeliling Ka'bah sdh dibanjiri air.
Foto Ka'bah yg kedua ini aku ambil setelah shalat subuh. Di foto ini sedang padatnya ummat melaksanakan thawaf. Dan sebelum meninggalkan Makkah, aku sempat berfoto di dekat Ka'bah, sebelum shalat Ashar. Kebetulan orang yg duduk untuk shalat belum rame.
Alhamdulillah aku bisa menyentuh dinding Ka'bah dua kali. Dinding Ka'bah hangat dan harum. Kain penutup Ka'bah atau yg disebut Kiswah ternyata tidak berwarna hitam polos. Kalau dilihat dari jauh sptnya hanya hitam polos, tapi sebenarnya pada kain yg hitam itu terdapat tulisan-tulisan Allah dan Syahadat. Benang-benang kuning yg membentuk ukiran2 khaligrafi di Kiswah terbuat dari benang emas. Pancuran di atas nya juga terbuat dari emas. Sedangkan pintu Ka'bah terbuat dari emas murni dengan berat 286 kg.
Masjidil Haram punya lebih banyak pintu dibandingkan dengan Nabawi. Dan tidak se modern Nabawi. Supaya tdk tersesat, setiap masuk harus diingat-ingat tadinya masuk dari pintu berapa, kecuali memang sdh hafal arah setiap pintu.
Hajar Aswad ga dapat menciumnya, lagian memang tidak berusaha untuk menciumnya. Sebab kata teman, sunat pun tidak. Dan untuk kesana rame, berdesak-desakan dengan orang2 luar yg berbadan besar. Justru dosa yg timbul jika kita perempuan ikut berdesak-desakan dengan laki2 hanya untuk mencium hal yg tidak sunat. Namun yg masih membuatku penasaran adalah shalat di Hijr Ismail. Padahal sdh 3 kali sampai dengan mudahnya tanpa berdesak-desakan di depan pintu Hijr Ismail, ternyata di tutup, ga boleh masuk. Shalat di Hijr Ismail sama dengan shalat di dalam Ka'bah. Semoga suatu saat nanti punya kesempatan untuk menunaikannya. Amin Ya Allah..

3

Nabawi Nan Megah

Posted by Desi on 2:50 PM
Pertama sampai di Mesjid Nabawi, Madinah, aku benar-benar takjub. Waktu masuk dari pagarnya saja serasa melayang. Masih pangling, apalagi kondisi badan masih belum stabil akibat perjalanan dari PDG-Jeddah (8 jam lebih) lalu Jeddah-Madinah (6 jam lebih). Masuk pelataran mesjid jam 9 pagi, jamaah langsung disambut dengan hamparan payung raksasa yg sanggup
menampung ratusan orang. Payung ini melindungi dari sinar matahari. Sehingga banyak orang yg dengan santainya duduk santai atau bahkan tiduran di pelataran mesjid. Aku serasa spt org kampung yg terkesima melihat ibukota.

Mesjid Nabawi memiliki arsitektur yg cantik dan dilengkapi dengan fasilitas teknologi modern. Luas Nabawi 3x lebih besar dibanding Masjidil Haram. Lingkungan mesjid sangat bersih. Apalagi kalau malam hari, bercahaya. Tidak heran kl ada yg menjuluki Madinah sebagai kota cahaya, karena kemegahan dan cahaya dari Mesjid Nabawi benar-benar menakjubkan. Di pelataran mesjid terdapat kran-kran air zam-zam. Di dalam mesjid juga terdapat banyak galon zam-zam. Zam-zam ini bebas diambil sesuka hati. Ada yg dingin es dan ada yg tdk dingin.

Payung-payung besar tersebut terbuka dan menutup secara otomatis. Payung ini terbuka di siang hari, biasanya jam 7 sdh buka, dan menutup menjelang maghrib. Di dalm mesjid terdapat kubah yg bisa membuka dan menutup. Sama seperti payung raksasa, siang hari tertutup dan malam menjelang maghrib sdh terbuka. Semuanya serba otomatis.

Pemeriksaan untuk masuk ke Mesjid Nabawi sangat ketat, dilarang bawa HP dan Kamera. Tapi Alhamdulillah, HP dan Kameraku selalu bisa lewat. Karena setiap ke Mesjid, aku bawa tas dari kain yg aku sampirkan ke belakang punggung di dalam mukena. Sehingga waktu masuk, yg aku kasih liat untuk diperiksa hanya tas paspor di depan. Ttapi hati-hati, kadang ada juga polisi wanitanya yg sangat ketat pemeriksaannya, hingga meraba seluruh badan dan memeriksa sampai ke saku kursi roda, bagi yg mengggunakan kursi roda.






Ada satu trik untuk menyimpan HP, ini aku dapat dari seorang jamaah asal Bandung. Dia menyimpan HP nya di dalam Al-Quran yg pakai resleting. Tapi hanya HP yg tipis yg bisa disimpan disini.
Mesjid Nabawi mempunyai banyak pintu, dan aku biasanya masuk dari pintu 13, kadang-kadang kl sdh rame, masuk dari pintu 16. Ini fotoku di depan pintu 13 bersama ibu-ibu dan nenek-nenek yg satu kamar denganku.

0

King Abdul Aziz, Jeddah

Posted by Desi on 2:20 PM
Alhamdulillah, setelah hampir 2 bulan, akhirnya bisa buka blog ini lagi. Perjalanan ke tanah suci benar-benar menyenangkan. Ingin nambah sebulan lagi hehe... Semoga suatu saat bisa kembali lagi ke sana, Amin Ya Allah...

Perjalanan dari Padang - Jeddah dengan pesawat memakan waktu 8 jam 10 menit. Alhamdulillah perjalanan ini lancar dan sampai di Jeddah tepat waktu. Namun yg bikin capeknya justru antrian menunggu imigrasi. Proses pemeriksaan imigrasinya lama dan kl aku boleh bilang, agak manual, karena pakai cap jari. Tidak hanya 1 jari, tapi ke 10 jari dengan beberapa tahap.


Lepas dari pemeriksaan imigrasi, jamaah dipersilahkan istirahat sejenak di ruang tunggu sebelum naik bus menuju Madinah. Ruang istirahat ini sebenarnya bukan berupa bangunan, tapi tenda besar yg bisa menampung ribuan orang. Dalam tenda besar ini ada kursi-kursi dan karpet, sehingga kita bisa tiduran. Di dalam tenda ini juga dingin, karena ada fasilitas AC. Toiletnya juga bersih. Ada juga org jualan teh di dalamnya. Pokoknya nyaman.

Sepertinya tenda ini sdh permanen, karena setiap tahun jutaan jamaah haji dan umrah yg datang dan pergi melalui bandara ini.

2

Maaf Lahir Batin

Posted by Desi on 9:52 AM
Kaget waktu buka email, ternyata ada beberapa komen yg masuk di blog. Tidak menyangka postingan sebelum ini akan menyakiti org lain. Padahal itu bentuk kesedihan karena ketidakmampuan dan belum memperoleh kesempatan untuk menyempurnakan setengah din.

Yg membuat saya sangat sedih justru tulisan saya sendiri yg menjadi penyulut api marah di saat saya ingin mendapatkan maaf dari semua orang. Saya ingin pergi dalam keadaan bahagia dan tdk ada yg masih memendam marah atau kekecewaan pada saya.

Untuk teman-teman semua, selagi masih Syawal, selagi hangatnya Ramadhan masih terasa, selagi nafas masih berhembus, Saya minta maaf yang sebesar-besarnya lahir dan batin atas semua kesalahan, baik yg berinteraksi langsung maupun atas tulisan2 sy yg tdk mengenakkan. Semoga Berkah Allah untuk teman-teman semua. Amin..

1

Hati-hati Licin

Posted by Desi on 7:45 AM
Senin malam kemaren, setelah berbuka, kakak ku telpon, dia jatuh di kamar mandi kost nya karena terpeleset. Lantai kamar mandinya licin dan kakakku tdk pakai sandal waktu itu. Saat masuk kamar mandi, sambil bawa piring untuk dicuci di saat akan berbuka. Kakinya terpelesat dan kepalanya langsung terbentur ke sudut bandul lantai. Piring yg tadi di tangan pecah.

Kepalanya yg terbentur langsung bocor, untungnya kakakku masih bisa berdiri dan berjalan ketempat ibu kostnya. Saat itu dia lagi sendiri di kost. Untung saja, rumah kostnya merupakan bagian dari rumah si pemilik, sehingga tidak harus berjalan jauh memanggil ibu kost. Ibu kostnya juga saat itu kaget karena mendengar bunyi benturan keras dan suara piring pecah. Lalu kakakku di bawa ke UGD dan kepalanya di jahit sepanjang 5 cm.

Membayangkan kepalanya pecah membuatku ngeri. Sampai sekarang aku bergidik klo mengingatnya. Saat ngasih tau, kakakku melarang aku bilang ke orang tua. Takut beliau berdua cemas. Tapi dasar aku yg sangat khawatir, akhirnya ngasih tau juga. Tapi dg cara yg tenang, ga panikan.

Buat teman-teman, hati-hati jalan di tempat yg licin. Terutama buat ibu hamil. Kalau hal spt itu terjadi padaku, sdh pingsan duluan sebelum sempat jalan ke tempat ibu kost. Luka dikit aja sdh langsung pucat, apalagi kl darah keluar seperti mata air dari kepala, hhiiiiii..

7

Perjalanan yang Menyenangkan

Posted by Desi on 10:16 AM
Hari Sabtu kemaren pulang ke Padang, berangkat siang dari Pekanbaru. Awalnya agak sedikit kecewa krn pulang siang, secara biasanya berangkat malam, dan di mobil tinggal tidur aja. Kalau berangkat siang, berarti akan mengambil jatah beraktifitas beberapa jam di siang hari.

Tapi perjalanan sabtu siang kemaren justru menyenangkan dan sangat aku syukuri. Di mobil yg aku naiki, penumpangnya cuma 4 orang, dan semuanya perempuan. Lalu disebelah sopir ada temannya si sopir yg juga sopir travel yg aku naiki. Para penumpang yg perempuan ini, semuanya masih single. Ladies pertama adalah seorang guru SMU dan dia waktu kuliah dulu adalah angkatan '96. Lalu yang kedua juga ternyata adalah guru SMU, namun usianya lebih muda, waktu kuliah dulu berada pada angkatan '04. Lalu yang ketiga adalah mahasiswi kedokteran UI angkatan '08. Krn ga dapat tiket langsung ke Pdg, akhirnya dia ambil jalur pesawat Jkt-Pku, dan dari Pku jalan darat ke Pdg. Dan aku sendiri yg seorang dosen dengan angkatan kuliah dulu '00.

Kalau diperhatikan, jarak umur kami masing-masingnya dari yg tertua sampai yg termuda, berbeda 4 th. Akhirnya saling berkenalan, bercerita dan tukar nomor handphone :).

Selama setengah perjalanan pertama, kami para penumpang hanya diam dan memilih untuk menggunakan waktu tersebut untuk tidur. Yang terdengar suara berbicara saat itu hanyalah si sopir dan temannya. Pada saat berhenti untuk berbuka, barulah kami mulai berbicara dan makan bareng waktu berbuka. Setelah selesai shalat, kembali melanjutkan perjalanan, kami sdh akrab, saling tukar2 cerita. Aku yg bersebelahan dengan mhsw kedokteran UI, namanya Metha, saling cerita ttg aktivitas yg berhubungan dengan tempatku bekerja. Sedangkan 2 orang ibu guru tadi, bernama Uni Ref dan Hera, juga saling bertukar cerita ttg aktifitas di sekolah, secara mereka sama-sama guru.

Lalu melihat kami sdh saling berbicara, si sopir dan temannya juga mulai mengajak kami berkomunikasi. Lalu temannya si sopir, dipanggil dengan Ayah, mulai bikin lelucon ala Ajo n One. Lelucon ala org Pariaman yang dibuatkan dan direkam dalam bentuk kaset cerita. Akhirnya perjalanan itu dipenuhi dengan cerita-cerita lucu.

Dan entah siapa yg memulai, percakapan kami mulai berubah menjadi cerita ttg pernikahan. Si Uda sopir dengan terang-terangan cerita ttg masalah dalam rumah tangganya. Lalu Ayah, ternyata adalah seseorang yang dituakan di biro travel tempat ia bekerja. Beliau dengan cara-cara jenakanya menyelipkan nasehat-nasehat kepada uda sopir tadi. Dan mereka berdua, sebagai laki-laki yg telah punya pengalaman berumah tangga, lalu memberikan beberapa nasehat pada kami semua sebagai wanita, terutama jika nanti sdh berumah tangga.

Sampai aku yg terakhir di antar, masih mendapatkan nasehat tersebut dari Ayah. Aku jadi kagum pada beliau. Beliau sdh 12 th menikah, punya 3 org anak dan sampai sekarang masih mesra dengan istrinya. Malah dalam perjalanan pulang ini, istrinya menelpon apakah mau dijemput ke pool biro travel. Padahal hari sdh malam, sekitar 22.30 lewat dan hujan pula.

Aku selama ini belum pernah melihat Ayah bawa mobil travel Pku-Pdg atau Pdg-Pku. Rupanya saat aku tanya, beliau memang sdh jarang bawa mobil sekarang, krn sdh mudah capek. Sebelum turun aku bertanya, kapan bisa naik travel dengan disopiri oleh Ayah... :). Uda sopir bilang, itu masalah gampang, Ayah sering kok kalau bawa mobil jadwalnya jum'at malam atau minggu malam. Uda sopir bilang begitu, krn dia tahu jadwal perjalananku biasanya jum'at malam dan minggu malam.

Sempat juga aku berkata pada mereka berdua sebelum sampai di rumah, kalau aku bersyukur pulang siang hari ini dan ketemu mereka. Ayah bertanya kenapa, dan aku jawab, karena ketemu Ayah dan dapat nasehat-nasehat berharga dari beliau dan dari pengalaman pribadi si uda sopir.

Bahagia yg kurasakan sampai-sampai tdk terasa lelah dan tidak ada rasa kecewa, meskipun sampai di rumah jam 11 malam. Semoga si uda sopir dibantu dalam menyelesaikan masalah keluarganya dan Ayah diberikan kesehatan oleh Allah.. Amin.

3

Sedih Melepas Mereka

Posted by Desi on 3:35 PM
Sebandel-bandelnya mahasiswaku, dan bagaimanapun mereka telah membuat aku capek, ngomel-ngomel, emosi, marah dan sebagainya, tapi rasa sedih saat mereka tamat tetap ada. Dan ini biasanya sangat terasa di akhir-akhir, di saat mereka akan meninggalkan kampus ini untuk meraih masa depan mereka di tempat lain. Namun ini harus dihadapi, sedih, bahagia, dan kebanggaan untuk mahasiswaku.

Perasaan ini selalu aku rasakan menjelang wisuda. Yang membuat aku lebih sedih pada wisuda kali ini, aku tidak tau apakah aku sempat melepas mereka wisuda, apakah sempat melihat mereka menggunakan toga itu, apakah aku masih sempat menghadiri seremoni yg bersejarah itu untuk mereka.

Semoga masih bisa, mohon kabulkan Ya Allah.. Walaupun aku harus bela-belain datang satu hari itu saja untuk wisuda mereka, Insya Allah aku akan datang.

2

Ramadhan Bulan Pendidikan

Posted by Desi on 2:56 PM
Ikut tarawih dan mendengarkan ceramah di mesjid dekat rumah di Padang malam minggu kemaren bikin aku shock. Karena saat di mesjid, aku merasa seperti di pasar. Anak-anak yg hadir, jumlahnya lebih banyak dari jama'ah wanitanya, ributnya minta ampun. Sudah ditegur berkali-kali, tapi tetap saja meribut. Masya Allah.. ada apa dengan generasi muda islam saat ini.

Waktu subuh, ustad yg berceramah memberi judul ceramahnya "Ramadhan Bulan Pendidikan". Beliau mengatakan tidak setuju kalau ada yg menyuruh anak-anak diam dan tdk meribut saat di mesjid. Justru beliau akan menyuruh anak-anak itu untuk ribut. Kami yang mendengarkan heran. Beliau mengatakan, jika kita menyuruh si anak diam, justru akan bertentangan dengan ajaran orang tuanya.

Lalu beliau meneruskan dengan cerita. Ada sebuah keluarga yg terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Suatu saat anak-anak mereka berantem dan membuat keributan di rumah. Karena tidak tahan akan kegaduhan itu, orang tuanya berkata, "kalau kalian mau bikin ribut, ke mesjid sana"
Setelah mendengar cerita itu kami mengerti maksudnya. Ternyata orang tua saja telah membiasakan atau mengajarkan anak2nya untuk ribut di mesjid. Bagaimana mungkin menyuruh si anak untuk diam, karena ajaran untuk meribut itu sdh sering ditanamkan orang tuanya seperti dalam cerita tadi.

Lalu beliau menceritakan masa kecilnya dulu. Kalau sdh terdengar azan, ibu beliau telah siap dengan kain sarung dan menyeret beliau ke mesjid untuk shalat. Dan saat di mesjid, beliau selalu berada di samping si ibu, sehingga tidak berani untuk meribut karena berada dalam pengawasan ibu. Benar-benar orang tua beliau mengajarkan ke mesjid untuk beribadah bukan untuk ribut. Sangat bertolak belakang sekali dengan cerita tadi.

Mendengar cerita masa kecil Pak Ustad, aku juga jadi ingat kisahku waktu kecil, terutama dalam bulan ramadhan. Aku selalu ikut mama ke mesjid. Shalat di dekat mama. Bahkan mama sengaja memilih shalat di dekat tiang yg tdk ditempati untuk shalat, sehingga aku bisa shalat disitu tanpa memutus shaf orang dewasa. Bahkan saat ustad ceramah aku bisa tertidur di sana tanpa mengganggu shaf.

Ustad tadi juga mencontohkan apa saja yang diajarkan oleh Luqman Hakim kepada anaknya. Meliputi ilmu tauhid, ibadah, aqidah, akhlak.
Pendidikan masa Luqman Hakim itu sudah jauh berbeda dengan pendidikan masa sekarang. Jadi kalau ada anak-anak yang meribut di mesjid, jangan si anak yang disalahkan tapi orang tuanya yg salah.

Semoga aku bisa mendidik anak-anakku kelak dengan bijaksana. Amin...

0

Akhirnya Mereka Lulus Juga

Posted by Desi on 3:51 PM
Setelah melewati 2 minggu full selama Ramadhan ini dengan sidang mahasiswa, akhirnya bisa bernafas. Alhamdulillah 10 orang bimbinganku akhirnya menyelesaikan sidang mereka dengan baik. Tinggal beberapa orang yg harus menyelesaikan revisinya. Akhirnya mereka bisa juga lulus untuk Proyek Akhirnya. Insya Allah wisuda mereka bulan Oktober tanggal 23. Semoga aku masih sempat menghadiri wisuda mereka.

Mahasiswaku selesai sidang, aku juga telah menjalankan tugas dalam menilai rekan-rekan kerjaku. Shock dengan standar yang diterapkan pimpinan atas. Tapi itulah tantangan ke depan yg harus dihadapi. Hidup harus semakin lebih baik, kinerja juga harus ditingkatkan. Penilaian ke depan juga akan semakin ketat. Semoga hasil yg sdh didiskusikan ini adalah yang terbaik untuk teman-teman semua. Tinggal sekarang aku harus mempersiapkan diri untuk pembagian raport teman-teman menjelang lebaran. Semoga moment sebelum lebaran ini pas untuk sekaligus minta maaf.

Ada kelegaan dan kebahagiaan yang terasa akhir-akhir ini. Perasaan ini bentuk anugerah Allah untukku. Alhamdulillah wa Syukurillah...

0

Allah seperti Sangkaan Hamba Nya

Posted by Desi on 10:31 AM
Waktu mendapatkan nasehat ttg sabar dari teman minggu lalu, dia juga mengatakan, "Allah itu seperti sangkaan hamba Nya, Allah itu sangat dekat, jadi berdoalah sesuai dengan apa yg hatimu inginkan, kadang kalau minta doa ke orang lain, doa itu tidak sesuai dengan kondisi org yg meminta doa, atau tidak sesuai dengan apa yg di hatinya saat itu. Jadi akan lebih baik jika doa itu diucapkan oleh orang yg bersangkutan. Jika Allah belum memberi sekarang, berarti Allah masih ingin menguji kesabaran orang tersebut. Jika tidak sabar, justru Allah itu akan memperpanjang terwujudnya keinginan itu, karena kesabarannya belum teruji".

Hari minggu kemaren, kartu ATM ku ditelan mesin ATM. Lalu dengan kondisi agak panik, aku langsung blokir kartu tersebut dengan menelpon call center nya. Ternyata, setelah aku lapor petugas security yang ada di sana saat itu (kebetulan aku menggunakan mesin ATM yg ada di kantor cabang), kartu itu bisa aku dapatkan kembali. Aku baru tau kalau ternyata, jika ATM tertelan di mesin yg ada di ktr cabang, security punya kunci untuk membuka mesin tersebut. Sedangkan jika di luar ktr cabang, hal itu tidak bisa dilakukan, terpaksa harus lapor ke bank langsung.
Kartu yang sudah terlanjur di blokir itu, ternyata masih bisa diaktifkan lagi walaupun lewat telpon, Alhamdulillah.

Kejadian ini membuat energiku terkuras karena cemas. Yang aku cemaskan bukan nilai yg ada ditabungan itu akan hilang (kan sudah diblokir), tapi untuk mengurus ulang rekeningnya. Selama di Pku, masalah transportasi adalah masalah utamaku. Tapi Alhamdulillah, aku tidak perlu mengurus ulang, karena semuanya bisa aku selesaikan saat itu juga.

Saat di rumah, setelah menceritakan kejadian itu pada keluarga, aku merenung, tidak hanya merenungkan kejadian kartu ATM itu, tapi juga hal lain yg telah diberikan dan diperlihatkan Allah. Kemudahan-kemudahan, rezeki yg tak terhitung, petunjuk2 yang Allah berikan dan sebagainya. Lalu aku bergumam, "Allah itu sayang sama kita ya..." Lalu Papaku menjawab, makanya jangan pernah melupakannya sedikitpun. Ingatlah Dia selalu....

Dan ucapan temanku di awal tadi benar, Allah itu seperti sangkaan hambanya. Berprasangka baiklah pada Allah, karena Allah lebih tau yg terbaik dan apa yang kita butuhkan.

0

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan

Posted by Desi on 9:22 AM
Dear All,

Ramadhan sudah menghampiri, Selamat menunaikan ibadah Ramadhan untuk teman-teman semua. Mari kita laksanakan ibadah Ramadhan tahun ini dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. Untuk itu saya ucapkan mohon maaf lahir dan batin.
Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga Allah menyempurnakan Ramadhan ini untuk kita dan memberikan Berkah dan Rahmat Nya untuk sekalian alam. Amin..

0

Eh.. Gossipnya...

Posted by Desi on 9:53 AM
Gossip... hal ini merupakan sesuatu yang menarik bagi sebagian orang, dan bikin hati panas bagi orang yg digossipkan. Macam-macam cara orang dalam menanggapi sebuah gosip. Dan aku sendiri juga punya pendapat sendiri dalam menanggapi gossip. Gossip yang aku bicarakan disini dalam konteks di lingkungan kerja atau yg lingkupnya kecil, bukan gossip selebritis ya... :)

Kalau ada gossip tentang orang lain, yah ga perlu diurusi. Biarlah itu jadi urusan mereka. Jika Gossip itu baik, dan benar, ataupun tidak benar adanya, Alhamdulillah..Hal baik kan yg dibicarakan orang. Jika gossip itu tidak baik dan tidak benar, doakan semoga dia diberi kekuatan dalam menghadapinya. Ataupun jika gossip itu benar, semoga dia mendapatkan pelajaran. Ga usah kita urusin, nambah kerjaan aja mikirin dan membicarakannya. Padahal masih banyak hal lain yg harus dikerjakan.

Jika gossip itu tentang diriku, selama gosip itu sesuatu yang baik, terlepas dari benar atau tidaknya, aku sih senang-senang aja... Gossip itu doa kan... :)
Jika hal yang tidak baik dan tidak benar, mungkin perlu diklarifikasi (optional sifatnya). Jika sudah diklarifikasi ternyata masih juga beredar, dan bikin sinis pandangan orang ke aku, aku ga akan nanggapin lagi, dan bikin kurus kalau dipikirin. Biarlah hal itu akan hilang dengan sendirinya. Waktu yg akan menjawabnya (cieee....). Cara ini telah terbukti lho... :) dan sptnya aku sudah immun untuk yg seperti ini :).
Jika ternyata gossip jelek dan hal itu benar, maka wajib untuk diklarifikasi. Alhamdulillah ini belum pernah terjadi padaku.

Kadang heran dg beberapa teman yg digossipkan ttg sesuatu yg baik (maklum disini gossip itu sgt cepat beredar dan jadi konsumsi nikmat bagi pecintanya), dia justru marah. Bagiku, jika hal itu benar dan sesuatu yg membahagiakan, apa salah nya diungkapkan saja. Toh gossip itu timbul karena kita juga yg menahan-nahannya untuk dirahasiakan. Kalau sdh diungkap, gossip itu akan hilang. Dan justru kebahagiaan yg terasa akan lebih besar. (Ini berdasarkan yg aku alami saat ini, yg cukup bikin aku sedih karena kesalahanku yg tidak amanah, akhirnya terjadi miss persepsi dan emosi mendadak, sehingga saat ini aku merasakan jarak dengan seorang teman baik).

Kedewasaan dan pengalamanlah yg akan membentuk bagaimana seseorang dalam menghadapi sebuah permasalahan.

Btw... kok ga ada ya, yg gossipkan aku akan segera menikah... hehehe.. it's a great pray for me :)

0

Harus Sabar... Harus Ikhlas..

Posted by Desi on 7:13 AM
"Perbanyak sabar ci, dan harus ikhlas... Apapun ketetapannya terimalah"

Itulah yang diucapkan Papaku dua hari yang lalu. Beliau selalu mengingatkan tentang hal itu. Itu bekal yang harus aku miliki dalam hidup ini dan juga jika aku ingin ke negeri suci itu. Di negeri itu banyak ujiannya, sabar serta ikhlas adalah kunci nya. Dan ujian itu sendiri sdh dimulai jauh hari sebelum kita menginjakkan kaki di negeri itu.

Pelajaran sabar dan ikhlas itu juga aku dapatkan dari seorang teman dua hari yang lalu. Percakapan 5 menit dengannya begitu berharga. Perkataannya seolah menyadarkan aku lagi akan rencana Allah terhadap hambanya. Terimakasih sudah mengingatkanku teman. Dalam hari yang sama, aku mendapatkan dua nasehat yang sama. Alhamdulillah..

Copyright © 2009 Edelweiss All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.